LIMA BELAS TAHUN YANG LALU DI GUA MARIA SENDANGSONO 24 March 2010

LIMA BELAS TAHUN YANG LALU DI GUA MARIA SENDANGSONO
24 March 2010

LIMA BELAS TAHUN YANG LALU

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu,
Ia menangisinya, kata-Nya:
“Wahai, betapa baiknya
jika pada hari ini juga engkau mengerti
apa yang perlu untuk damai sejahteramu!
Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
Sebab akan datang harinya,
bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu,
lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau
dari segala jurusan,
dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu
dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan
satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain,
karena engkau tidak mengetahui saat,
bilamana Allah melawat engkau.”
(Lukas 19 : 41-44)

“ Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga,
dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya
di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh
dan gempa bumi dan hujan es lebat.
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit:
Seorang perempuan berselubungkan matahari,
dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota
dari dua belas bintang di atas kepalanya”.
(Wahyu 11:9 - 12: 1)

Sendangsono, 24 Maret 1995

        Pada hari itu, sehari menjelang hari raya Kabar Sukacita kepada Maria (Lukas 1:26-38), Sendangsono, tempat ziarah Maria di Bukit Menoreh dekat Muntilan, Jawa Tengah dipadati para peziarah. Jumlahnya sangat banyak hampir 2000-an orang, tua muda, besar kecil, pria dan wanita.

Tempat ziarah Maria yang baru saja mencapai usia 100 tahun ini dapat dikatakan sebagai tempat ziarah terpenting bagi umat Katolik khususnya di pulau Jawa.
Sudah diketahui umum bahwa para peziarah senantiasa membanjiri Sendangsono khususnya pada hari raya-hari raya Katolik, bahkan mereka sudah terbiasa datang untuk bermalam disana.

Siang itu pelataran di depan gua Maria nampaknya sudah sangat sempit dimana para peziarah yang menggelar tikar sudah menetapkan tempatnya dan tak mau beranjak lagi. Yang lain beringsut-ingsut untuk dapat meletakkan bunga dan memasang lilin bernyala mengantar permohonan dan ujud-ujud mereka. Baik ujud pribadi maupun intensi yang dititipkan orang lain yang tak sempat ikut berziarah.
Tampak di antara peziarah rombongan ibu-ibu Wanita Katolik dari Semarang; keluarga Bapak Ahudius Supardi (61th) dari paroki Paulus Miki Salatiga beserta isterinya Anastasia Siti Samsiah (51 th) dan puteri-puterinya : Asteria, Benedikta, Dimetria dan Cresentia. Juga Ibu Margriet Mogi-Renwarin (43 th) mengantar ibunya yang sedang sakit Ibu Rose Renwarin-Senduk yang jauh-jauh dari paroki St.Yosef Menado ingin menyampaikan ujudnya dengan perantaraan Bunda Maria.

Serombongan peziarah dari Paroki St.Ignatius Cimahi juga hadir disana : Ibu Agnes Sawarno (49 th ) bersama putranya Tony Martinus (17 th), Ibu Fransisca Nurbiyantoro dan puterinya Ita, Ibu Maria Goretti Sunaryo, dan Ibu Suparman.

Karena penuhnya pelataran di depan gua Maria mereka hanya bisa memandang dari kejauhan dan tidak bisa mendekat, mereka lalu mengambil tempat di samping makam para katekis dan duduk berdoa di sana.

Pukul 15.00 siang itu, matahari sangat terik dan memancarkan sinarnya dengan sangat menyilaukan mata.
Tetapi tiba-tiba saja, matahari meredup, bukan cahayanya melainkan tajamnya sinar yang tadinya menyilaukan mata, sekarang dapat terlihat dengan jelas tanpa menyakiti mata sama sekali, matahari begitu cemerlang! Merah membara seperti lahar gunung merapi, matahari terlihat hidup! Bundaran matahari seakan bergetar bahkan mendidih, tetapi kemudian berubah warna : melembut dan berganti dengan warna biru, hijau toska dan kemudian putih seperti bulan purnama, bahkan seperti hosti raksasa. Matahari kemudian bergerak ke kiri dan ke kanan, naik dan turun dan kembali ketempatnya semula.
Sekitar matahari tampak lingkaran pelangi, sungguh mempesona…. Langit bermandikan cahaya warna-warni lembut.
Kerumunan peziarah di depan gua terperangah, orang-orang di sekitar ramai berseru memandang pesona surgawi yang dikaruniakan kepada mereka saat itu. Tetapi karena berada di depan gua pandangan para peziarah di sana terhalang oleh dinding gua, maka banyak di antara para peziarah memanjat dinding gua berusaha untuk dapat menyaksikan pesona matahari itu.

Ibu Rose Renwarin dibantu oleh putrinya Margriet menaiki bangku yang dibawa untuk tempat duduknya dan berseru penuh sukacita boleh menerima pemandangan indah mempesona itu.
Terlupakan olehnya sakit yang dideritanya terutama pada kakinya dan tak henti-hentinya ia berdoa mengucapkan syukur. Pengalaman indah ini diterimanya sebagai sapaan penghiburan dan kekuatan yang diberikan Tuhan baginya.

