Mengapa Penginjilan menjadi begitu sulit?

Secara garis besar, kepercayaan/agama2 di dunia ini terbagi menjadi 2 bagian:

  1. APOLOSENTRIS
    Apolo (bhs. Yunani) artinya manusia. Jadi Apolosentris adalah segala upaya yg berpusat
    pada manusia itu sendiri.
    Di dalam kelompok ini ada Islam, Hindu, Budha, Confusius, Shinto, dan kepercayaan2 lain.
    Apa yg mereka ajarkan? Mereka mengajarkan: kalo mau ke sorga orang harus banyak berbuat baik, banyak beramal. Dalam Islam dikatakan: perbuatan baik/amal seseorang akan ditimbang, berat mana sama dosa2nya. Kalao lebih berat amal ibadahnya ya masuk sorga, kalao sebaliknya ya masuk neraka. Dalam Hindu/Buddha ada ajaran reinkarnasi, kalo hidupmu sekarang banyak berbuat baik, maka nanti setelah kamu meninggal nanti kamu akan dilahirkan jadi anak konglomerat. Kalo sekarang banyak berbuat dosanya nantinya dilahirkan lagi jadi kodok, misalnya… Adakah manusia yg bisa mencapai standar Tuhan yg begitu tinggi? Impossible!
    Mereka rela berpuasa, bahkan semedi ke gunung2 untuk menyucikan diri, mematikan kedagingan dan dalam usahanya mencari kedamaian.
    Semuanya adalah upaya manusia itu sendiri untuk “membenarkan” dirinya sendiri.

  2. THEOSENTRIS
    Theo artinya Tuhan. jadi Theosentris artinya upaya yg berasal dari Tuhan.
    Kekristenan adalah satu2nya yg bersifat Theosentris. Sangat berbeda dengan agama2 yg lain, Kekristenan mempercayai bahwa orang bisa selamat karena anugerah dari Yesus Kristus. Orang bisa jadi umat pilihan karena anugerah dari Yesus Kristus. Orang bisa ditebus dosa2nya juga karena anugerah dari Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib.

Inilah sebabnya mengapa penginjilan jadi begitu sulit karena adanya 2 perbedaan yang mendasar ini. Kalau digambarkan, 2 hal ini seperti 2 kutub magnet utara dan selatan yg sulit sekali untuk dipersatukan.

Bayangkan, kita sudah kasih tau mereka bagaimana enaknya percaya Yesus. Tidak perlu susah2 beramal dan berbuat kebajikan sudah masuk sorga. Eh, mereka malah menimpali: Mana ada orang yg mau mati buat menebus dosa2 gua? Yesus kenal gua aja kagak, ngapain Dia mati buat gua? Kagak masuk akal!
Nah, gimana coba? :mad0261:

klo hal di atas kan sebetulnya bisa dibilang itu adalah bagaimana cara dunia ini bekerja.misalkan di tempat kerja kan orang klo mau naik pangkat atau terima kenaikan gaji ya kudu musti ada ‘prestasi’/'kontribusi’nya dong(jarang sekali kita liat orang ga ada prestasi/kontribusi apa2 trus tiba2 naik pangkat/gajinya dinaekin).itu cara dunia bekerja.contoh lain lagi adalah ada kasus orang tua yg hanya mau mengasihi anaknya klo anaknya ranking 1 di kelas,si anak bakal ‘disiksa’ abis2an(minus kasih dr ortu) klo ga bisa memenuhi syarat itu.kasih yg bersyarat.

hal2 di atas mungkin jadi mempengaruhi pikiran bawah sadar orang bahwa seperti halnya manusia,kasih Tuhan pun juga bersyarat(sehingga pemikiran ini diadopsi ke ajaran2 agama lain).Kekristenan dulunya juga seperti itu pd masa Perjanjian Lama tetapi tidak lagi setelah Tuhan YESUS lahir di dunia.pengorbanan-Nya di kayu salib untuk menebus dosa manusia telah membuktikan bahwa kasih-Nya tidak bersyarat.

itu pandangan ane aja sih,mohon maaf klo mungkin agak jelimet.klo bicara penginjilan,memang faktanya saat ini lebih banyak orang(bahkan di kalangan Kristen) yg lebih suka membangun 'rumah’nya sendiri ketimbang membangun ‘rumah’ Tuhan.

