MANAKAH PERTOBATAN YANG SESUNGGUHNYA..?

Pada kesempatan kali ini saya ingin menuliskan tentang pertobatan, dimana saya akan mengambil sebuah perumpamaan dan biarkan saudara2 yang mengambil kesimpulan manakah Pertobatan yang sesungguhnya :
Ad 1 orang anak kecil dalam sebuah keluarga dan pada suatu hari anak ini mencuri sebuah jam tangan milik tetangganya dan dia ketahuan maka tetangganya memberitahukan kepada orang tua si anak tsb.
Orang tua si anaknya yang mendapatkan laporan dari tetangganya lalu memanggil si anak dan menghukumnya dan memberi pengarahan pada si anak bahwa apa yang telah di lakukan olehnya salah .
Semenjak kejadian tersebut si anak tak lagi berani mencuri dan pertanyaanya adalah:
1apakah si anak ini bertobat karena takut di marahi dan di hukum oleh orang tuanya?
2 si anak ini bertobat karena tidak ingin menyakiti hati dari orang tuanya ?
saudara-saudara biarlah kalian yang menilai apa arti dari pertobatan itu !
dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua…

tidak mengerti maksudnya???

@exia… sama
:onion-head41: :onion-head41: :onion-head41:

jawaban no 1 … tulkan … :slight_smile:

dua2nya bukan bertobat namanya. itu kena batunya. Kalo bertobat, orang tau apa kehendak Allah. Makanya tidak melakukan kesalahan lagi.

Ho?

Jikalau kita Bertobat hanya takut hukuman atau ancaman itu sama aj kita hanya takut hukuman jadi jika tak ad hukuman maka kita akan melakukan lagi , tapi jika kita bertobat karena kita tak ingin menyakiti hati Bapa kita itulah baru Benar bukan karena kita takut hukuman atau ancaman.
cobalah kita merenungkan apa kita bertobat karena takut masuk neraka atau karena kita tak ingin menyakiti Hati Bapa kita di Surga…

2-2 ne ngga soal … :azn:
masih lebih baik takut berbuat jahat krn tidak takut hukuman neraka dari pada berbuat jahat krn tidak takut hukuman neraka :smiley:

Pertobatan yang sungguh menurut ALKITAB

Tuhan bekerja di dalam diri orang berdosa, menguduskannya dan melahiir baru kan orang itu, di beri iman, di buka pikirannya yang tumpul, dan membuka selubung matanya.

Orang itu menyadari dirinya yang berdosa, manyesali dosa2 nya, minta ampun pada Tuhan, dan percaya pada Tuhan yang telah mati menebusnya melalui Firman Tuhan.

Bertobat berarti berbalik dari dosa dan menghadap kan Tuhan.

Baik no 1 maupun no 2 , bukan merupakan pertobatan, orang bertobat karena mendengar FIRMAN TUHAN, Roh Kudus bekerja di dalam dirinya, menyadarkan dia akan dosa.

Anak itu takut pada bapanya, sehingga tidak berani lagi, atau tanpa setahu bapanya, segala kemungkinan ada, karena anak2 senang dengan mencuri.

Pertobatan yang sungguh2 terjadi :
Jika dikerjakan oleh Roh Kudus…menjadi ciptaan baru dlm Yesus

2Co 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Dia hidup dlm kita… dan merombak hidup kita yang lama …

its… apaan… ha…ha…

hahaha…diskusi pertobatan yang saya lemparkan hanya sebuah perumpamaan…sebab pada dasarnya kita kita bertobat bukan karena kita tak ingin menyakiti Bapak kita atau menjadi ciptaan yang baru tapi hanya takut masuk dengan ancaman neraka …

BROO@DENNY…

Pertanyaan nya sifatnya ga fokus alias mengambang, tapi coba saya komentari mnurut pandangan saya ya…

Yang menjadi prinsip disini adalah hal bertobat.dan.tidak ada masalah stong atau streng. disini.
Ilustrasinya esensi kata bertobat itu adalah garis batas (border ), berarti ada wilayah yang satu ( misalnya disebelah kiri, hal negativ) dan ada wilayah yang satunya lagi ( misalnya disebelah kanan, hal positip }.

Jika anak tadi melakukan tindakan di wilayah sebelah kiri, berarti dia melakukan hal negativ, yaitu mencuri. Hal mencuri tsb sebetulnya sudah diketahui apa tidak oleh anak tsb bahwa itu perbuatan yang tercela…??
( secara hukum duniawi /bermasyarakat ataupun secara hukum agama )
Untuk itu jika anak tsb berumur DIBAWAH UMUR anak SD, maka pelajaran hukum dunia ataupun agama pasti belum di cerna dan dimengert secara
baik dan benar dalam pola pikir dan jiwanya. Dan si AYAH PUN TIDAK DAPAT DIPERSALAHKAN 100%, paling hanya diingatkan oleh pihak yang dirugikan tsb…ABIS ITU PERSOALLAN CLOSING…??? aPAKAH DISINI KITA KEJAR UNTUK MASALAH PERTOBATANNYA…?? Sudah pasti, tapi sifatnya tidak mengikat secara hukum dunia ( harus dipenjara ) paling bayar kompensasi sebagai rasa bersalah dan permintaan maaf kepada pihak yang dirugikan, dan berjanji tidak mengulangi perbuatan mencuri tsb.
TAPI PERTOBATAN KEPADA TUHAN-NYA SESUAI KEIMANNAN ANAK DAN BAPAK nya…maka Karena anak tsb masih belum akil balik, maka segala beban dosa perbuatan tsb di pertanggung jawabkan kepada bapak yang mengasuh anak tsb. Setelah itu anak dan bapaknya sudah lebih nyaman meneberang border tsb dan hidup diwilayah sebela kanan.

