Melepaskan hak bagi kemuliaan-Nya .

“ Kebesaran hidup seseorang bisa dinilai dari hidupnya yang bisa memberi manfaat / dampak bagi banyak orang “

Kebesaran hidup seseorang dimulai dari hatinya , Hati seorang anak Tuhan terbentuk lewat niat hatinya mau dibentuk Tuhan sesuai kehendak dan rencana-Nya !

Proses memberi hati untuk dibentuk dimulai dari “ Hati yang mengasihi dan menghormati Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya ! ”

Jadi , Perjalanan hidup menuju “ Kebesaran hidup “ dimulai karena mau “ Memberikan hak atas hidupnya untuk dibentuk sesuai kehendak Tuhan “

Hati seperti itulah yang sudah dipersembahkan kepada Tuhan yang harus dijaga dengan penuh kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan . Amsal 4 : 23 .

Tuhan tahu tidak gampang umat-Nya memberikan hatinya untuk dibentuk sampai sesuai dengan kehendak / selaras dengan hati-Nya , maka Tuhan mengajar umat-Nya di masa lalu ( P.L ) untuk belajar menyerahkan hak mereka kepada Tuhan sebagai korban persembahan dengan perkara-perkara yang sederhana lebih dulu seperti ;

• Korban Paskah bagi Tuhan , Korban bakaran , Korban curahan , Korban keselamatan , Korban penebus salah , Korban penghapus dosa , Korban sajian , Korban sembelihan , Korban sukarela , Korban syukur , Korban tetap setiap pagi dan petang , Korban setiap sabat , Korban setiap bulan baru , Korban setiap panen .dllnya .

Semua korban adalah untuk mengingatkan Bangsa Israel agar menghormati dan mengasihi Tuhan yang menyelamatkan hidupnya dari perhambaan Mesir , Tetapi sayang setelah lewat sekian waktu lamanya mereka tidak lagi mempersembahkan dengan ˝ Hatinya˝ tetapi karena kebiasaan saja ! Dimata Tuhan hal itu memuakkan , Amsal 5 : 22 ; Yesaya 29 : 13 , Sebab persembahan yang Tuhan inginkan adalah kasih setia kepada Tuhan yang keluar dari hatinya . Hosea 6 : 6 .

Dimasa sekarang , Tuhan tidak lagi memerintahkan untuk membawa korban-korban seperti itu lagi karena sudah digenapi-Nya dikayu salib oleh Tuhan Yesus sekali saja sudah cukup dan sempurna dimata Bapa Ibrani 10 : 12 , 14 . sebab semua yang dilakukan bangsa Israel waktu itu hanya bayangan dan digenapi oleh Tuhan Yesus . Kolose 2 :16-17 , Ibrani 10 : 1-2 .

Dimasa sekarang yang Tuhan minta dari umat-Nya adalah ; mempersembahkan hidup ( seutuhnya ) sebagai persembahan yang berkenan dan yang sempurna dihadapan-Nya yaitu suatu ˝ perubahan hidup ˝ ( metamorfosa ) dari lama ke baru . Roma 12 : 1-2 / 2 Korintus 5 : 17 .

Kita bisa belajar melalui mempersembahkan ;

• waktu ; Untuk memberi waktu yang terbaik datang ibadah setiap minggu , jam-jam doa yang diadakan Gereja , dan memiliki waktu untuk bersaat teduh dengan membawa korban pujian , syukur dan penyembahan kepada sang Juruselamat hidupnya dan berkorban waktu untuk mengikuti seminar yang berbobot agar makin tambah wawasan dan pengetahuan akan kehendak Tuhan bagi hidupnya .

• tenaga ; Menyediakan waktu untuk , kegiatan , latihan , diklat , pelatihan , partisipasi tenaga saat gereja ada kegiatan dan mengunjungi mereka perlu mendapat dukungan kekuatan dan penghiburan baik yang ada dirumah atau mereka yang ada di R.S .

• pikiran ; Memikirkan pekerjaan Tuhan agar makin berbobot dan bermutu dan kemajuan Kerajaan Allah agar semakin berkembang diatas bumi ini .

• Uang ; Memberikan uang bagi pekerjaan Tuhan , baik didalam gedung dengan segala kebutuhannya , diluar gedung misi bagi pengembangan Kerjaan Allah di bumi ini .

Semua itu sebagai langkah awal / latihan bagaimana hidup menyenangkan hati Tuhan sampai Akhirnya bisa memberikan persembahan “ Hati seutuhnya “ bagi kemulian nama Tuhan .

Belajar bagaimana mempersembahkan hidup seutuhnya dari Tuhan Yesus dengan menyerahkan “ Hidup - Nya “ sebagai korban yang berkenan dihadapan Bapa , Sikap hidup itulah yang membuat Allah Bapa mengaruniakan Kemuliaan yang luar biasa kepada-Nya !

Belajar dari hidup Tuhan Yesus ; Filipi 2 : 5 – 9

Melalui kebenaran Firman Tuhan ini kita melihat Tuhan Yesus memberi teladan bagaimana melepaskan hak-Nya semasa ada dibumi sebagai anak yang taat kehendak Bapa ;

• Walau dalam rupa sebagai Allah tidak menganggap kesetaraan-Nya itu sebagai miliki yang harus dipertahankan , Ini berbicara apapun status , kondisi kita saat ini , mari kita tanggalkan semua , ( baukan untuk diri sendiri tetapi digunakan / dimanfaatkan bagi Kemuliaan-Nya ) sama seperti Tuhan Yesus juga telah menanggalkan-Nya untuk Kemuliaan nama Bapa !

• Mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba , Bagaimana sikap seorang yang tidak mempertahankan hak atas apa ayang ada didalam hidupnya , Maka ia akan mengosongkan dirinya dan mengambil rupa sebagai seorang hamba ( Tuhan ) bukan hamba diri sendiri dengan segala keinginannya .

• Tuhan Yesus menunjukkan konsistensi sikap hidup-Nya itu sampai mati dikayu salib , Ini berbicara : sikap hidup dalam rupa sebagai hamba Tuhan harus kita pertahankan sampai mati bukan temporer ( sesaat hanya saat hati senang dan mau saja )

Ini juga berbicara sikap demikian adalah gambaran seorang yang mau merendahkan hati untuk taat akan kehendak Bapa yang bapa akhirnya akan membawa hidup kita kepada kemuliaan yang Tuhan janjikan .

Contoh dalam Alkitab ;

• Rasul Paulus , Setelah menyerahkan hatinya , bisa melepaskan hak atas semua yang ada didalam hidupnya sehingga berani berkata ; “ Hidup adalah Kristus mati adalah keuntungan “ Filipi 1 : 21 .

• Zakheus , Setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus , secara spontan ia rela melepaskan hak atas kekayaan yang dimilikinya untuk mempermuliakan nama Tuhan . ( walau ia baru saja bertobat ) Lukas 19 : 8 . Yang menarik dalam kisah ini , Tuhan Yesus selanjutnya mengatakan ; Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham . Lukas 19 : 9 .

• Maria , yang mengurapi kepala Tuhan Yesus dengan minyak Narwastu jati , minyak yang mahal harganya 360 dinar ( upah sehari waktu itu 1 dinar ) karena kasih dan hormatnya kepada Yesus , perbuatan tersebut dikatakan ; “ Melakukan perbuatan yang baik kepada Tuhan ! “ Markus 14 : 3 – 9 .

Kalau kita mengatakan bahwa kita sudah menyerahkan hati untuk dibentuk Tuhan , maka , Orang lain bisa melihat buah-buah dalam hidupnya yaitu ;

• Bisa menghargai Tuhan dan orang lain , Tuhan mengharapkan setiap kita anak-Nya memiliki sikap hidup seperti itu yaitu ; tidak menuntut orang lain menghargai dirinya . Hal ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari dengan sesama ( relasi dengan orang lain )

• Bersikap Lembut terhadap sesama , Tuhan mau kita anak-Nya ; bisa menerima kekurangan orang lain apa adanya , tidak menuntut harus menjadi seperti dirinya ( konflik biasanya terjadi karena orang lain tidak mengikuti kemauannya ) sebaliknya bisa menghargai kelebihan orang lain ( pendapat dan pandangannya ). Sehingga hubungan yang sehat adalah aku dan engkau bukan aku dan aku .

• Memiliki hati yang suka mengampuni , dengan mendoakan mereka yang menyakiti hati kita , sehingga kita tidak kalah oleh kejahatan tetapi mengalahkan kejahatan dengan kasih dan kebaikan . Roma 12 : 17-21 dan menyerahkan pembalasan dalam tangan Bapa . Dendam dan kepahitan hidup sudah ditaruh dibawah kaki Bapa yang adil . Matius 5 : 24-26 .

• Taat akan kehendak dan rencana Bapa , Tuhan Yesus memberi teladan dalam rupa seorang hamba ( mengosongkan diri ) rela memberi hidup mati dikayu salib agar kita diselamatkan . Yesus mau kita melepaskan hak , Rela menanggalkan kepentinganku , dengan kepentingan-Mu dan kepentingan mereka !

Seorang anak Tuhan yang menyerahkan hatinya untuk dibentuk Tuhan maka seluruh hidupnya dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan , Disinilah Tuhan akan memberkati Hidupnya dalam semua aspek kehidupan yaitu dalam ;

Rohani ,
keluarga ,
Usaha
dan Pelayanan ,

Sehingga nama Tuhan dimasyurkan dan dipermuliakan lewat kehidupan kita !

Tuhan mengatakan , Setiap anak-Nya ; Yang mau dibentuk lewat padang gurun , adalah seorang yang menanggapi panggilan untuk menjadi murid-Nya , Lukas 14 : 27 , “ barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku , ia tidak dapat menjadi murid-Ku .”

Seseorang yang belum mau melepaskan hak atas kehidupannya untuk ditata ulang lewat kebenaran Firman-Nya menjadi seorang murid yang taat dan tekun maka ia belum layak disebut murid Tuhan !
Sebaliknya seseorang yang masih mempertahankan kondisinya Tuhan mengatakan ;

Matius 10 : 39

“ Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya , dan barang siapa kehilangan nyawanya karena aku ia akan memperolehnya . “

Inilah yang dimaksud dengan melepaskan hak untuk kemuliaan-Nya , dengan mempersembahkan waktu , tenaga , pikiran dan uangnya lebih dulu sampai seluruh “ hatinya “ kepada Tuhan , untuk dibentuk agar bisa jadi alat kemuliaan nama-Nya . Amin .