Makanan yang secukupnya ATAU Harta yang secukupnya?

Terkadang juga ada orang yang berpandangan bahwa harta di dunia tidak penting, melainkan hanya harta di sorga yang penting…

Adakah ayat yang mengatakan manusia itu harus mempunyai Harta yang secukupnya?

Mengapa bisa begitu?

Ada, di antaranya :

Luk 16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Mamon yang tidak jujur ( duit ) bisa juga sebagai sarana untuk keselamatan. Pandai-pandailah memanfaatkan / mengelola duit. Duit adalah hamba yang berguna, tetapi tuan yang kejam. Siapa yang malas mengelola uang cenderung menjadi hamba uang.

GBU

Jelas dalam Doa Bapa Kami yg diajarkan kepada murid2Nya adalah makanan yg secukupnya…dalam arti mensyukuri pemeliharaan Tuhan setiap hari dalam hidup kita, janganlah menjadi hamba uang yg nantinya jatuh kepada kebinasaan.
saya kasih contoh…jika posisi anda dipadang gurun anda akan memilih harta yg secukupnya ataukah makanan yg secukupnya?tentu makanan secukupnya bukan? makna ini yg Tuhan mau tunjukkan kepada kita sehingga jauhlah hati kita kepada harta atau kekayaan duniawi ntah itu secukupnya atau sepuasnya. Ingat bahwa kepuasan manusia tidak ada batasannya, apakah ukuran dari harta yg secukupnya itu?jelas tidak bisa diukur bukan? coba bandingkan dengan makanan secukupnya. Sekali anda makan setelah kenyang maka anda berhenti bukan?berarti ada takarannya. Jadi suatu pertanyaan yg kurang membangkitkan Iman Kristiani jika pertanyaannya menyangkut Harta… :mad0261: :mad0261:

Maksud sdr, kita bisa saja memiliki harta berlimpah asal pandai mengelolah uang begitu?

Ya jelas donk. Perhatikan bahwa tokoh-tokoh Alkitab banyak yang kaya raya, misanya :
Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Daniel, Daud, Salomo, dll.

Yesus bahkan memberikan perumpamaan tentang mamon yang tidak jujur.
Orang kristen jangan kalah dengan ‘orang duniawi’ dalam masalah ini.

GBU

harta secukupnya untuk beli makan

Yang ini saya sangat setuju bro. :afro:

Masalahnya kita hidup di masa segala sesuatu harus dibayar dengan uang dan bukan hidup di padang gurun.
Kalau masalah makanan secukupnya, sudah benar seperti yang anda katakan, tapi masalah harta secukupnya apakah memang Tuhan hanya memberikan harta yang secukupnya?
Bukannya janji Tuhan bahwa ia akan memberikan kelimpahan yang berarti tidak dapat diukur pula?

Kejar Tuhan donk :smiley:
Tapi kalau diberkati dengan harta harus dikelola dengan baik.
Ada banyak pola/contoh dalam Alkitb, mislnya : Ayub, Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Salomo, Daniel.
Dan jangan salah, jubah yang dipakai Yesus , yang diundi itu mahal loh :tongue:

Jangan mengira ikut Tuhan harus melarat dalam hal ekonomi dan tidak bisa memberikan kontribusi, atau malahan menjadi beban sosial bagi orang lain.

GBU

Artinya beli makan cukup, beli baju cukup, beli rumah cukup… kapan melimpahnya bro…

:afro: :afro: :afro:

hahahha…kalau semua cukup, itukan artinya melimpah…
mau liburan keluar negeri cukup,
mau beli mobil mewah cukup,
mau beli kapal pesiar cukup,
mau beli rumah gedongan cukup,

Ya jelas secara motivasi kita tidak minta melebihi apa yang kita butuhkan pada Bapa. Karena pemeliharaan Tuhan adalah sempurna.
Tetapi jangan dibalik : bahwa kalau tidak minta lebih dari cukup, artinya tidak boleh lebih. Perhatikan bahwa Salomo minta hikmat tetapi malahan dikasih bonus harta.

Jika Salomo menolak atau hartanya dipakai tidak benar. Apakah Tuhan dipermuliakan, jika Salomo tidak mewujudkan janji Tuhan pada Daud ayahnya bahwa anaknya Salomo yang akan membangun bait Allah ? Jadi kita bisa melihat bahwa jika kita diberkati dengan harta, Tuhan punya maksud. Dan hendaknya kita kembalikan untuk kemuliaanNya.

Pro 3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

GBU

Tuhan tidak memberikan “harta” secukupnya kepada kita?tidak ada tuh dlm FirmanNya begitu, tetapi setiap org diberikan Tuhan kesempatan yg sama untuk mendapatkan “berkat” yg sepadan dengan hidupnya. Ya kembali lg keadilan Tuhan berlaku jg dalam hal tsb. Saya cenderung menggunakan kata “berkat” daripada “harta” seperti yg anda sampaikan. Karena klo “harta” ruang lingkupnya terbatas tetapi “berkat” ruang lingkupnya tidak terbatas, tidak ada alat ukurnya. Harta selalu berbicara mengenai uang, tetapi “berkat” tidak selalu berkaitan dengan uang. ada berkat Rohani maupun Jasmani.
Dimanakah ada Tuhan berjanji memberikan kelimpahan yg berarti tidak dapat diukur itu?adakah ayatnya dalam FT?

