Membayar untuk Penghapusan Dosa ??

Maaf sebelumnya…
Saya butuh informasi dari saudara2 yang beragama Katolik…
Apa benar dalam doktrinnya ada ritual dimana kita membayar sejumlah uang untuk ritual penghapusan/pengampunan dosa ???
Penjelasannya gimana ya ?

Oh, yang keq gitu itu bisnisnya Paus. ;D

Paus bisnisnya unik. Yesus ngorbanin diri untuk tebus dosa manusia, lalu dibisnisin oleh Paus .
Kalau Yudas Iskariot cuma dapat 1 x kesempatan ngejual, Paus banyak kali. Yudas jualan sendiri, Paus duduk-duduk, suruh orang lain jualan. Dan uang mengalir masuk… Sounds aGreat Idea…

Maka Paus IQ-nya dalam bisnis di atas Yudas. :tongue:

GBU

TIDAK ADA.
kalau mau buktikan, silahkan saja pergi ke pastor paroki didaerah, trus coba bilang “pastor saya mau mengadakan ritual penghapusan/pengampunan dosa”
hahahaahhaa,ntah apa nanti tanggapan Pastor tersebut. :smiley: :smiley: ;D ;D ;D
ada-ada aja dongeng murahan dari setan.

MENGENAI SAKRAMEN PENGAMPUNAN DOSA

catatan : setiap saya melakukan pengakuan dosa, gratissss tuhhh, :tongue: :tongue:

Yoh 20:22-23 - BHS Indo
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan JIKALAU KAMU MENYATAKAN DOSA ORANG TETAP ADA, DOSANYA TETAP ADA”

John 20:22-23 - Duoay-Rheims
22 When he had said this, he breathed on them; and he said to them: Receive ye the Holy Ghost. 23 Whose sins you shall forgive, they are forgiven them: and WHOSE SINS YOU SHALL RETAIN, THEY ARE RETAINED.

John 20:22-23 - King James Version
22 And when he had said this, he breathed on them, and saith unto them, Receive ye the Holy Ghost: 23 Whose soever sins ye remit, they are remitted unto them; AND WHOSE SOEVER SINS YE RETAIN, THEY ARE RETAINED.

John 20:22-23 - Revised Standard Version
22 And when he had said this, he breathed on them, and said to them, “Receive the Holy Spirit. 23 If you forgive the sins of any, they are forgiven; IF YOU RETAIN THE SINS OF ANY, THEY ARE RETAINED.”

Kata “retain” dalam bhs aslinya adalah kratevw (baca:krat-eh’-o). Definisinya adalah:

  1. to have power, be powerful
    a)to be chief, be master of, to rule
  2. to get possession of
    a)to become master of, to obtain
    b)to take hold of
    c)to take hold of, take, seize
    …1)to lay hands on one in order to get him into one’s power
  3. to hold
    a)to hold in the hand
    b)to hold fast, i.e. not discard or let go
    …1)to keep carefully and faithfully
    …2)to continue to hold, to retain
    c)of death continuing to hold one
    …1)to hold in check, restrain

Silahkan buka link :
http://bible1.crosswalk.com/Lexicons/Greek/grk.cgi?number=2902&version=kjv supaya lebih jelas tentang kata kratevw

