Membantunya kuat dalam iman

Pacaran Beda keyakinan mungkin hal yang sudah biasa dalam kehidupan. Begitulah menurutku setahun yang lalu. Paling tidak, saya tidak pernah berpikir untuk menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki keyakinan berbeda denganku.

saya mengenalnya ketika kami saya mulai bekerja dikantor dimana saya skrg bekerja. Hubungan kami pada awalnya hanya sebatas teman biasa. Tetapi, ada yang mulai berbeda ketika kami mulai dekat. Entah apa yang membuat saya dekat dengan dia. Dari segi penampilan, dia bukan tipeku. Dari segi hobi, kami memiliki hobi dan minat yang berbeda. Apalagi dalam hal keyakinan.

Akhirnya kami pacaran. Awalnya saya berpikir untuk tidak sepenuhnya menyukainya. Dia adalah seorang muslim yang taat. Dan saya pun percaya bahwa Yesus adalah Juruslamatku. Singkat cerita, hubungan kami mendapatkan pertentangan. Baik dari orang tuaku maupun orang tuanya. Tidakkan paling ekstrem adalah orang tuanya mengusirnya dari rumah.

Saya sangat merasa bersalah karena saya telah membuat anak dan orang tua menjauh. Namun dilain sisi, sayapun takut kehilangan dia. Dalam kerapuhannya, saya cuma menyelipkan satu kata, yaitu “kasih”. Dia begitu sedih ketika tidak ada satupun keluarganya mencarinya ketika ia memilih keluar dari rumah. Bahkan untuk sekedar menanyakan apa kabarnya.

Saya hanya mengatakan bahwa kita tidak boleh membenci orang tua dan saudara kita. Bahkan untuk orang yang membenci kita, kita wajib mendoakan mereka. Dia mulai mengikuti setiap pola pemikiran saya. Tapi, saya tidak pernah memaksanya ataupun memintanya untuk mengikuti keyakinanku.

Sejalan dengan waktu, ia mulai mencari tahu keyakinanku itu apa. Yesus itu siapa. Kasih itu bagaimana. Hingga di tanggal 25 Desember 2010 ia memutuskan untuk menjadi seorang kristiani.

Kehidupannya menganut kristen penuh dengan cobaan. Dimana ia harus kehilangan pekerjaan dan hanya saya yang memperhatikannya. namun sejalan dengan waktu, orang tuanya mulai luluh, orang tuanya mulai mengerti bahwa anaknya bersungguh2 denganku. sehingga dia mulai merajut kembali hubungan yang terputus dengan orang tuanya.

Namun, kedua orang tuanya tidak mengetahui bahwa ia telah berpindah keyakinan. Hingga disuatu hari, seseorang menyampaikan bahwa ia selalu melihatnya berpakaian rapi di hari minggu dan masuk Gereja. Keluarganya yang merupakan islam fanatik tidak terima untuk hal tersebut dan berniat untuk membunuhnya. Namun, ibunya mendatanginya dan memintanya dengan berurai air mata untuk kembali ke keyakinannya semula dan jangan pernah masuk Gereja lagi. Atau ibunya akan bunuh diri.

Ia adalah anak yang berbakti. itulah yang sebenarnya terjadi sebelum saya memasuki kehidupannya. Ketika Ia menjadi seorang kristen, hatiku sangat bahagia. Namun dilain sisi, saya yakin orang tuanya khususnya ibunya pasti menangis. Mungkin Tuhan memperlihatkan ke saya bagaimana pedihnya melihat seseorang yang kita sayangi memiliki keyakinan yang berbeda dengan kita.

Pada akhirnya sekarang, Ia diminta untuk selalu sholat dengan ancaman ketika tidak sholat ibunya akan bunuh diri. Ia tidak dilarang untuk berhubungan denganku namun dia tidak boleh mengikuti keyakinanku. dengan kata lain, keluarganya berharap sejalan dengan waktu dia dan saya akan pisah ataukah saya mengikuti keyakinannya.

ketika saya bertanya apakah dia percaya Yesus itu juruslamat, dia mengatakan dia percaya. Namun dia tidak tau harus bagaimana. Disisi lain, Dia tidak ingin berpisah denganku.

Kawanku, dalam hal ini, bagaimana saya seharusnya bertindak?

apakah dia benar" percaya kalau Yesus itu Tuhan & Juruselamat???apa dia benar" menjalankan shalat???doa apa yang diucapkan ketika shalat???apakah dia shalat hanya sikapnya saja tetapi tetap berdoa kepada Yesus atau memang dia menjalani shalat yang sesungguhnya???kalian harus berdoa terus minta Tuhan kasih jalan keluar…percaya pasti pada waktunya Tuhan Dia akan membuka jalan…asal kalian tetap percaya, berdoa & berusaha…never give up… :afro:

klo menurut saya, dia percaya klo YESUS itu Tuhan. Namun dia berada dalam dilema yang luar biasa. Sejujurnya, saya tidak tahu harus berbuat apa. Sejak ia kembali dekat dengan keluarganya, ada saja cobaan yang kami hadapi. sampai saya terkadang merasa mungkin saja dia telah diguna2 untuk membuat hubungan kami merenggang bahkan putus. Namun saya hanya bisa membawanya dalam doa dan puasa. Karena jujur, saya tidak kuat menghadapi smuanya. Setiap kali adzan berkumandang, yang saya rasakan adalah suatu kegagalan. saya merasa gagal membimbingnya dan membuat kuat dalam imannya. Orang tuanya memang mengatakan bahwa saya dan dia tidak mengapa berhubungan. Namun orang tuanya sengaja membuat ia sangat sibuk sehingga tidak memiliki waktu dengan saya.

Terkadang saya merasa berdosa apabila berpikiran negatif terhadap ibu pacar saya. Namun dilain sisi, kenyataan mengatakan bahwa beliau benar2 ingin menunjukkan sangat membenciku. Beliau sempat mengatakan bahwa kemungkinan pacar saya seperti sekarang karena saya menggunakan guna2 dan menyebabkan ia menjauh dari keluarganya.