Kalau saya melihat dari sisi kejadian awal dari kejatuhan manusia sampai dosa itu berkembang hebat sekalipun dari jaman PL, Tuhan juga sudah kasih jalan apalagi di jaman PB ini lebih dipermudah hanya cukup percaya Tuhan Yesus pasti diselamatkan. Pola pemikiran manusia pada umumnya sudah dikuasai oleh dosa dan dikuatkan dengan kuasa iblis yang bekerja secara luarbiasa membelokkan pikiran manusia agar lebih melihat realistis daripada iman. Perhitungan realistis mengacu pada hitung2an akan kebaikan manusia tapi bicara iman mengacu pada penyerahan diri manusai pada Tuhan.
Bicara penginjilan adalah bicara bagaiman kuasa Tuhan bekerja pada manusia itu sendiri, karena hanya kuasa Tuhan melalui Roh Kudus yang bisa mengubah pola pikir manusia yang salah tersebut.
Kuasa Tuhan bisa bekerja melalui orang-orang yang terpanggil melayani-Nya, hanya saja berpa banyak anak-anak Tuhan yang mau diutus untuk penginjilan.
dan karena ini adalah bagian dari Amanat Agung Tuhan Yesus (Matius 28:18-19) maka mari kita semua mulai hari ini melakukan penginjilan tersebut mulai dari pasangan hidup kita, keluarga kita, teman-teman kita, lingkungan kita dan terus berkembang ke lingkungan yang lebih luas.
Tuhan berjanji akan menyertai kita samapai akhir zaman ---- MENGINJIL YUUUK—

dua hal aja… aja kitanya takut …atau kita dah rasa aman…

menurut pendapat gw sih motivasi…biasanya sering bercampur dengan ego kita (berharap dia terima Tuhan Yesus)…gak salah sih tp jd melenceng.
umpakan saja klo lu ktemu ama cewe yg lu naksir berat ama dia trus lu berharap dia jd pacar lu
asli deh…lu bakal gak karuan berduaan ama dia…pasti mikir2 susun kata, mulai dari mana nih, lebai gak sih gw ngomong lgsg atau nembak lgsg aja skrg…dll
tp klo kita biasa aja tanpa motivasi terselubung pasti lempang2 aja ngomongnya…
toh juga klo dah waktunya pasti Tuhan yg campur tangan, gak perlu kita berusaha sendiri.
tp gak semua yg gw omongin sesuai dgn kondisi yg lain…
penginjilan ke pedalaman atau daerah terpencil itu sih bisaanya emang dah panggilan khusus dr Tuhan

@lion
Kalau kita melihat sulit, sebenarnya dari dulu juga sulit sebenarnya. Malah jaman dulu langsung nyawa jadi taruhannya dan siapa saja bisa membunuh kita tanpa hukum yang jelas. Justru sekarang kita tidak mudah dibunuh tapi sekarang iblis memakai strategi “ilmu pengetahuan dan rasionalitas”, jadi kesulitan itu ada ditingkat intelektual, bagaimana kita bisa diatas mereka tentang banyak hal dan memahami lebih banyak hal sehingga pendekatakan kita bukan lagi sekedar “memberitakan” tapi juga “mempengaruhi dengan kemampuan intelektual”, itu memang tuntutan jaman ini. Jadi kita tidak bisa memandang bahwa hari ini lebih sulit dari dulu. Sama saja hanya “bentuk kesulitannya” saja yang berbeda.

Kita bagaimanapun dituntut mengikuti perkembangan jaman, bukan mengikuti “arah jaman”, kemana pola pikir manusia dibentuk, nah darisana kita bisa belajar untuk melihat kelemahan dan kelebihannya kemudian menunjukan bahwa FT itu lebih dari pengetahuan manusia. Nah itulah tuntutan jaman ini, dan ini harus kita pahami dengan baik.