Ok silahkan kita lihat ayat diatas terutama yang dihuruf besarkan. Yesus meniupkan Roh Kudus pada para rasul. Point ini sangat penting karena Allah cuma DUA KALI meniupi manusia. Saat penciptaan (Kej 2:7) dan pada ayat Yohanes diatas. Di Kej 2:7 Allah memberi kehidupan bagi manusia untuk pertama kalinya. Di Yoh 20:22-23 Allah (Yesus) memberi kuasa bagi para murid untuk mengampuni dan mengikat dosa.
Ada yang berpendapat bahwa hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa. Manusia (Romo) tidak bisa. Untuk ayat mengenai kuasa mengampuni dosa, mereka biasanya mengatakan bahwa para murid cuma diberi kuasa untuk menyatakan bahwa dosa manusia sudah diampuni. Sekali lagi, cuma menyatakan. Tentu saja ajaran tersebut salah sama sekali, tapi paling tidak mereka punya penjelasan meskipun tidak memuaskan.
NAMUN MEREKA TIDAK BISA MENJELASKAN DENGAN CARA APAPUN KUASA UNTUK MENGIKAT DOSA! Bagi mereka, setelah seseorang dibenarkan, maka manusia itu bagaikan diselubungi kain putih. Meskipun manusia berbuat dosa, dosanya itu hanya akan terjadi di lapisan dalam kain putih sementara dari luar kain tersebut tetap putih. Jadi setelah dibenarkan, maka orang tersebut selamanya akan benar.
Jadi tidak ada dalam theology mereka konsep mengikat dosa. Padahal ini adalah perintah Tuhan sendiri yang ada di Alkitab. Perintah Yesus kepada para rasul secara langsung!
Cuma Gereja Katoliklah (dan Orthodox) yang melaksanakan dan mengimani sabda Yesus ini dengan sempurna. Para Iman yang mempunyai Sakramen Imamat mempunyai kuasa yang sudah diberikan Yesus untuk mengampuni dosa kamu, dan juga untuk mengikat dosa kamu. Kalau dosa kamu diikat, maka kamu tidak akan selamat!
Maksud dosa diikat itu adalah, Romo atau uskup bisa tidak mengampuni dosa kamu, dan dengan begitu dosa kamu tetap diikat dan tidak dihilangkan. Bukan orang yang males ke sakramen Tobat.
Tentu saja secara praktek Romo biasanya akan mengampuni dosa kamu. Tapi ada keadaan tertentu dimana Romo, menurut hukum Kanon, tidak boleh memberi absolusi pada kamu. sebagai contoh:

  1. Kalau kamu bunuh diri dan sebelum mati minta diberi absolusi
  2. Kalau kamu memperlakukan Tubuh dan Darah Kristus secara tidak hormat (ex: membuang dengan sembarangan, menggunakannya untuk perdukunan atau ritual satanik) maka kamu baru bisa diampuni setelah mendapat ijin dari Vatikan.
  3. Etc

Catatan :
Sayangnya di terjemahan BHS Indonesia kata yang digunakan di Yoh 20:22-23 adalah menyatakan. Ini kurang tepat. (masih ada beberapa kata terjemahan yang kurang tepat di Alkitab terbitan LAI. Nanti akan dicoba buat topik tersendiri)

Orang yang tidak pergi ke Sakramen Tobat telah menaruh dirinya sendiri dalam bahaya. Karena kalau kamu melakukan dosa besar dan kamu belum aku-kan, lalu kemudian kamu mati, maka kamu akan masuk neraka, period. (mengenai dosa berat dan dosa ringan. Loading…)
Karena itu mengakulah dosa sesering mungkin terutama setelah kamu melakukan dosa besar.

Tanya :
Di ayat itu Yesus memberi kuasa kepada para rasul. Jadi hak itu hanya diberikan kepada para Rasul. Bukankah di ayat itu tidak dinyatakan kalau kuasa mengampuni/mengikat dosa bisa diteruskan (suksesi apostolik) ?
Jawab :

  1. Tak ada bukti bahwa itu hanya diberikan pada para rasul. Banyak hal yang disampaikan Yesus kepada para rasul atau muridNya SAJA (mengusir setan, membaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh, Megajar, dll), apakah kita juga akan beranggapan bahwa karya itu (mengusir setan, membabtis, mengajar (ajaran Yesus) berheti setelah para rasul mati ? TIDAK.
  2. Ayat lain yang menjadi bukti sakramen tobat adalah 2Kor 5:18 dimana Paulus mengatakan bahwa Kristus "gave us the ministry of reconciliation. Nama lain sakramen tobat adalah sakramen rekonsiliasi, sakramen pendamaian. Di sini Paulus, yang bukan termasuk 12 rasul, YANG TIDAK DIHEMBUSI ROH pada kisah di Yohanes (meskipun Paulus sendiri mengklaim sebagai rasul [Rom 11:13]), , mengklaim juga diberi pelayanan rekonsiliasi.

