Melayani sebagai pelampiasan/pelarian

Hello guys,

Apa pernah mendengar atau mengalami atau mengetahui orang yang melayani di Gereja sebagai pelampiasan kekosongan dirinya?

Saya banyak terlibat pelayanan kaum muda, dan sedihnya banyak yang pelayanan sebagai pelampiasan/pelarian dari kenyataan hidupnya. Misalnya:ada hambatan/malas di kuliah, tidak betah di rumah, dsb.

Yang menjadi persoalan adalah ketika si pelayan ini mulai terkenal di ladang pelayanannya, mulai diidolakan oleh orang lain… lalu beberapa lama kemudian “aib” dari si pelayan ini mulai diketahui, seperti kacau di kuliah, nilai jelek, hubungan yang tidak harmonis dengan anggota keluarga.

Dan akhirnya yang membuat sedih malah menjadi gosip atau batu sandungan bagi orang lain yang ada di ladang pelayanan/di Gereja.

Hanya sebagai bahan studi banding bagi saya :slight_smile:

Barometernya:

  1. Niat hati untuk melayani.
  2. Kedisiplinan waktu dalam tugasnya.
  3. Tanggung jawabnya.
  4. Hasilnya dalam kurun waktu 3-5 tahun akan kelihatan.

Bila pelayanannya hanya sebatas pelarian dari kenyataan hidup nyata sehari-hari:

  1. Tidak punya reputasi di tempat di mana ia berada (rumah/kampus/kos/lingkungan sekitar): IP/IPK anjlok bahkan drop out/pembangkang di rumah terhadap anggota keluarga/ORTU.
  2. Sedang mencari identitas untuk diakui, dari segi psikologi disebut aktualisasi diri semu.
  3. Munafik.
  4. Cari keuntungan diri sendiri.
  5. Waktu akan membuktikannya.

Thank you untuk sharing nya.

Kalau begitu, apakah sebelum melayani seseorang harus melewati tahapan “screening” dulu ?
Maksudnya di screening oleh senior di pelayanan mengenai kehidupan di luar Gereja ?

Kalau begitu, apakah sebelum melayani seseorang harus melewati tahapan "screening" dulu ? Maksudnya di screening oleh senior di pelayanan mengenai kehidupan di luar Gereja ?
  1. Wajib diteliti dengan saksama, alasannya:
  • Melayani/pelayanan dalam suasana PL/di Gereja sekarang ini berhubungan dengan ‘qadosh’ yang artinya diasingkan/dikuduskan untuk Allah. Pelayanan di hadapan Sang Maha Kudus.
  • Pedoman dari PB tentang pelayan/diakonos/diaken/dikonia (orang yang bertugas membantu Rasul/Hamba Tuhan/bidang pelayanan Firman/sosil/dls…) di Kisah Rasul 6:1-7
    1 Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
    2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
    3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
    4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”
    5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan ROH KUDUS, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
    6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
    7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Perhatikanlah ayat 3-5: ‘… terkenal baik, penuh Roh dan hikmat, … mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman. Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan ROH KUDUS… dst… ‘.

1 Timotius 3:1-13 ‘… tak bercacat… dan segudang lainnya…’.
Titus 1:7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah…

Singkatnya, melayani pekerjaan Tuhan tidak boleh sembarangan/tidak bertanggung jawab/menempatkan orang dalam tugas & pelyanan yang akan merusak citra sebagai ‘GEREJA’. Hal ini dimulai dari pemimpin rohaninya (Hamba Tuhan itu sendiri), pengurusnya/majelis gereja/penatua/tua-tua/orang yang dituakan/semua aktifis gerejawi tanpa kecuali.
Barometernya:

