Mengapa Yahweh (Firman) mau menjadi Manusia?

Yahweh (Firman) adalah yang menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian (Yerusalem).
Disepanjang perjalanannya menuju Tanah Perjanjian, banyak perbuatan yang menyimpang dilakukan oleh bangsa Israel sehingga Yahweh (Firman) ketika itu harus jugs memberikan pengajaran-Nya kepada mereka.

Dalam banyak ajaran-Nya, kita dapati banyak yang mengandung kekerasan dan bahkan pembunuhan seperti yang dilakukan Yahweh (Firman) di padang gurun.

Hal itu dilakukan-Nya oleh karena Nama-Nya yang Kudus.

Yeh. 39:25 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sekarang, Aku akan memulihkan keadaan Yakub dan akan menyayangi seluruh kaum Israel dan cemburu-Ku timbul untuk mempertahankan nama-Ku yang kudus

============

Belakangan, karena begitu besar kasih Yahweh (Roh)/ὁ Θεὸς akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal–[Yahweh (Firman)/Θεοῦ]–, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Flp. 2:5-11
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Yahweh (Firman)/Θεοῦ, tidak menganggap kesetaraan dengan-Nya sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Yahweh (Roh)/ὁ Θεὸς sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Yahweh (Firman)/Θεοῦ kepada Bapa!

Tuh kan, udah ada Alkitab resmi tapi lu maunya pake alkitab buatan lu sendiri. :smiley:

Lagian, tanah perjanjian itu tanah Kanaan.

Pake alkitab PVS (Penafsiran Vbn Sendiri) sih…wkwkwk

“Yahweh (Firman) adalah yang menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian (Yerusalem).” → Bukannya Yahweh (Roh) yg menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir?

Apa sebenarnya hubungan Yahweh (Roh)/ὁ Θεὸς dengan Yahweh (Firman)/Θεοῦ ?
Bapa dan Anak?

Yahweh (Roh) tidak pernah memperdengarkan Suara-Nya dan Rupa-Nya tidak pernah seorangpun lihat.

Yoh. 5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,

Yup, hubungan Ke-ESA-an Yahweh –AKU ADALAH AKU– (Aku dan Bapa adalah Esa)

Topik ini mau membahas apa?

Salam logika macam-macam.

Ya mau membahas ALASAN-Nya Yahweh (Firman/Anak) sehingga Ia mau taat kepada Yahweh (Roh/Bapa) dengan menjadi Manusia…

Kira-kira apa sehingga Ia mau menanggalkan ke-Ilahian-Nya, seperti yang diungkapkan oleh rasul Paulus:
Flp. 2:6 yang walaupun dalam rupa TUHAN (Theou/Yahweh Firman), tidak menganggap kesetaraan dengan TUHAN (Theo/Yahweh Roh) itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
Flp. 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Flp. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

O, itu.

Kalau @Cinta Bhinneka cermati Fil 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, diakhiri oleh tanda baca koma, @Cinta Bhinneka artikan, Fil 2:5-7 adalah satu kalimat dari Paulus kepada jemaat di Filippi.

Bagaimana menurut @sizxbn?

Salam logika macam-macam.

Memang benar surat tsb merupakan nasehat rasul Paulus kepada jemaat Filipi… yang mana di dalam suratnya tsb, rasul Paulus mengungkapkan ketaatan Anak kepada Bapa-Nya.

Yang saya mau bahas dalam topik ini adalah tentang dasar-dasar alasan Anak sehingga Ia mau taat –bahkan taat sampai mati di kayu salib– kepada Bapa… apa dan kenapa?

Menurut @sizxbn sendiri, kira-kira kenapa begitu?

Kalau dengan menggunakan bantuan mesin pencari, ada beberapa ayat Injil yang mencatatnya:
Matius 20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Menurut logikaku, ayat ini menyatakan bahwa Yesus Kristus mau menjadi manusia dan memberikan nyawaNya adalah untuk menebus banyak orang.

Markus 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Menurut logikaku, ayat ini identik dengan Mat 20:28 di atas.

Yohanes 10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Menurut logikaku, ayat ini Yesus Kristus ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah gembala yang baik.