Tanya :
Apakah salah kalau kita hanya minta ampun dosanya langsung ke Allah ? Toh sama2 diampuni juga kan ? Jadi buat apa mesti ‘‘cape2’’ ke Romo ?
Jawab :
Tanpa sakramen tobat dosa bisa diampuni kalau si peniten mempunyai sesal sempurna ( terhadap “Dosa berat dan dosa ringan”).
Masalahnya dengan sesal sempurna adalah, disamping sesal sempurna itu sulit, kita tidak tahu apakah sesal yang kita lakukan sempurna. Kalau ternyata sesal kita tidak sempurna, maka dosa tetap ada. dan kalau mati dengan dosa berat, pasti masuk neraka selamanya.
Sakramen Tobat adalah salah satu harta kekayaan Gereja Katolik yang diberikan Yesus Kristus. Dan Gereja akan selalu bersedia memberikannya kepada putra-putrinya sebagaimana Yesus juga yang adalah Maha Pengampun. Jadi sudah seharusnyakita manfaatkan harta Gereja ini.

Tanya :
Romo tida dapat melihat isi hati seseorang, maka tidak ada gunanya bagi kita untuk mengaku dosa kepada Pastur yang tidak memiliki karunia itu.
Jawab :
Kemampuan untuk melihat isi hati orang bukanlah syarat untuk punya kuasa pengampunan dosa. Orang yang mengaku dosa-lah yang harus mengungkapkan isi hatinya (dosa-dosanya). Kalau si peniten tidak jujur, ya pengakuannya tidak efektif, bukannya kuasa pengakuan yang dimiliki romonya yang tidak efektif.

Sumber :
Sebagaian besar Tulisan DeusVult (DV), moderator : www.ekaristi.org.
Topik : http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=565

Polemik Indulgensia

Saat itu terjadi penyalahgunaan indulgensia oleh oknum-oknum Gereja, yaitu sebuah indulgensia dapat dibeli seorang umat untuk dirinya sendiri ataupun untuk salah seorang sanak keluarga yang sedang berada di api penyucian. Johann Tetzel, seorang imam Dominikan, ditugasi berkeliling di seluruh wilayah keuskupan Uskup Agung Albert dari Mainz untuk mempromosikan dan menjual indulgensia untuk merenovasi Basilika St. Petrus di Roma. Tetzel sangat berhasil dalam hal ini. Ia menganjurkan: “Begitu mata uang bergemerincing di dalam kotak, jiwa yang sedang menanti di api penyucian pun akan terlepas” [2].
Luther menganggap penjualan indulgensia ini sebagai penyelewengan yang dapat menyesatkan umat sehingga mereka hanya mengandalkan indulgensia itu saja dan mengabaikan pengakuan dosa dan pertobatan sejati. Luther menyampaikan tiga khotbah menentang indulgensia ini pada 1516 dan 1517. Pada 31 Oktober 1517, menurut laporan tradisional, 95 dalil Luther dipakukan pada pintu Gereja Kastil sebagai undangan terbuka untuk memperdebatkannya[3]. Luther sebetulnya tidak menempatkan ke-95 dalil itu di pintu Gereja Wittenberg yang sebagaimana dikatakan legenda, tetapi menerbitkan salinannya.

Dalil-dalilnya ini mengutuk keserakahan dan keduniawian di dalam Gereja dan dianggap sebagai penyimpangan. Luther mengeluarkan bantahan teologis tentang apa yang dapat dihasilkan oleh indulgensia itu. Luther tidak menantang wewenang paus untuk mengeluarkan indulgensia dalam dalil-dalilnya itu. Ke-95 dalil Luther segera diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, disalin dan dicetak secara luas. Dalam waktu dua minggu, dalil-dalilnya telah menyebar ke seluruh Jerman, dan dalam waktu dua bulan ke seluruh Eropa. Ini adalah salah satu peristiwa pertama dalam sejarah yang dipengaruhi secara mendalam oleh mesin cetak, yang membuat distribusi dokumen lebih mudah dan meluas.