  • Hamba Tuhan yang bertugas HARUS menguasai prinsip Alkitab dan TERDIDIK+TERLATIH untuk masalah rohani yang berhubungan dengan Alkitab itu sendiri. Jadi, Anda dapat menilai rohaniwan Anda sendiri memenuhi syaratnya atau tidak bercermin dari Kisah Rasul & 1 Timotius itu termasuk diri Anda sendiri dan perekrutan rekan kerja lainnya, mulai dari singers, song leader, worship leader, petugas LCD Projector, penyambut jemaat/dls … semua yang bertugas dalam satu pelayanan gerejawi.
  • Kelemahan yang terjadi biasanya memilih orang kaya yang banyak harta/uang, punya kedudukan/pangkat/berpendidikan tinggi (sarjana/dls…) termasuk memilih anggota keluarganya sendiri tidak menilai karakter/reputasinya.
  • Hasilnya: bila penempatan Hamba Tuhan, majelis gereja, aktifis, pengurus/pelayan tanpa standar ‘kekudusan’ di hadapan Tuhan dan di depan sesame manusia. Gereja/orang yang melayani menjadi bahan pembicaraan ‘dihina oleh pihak ketiga’ seperti garam tidak berguna maka diinjak-injak, kemuliaan Tuhan tidak nyata. ingatlah kata ‘memuliakan itu’ seperti kita ini sedang bercermin di depan cermin?.
  • Ini hanya segelintir pra syarat… yang paling utama adalah masalah ‘hati’ dan ‘pertobatan’ alias hidup baru/lahir baru (Yoh 3:3, 2 Kor 5:17), kemudian ada perubahan yang kelihatan nyata dalam kehidupan sehari-hari (Roma 12:1-2).
  • Dalam pelayanan: utamakan mutu/kualitas hidup pelayannya dan pelayanannya itu sendiri, barulah muncul kuantitas/jumlah yang berarti. Tuhan Yesus dimuliakan kemudian kita menerima BIAS kemuliaan-Nya yang membanggakan.

Untuk mendapatkan & mencapai target tim kerja yang solid:

  • Butuh pembinaan, pelatihan, konseling, dan persekutuan kelompok kecil seperti kelompok sel/family altar/dan sejenisnya.
  • Butuh waktu yang cukup.
  • Butuh doa & puasa - ini pedoman yang dilakukan oleh jemaat mula-mula termasuk para Rasul.
  • Berpedoman pada pola pelayanan Tuhan Yesus: doa yang penuh kuasa => pagi-pagi benar/pagi hari/dini har (pukul 04.00-05.00 WIBi, semalam-malaman, saat menghadapi tantangan yang paling berat (Markus 1:35, Lukas 6:12-16, Matius 26;36-46). Bila disimpulkan berarti: sebelum melakukan kegiatan sehari-hari, sebelum menentukan pilihan untuk masuk ke dalam satu tim (recrutment/regenerasi), dan pada waktu menghadapi tantangan/hambatan.

Yang perlu diingat lagi:
Kelompok Kerja/Tim dalam bahasa Inggris T E A M.

T ogether
E veryone
A chieve
M ore

Bekerjalah bersama dalam satu tim (kelompok) maka pasti mengalami kemajuan jauh lebih banyak. Jangan hanya kerja sendirian saja.

Kalau dari pelarian seperti kasus di atas, hasilnya Together Everyone Are Messed-up. :slight_smile:

Salam

Yap… agreed… :slight_smile: hehehehe… anyway, @jadiforumkusaja, makasih untuk saran nya… memang perlu waktu yang cukup dan pola pembinaan yang kuat untuk mencetak sebuah generasi pelayan yang baik dalam pelayanan dan kehidupan pribadi. :slight_smile:

[QUOTE] Kalau dari pelarian seperti kasus di atas, hasilnya Together Everyone Are Messed-up.
[/quote]
BENAR 100%.
Together Everyone Are Messed-up jadi kenyataan dalam pelayanan seperti duri di dalam daging atau seperti tubuh sehat namun usus buntunya infeksi… haaa… jalan PINTAS yang bijak = POTONG/OPERASI. Jadi, bereslah sudah…

Rasa penasaran, apa dan bagaimana guyonan dunia maya tentang ’ Messed-up ’ ini:
Simak di bawah ini:

What is the meaning of “messed up”?
in trouble, destroyed
“Messed up” is one of those over-worked phrases which could mean something practically meaningless to something catastrophic.
It could mean that you forgot to take out the trash, or it could mean that you accidentally threw out the car keys with the trash. It could mean that you said something to a girl/guy you were trying to impress, or it could mean that you lost your temper and called the principal a really obscene name.
Basically, it can mean about anything, which really means that it means nothing.
I could have “messed up”
my work by doing it badly;
my house by being untidy;
my friendship by being unfair, lying etc.
my brain by drink or drugs;
my appointments by mixing them up.
my hair by ruffling it or dying it.
Basically, it means creating disorder where once was order.
if refering to someone it could mean depressed, suicidal, struggling addiction, been through massive trauma so many things that would alter normal behaviours

kemudian coba akses ke sini, jadilah ‘to make a mistake, especially from nervousness or confusion’…