Tentang dasar-dasar alasan Yesus mau menjadi manusia dan setia sampai mati, bahkan mati di kayu salib, tidak dijelaskan dalam ketiga ayat tersebut. Apakah sizxbn mengetahui ayat Injil berisikan dasar alasan Yesus mau menjadi manusia, dan mati di kayu salib?

Salam logika macam-macam.

Orang tidak mau bertobat (atau kalau saya sebut, orang tdk mau bertobat = orang tôlol) seperti @sizxbn mana bisa jawab… :cheesy:

Kepada @Cinta Bhinneka, ini jawaban @teddyttd:

Q: Mengapa Yesus mau menjadi manusia dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi orang banyak?
A: Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya siapapun yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Yang dibold adalah jawabannya.

Lebih baik @sizxbn bertobat saja daripada keterusan jadi gak waras :mad0261:

Menggembalakan dan menyelamatkan domba-domba-Nya itu adalah TUJUAN-Nya; sedangkan alasannya bukan itu.

Memang tidak dijelaskan secara tertulis, tetapi apabila anda membaca Kitab Suci dari mulai Kitab Kejadian s/d Kitab Wahyu, maka anda akan melihat dasar-dasar alasan TUHAN [Yahweh (Firman)/Anak] sehingga Ia mau taat kepada TUHAN [Yahweh(Ro)/Bapa] dengan menjadi Manusia.

Kalau begitu ceritanya, @sizxbn tidak perlu ikutan diskusi di mari.

Cukup @sizxbn berteriak-teriak di persimpangan, meneriakkan kepada orang-orang agar membaca Kitab Suci dari mulai Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu. :smiley:

Salam logika macam-macam.

Gak usah teriak-teriak di persimpangan segala lah… di Fk ini juga cukup :smiley:

Gak cukup. Kalo vbn mau menyebarkan “kebenaran” vbn, sebarin ke seluruh dunia, beli tiket pesawat, teriak2 di perseimpangan “elohim is not Lord” ato semacemnya lah.

Kalo cuma di FK doang, berarti vbn pengecut.

Ya pernah lah memperdengarkan suara-Nya, hanya saja tidak kepada orang2 yg dimaksud (orang yg tidak percaya) dalam Yoh 5:37
Setidaknya waktu Yesus dibaptis kan ada suara Bapa dari Surga

Nah, kalau ESA ya jelas alasannya sama antara yg mengutus dan yg diutus, yaitu karena kasih sayang-Nya pada manusia.

Benar, bahwa yang dimaksud mereka yang tidak pernah mendengar suara Bapa adalah mereka yang pada saat itu berbicara dengan Yesus , tetapi dalam hal inipun anda hanya menebak bahwa suara yang terdengar pada saat Yesus dibaptis adalah suara Bapa; Sebab dalam ayat tersebut tidak dinyatakan sebagai suara Bapa.

Lagipula, jika benar –pada waktu Yesus dibaptis– adalah suara-Nya Bapa, maka pernyataan Yesus di Yoh.5: 37 menjadi tidak benar dong?; Sebab pada waktu itu banyak orang-orang Yahudi yang dibaptis juga… pasti mereka ngedenger dong?

Mana bisa sama?
Wong Yesus sendiri mengatakan: “Bapa lebih besar dari pada Aku”

Yoh. 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

@belajarlagi. Jawaban vbn memang suka kontradiksi. Dulu blg A, skrg blg B, masa depan blg C.

apabila anda membaca Kitab Suci dari mulai Kitab Kejadian s/d Kitab Wahyu dan mengerti, maka anda bisa jawab pertanyaan anda sendiri, gak perlu dijawabin oleh orang lain.

[quote="belajarlagi post:16, topic:187053"] Nah, kalau ESA ya jelas alasannya sama antara yg mengutus dan yg diutus, yaitu karena kasih sayang-Nya pada manusia. [/quote] [quote="sizxbn post:17, topic:187053"] Mana bisa sama? Wong Yesus sendiri mengatakan: "Bapa lebih besar dari pada Aku"

Yoh. 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
[/quote]

ayat yg kamu kutip gak menyanggah pendapat @belajarlagi. biasakan tuk diskusi dgn nyambung...