Jawaban Paus

Setelah meremehkan Luther sebagai “seorang Jerman mabuk yang menulis dalil-dalil itu” yang “bila ia kembali sadar, ia akan berubah pikiran,” " Paus Leo X memerintahkan Sylvester Mazzolini, seorang profesor teologi Dominikan, yang juga dinamai Prierias (atau Prieras), sesuai dengan nama tempat kelahirannya Priero, pada 1518, untuk menyelidiki masalahnya. Prierias mengenali perlawanan Luther yang tersirat terhadap kewibawaan paus karena berbeda pendapat dengan bula kepausan. Karena itu ia menyatakan Luther sebagai penyesat, dan menulis bantahan ilmiah terhadap dalil-dalilnya. Bantahan ini menegaskan kewibawaan paus terhadap Gereja dan menolak setiap penyimpangan daripadanya yang dianggap sebagai ajaran sesat. Luther menjawab dalam cara yang sama, sehingga berkembanglah suatu pertikaian.

Sementara itu, Luther ikut serta dalam sebuah pertemuan biarawan Augustinian di Heidelberg. Di sana ia menyajikan tesisnya tentang perbudakan manusia di dalam dosa dan tentang anugerah ilahi. Dalam pertikaian mengenai indulgensia, muncullah pertanyaan tentang kekuasaan dan wewenang mutlak paus, karena doktrin tentang “Khazanah Gereja,” “Khazanah Jasa,” yang mendasari doktrin dan praktik indulgensia, didasarkan pada Bula Unigenitus (1343) dari Paus Clemens VI.

sumber : wikipedia

Mitos tentang Indulgensi

Indulgensi. Kata yang mungkin sangat membangkitkan lebih banyak kesalahpahaman daripada pengajaran yang lain dalam teologi Katolik. Orang-orang yang menyerang Gereja bersandar -dan mengambil keuntungan- dari ketidaktahuan baik orang-orang Katolik dan non-Kaktolik atas penggunaan indulgensi.

Apa itu indulgensi? Gereja menjelaskan,“Indulgensi adalah penghapusan siksa-siksa temporal di depan Allah untuk dosa-dosa yang sudah diampuni. Warga beriman Kristen yang benar-benar siap menerimanya, di bawah persyaratan yang ditetapkan dengan jelas, memperolehnya dengan bantuan Gereja, yang sebagai pelayan penebusan membagi-bagikan dan memperuntukkan kekayaan pemulihan Kristus dan para kudus secara otoritaf(KGK 1471)”.

Langkah pertama dalam menjelaskan indulgensi adalah mengetahui apa itu indulgensi. Langkah kedua ialah menjelaskan apa yang bukan indulgensi. Berikut tujuh mitos yang umum tentang indulgensi:

Mitos 1: Seseorang dapat membeli jalan keluar dari neraka dengan indulgensi.

Tuntutan ini tidak berdasar. Karena indulgensi menghapuskan siksa-siksa sementara, indulgensi tidak dapat menghapus siksa abadi di neraka. Sekali seseorang masuk neraka, tidak satu indulgensi pun akan pernah merubah fakta itu. Satu-satunya cara untuk menghindari neraka adalah dengan memohon rahmat Tuhan yang abadi selama masih hidup. Setelah mati, nasib abadi seseorang ditentukan(Ibr 9:27).

Mitos 2: Seseorang dapat membeli indulgensi untuk dosa-dosa yang belum dilakukan.

Gereja selalu mengajarkan bahwa indulgensi tidak berlaku pada dosa-dosa yang belum dilakukkan. Catholic Encyclopedia mencatat,“Indulgensi bukan sebuah izin untuk berbuat dosa, atau bukan pengampunan untuk dosa yang akan datang; keduanya tidak dapat diberikan oleh kuasa apa pun.”

Mitos 3: Seseorang dapat “membeli pengampunan” dengan indulgensi.