Haiyaaa… yauww…

berarti gereja ane termasuk gawat dong krn kadang suka sembarangan merekrut pelayan Tuhan(tanpa memfilter kualitas kerohanian orang yg bersangkutan)??dulu sih syaratnya lumayan ketat krn setiap ‘pelayan’ diharuskan ikut camp profetik/camp pengabdi dulu(semacam kaderisasi rohani),tp skrng jd agak longgar(bisa sembarangan comot orang dgn alasan kekurangan orang).palagi pelayanan multimedia gitu,klo nungguin kerohanian orangnya ok sih bisa bete duluan(krn pake otak kiri semua rata2).blom kadang ada kasus orang dipaksa-paksa pelayanan(seperti yg saya alami sendiri,pdhal saya sudah menolak krn merasa kerohanian ane blom matang tp dipaksa terus sampe ga bisa nolak),lagi2 dgn alasan kekurangan orang(alhasil ane dlm sekejap langsung jd pelayan Tuhan di gereja tanpa ikut pembinaan/kaderisasi rohani sama sekali :mad0261: ).

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4;23). Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Korintus 15:58).

  1. Layanilah pekerjaan Tuhan dengan hatimu, kemudian bersikaplah sebagai orang yang dapat mencerminkan pengikut Tuhan Yesus. Kamu melayani Tuhan Yesus bukan melayani gereja yang nota bene gedungnya=mati/kaku, namun pelayanan melalui wadah gerejawi pasti berhubungan dengan manusianya. Ada kesalahpahaman, tersinggung, dls… dsb… segudang alasan. Ingat bahwa selama kita di dalam gereja atau di dunia ini, tidak ada yang sempurna namun belajar seperti Bapak kita yang di Surga sana (Matius 5:48). Semuanya dalam proses. Bila jadi pelayan yang kamu maksud itu sebagai petugas sound system/multi media/mengoperasikan laptop/EasyWorship/MS Power Point, di gereja itu jemaatnya sedikit atau banyak yang menolak untuk tugas semacam itu: coba dengan rendah hati – belajar melakukannya dengan sebaik-baiknya: datang lebih awal/tepat waktu, kembangkan dengan lebih baik lagi. Bila masalah easyworship/power point/paket ms word – ya… jadiforumkusaja siap membantu segi teknisnya/slidenya secara online. Kalau siap tinggal klik… klik… dan klik ya khan. Sangat mudah-tidak butuh banyak waktu, namun ketrampilan perlu dipersiapkan.
  2. Imani 1 Korintus 15:58 dan lakukanlah sengan penuh sukacita, pasti mendatangkan banyak manfaat.
  3. Bila maksud kamu pelayan yang bertugas bidang pelayanan Firman Tuhan, masalah ini adalah masalah teologia dan latar belakang pendidikan teologianya. Ini sangat rumit. Hal ini butuh waktu, tenaga, pikiran/logika, hati pelayanan, niat membaca buku/browsing dunia maya. Ikut penataran/seminar/dls butuh jangka waktu cukup lama BARU siap.

klo di gereja ane sih jemaatnya banyakan yg menolak jd petugas multimedia,yang laris malah pelayanan2 yg sifatnya tampil di depan orang & disorot jemaat(krn klo multimedia kan most of the time ada ‘di belakang layar’).jadi inget waktu gereja ane ngumumin klo gereja lagi butuh bantuan tenaga pelayan multimedia trus jemaatnya pada diam & ga ada respon semua,sampe akhirnya ane yg dipaksa-paksa jd petugas multimedia :mad0261: .ya sudah deh terpaksa ane berkorban malu krn di awal2 banyak salah operate(maklum namanya jg baru belajar),drpd takut malu trus ga melakukan apa2 / cuma jd pemanas kursi :rolleye0014: .

Tuhan rela kok untuk jadi pelarian. Hai kamu yang letih dan menanggung berat, datanglah padaKu. Aku akan memberi kelegaan padamu.

Tapi memang sabaiknya jangan ikut pelayanan di gereja, nanti menggangu target gereja.

Bagi yang ingin pelarian karena susah hidup, mengisi waktu kosong, bisa nulis2 di forum semacam ini.

Siapa tahu bisa berguna bagi orang lain dan belajar memberitakan injil yang kita yakini.