Ibu Siti Samsiah Supardi tertelungkup di tanah, bersujud mengucapkan terima kasih pada Tuhan yang memberi hadiah terindah ini. Tidak sia-sia ia bersama segenap keluarganya dengan bersusah payah menempuh perjalanan dari Salatiga hingga Sendangsono untuk ziarah ini. Ia percaya, inilah tanda dari Tuhan bahwa Tuhan Yesus tidak meninggalkan keluarga mereka dalam perjuangan hidup yang cukup sulit dijalani mereka selama ini.

Tanda matahari, tanda Maria….
Sementara para peziarah riuh rendah dalam menerima pesona matahari yang begitu indah di siang hari itu, para peziarah dari Cimahipun menikmati karunia surga itu. Justru karena berada jauh dari gua pandangan mereka tidak terhalang dan bahkan pesona matahari nampak jelas di tentang mata mereka. Merekapun berseru-seru dengan suara penuh takjub dan sukacita…., hanya satu saja yang terdiam.
Selagi teman-teman seperjalanannya memuji-muji karena terpesona, Ibu Agnes Sawarno menatap dalam diam, terbungkamkan oleh pemandangan di hadapannya yang sangat sulit dilukiskan oleh kata-kata :
Di hadapannya, berdiri, seakan melayang di udara, atau lebih tepat dikatakan berdiri di atas awan putih, seorang wanita muda yang sangat cantik jelita. Tingginya semampai lebih dari 170-an cm.
Wanita itu menyapanya lembut, sama sekali tanpa mengejutkannya :
“Selamat datang anakku“ , adalah sapaannya yang pertama. Ibu Agnes mengenali suara ini sebagai suara yang selalu menyapanya sesudah ia mendaraskan doa rosario di rumah ataupun di gereja. Seringkali suara itu menyapanya dengan kata-kata :
“Terima kasih anakku, engkau datang menghormati aku dengan doamu“.
Atau hanya sapaan lembut dan singkat : “Terima kasih Agnes“.
Cara menyebutkan namanya begitu khas, begitu manis. Ia saat itu memikirkan Ibu Maria karena sapaan-sapaan itu :… … “engkau datang menghormati aku dengan doamu…….”
Terpesona ia oleh kecantikan wanita itu. Tanpa keraguan bahwa inilah Ibu Maria sendiri karena ia mengenali suaranya. Rupanya Ibu Maria sudah merintis dengan beberapa kali menyapa dia saat berdoa rosario.
Wanita itu masih muda, kurang lebih 18 tahun usianya, tetapi kelembutan keibuan terpancar dari kecantikannya ini. Pakaiannya putih panjang menutupi sampai ujung kakinya yang tidak menapak pada tanah. Ada kerutan jahitan pada lingkar leher dengan simpul tali dari bahan yang sama dengan bajunya, demikian juga ada kerutan pada lingkar perutnya tanpa memakai pita pengikat pinggang. Model lengan bajunya panjang, longgar dengan tepian lebar (mansett) pada ujung pergelangan tangannya yang juga dijahit berkerut. Baju dan lengan bajunya bergetar lembut tertiup angin. Rambutnya hitam, sedikit ikal terlihat pada bagian depan karena kerudungnya sedikit tersingkap. Kerudungnya putih menutupi seluruh kepala, hingga tak terlihat apakah rambutnya pendek atau panjang. Bahkan kerudung ini cukup panjang hampir sampai kepinggangnya. Ketika berbicara bagian bawah kerudungnya yang menjuntai disampirkannya pada lipatan lengan kiri dan kanan. Walaupun pakaiannya begitu sederhana – pakaian harian seorang ibu rumah tangga biasa – kecantikannya mengatasi segalanya. Raut wajahnya bulat panjang, dagunya lancip sedikit terangkat ke depan pada ujungnya dan terbelah pada tengahnya. Matanya dalam, dan sangat indah cemerlang. Alisnya sedikit tebal dan tulang alis agak menonjol, matanya besar dan berbinar-binar. Bola matanya berwarna coklat. Hidungnya sangat khas sekali, mancung, panjang tetapi bukan meninggi melainkan jarak dari pangkal hidung atas (antara kedua mata) ke bawah (atas bibir) lah yang agak lebih panjang dari ukuran rata-rata. Hidung indah ini bercuping kecil, tidak melebar. Pada tulang hidung agak ketengah, ada sedikit lengkungan (khas Ibrani). Mulutnya sedikit mungil.
Bibirnya hampir selalu tersenyum manis, giginya tidak terlihat. Samar-samar terlihat dekik / lesung pipit di kedua sisi pipi dekat mulutnya. Bukan hanya ketika ia tersenyum tetapi juga ketika ia berbicara. Tangan kirinya lebih sering ditaruhnya di dada, tangan kanannya selalu digerakkan dengan gerakan gemulai dan tenang, dengan telapak tangan menghadap ke dalam, kadang-kadang ke atas.
Dengan sikap ini saat ia berbicara, sungguh terlihat bahwa ia berbicara dengan perasaan yang dalam, dengan sepenuh hatinya.

PESAN PERTAMA :
Ibu Maria kemudian menyampaikan pesannya yang pertama untuk anak-anaknya di Indonesia lewat Agnes Sawarno :

“ Menangislah dan bertobatlah, kembalilah kepada Allah.
Pujilah Allah dalam hidupmu.
Engkau akan selamat di dunia dan akhirat;
Surgalah tempatmu.
Sampaikanlah pesan ini kepada saudara-saudaramu yang lain” .