Definisi indulgensi mengisyaratkan bahwa pengampunan sudah terjadi:“Indulgensi adalah penghapusan siksa-siksa temporal di depan Allah untuk dosa-dosa yang sudah diampuni”. Indulgensi tidak mengampuni dosa. Indulgensi berkaitan dengan siksa-siksa(hukuman) yang masih harus dijalani setelah dosa-dosa diampuni.

Mitos 4: Indulgensi diciptakan sebagai cara Gereja mengumpulkan uang.

Indulgensi berkembang dari refleksi atas sakramen tobat. Indulgensi adalah sebuah cara memperpendek penebusan dari disiplin sakramental dan telah digunakan selama berabad-abad sebelulm kemunculan masalah yang berkaitan dengan uang.

Mitos 5: Indulgensi akan memperpendek waktu di purgatorium oleh sejumlah hari yang tetap.

Jumlah hari yang dipakai berkait dengan indulgensi merupakan referensi terhadap periode penebusan yang mungkin seseorang jalani selama hidup di bumi. Gereja Katolik tidak mengklaim mengetahui tentang berapa lama di purgatorium pada umumnya, sedikit banyak dalam kasus orang tertentu.

Mitos 6: Seseorang dapat membeli indulgensi.

Konsili Trent memulai perubahan besar pada praktek pemberian indulgensi, dan karena penyimpangan-penyimpangan sebelumnya,“tahun 1567 Paus Pius V membatalkan semua pemberian indulgensi yang menyertakan biaya dan transaksi keuangan lainnya”(Catholic Encyclopedia). Aksi ini membuktikan keseriusan Gereja untuk menghilangkan penyimpangan dari pelaksanaan indulgensi.

Mitos 7: Seseorang dulu dapat membeli indulgensi

Orang tidak pernah dapat “membeli” indulgensi. Skandal keuangan yang menyertai indulgensi, skandal yang memberikan Martin Luther alasan untuk kesesatannya, melibatkan derma -indulgensi yang memberikan derma untuk beberapa yayasan atau dana amal yang digunakan sebagai kesempatan untuk memberi indulgensi. Tidak ada penjualan indulgensi secara ikhlas. Catholic Encyclopedia menyatakan,“Mudah untuk melihat bagaimana penyimpangan merambat masuk. Di antara karya-karya baik yang mungkin didorong dengan kondisi yang dibuat dari sebuah indulgensi, sedekah akan secara alamiah diadakan pada suatu tempat yang mencolok… Baik untuk mengamati bahwa dalam tujuan-tujuan ini pada dasarnya tidaklah jahat. Memberikan uang untuk Tuhan atau orang miskin merupakan aksi terpuji, dan, apabila dilakukan dengan motif yang benar, tentu itu akan dihargai.”

Setuju :afro:
Dari sumber wikipedia dapat dengan mudah dilihat bahwa penyimpangan disebabkan oleh Paus Leo X . Padahal Pausnya ngaku tidak mungkin keliru… di mana umat katolik beriman atas hal ini. :smiley:

GBU

Di abad pertengahan:

Di abad pertengahan, Vatican mengeluarkan Surat Indulgensi (Surat Pengampunan Dosa) yg harus ditebus dengan UANG. Barang siapa yg membeli surat itu dijamin masuk surga! Masalahnya tidak semua orang sanggup membeli surat itu, apalagi kaum miskin. Kontan umat berontak!!! Gara2 pemberontakan itu, agama Katolik PECAH yg dimotori Martin Luther! Dengan berani, Martin menghujat Paus sebaagi ANTI KRISTUS krn kelakuannya yg bejat. Martin lalu mendirikan Kristen PROTEStan (krn mereka memprotes). Hingga detik ini, permusuhan itu tetap ada.