Sebaiknya sih sebelum melayani, diperlengkapi dulu pundi2 "rohani"nya jd ketika masuk medan pelayanan tidak kaget lg dan diresponi dg sikap hati yang benar. Karna semua balik lg, masalah hati.

Melayani di depan layar atau di belakang, sama saja karna sama2 dibutuhkan dan saling melengkapi :slight_smile:

Saya rasa yang penting kita laksanakan dorongan Roh Kudus dalam hati kita. Tentu semua orang punya kesalahan dan tidak sempurna. Apapun yang dibebankan oleh Tuhan perlu kita jalani sebisanya.

Yang jelas Tuhan mengingini kita memberitakan injil kesemua orang itu kita bisa laksanakan melalui milis2 semacam ini, atau digereja atau apa saja menurut gerakan Roh Kudus.

klo di gereja ane malah skrng prinsipnya ‘learning by doing’(perkara pundi2 rohani pelayan musti dilengkapi dulu sudah bukan harga mati lagi).jadinya ga usah heran/kaget deh klo ketemu pelayan gereja di tempat ane yg attitudenya aneh2 atau minus.itung2 belajar menghadapi kerasnya hidup wkwkwk :smiley: .

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:17)

Ya bagus, tapi dg fondasi iman yang benar penting juga biar tidak babak belur masuk dunia pelayanan. Ini konteks yang saya bicarakan jika masuk dalam dunia gereja. Bukan tentang sempurna atau tidak, tapi kesiapan hati dalam melayani itu perlu.

klo di gereja ane sih jemaatnya banyakan yg menolak jd petugas multimedia,yang laris malah pelayanan2 yg sifatnya tampil di depan orang & disorot jemaat(krn klo multimedia kan most of the time ada 'di belakang layar').jadi inget waktu gereja ane ngumumin klo gereja lagi butuh bantuan tenaga pelayan multimedia trus jemaatnya pada diam & ga ada respon semua,sampe akhirnya ane yg dipaksa-paksa jd petugas multimedia

Pelayanan Bidang Multimedia

  • Kesempatan sangat baik dan punya peluang yang lebih baik lagi dan kesempatan kerja semakin luas. Usahakanlah jangan hanya melihat sikap orang dan cara orang melayani, belajarlah konsentrasi dan tekuni dengan keseriusan. Multimedia ini sangat luas dan punya software khusus, misalnya: Adobe Photoshop CS 6 dan sub bidang keahliannya bermacam-macam, tekuni produk Adobe: seperti untuk presentasi, design, animasi, video, audio, flash, musik (Audition). Design khusus pencahayaan dls… dsb…
  • Kesempatan emas ini ditangkap dan dikembangkan untuk jadi hobi dan profesi yang profesional baik lokal maupun online dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan.
    Dipaksa-paksa jadi petugas multimedia merupakan jalan pintas yang sangat bagus, jadikanlah ini peluang Tuhan Yesus mempersiapkan kamu untuk menjadi seorang ahli pada bidang multimedia. Syukurilah paksaan ini yang berdampak sangat positif. Kamu dapat membaca, melihat, dan menilai apa yang jadiforumkusaja tulis yang sudah dikirim ke forum ini. Coba cari pada bagian “cari/search” dengan kata kunci pencariannya ‘jadiforumkusaja’ dan coba cari melalui google memakai kata kunci pencariannya ‘jadiforumkusaja forumkristen com’. Sempatkan untuk membaca semua yang sudah jadiforumkusaja kirim, semuanya itu merupakan tulisan langsung dan spontan pada waktu di dalam mobil karena menunggu waktu, di tepi pantai, di samping rumah tempat latihan WL dan lain sebagainya. Kelihatannya sederhana bukan, namun di balik semuanya itu jadiforumkusaja menyimpan visi dan misi tersendiri yang akan dibukukan dan dipublikasikan ke dunia maya. Cari URL di wordpress.com yang sudah jadiforumkusaja kirim, inilah salah satu bukti bahwa jadiforumkusaja pernah terpaksa dan dipaksa oleh keadaan sekitar melalui sekolah, kampus, gereja, teman, dan lingkungan setempat. Akhirnya, jadiforumkusaja tampil beda di dunia maya sekaligus pada waktu berdialog/diskusi dengan para mahasiswa untuk bidang multimedia/programming/PHP & MySql/Web Design termasuk para programmer di berbagai kota/dls… dsb… dan lebih seru lagi jadiforumkusaja memberikan penilaian yang jarang dilakukan oleh orang dalam forum terbuka seperti ini, lihat di sini. Seru ya… mau masalah informatika, keluarga, pemahaman Alkitab, programming, web design, design via CoralDraw/Adobe, Audition, teologia, pendidikan, resep masakan, IQ & EQ termasuk SQ. Semuanya berawal dari pengalaman pernah dipaksa oleh keadaan dan terpaksa untuk menekuninya secara serius dalam kurun waktu tertentu. Akhirnya, jadiforumkusaja BERANI tampil beda dengan KEYAKINAN tidak mau dikalahkan oleh situasi dan kondisi – harus punya nilai tambah-nilai jual – nilai bicara.
    OK inilah saranku untukmu yang terpaksa dan jadikanlah keterpaksaan itu kesempatan untuk berkarya di dunia nyata dan dunia maya.
    Segala kemuliaan hanya dikembalikan kepada Dia yang sudah memberikan kemampuan khusus dan berkat yang berkelimpahan. Akhirnya “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13).