Dengan suara lembut ia mengakhiri sapaannya : “
Sampai bertemu lagi anakku”.
Terpesona sungguh ia oleh penampakan ini. Dengan hati penuh syukur ia terpana, menyimak dengan seksama pesan Ibu Maria dan mengulang-ulangnya dalam hatinya. Sementara anggota rombongan yang lain tidak melihat apa yang dilihatnya tetapi tahu bahwa telah terjadi sesuatu, karena merekapun saat itu tengah mendapat pengalaman yang indah mempesona dari matahari. Pesona surgawi, mungkin itulah kata yang tepat karena memang mereka semua sungguh terpesona saat itu. Tidak ada pemandangan indah yang melebihi itu yang pernah mereka alami / lihat. Perasaan merekapun tak terlukiskan, penuh sukacita dan damai.
Ketika Ibu Agnes menceritakan pada mereka bahwa Ibu Maria baru saja menampakkan diri, sukacita merekapun bertambah. Ibu Fransisca cepat-cepat mengambil kertas untuk mencatat pesan Ibu Maria yang pertama, yang sangat singkat itu. Selanjutnya pesan itupun disampaikan kepada rombongan ibu-ibu Wanita Katolik dari Semarang yang duduk tidak jauh dari tempat mereka. Saat itupun Ibu Agnes sempat menegur orang-orang di sekitarnya, karena mereka berjalan kesana kemari; makan, ngobrol dan bukannya berdoa. Walaupun diberitahukannya bahwa Bunda Maria ada di antara mereka, masih juga mereka tidak percaya. Padahal saat itu Ibu Maria berada cukup lama bersama para peziarah itu, sampai pukul 17.00. Dengan lembut ia datang, dengan lembut pula ia terlihat samar dan tidak nampak lagi.
Penampakan Maria ini kemudian dialami lagi oleh Ibu Agnes di rumahnya di Cimahi dan di gereja Santo Ignatius Cimahi.
Setiap penampakan selalu disertai pesan dan berlanjut dengan tuntunan mengenai maksud, tujuan, kerinduan dan keinginan Ibu Maria dari surga atas anak-anaknya di Indonesia. Tetapi tidak pada semua pertemuan doa Ibu Maria datang menampakkan diri, terlebih sering ia hadir dalam dialog batin dengan ibu Agnes maupun dalam sapaan langsung pada peserta pertemuan doa dengan memakai ibu Agnes sebagai sarana.
Ibu Maria juga mendirikan sebuah Kelompok yang bertugas menjadi perpanjangan tangan Ibu Maria dalam melayani anak-anaknya di Indonesia. Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu yang Bahagia di dirikan di Cimahi pada tanggal 23 Mei 1995. Didirikan, diberi nama, dipimpin dan dilayani dengan penuh kasih oleh Ibu Maria sendiri.
Sejak pertengahan tahun 1995 Tuhan Yesuspun hadir untuk menyapa umatNya, untuk mencerahkan dan menguatkan iman mereka bahwa Allah sungguh-sungguh ADA, Hidup, Hadir, Dekat dan Perduli pada anak-anakNya.
Kehadiran, pesan dan nubuat yang diberikan Tuhan Yesus dan Ibu Maria mengantar anak-anak Allah pada pemurnian dunia, puncaknya pada tiga hari kegelapan yang akan disusul oleh SUATU MASA DAMAI : Satu Allah, satu iman dan satu Kitab Suci saja. Inilah persiapan dan pengantar dari Allah untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus Allah sebagai hakim yang Mahaadil pada hari terakhir dunia.
Inilah Rencana Keselamatan Allah atas umatNya yang telah ditetapkanNya sejak semula dan akan menjadi nyata dalam waktu yang singkat ini.