Selain itu, jaman sekarang ini seharusnya disadari bahwa ini adalah jaman “sepakbola” bukan jaman “bulutangkis”. Maksud saya adalah ini jaman “networking dan cooperation”, bukan jaman “solo carier”. Jadi pemuridan ditingkat jemaat adalah “keharusan”. Kalau jemaat sekedar jadi jemaat saja bukan jadi murid, maka penginjil akan seperti pemain sepakbola yang bermain sendiri menghadapi sebelas orang dilapangan. Sudah bukan jaman lagi mengandalkan sekedar “mujizat”, tapi dibutuhkan “contoh karakter”, mau penginjil itu bisa sembuhkan semua orang kalau orang tidak percaya mendapat informasi “betapa bejatnya orang kristen”, maka percuma saja semua mujizat itu bro… Orang lebih melihat info tentang kelakuan orang kristen dibandingkan mujizat saja. Dan kalau jemaat bisa lebih baik, maka penginjil sekedar “bilang nama Yesus” saja, orang luar sudah segan mendengarnya. Bukan begitu??
Tapi masalahnya, pendeta dan penginjil banyak yang fokus keluar lupa membangun yang didalam, sementara jemaat merasa bahwa pokok dia sudah percaya, masalah jiwa mah bukan urusan dia. Nah inilah yang menjadika sulit kalau kita mau melihat fakta lapangan.

Enak banget yaa… elu yang berbuat, Yesus yang musti tanggung jawab.

Memang, trus kalo anda mau jadi murid Yesus alasannya apa?
Terima KeselamatanNya memang gratis. Tapi jadi murid Yesus harus BAYAR harganya! Dengan apa bayarnya? Dengan pikul salib! Dengan mengabarkan Injil Kerajaan Surga kepada mereka yg masih tersesat. Dengan menunjukkan pada orang2 diluar kita bahwa kita ditebus untuk memiliki Kasih, Iman dan pengharapan dalam Kristus.

Kita menerima anugerah secara gratis. Disebut anugerah karena gratis, karena diberi, karena hadiah. Namun apa yang Anda, saya atau siapapun perbuat pertanggungjawabkan oleh masing masing.

Perhatikan begitu banyak perumpamaan dalam Injil. Tiap kali Allah memberi anugerah (entah dilambangkan dengan talenta, kebun anggur ataupun undangan pesta), Allah memberi secara cuma-cuma. Namun perhatikan kemudian, bahwa orang-orang yang menerima anugerah itu harus mempertanggujawabkannya apa yang diperbuatnya. Ketika diminta seberapa hasil dari anugerah itu, tidak diceritakan di sana bahwa si hamba ngeles dan bilang: “Kan Yesus udah ngerjain itu semua buat saya.”

Pernyataan berikut ini:

menandaan ketidaksediaan untuk menanggung beban. Penginjilan jadi susah karena sikap seperti itu. Yesus menghendaki bahwa setelah ia menderita untuk saya dan Anda, maka saya dan Anda wajib menderita menanggung saudara saya dan saudara Anda.

1Yohanes 3:16-18 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Penginjilan menjadi sulit, jika orang kristen melakukannya secara egois, secara dursila, secara gampangan. Penginjilan menjadi mudah, jika orang kristen melakukannya dengan semangat “mau berbuat”, “mau berkorban” dan bukannya “mau enak”, dan “mau untung”.

Menerima anugerah, tidak membuat hidup orang kristen jadi lebih mudah. Justru kepada yang diberi banyak, dituntut banyak.

@pincity: Makanya bro, kan saya bilang: mau dapet keselamatan dan masuk sorga dari Yesus itu sudah pasti dapet. Tapi selanjutnya kita harus jadi TERANG, harus mau PIKUL SALIB (menyangkali diri) dan MAU menunjukkan KASIH pada sesama yang menderita/kekurangan.
Yesus bilang apa? "Pada kedua hal inilah tergantung seluruh isi Hukum Taurat:

  1. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap hatimu, dan yang ke
  2. Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
    Apakah Yesus nyuruh kita mengasihi sesama orang kristen saja? Nei! Yesus bilang: sesamamu manusia! Berarti bersifat general/umum.
    Hari ini, berapa banyak orang Kristen yg tidak bisa menunjukkan kasih kepada sesama yg kekurangan seperti yg diamanatkan Yesus pada kita? Ou, banyak sekali bro!
    Kalo disuruh ngasih perpuluhan langsung ngasih. Tapi giliran suruh nyumbang buat bencana alam pikir2 dulu. Suatu sikap yg terbalik. Kagak nunjukin kalo murid Yesus! Lebih nunjukin kalo murid Musa!

OK D kalo begitu