Mana yang Tuhan Mau?

Rekan-rekan, memperhatikan diskusi-diskusi yang menarik beberapa orang kemudian dalam kejenuhannya menuntut buktikan dengan perbuatan saja…

Pertanyaan muncul dalam benak saya,

  1. Mana yang Tuhan mau, menjadi orang baik atau menjadi orang benar?
  2. Apakah orang baik pasti selamat?
  3. Bagaimana pendapat anda dengan “Perbuatan baik tidak selalu menunjukkan motivasi yang benar, tetapi motivasi yang benar selalu menghasilkan perbuatan yang baik, walaupun terlihat tidak baik”

Terimakasih dan selamat berdiskusi.

Selamat berdiskusi? Seperti selamat makan begitu… :mad0261:

  1. Jadi orang benar. Jadi orang baik tidak buat kita ke surga sih.
  2. Selamat di mana nih? Selamat di dunia belum tentu, di surga apalagi.
  3. Ini sudah di bahas di thread sebelah yang sudah sampai 47 halaman bahkan lebih tidak selesai-selesai, intinya kalau anda benar, belum tentu baik di mata orang. Jadi benar di mata Tuhan pasti baik di mata Tuhan, tapi baik di mata manusia, belum tentu baik di mata Tuhan.

Selamat mencerna… :afro:

BROO@Satya…

Kalau kita membuat teori sendiri.mengenai baik dan benar…?? Maka puyeng sendiri…

Tapi kalau kita sudah mengetahui apa sebetulknya kebenaran itu dan dimana sumbernya…?? maka kita tidak perlu bertiori lagi seperti anda loh…?? HEHEHEHE…

Keimannan Kristen meyakini dan mempercayai bahwa. Alkitab adalah sumber KEBENARAN…Karena Alkitab adalah Firman Allah.
Apakah di Alkitab di ajarkan mengenai kebaikan…??? Bukan saja diajarkan tetapi sudah mencakup apa itu makna baik dan kebaikan dalam KEBENARAN itu sendiri.
Sudah merupakan suatau kaidah, bahwa baik itu belum tentu benar, namun jika benar maka sudah pasti ada kebaikan dan baik didalamnya.

Salam GBU.

iya nih, pusing kalau manusia sudah muter2in kata… malah jadi bingung… ^^

we are not saved by works but by grace…
and that grace, will lead us to do the right and good things…

God bless :slight_smile:

Anda sudah punya jawabnya sendiri di pertanyaan ke-3.

Tentang selamat, hanya karena anugrah yang diterima dengan iman, bukan karena perbuatan.
Tentang iman, adalah iman kosong jika tidak membuahkan perbuatan iman.
Tentang perbuatan iman, bukan semua perbuatan baik atau benar disebut perbuatan iman, tetapi perbuatan yang lahir dari iman kita akan kebenaran Firman Tuhan.

:afro:

gak usah di ributkan menurut saya menjadi orang benar adalah yg tepat dari pada menjadi orang baik, karena org baik belum tentu benar, dan orang benar belum tentu baik tetapi dia akan melakukan tindakan2 yg benar dan menghasilkan buah yg baik dan menurut aku itu baik, sama dengan lebih baik menjadi orang yg adil dari pd menjadi org yg baik.

Terima Kasih

Pernakah kamu bertanya-tanya,mengapa kamu hidup di dunia ini dan apa tujuan hidupmu?Apakah hanya sekedar numpang lahir dan mati,ataukah ada sebuah tujuan tertentu?Teman,ternyata hidup kita ada rahasianya lho.Untuk membuka rahasia ini,kita perlu 6 kunci.Apa aja sih?Yuk sama-sama kita lihat!

Kunci 1. Rencana Allah
Allah punya satu keinginan yaitu supaya diri-nya ditampilkan melalui manusia (Roma. 8:29 Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengahisinya,yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah).Karena itulah, Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-nya (Kej. 1:26 Berfirmanlah Allah,baiklah kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa kita,supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara,dan atas ternak,dan atas seluruh bumi,dan atas seluruh binatang melata yang merayap di bumi).Sama seperti sarung tangan dibuat menurut gambar dan rupa tangan untuk diisi tangan;demikian juga kamu dan aku diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk diisi Allah.Melalui menerima Allah sebagai isi,maka kita bisa menampilkan Allah (2 Korintus.4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat,supaya nyata kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah,bukan dari diri kami.

Kunci 2. Manusia

Supaya rencana-nya terlaksana,Allah menciptakan manusia sebagai sebuah wadah(bejana) (Roma. 9:21-24
21.Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda,untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa.
22.Jadi kalau untuk menunjukan murkanya dan menyatakan kuasa-nya Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaannya yang disiapkan untuk kebinasaan
23.Justru untuk menyatakan kekayaan kemulian-nya atas benda-benda belas kasihan-nya
yang telah dipersiapkannya,untuk kemulian
24.Yaitu kita yang telah dipanggilnya,bukan hanya dari antara orang Yahudi,tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain. Bejana ini memiliki 3 bagian,yaitu tubuh,jiwa,roh (1 Tesalonika. 5:23 Semoga damai sejahtera Allah menguduskan kamu seluruhnya,dan semoga roh,jiwa,dan tubuhmu terpelihara sempurna tanpa cacat pada kedatangan Yesus Kristus,Tuhan kita.Tubuh berhubungan dengan hal-hal fisik atau yang di luar.Jiwa,bagian mental,berhubungan dengan hal-hal psikis dan roh,bagian manusa yang paling dalam,diciptakan untuk berhubungan dengan Allah(Yoh 4:24 Allah itu roh,barangsiap menyembah dia harus menyembahnya di dalam roh dan kebenaran).Jadi,manusia diciptakan bukan hanya untuk diisi makanan dalam perutnya,atau diisi pengetahuan dalam otaknya,tapi juga diisi Allah dalam rohnya(Efesus 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur,karena anggur menimbulkan hawa nafsu,tetapi hendaklah kamu penuh dengan roh).