24 MARET 2010, SENDANGSONO Pk. 14.00 – 17.15.

Kurang lebih 100 orang hadir di Sendangsono siang hari itu : Romo Alexius Widianto Pr, Ibu Agnes Sawarno, Ibu Ola Wiranata, Ibu Lucy Dyah, Ibu Lucy Sumitro, Ibu Dominica, Ibu Caecil dari team inti.
Dari Jogja, Lucky, Lucy dan Hasan dkk, Pak Mujio dan keluarga besar, dari Kalasan, Dari Pugeran, dari Pudak payung Mbak Retno dan keluarga besar, dari Wonogiri Pak Santo, bu Santo, Ibu Caecilia dkk, dari Semarang : Ibu Lies, pak Harry, Pak dan Bu Liliek, dkk, dari Bekasi, Temanggung Mas Paulus Nunung.
Acara peringatan dimulai dengan lagu-lagu pujian dan doa bersama di gua Maria kemudian seluruh rombongan peziarah menuju tempat
penampakan di dekat makam para katekis awal di Sendangsono untuk mendengarkan kisah penampakan dan kesaksian dari Ibu Agnes.
Saat ibu Agnes memulai kesaksian ia terlihat sulit mengatasi keterharuannya karena telah sejak awal pertemuan ibu Maria hadir secara lokusi bersama seluruh anggota kelompok yang berkumpul saat itu. Ibu Agnes menceriterakan kembali kisah penampakan pertama dan memberi sedikit keterangan tambahan di sana sini dari apa yang telah diceriterakan sebelumnya. Dan pada saat itu tiba-tiba saja ia menangis terharu karena IBU MARIA KEMBALI MENAMPAKKAN DIRI DI TEMPAT YANG SAMA DENGAN PENAMPAKAN 15 TAHUN YANG LALU. DI LANGITPUN MATAHARI MENARI DAN BERUBAH-UBAH WARNA DENGAN SANGAT INDAHNYA. Sambil Ibu Agnes bercerita iapun berdialog dengan Ibu Maria dan menyampaikan pesan ibu Maria secara sabda pengetahuan. Dan selama waktu itupun pesona matahari tetap menyertai pertemuan itu. Menutup pertemuan dengan Ibu Maria langit bermandikan cahaya warna warni di sana sini : Biru dan hijau lembut, oranye muda, merah muda dan kuning.
Umat sungguh terharu dan bersukacita. Ada sekitar sepuluh orang yang baru pertama kali mendapatkan pengalaman penampakan pesona matahari itu dan kemudian bersaksi dengan penuh sukacita.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan perayaan ekaristi di depan gua dipimpin Rm Alexius Widianto Pr.
Perayaan Ekaristi selesai pukul 17.15. Puncak perayaan limabelas tahun penampakan pertama dan 15 tahun kelompok pelayanan kasih dari ibu yang bahagia akan dilaksanakan di Ambarawa pada tanggal 22 dan 23 Mei 2010. Tanggal 22 diisi dengan rekoleksi bersama semua anggota kelompok, diharapkan hadir perwakilan dari seluruh Indonesia, rekoleksi selesai minggu pagi dan dilanjutkan dengan Misa Pentakosta di Gua Kerep Ambarawa bersama peziarah umum pk 11.00 diawali dengan doa Rosario pk.10.30. Disana akan disampaikan pewartaan mengenai kelompok dalam khotbah dan pembagian paket doa dan brosur.

DOA BERSAMA
KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA
PERINGATAN 15 TAHUN PENAMPAKAN IBU MARIA
DI GUA MARIA SENDANGSONO 24-03-2010

Pengantar/ kesaksian Ibu Agnes Sawarno :

Pada awalnya Ibu Agnes menceritakan kembali peristiwa penampakan 15 tahun yang lalu dan menegaskan tempat penampakan Ibu Maria di Sendangsono yakni di dekat makam para katekis awam pertama di Sendangsono. Ketika sedang memberi penjelasan mulailah terjadi pesona matahari dan segera sesudah umat yang hadir menikmati karunia surga berupa pesona matahari, ternyata peristiwa ini menjadi pengantar penampakan Ibu Maria pada Ibu Agnes. Ibu Agnes terlihat sangat terharu …. Dan berkata terbata-bata :

“………………tidak, kalian tidak bisa melihat. Jangan kalian melihat. Tapi lihatlah dengan mata hati dengan imanmu. Sekarang Ibu Maria bersama kita.( Ibu Agnes dalam keadaaan terharu , menangis sambil berbicara ) …….Terimakasih Ibu Maria. ………

Disinilah saya bersama Ibu, Ibu Maria menampakkan diri. Sekarang juga menampakkan diri. Aku nggak kuat yha…

“…….kuatkan saya Ibu Maria” ( ibu Agnes berbisik ). Saya meneguhkan iman anak-anakmu ini. Atas kehadiranmu ditempat ini Ibu Maria. Kau sayang kepada kami, kepada putra-putrimu di Indonesia. Supaya banyak anak-anakmu kembali kepadaMu seutuhnya. Itu keinginanMu. Kini juga Kau hadir”.

Lihat tanda itu sudah diberikan oleh Ibu Maria. Berdoalah. Tanda itu sudah diberikan oleh Ibu Maria. Berdoalah dengan imanmu supaya engkau bisa menerima tanda itu sepenuhnya seperti waktu tahun 1995 jam tiga tepat Ibu Maria menampakan diri disini.
Berdoalah! Inilah kehadiran Ibu Maria. Tanda itu sudah dinubuatkan oleh rasul Yohanes bahwa Ibu Maria diserahkan oleh Tuhan kepada kita dan kita diserahkan kepada Ibu Maria Kekal dan Abadi.(bdk Wahyu 12:1, Yoh 19:27) Jadi kita tidak bisa dipisahkan oleh siapapun. Tapi kita disatukan oleh kasih Allah bersama Bunda Maria di Surga.

Inilah tanda. Tanda kemenangan dan diberikan Allah kepada Bunda Maria. Kemenangan yang datang dari Allah untuk anak-anak-Nya diseluruh bumi dan kita semua anak-anakNya di Indonesia. Apa yang sudah diceritakan oleh Ola tadi. Beginilah saya duduk disini . Ibu Maria berdiri; sekarang juga engkau/ kalian tidak akan mengerti. Sekarang Ibu menampakkan diri. Tapi janganlah kalian berharap melihat baru percaya. Tapi imanmulah yang akan menunjukan kebenaran-kebenaran ini yang datang dari Surga.