Ya Tuhan terlebih tahu apa yg kita butuhkan dalam hidup. Saya sungguh yakin Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan bukanlah apa yg kita inginkan. Jika Tuhan memberikan apa yg kita inginkan maka kesombongan ada dipihak kita.
Yg penting adalah dengan apa yg ada kita sekarang ini cukup dengan menyukuri sehingga Tuhan boleh tambahkan kebutuhan kita waktu demi waktu. :afro:

Alkitab melalui DOA BAPA KAMI…Jelas bahwa Tuhan Yesus Kristus…mengajarkan untuk makanan yang secukupnya…

Supaya ada kemampuan untuk berpikir ke hal yang lainnya unt mengumpulkan harta di bumi maupun di sorga.

Jika makan berlebihan , maka si manusianya pasti malas dan pasti gampang tertidur pulas…lha…gimana untuk dapat dan mampu memikirkan hal yang lainnya seperti mengumpulkan harta di bumi maupun disorga…??

Jadi Tuhan YESUS mengajarkan sesuatu yang LOGIS mengenai batasan / standart bagaimana kita harus makan…atau menyediakan makanan…

Salam…

Yups…harta juga termasuk berkat bro. :slight_smile:
Kelimpahan harta berarti kelimpahan berkat, dan semua orang pasti mengharapkan ini.
Dalam hal ini pun jika kita sudah diberkati kelimpahan, kita pun dapat memberkati orang lain dengan kelimpahan kita.

Yang saya bingungkan ada juga orang yang berpandangan harta (berkat) di dunia itu tidak penting, melainkan hanya harta di sorga yang penting… bagaimana pandangan bro terhadap kasus satu ini?

Dalam Firman Tuhan ada begini :
‘Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi’ (Matius 6:19)
bukan berarti bahwa :

  1. Kita tidak boleh bekerja mencari uang. Firman Tuhan menyuruh kita bekerja ayatnya ada di Amsal 6:6-11, Amsal 30:25, 2Tes 3:6-11 dan Tit 3:14
  2. Orang Kristen tidak boleh kaya. Abraham, Ayub adalah orang kaya kok…
    tapi ayat 19 tsb berarti :
    a) Kita tak boleh mengumpulkan harta demi harta itu sendiri. Bdk. Luk 12:16-21.
    b) Kita tak boleh mengumpulkan harta secara egois.
    Ay 19 (NIV): ‘Do not store up for yourselves treasures on earth’ (= Janganlah menumpuk untuk dirimu sendiri harta di bumi)

Mengapa kita tidak boleh menimbun harta di bumi?

  1. Harta dunia bisa rusak / hilang tetapi harta surgawi adalah kekal (ay 19-20)
  2. Hati kita selalu mengikuti harta kita (ay 21)
  3. Hidup kita tergantung pada pandangan mata kita (ay 22-23)
  4. Kita tak bisa mengabdi pada 2 tuan (ay 24)
  5. Uang makin lama makin menjerat kita
    setidaknya hal tsb diatas adalah landasan kenapa org mengatakan “harta (berkat) di dunia itu tidak penting, melainkan hanya harta di sorga yang penting”

Pusing amat ya mikirnya pada, gini aja, waktu Yesus bicara kepada seorang muda bahwa dia harus menjual segala harta miliknya dan ikut Yesus, pemuda itu kecewa karena “banyak hartanya”.

Jika kita mau sempurna ya memang jangan ingin kaya, coba tunjukkan dimana ad kata “berbahagialah orang kaya” di dalam Bible? Kalau bawa contoh Abraham, Yusuf ya beda, mereka itu jngan diliht kayanya tapi taatnya, karena taatnya maka semua bangsa mendapat berkat Abraham, apa berkatnya? YESUS bro…saya bukan anti teologi kemakmuran tapi daripada anda ngawur setelah kaya lebih baik anda miskin tapi ketemu Tuhan.

Semoga bermanfaat…^^

Maaf sdr, apakah maksud anda nanti miskin baru bisa ketemu Tuhan?

Semua karunia/berkat Tuhan adalah penting termasuk harta.
Saya telah banyak melihat orang kristen yang menganggap remeh harta, malah kenyataannya lebih ‘gila harta’ dibanding dengan orang yang berpandangan bahwa harta itu penting.

Mereka bagaikan 5 gadis yang tidak memiliki cadangan, senantiassa terdesak oleh keadaan. Berselisih masalah uang yang jumlahnya sepele, pinjam-sini pinjam sana, gontok-gontokan, tidak bisa berkontribusi, bahkan menjadi beban sosial. Ada juga yang punya pandangan bahwa mereka adalah pihak yang wajib dibantu, dan kalau tidak dibantu sakit hati.

Itu semua karena salah mengartikan Firman Tuhan.

GBU