Saat sedang merenungkan bagaimana cara Tuhan Yesus melengkapi/mempersiapkan orang percaya agar trampil:

  • muncul ayat Alkitab dari Kel 31:1-6 (ahli pada bidangnya) dan Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.

Kebaikan untuk apa:

  • belajar dari pengalaman untuk maju dan bertambah tak terhingga.
  • belajar mengasihi Tuhan Yesus dan pekerjaan yang harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
  • belajar menyenangi hal-hal yang pada mulanya tidak suka/menjengkelkan.

Wah ini sih bukan karna mereka pilih2 pelayanan, tapi bisa jadi kurang menguasai multimedia. Pelayanan multimedia tidak bisa dianggap enteng loh :slight_smile: Jangankan multimedia, untuk pasang transparansi lagu aja di proyektor butuh ketelatenan agar tulisan ketika ditampilkan di layar tulisannya tidak salah letak atau miring2. Saya pernah sekali di suruh pegang proyektor asli kagok hihi jd saya agak mengerti bagaimana situasi orang2 yang melayani di multimedia.

Tapi jika sodara jegan, mau belajar terus pasti tidak kaku lagi, hitung2 dpt ilmu tambahan di bid multimedia. Yang penting tetap mau up grade diri. Ya saya maklum jika kondisi gereja kurang penatalayan jd seperti apa yang dialami sodara Jegan. Namun biasanya sih jika suatu gereja semakin settle diberlakukan sistem kaderisasi dan ada pelatihan2 dasarnya :slight_smile:

*Apa yang di share sodara Jodi tentang multimedia bisa di jadikan input.

Hello, Salam kenal…

Saya juga awalnya bertugas sebagai petugas multimedia. Pas ada talent di situ, pas ditunjuk, agak sedikit dipaksa juga, tapi ya skill jadi multimedia di Gereja jadinya berguna banget buat saya…

Contohnya : gimana cara bikin slide yang bagus, background, pemilihan huruf dan besar huruf. Nah, karena berawal dari tugas Gereja, saya jadi menekuni teknik presentasi dan desain slide. Dan akhirnya sangat terpakai ketika kuliah dan riset.

Saya jadi percaya diri kalau presentasi, nyiapin slide yang bagus. Skill ini merambat ketika membawakan cerita sekolah minggu di kelas. Anak-anak jadi interest.

So, awalnya learning by doing, akhirnya menjadi cukup lumayan dan membantu studi dan karir saya.

Never give up, Bro. Belajar di ladangnya Tuhan itu gratis dan dapet berkat pula… :slight_smile:

Hello salam kenal nih,

Betul apa yang ditulis bro/sist Jackson123, hehehe… Saya sering kerepotan ketika dapat rekan sepelayanan yang pelayanan nya jadi pelarian. Orang nya jadi mudah sakit hati, mudah kecewa, tidak tahan kerja keras dan ga jadi kesaksian untuk orang lain di kehidupan pribadinya.

Alhasil, saya sering cape juga kalau orang itu akhirnya menghambat kerja tim dan target dari pelayanan. Oleh karena itu sangat setuju kalau para pelayan sebelum melayani harus mengikuti tahapan-tahapan pendidikan terlebih dahulu.