Disinilah saya bersama umat bersama anak-anak Ibu Maria yang sekian banyak karena saya tidak dapat tempat, saya disini duduk. Saya gelar Koran dan saya berdoa. Hanya saya disapa oleh Ibu Maria. “Selamat datang Agnes. Aku sudah menunggumu ditempat ini . Untuk memulai bekerjasama dengan Aku Ibumu di Surga, di negaramu ini untuk membawa anak-anakKu kembali kepada Allah.” Maka ada satu pesan khusus. “MENANGISLAH DAN BERTOBATLAH. KEMBALILAH KEPADA ALLAH. PUJILAH TUHAN DALAM HIDUPMU. ENGKAU AKAN BAHAGIA DIBUMI DAN DI AKHIRAT. MAKA SURGALAH TEMPATMU“. Inilah pesan pertama yang saya terima ditempat ini.

( Ibu Agnes kembali berdialog dengan Ibu Maria dengan suara lembut )
“Ibu, Ibu tersenyum kepada kita semua.
Terimakasih Ibu Maria. Tolong Ibu jangan teruskan ini.biarkanlah kami tidak melihat. Saya tidak kuat. Biarlah tanda itu menjadi saksi atas kehadiran Ibu Maria saat ini. Terimakasih Ibu Maria. Terimakasih Ibu Maria”.
Apakah kalian melihat sekarang matahari sedang menari-nari ?
Dijawab : kami melihat

Ini Ibu Maria. Kalian tidak usah melihat Ibu Maria. Tapi lihat itulah “Tanda besar dilangit seorang wanita berselubungkan matahari, duabelas bintang diatas kepalaNya, bulan dibawah kakiNya” –Adalah Ibu Maria. Lihat sekarang matahari berbinar-binar, menari-nari apakah kalian sudah melihat semuanya?
Dijawab : melihat

Baik! kalau kalian sudah melihat semuanya berdoalah bersatu dengan Bunda Maria. Itu tanda diberikan kepada kita yang sudah tertulis dalam kitab suci oleh Rasul Yohanes. Karna rasul Yohaneslah yang diberilkan kesaksian ini untuk melanjutkan pekerjaan tugas Ibu Maria di Bumi ini melalui kuasaNYA. Melalui kuasaNya. Maka rasul Yohaneslah yang menjadi saksi hidup dan mati. Maka rasul Yohaneslah yang datang untuk membimbing saya selama lima tahun baru saya bertemu dengan Ibu Maria. Saya tidak mudah, tidak mudah untuk begitu. Saya dididik oleh rasul Yohanes lima tahun supaya saya bisa mempersiapkan diri saya dengan baik untuk melaksanakan tugas saya di Indonesia untuk membawa putra-putriNya kembali kepada Allah. Karna banyak anak-anak Ibu Maria yang meninggalkan Allah karena dunia. Maka Ibu hadir di Negara ini.
Karna Ibu melihat banyak putra-putriNya di Indonesia. Ibu tidak mau meninggalkan kita saat-saat terakhir ini. Inilah Ibu Maria. Tanda itu diberikan kepada kita semuanya supaya kita percaya nubuat rasul Yohanes sudah terjadi. Terjadi kehadiran Ibu Maria diseluruh bumi khususnya di Indonesia.

Marilah kita mulai merenungkan: Apa yang dikehendaki Surga kepada kita semuanya? Apa yang harus saya/anda perbuat? Ibu Maria hadir ke Indonesia ini untuk bekerjasama untuk melayani anak-anakNya di Indonesia dan mencari putra-putriNya di Indonesia yang jauh , yang meninggalkan, yang mendua-hati, apa saja yang dialami anak-anakNya. Itulah tugas kita ya. Tugas kita bukan hanya berdoa. Tapi melayani. Melayani itu yang sangat besar artinya yang telah diajarkan Tuhan Yesus kepada saya dan anda. Saling mengasihi dan melayani antara satu dengan yang lain. Itu sudah tertulis dalam kitab suci supaya anda tahu.

Maka mulai hari ini kita selalu akrab dan menyapa Tuhan melalui kitab suci supaya kita mengerti apa yang yang dikehendaki Tuhan dalam hidup saya dan anda yang sebenarnya, iman yang sebenarnya. Supaya kita tidak keliru terpontang-panting disebabkan oleh kegiatan-kegiatan dunia yang fana ini yang membuat kita celaka.

Itulah tanda Ibu Maria. Kita hening sejenak. Biarkan hati kita meresapkannya, karna Ibu Maria masih ada bersama kita. Terimakasih Ibu Maria.

Isi Hati Ibu Maria : ( sabda Pengetahuan )

Ibu Maria berpesan kepada kita semuanya. “Aku datang anakKu. Ini Aku Ibumu Maria. Apakah engkau meminta tanda supaya engkau percaya?”
Dijawab: tidak Ibu. kami sudah percaya.

“Percayalah! Percayalah kepada Allah. Dan marilah, bersama Aku Ibumu di Surga kita bekerjasama saat-saat terakhir ini. Lihatlah apa yang Ku katakan itu kepada kamu, sudah terjadi di seluruh bumi , itu akan berlanjut anak-anakKu. (tahun-tahun kepedihan dengan berbagai bencana, red) Persiapkanlah hatimu dengan baik. Jangan kamu banyak memikirkan dunia, membesarkan hidupmu dengan kemampuanmu, nanti engkau tidak akan mengerti apa yang dikehendaki Allah dalam hidupmu”,Kata Ibu Maria.