Masa sekarang:

Di Jerman, umat Katolik DIPAKSA membayar pajak gereja sebesar 8% dari penghasilan tiap jemaat. Kalo berani membangkang, si jemaat akan DITOLAK KOMUNI dan DITOLAK MISA PENGUBURAN kalo mati! Bagi umat Katolik, ditolak komuni dan ditolak misa penguburan adalah hukuman maha berat krn artinya mereka pasti masuk NERAKA!

http://gaytalk2011.blogspot.ca/2012/09/katolik-ogah-bayar-pajak-gereja-neraka.html

Bayar saya setengah saja dari yang mereka minta, akan ku hapus dosa 10 generasi. Kirim ke bca a/c 1992000345. Sudah mengerti sekarang?

kalo dijerman, semua Kristen begitu mas-bro langsung dipotong pajak, baru tau yahhh…

bedalah negaranye, kalo kita disini, mo kegereja pada repot nukerin duit diwarung…hi hi

Ya itulah, sekarnag kita tahu mengapa Paus mengklaim bahwa KOMUNI adalah untuk keselamatan.
Dan katanya di luar gereja yang dipimpin oleh PAUS beserta para uskupnya tidak bisa selamat ( sedangkan jika tidak mengenal Inji Yesus bisa aja saja selamat asalkan ada Paus) ;D

GBU

Tidak benar.

Thread-nya bisa di-lock? :tongue:

Tetapi siapa yang percaya hal ini? Hal ini hanya tipuan Iblis yang hendak menyebabkan orang percaya bahwa dia berada dalam gereja Katolik, padahal dia menyembunyikan diri dalam gereja lainnya. Jangan lupa Iblis licik ya… ;D

Tuhan memberkati

Saking liciknya iblis, dia menyamar sebagai Protestan, kemudian menebarkan benih-benih iri hati, dengki, benci, dendam, dll disesama umat Kristen, dan terutama menyerang salah satu Gereja terbesar, yaitu Katolik :smiley:

Entah siapa yang jatuh dalam perangkap setan ini :smiley:

Saya serih sedih melihat pihak Protestan, menuduh dan memfitnah pihak Katolik, sementara iblis menari-nari kegirangan…!

Bukan begitu wahai iblis, eh, Dya, Jesuit order, jackson123, Rita dkk? :smiley:

Semoga pihak Katolik cukup tabah, seperti my fellowship Gandalf dkk :smiley:

Untung saja Gerejaku aman2 saja, soalnya hanya sedikit yang tahu :smiley: ;D :2funny:

Damai bagimu, Yosua 777

Hal itu dapat dibaca terang-benderang di Lumen Gentium. Tertulis, dengan sangat jelas .

Demikianlah saudaraku Yosua 777.

GBU

Hallaahhh…lu baca Alkitab baru separo-separo aja, gaya-gayaan ngomongin lumen gentiumnya katolik, segala pake promosi “terang benderang”, lu kate lampu obor terang benderang… ;D

Tapi buat yang sepaham ama lu sih demen-demen aja, keliatan bloon urusan belakangan… ;D

Emang tulisannya kayak gitu mau dimengerti kayak apa lagi :smiley:
Kecuali pakai jurus muter-muter : ya-tidak-ya-tidak ;D
Tapi gue maklum koq, udah tradisi. :tongue:

GBU

Z-I-S :smiley:

tanya sama Jesuit Order tuh…

salam Bro…

Ya tergantung siapa yang baca, kalo lu atau paus lu (si Jesuits Order) yang baca ya pasti maknanya disesuaikan dengan keinginan lu. ;D

Saksi Yehuwa juga baca Alkitab & ngomongnya pasti sama kaya elu : “emang tulisannya di Alkitab kaya gitu mau dimengerti gimana lagi”. ;D

Setelah itu kalau ada penjelasan dari pihak lain tinggal bikin isu baru/tuduhan baru : pake jurus muter-muter lah, dll. :smiley:

Tapi gw maklum kok, klo digereja lu diajarinnya cara-cara kaya gitu. :smiley:

Setahu saya, mas ini bukan protestan nyamar jadi protestan. Lalu sok jelek-jelekin keyakinan sendiri. Apakah ada orang waras yang punya keyakinan yang ditentangnya sendiri seperti mas ? :smiley:

Koq bisa-bisanya nuduh orang lain yaa :tongue:

BTT:
Tentang surat jual beli tanah… ehh salah, surat penghapusan dosa .
Kapan menjadi populer dan tercatat dalam sejarah ?

GBU