Kunci 3. Kejatuhan Manusia

Namun sebelum manusia menerima Allah sebagai hidup(hayat) dalam rohnya,dosa masuk ke dalam manusia (Roma. 5:12 Sebab itu sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang,dan oleh dosa itu juga maut,demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang,karena semua orang berbuat dosa).Dosa membuat roh manusia mati(Efesus. 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu).Pikiran manusia memusuhi Allah(Kolose. 1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhinya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat),dan tubuh manusia berubah menjadi tubuh dosa (Kejadian. 6:3 Berfirmanlah Tuhan “Roh-ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam diri manusia”,karena manusia itu adalah daging,dan umurnya akan seratus dua puluh tahun saja ; Roma. 6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana,supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya).Teman,dosa telah merusak tiga bagian manusia,membuat manusia jauh dari Allah dan tidak bisa menerima Allah.

Bersambung…

@ Bro Kevin Salim… Mau cerita Grand Narative ya bro?

@Bro & Sis… banyak orang sudah seperti yang dibilang owner MURI ketika dia memunculkan pemahaman Kelirumologi. Saya berharap kita tidak keliru dan masuk dalam jajaran itu, karenanya saya mengajak kita berpikir ontologis dan etimologi supaya kita bisa bergerak pada axiologi dari keyakinan kita…

Kejadian 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

[color=blue]Secara ontologis maka etimologis manusia sudah terpolusi yang dimulai akarnya ditaman Firdaus oleh si Iblis (Ular) sehingga merusak axiology akan kebenaran Firman Tuhan dimata manusia.

Untuk itu perlu transformasi wawasan (worldview) manusia dari persepsi selektifnya.

Shalom Aleikim


http://img221.imageshack.us/img221/3120/clipartofsatan.jpg

hanya pemikiran duniawi manusialah yang mengatakan baik itu belum tentu benar…

Good, bisa jelaskan lebih lanjut?

Terimakasih masukannya bro, boleh jelaskan lebih lanjut bagaimana pendapat anda?

Karena segala yang baik itu berasal dari TUHAN… jadi segala yang baik itu sudah pasti benar…

sedangkan manusia dengan segala kepura2annya… dikarenakan hidup di dalam kegelapan… banyak berbuat baik hanya terlihat dari luar saja namun hatinya tidak untuk TUHAN dan tidak ada keikhlasan… adanya adalah untuk keuntungan lebih bagi diri sendiri/ada pamrih disana… di dalam hatinya masih mengutamakan diri sendiri bukan TUHAN… karena TUHAN melihat jiwa … maka bagi TUHAN orang itu tidak berbuat baik…

dan bagi manusia yang sudah menempatkan TUHAN sebagai yang utama di dalam hatinya… segala perbuatannya akan selaras dengan kehendak TUHAN… hati dan perbuatannya akan sama… itulah yang biasa disebut manusia dengan kebenaran… segala perbuatan orang ini akan berkenan di hadapan TUHAN… bagi TUHAN orang itu telah berbuat baik…

karena manusia karena jerat keduniawian sulit untuk melihat jiwa orang lain… maka itulah mengapa manusia lebih mengerti baik itu belum tentu benar… dan baru bisa melihat kebenaran di dalam hati seseorang jika sudah melihat keseluruhan cara hidupnya…

Tergantung apa yang ingin ditanyakan bro ?

Silahkan bertanya dan saya berusaha menjawabnya.

Shalom Aleikim

baik itu abstrak, dijabarkan sesuai dengan nilai-nilai dan norma masing-masing orang

menolong seorang pencuri dari jeratan hukum lantaran ia kelaparan tidak dapat makan bagi sebagian orang itu baik tetapi bagi sebagian lagi itu tidak baik

membagikan kondom kepada remaja agar tidak tertular penyakit seksual dan HIV itu perbuatan yang baik tetapi tidak bagi sebagian orang

nilai dan norma akan bergeser terus seiring perkembangan peradapan manusia demikian juga sesuatu yang dianggap baik akan ikut bergeser dari berberapa abad lampau dibandingkan jaman sekarang

Baik versi Alkitab dan baik versi humanism berbeda
Baik versi Alkitab dan baik versi AlQuran itu juga beda

Jadi baik seperti apa yang dari TUHAN? Bukankah baik yang disebutkan oleh Alkitab. Bagimana masyarakat disekitar kita menilai sebuah kebaikan, apakah juga menggunakan Alkitab sebagai standaratnya?

Konflik Israel dan Palestina, memicu keributan dan pertentangan sampai hari ini tentang apa yang baik dan benar.

Benar juga sesuatu yang abstrak dan sama seperti Baik, ditimbang oleh nilai-nilai yang dianut tiap orang.

Benar menurut Alkitab belum tentu benar bagi orang disekitar kita.

Baik menurut TUHAN … ya hanya TUHAN yang tahu broo… ^^ Sebab dari pertamanya TUHAN sudah bilang segalanya itu baik… sampai manusia jatuh kedalam dosa… dan hubungan dengan TUHAN putus… sehingga penilaian atas kebaikan itu sudah kabur… dan jika hidup manusia sudah selaras dengan TUHAN… maka manusia akan mulai belajar kembali untuk mengetahui akan kebaikan yang sesungguhnya yang dari TUHAN…