“Ini Aku bersama Agnes. Aku ada bersamamu saat ini. Tanda itu Kuberikan kepada kamu. Tanda itu juga sudah dinubuatkan dan diberikan kepada Yohanes untuk menjadi saksi tentang Kebenaran, tentang Keselamatan , tentang Allahmu yang sudah hadir di antara kamu dan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri”- Ini kata Ibu Maria-
“Bangkitlah anakKu. Bangkit! Mari bersama Aku. Jangan lagi kamu terlena.
Baik!, engkau masih berpijak di Bumi ini tapi jangan engkau berpijak terus menerus menginjak bumi ini, tapi arahkan semua hidupmu, pandanglah Allah di Surga. Itulah membuat kamu semua selamat. Allahmu menunggu di Surga dengan setia, dengan setia anakKu. Dan tidak pernah meninggalkan kamu sendiri- Ini Kata Ibu Maria- …. ingat itu!- Apa yang dikatakan semua terjadi. Allahmu tidak pernah meninggalkan kamu sendiri.

Ini Aku Ibumu datang menunggu kamu semuanya. Disinilah, disinilah awal permulaan Aku memberikan tugas kepada Agnes untuk bekerjasama bersama Agnes supaya dia dapat menerima tugas ini dengan baik– kata Ibu Maria- Supaya dia bisa sungguh-sungguh menyatakan dan menyampaikan dengan berani tentang Kebenaran tentang Allah. Itulah yang diterimanya sepenuhnya dari Allah. Ini saat terakhir. Tidak ada lagi nubuat. Sudah cukup! Sudah cukup”. - kata Ibu Maria-

“Anak-anakKu persiapkan dirimu dengan baik, saatnya akan tiba, kamu akan menghadapi, menghadapi peristiwa yang cukup besar di negaramu .
Bukan saja di negaramu ini. Diseluruh bumi akan kau lihat dan kau hadapi bersama cuma waktu berbeda tapi sama waktunya yang diberikan Allah kepada kamu. Waktu berbeda, tapi rencana Allah tetap sama akan kamu hadapi bersama pada waktunya”—ini kata Ibu Maria—
“Hai anak-anakKu , kamu yang datang kesini. Dengarkanlah Aku baik-baik. Disinilah Aku memulainya.Karna disinilah banyak anak-anakKu datang dan berdoa. Disinilah Ku bawa Agnes untuk menjadi saksi.

Tapi Aku telah memberikan tempat untuk kamu. Itulah tempat ( Red: yaitu: tempat doa Hati Ibu Yang Bahagia, Giriwoyo ) bersamaKu, kebahagiaan bersamaKu, yang Ku berikan untuk anak-anakKu di Negaramu ini”. Ini pesan Ibu Maria.

Terimakasih Ibu Maria. Kuatkan kami Ibu. Saat-saat terakhir ini begitu beratnya bagi kami untuk melaksanakan tugas ini . kami harus menghadapi pertentangan, pergolakan khususnya bersama para Imam. Doakan kami Ibu. Tolong kami anak-anakmu yang kau panggil, bersama romo Widi, semua romo-romo yang percaya. Biarlah kami tetap setia Ibu Maria.
Kami mau setia . Terimakasih Ibu atas kehadiran Ibu. Kau berikan tanda ini kepada kami tanda kehadiaranmu. Terimakasih Ibu Maria, terimakasih, kuatkan kami, doakan kami agar perjalanan ini tidak tertunda supaya banyak anak-anakmu terselamatkan.
Tetapi apabila kami tidak sampai, kami pikir Surga akan menyelesaikannya. Ibu doakan kami, kuatkan kami ya dalam perjalanan ini. Kami tetap percaya. Kalau boleh, berikan penampakan ini kepada anak-anakmu disini. Kalau boleh Ibu, aku hanya memohon. Tapi itu semua adalah rencana Allah. Ibu hadir karena kehendak Allah untuk bertemu dengan kami disini, dimanapun kami berada. Terima kasih Ibu Maria. Iya Ibu . Doakan kami. Terima kasih Ibu Maria. Terima kasih Ibu Maria , terima kasih Ibu Maria.

Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria. Kehadiran kita disini bukan mencari penampakan. Kita kesini mau menjadi saksi atas kehadiran Ibu Maria ditempat ini. Lihatlah langit berwarna-warni. Apakah kalian melihat? Itulah tanda Ibu Maria. Warna–warni disekitar kita dimana saja. Kamu melihat dikelilingi semuanya apakah kamu melihat ?
Dijawab : melihat.

Semua melihat ?

Melihat, jawab umat

Kalau tidak melihat biar saya pandu. Semua melihat ?

Melihat, jawab umat

Apa yang kamu lihat keliling itu semuanya- warna apa ?

Dijawab : warna merah, pink, kuning, orange, biru muda

Itulah tanda Ibu Maria ya. Itu tanda Ibu Maria. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kuasa Allah yang bekerja, bersatu dengan Bunda Maria. Karna Bunda Maria, Dialah yang diberikan kepada kita, untuk sampai dunia kiamat kita tetap bersama Bunda Maria yang kita kasihi. Terima kasih Bunda Maria.

Inilah saatnya kalian untuk bersatu dengan Ibu Maria. Saya serahkan semua karna Ibu mengatakan ‘Aku bersamamu sampai engkau kembali’. Jadi Ibu Maria tetap bersama kita saat ini.