Nah…jika sianak sudah berumur diatas umur anak SD s/d SMA, BERARTI PERSOALLAN MENCURI YANG DILAKUKAN anak tsb lain lagi cara memandangnya…Karena secara minimal hukum dunia dan hukum agama sudah dapat di cerna dan dipahami, walaupun belum dalam taraf mendalami. Jadi konsekwensi dari perbuatan mencurinya sudah terjerat pada hukum yang berlaku didunia maupun di sorga.
Berarti jika harus dipenjara ya harus dipenjara, dan jika harus bertobat
ya hukuman penjara itulah yang harus dijalani sebagai kompensasi pertobatannya di dunia ini, tapi jika mengikuti hukum ajaran keimannan Kristiani ya pertobatannya berarti minta ampun kepada TYK (TUHAN NYA) disamping menjalani hukuman penjara. Karena perbuatan dosa ada imbalannya yaitu hukuman di dunia maupun di sorga. Tapi dengna cara bertobat/melakukan pertobatan maka si anak itu mengetahui bahwa perbuatan mencuri itu salah dan tidak boleh diperbuat lagi.karena melanggar aturan hukum dunia dan hukum agama.

Jika penjelasan saya diatas mau dikorelasikan dengan pertanyaan point “2” dari broo@denny…sepertinya permasalahhannya tergantung dari umur sianak itu sendiri. Jika anak tsb masih dalam pengawasan orangtuanya ( bapaknya) karena anak tsb belum cukup umur dewasa…ya perbuatan pertobatan bukan di motivasikan karena tidak mau menyakiti hati orang tuanya…malah sebaliknya pertobaytan tsb supaya menghormati orang /pihak lain, yang sudah dirugikan oleh anaknya .

Namun jika anak tsb sudah dewasa maka bisa saja pertobatan tsb dapat dikatakan sebagai kompensasi dari konsekwensi dari perbuatan mencurinya disamping tidak ingin menyakiti hati orang tuanya.

Kesimpulan : orang yang berbuat negativ, maka kalau mau diakui sebagai
orang yang berbuat positip maka dia harus terlebih dahulu
melewati “batas (border) wilayah” yaitu bertobat atau
melakukan pertobatan.

Ada ayat dalam ALKITAB mengenai hal bertobat, sangsinya berat,yaitu mati. jika dia tidak mau bertobat. Karena di tidak mau merendahkan dirinya sendiri dimata TUHAN ALLAH nya.

Salam…GBU

Bro Shipiroz , anak kecil di tulisan saya di atas hanya sebuah perumpaan untuk kita semua,dimana pada dasarnya bila kita telah mengenal Allah dan mengakui bahwa Allah adlah Bapak kita maka kita tak pantas untuk menyakiti Hati Bapak bukan karena kita takut Hukuman dariNYa.
saya akan coba kasih perumpaan lagi : pada saat kita dulu sekolah kita mungkin pernah menyontek tapi ketahuan sama guru dan di hukum ,sehabis kita di hukum
apa kita takut menyontek karena takut hukuman dari guru atau kita tak mau menyontek lagi karena kita ingin orang tua kita bangga dengan kita…Pertobatan yang hanya karena takut hukuman dan ancaman berbeda dengan pertobatan yang tak ingin menyakiti hati orang tua kita …

Bro Denny3,
Mnrt saya,
Ada pertobatan ala org dewasa dan ada pertobatan ala anak-anak.

Kedua-duanya sama-sama pertobatan.

Ptobatan org dewasa adl ptobatan yg dlandasi kesadaran akan tanggung jawab pribadi, mengerti konsekuensi negatif dr pbuatan dan pmahaman akan maksud Allah.

Ptobatan anak-anak adl ptobatan yg dlandasi rasa takut dhukum, rasa sakit krn konsekuensi negatif dan krn brada dlm pngawasan.

Psoalannya bukanlah ptobatan mana yg sejati dan mana yg semu.
Psoalannya adalah sudah sampai taraf manakah kdewasaan rohani seseorang dan dg pola pikir bagaimanakah ia mhayati ptobatan.

Kpd anak kecil rohani, Tuhan akan plakukan dia sbg anak kecil rohani.
Kpd org dewasa rohani, Tuhan akan plakukan dia sbg org dewasa rohani.