Mari, saya serahkan kembali ini semua dan terimakasih kepada kalian yang hadir untuk menjadi saksi tentang Kebenaran ini semuanya. Dan jangan takut untuk mewartakan dan bekerjalah. Mulailah bekerja supaya apa yang dikehendaki Ibu Maria untuk menyelamatkan saudara-saudara kita sungguh-sungguh tercapai, sehingga Ibu Maria bahagia di Surga. Amin.

KELOMPOK PELAYANAN KASIH DARI IBU YANG BAHAGIA
Jl.Rengas Raya No 1 Bintaro, Jakarta 12330 Tlp : 021-73887370

Doa di Aula SMA Don Bosco, Pulo Mas, 4 Juli 2010
Pesan diterima di pada tanggal 15 July 2010

PESAN TUHAN YESUS (Sabda Pengetahuan)

Tuhan Yesus mengatakan kepada kita semua: ”AKU nyatakan kepadamu saat-saat terakhir ini. AKU buktikan! AKU-lah dulu dan sekarang. Tidak akan berubah—tidak akan berubah! AKU tetap seperti ini.

Hai anak-anak-KU, mengertilah kamu, kuasaKU turun diantara kamu dan menyapa kamu semua yang ada disini melalui anak ini.

Jangan lagi kamu berfikir bahwa ini tidak benar. Jangan itu ditujukan kepada anak ini, tapi itu ditujukan kepada-KU. Karna AKU-lah yang melakukan semuanya ini. Karna AKU mempunyai rencana akan memurnikan dunia ini. Maka AKU datang ke negaramu ini.
AKU memanggil anak ini dari dunia untuk menjadi saksi tentang AKU. Inilah AKU!

Marilah anak-anak-KU mulailah kamu membuka hati dalam kebenaran bersama AKU Tuhanmu. Karna kebenaran adalah AKU sendiri.

AKU minta kepada kamu renungkan semua apa yang KU-katakan ini kepadamu. Baiklah! AKU menunggumu di surga. AKU menyertai kamu dengan segala niat baikmu. Pasti AKU mendampingimu melalui kuasa-KU. Inilah AKU. Marilah anak-KU, datang kepada-KU. AKU menunggumu disurga.”

PESAN IBU MARIA

Salam bagimu kamu berdua Isak Doera juga Alexius, salam kasih dan cintaKu yang sangat dalam kepada kamu berdua atas kesetiaanmu, walaupun engkau (harus) berjuang untuk bekerjasama dengan Aku Ibumu bersama Agnes. Terimakasih. Terimakasih.
Dan terimakasihKu kepada kamu semua anak-anakKu yang hadir saat ini.

Terimakasih Ibu, jawab umat.

Inilah Aku Ibumu bersama Agnes. Inilah tujuanKu datang ke negaramu saat-saat terakhir ini.

Anak-anak-Ku banyak yang belum mengerti. Karena mereka terlalu kuat dengan apa yang mereka punyai di dalam kehidupannya. Tapi kamu yang bersama Agnes, jangan kamu sedih, jangan kamu marah, karna kamu banyak diperbincangkan khususnya oleh para imam di negaramu ini, tentang kehadiran-Ku bersama Agnes didalam kelompok ini.

Surga tahu anakKu. Surga tahu apa yang sedang dialami Agnes. Cukup berat bagi Agnes. Tapi anak ini dikuatkan karna dia dipanggil saat-saat terakhir ini untuk melanjutkan penyampaianKu kepada dunia, kepada mereka-mereka yang sudah kembali dalam kebahagiaan.

Ingatlah, pada waktu itu Aku mengundang kamu untuk bersatu kepada mereka yang sudah pulang dalam kebahagiaan. (perjalanan ziarah batin Ibu Agnes bersama Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia ke Fatima dan negara-negara Eropa, 10 – 22 Mei 2005, red.) Aku pertemukan kamu khususnya Agnes kepada mereka. Mereka juga telah menerima pesan-pesanKu ini untuk mempersiapkan diri anak-anak-Ku di seluruh bumi dengan rencana Allah untuk memurnikan dunia ini. Supaya terpisahlah kamu dengan dunia. (bdk Perumpamaan gandum dan ilalang, Matius 13 : 24 -30, red.)

Masihkah kamu ingat? Kamu bersama Agnes Aku pertemukan dengan Lucia. Dia yang mengakhiri dan diserahkan kepada Agnes. Itulah janjiKu kepada Lucia adalah yang terakhir ke tujuh kalinya Aku akan hadir ditempat ini. Kamulah saksinya. (Janji pada Lucia tanggal 13 Mei 1917: ”Pada akhirnya, Aku akan datang kembalike tempat ini untuk ke tujuh kalinya.” – Fatima in Lucia’s own words hal 175, red.)

Sekarang tidak akan terjadi lagi sampai hari itu datang anak-anakKu. Karena juga mereka, menyangkal semuanya tentang kehadiranKu. Walaupun Lucia menderita didalam kebenaran ini. Tapi belum waktunya rencana Allah akan terjadi di bumi ini.
Berbahagialah, Aku memilih di negaramu ini untuk menjadi saksi apa yang Aku sampaikan melalui Agnes.
Memang Agnes mempunyai pengalaman yang belum pernah dialami oleh mereka. (para visioner lain, red) Agnes diberikan banyak karunia-karunia saat-saat terakhir ini untuk dinyatakan kepada anak-anakKu dan juga para imam di negaramu ini.

Semua dilakukan Agnes dengan baik. Inilah saat terakhir. Mereka yang menerima semuanya sudah selesai. Tapi apa yang telah Kusampaikan juga tetap disembunyikan. Tapi Aku Ibumu tidak tinggal diam. Allah berkenan dengan cara ini . Siapakah yang akan ikut campur tangan? Tidak ada! Terutama para imam mereka berbicara bersembunyi……. di antara mereka.

Anak-anakKu dan juga kamu Isak Doera, dan Alexius, tenangkan hatimu dengan pernyataan-pernyataan teman-temanmu yang menjadi imam seperti kamu. Lihat, nanti mereka akan sedih dan menangis karena mereka tidak siap menghadapinya. Kamu akan menjadi saksi diantara teman-temanmu.

Anak-anakKu, jangan kamu berfikir saat ini. (memikirkan tentang cara yang dipilih Allah untuk berkarya di antara umatNya di Indonesia, red) Pakailah imanmu supaya engkau mengerti. Ini Aku Ibu Maria. Ini kuasa Allah mengantar isi hatiKu melalui Agnes. Semua kehidupannya untuk melayani, untuk kamu, tapi rohnya berdoa bersama kamu.

Jangan berfikir lagi. Tidak waktunya kamu untuk berfikir lagi. Sudah selesai kamu untuk berfikir lagi. Karna waktunya sudah akan terjadi diantara kamu.

Jangan berfikir tapi berdoa, buka hatimu dalam kebenaran ini. Aku mengatakan inilah anakKu yang datang dari dunia untuk bersaksi tentang kebenaran tentang Allah. Dia dipakai untuk menyampaikan tentang Allah.

Jangan kamu menghakimi Agnes. Bukan (terhadap) Agnes tapi kamu sudah melakukan terhadap Allahmu sendiri karna Allahmulah yang membuat ini semuanya melalui kuasa-NYA.

Anak-anakKu, ingatlah, kamu anak-anak Allah. Maka Aku minta, semua perjalanan hidupmu, semua harus seturut kehendak Allah. Walaupun engkau jatuh dalam dosa, kamu bangkit, kamu bangkit dan berubah menjadi anak Allah yang baik.

Sungguh, perjalanan kelompok ini, yang Aku berikan kepada kamu, karna Aku belum pernah memberikan satu kelompok ke dunia ini. Hanya Aku menyampaikan pesan kepada mereka supaya pesan yang penting itu disampaikan kepada para imam dan anak-anakKu.

Tapi saat terakhir Aku harus membuat kelompok-kelompok supaya kamu hidup dalam doa . Saling mengasihi, saling mencintai, saling melayani antara satu dengan yang lain. Saling menguatkan, supaya dimana pemurnian itu datang kamu tidak sendiri. Inilah harapanKu dan Allah berkenan atas semua permohonanKu ini demi cintaKu kepada anak-anak-Ku, kamu semua yang ada disini.

Inilah yang terakhir. Yang terakhir anak-anakKu. Agnes akan melanjutkan semua apa yang sudah diterima oleh mereka dan dilanjutkan oleh Agnes. Bukan kehendaknya, pemikirannya, pengertiannya, tetapi kuasa Allah yang membimbing dia untuk bicara tentang kebenaran ini. Supaya kamu mengerti, supaya kamu mengerti apa yang Aku katakan ini kepada kamu.

Dan juga, Aku minta kepada kamu. Mulailah kamu melayani di sekitarmu khusunya di keluarga kamu masing-masing. Dan Aku minta layani saudara-saudaramu yang menderita, yang menangis, yang sakit, apa saja, mereka yang mengalami kesedihan. Maka kamu bersatu dalam kelompok untuk melayani mereka. Percaya, kamu tidak menjadi miskin. Karna hartamu ada didalam saudara-saudaramu.

Kalau engkau memberi dengan tulus hatimu dengan cintamu, pasti semua akan menjadi baik.
Sekali lagi, apabila kamu melayani dan memberikan sesuatu kamu tidak menjadi miskin tapi kamu kaya di surga. Itulah yang bisa Aku sampaikan kepada kamu yang ada disini. Apa kamu bersedia anak-anakKu?

Bersedia, jawab umat.

Terima kasih. Mari, bersama Aku Ibumu saat-saat terakhir ini kamu melayani dengan baik.

Dan kamu berdua, Aku mengucapkan terimakasih. Hai Isak Doera, percaya, doaKu menyertaimu. Alexius, doaKu menyertaimu. Dan Aku minta supaya kamu melayani sampai janji itu datang diantara kamu. Terimakasih untuk kamu berdua.

Dan terimakasih juga kepada Agnes. Dan kepada kamu yang melayani bersama Agnes terimakasih. Dan teruskan jangan berhenti. Percaya, pada waktunya kuasa Allah akan menyatakan kepada kamu untuk mempersiapkan diri menjelang pemurnian itu datang ke bumi ini. DoaKu menyertai kamu dimanapun kamu melayani bersama Agnes, Aku ada bersamamu. Terimakasih kamu yang melayani.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terimakasih. Sekali lagi terimakasihKu kepada kamu berdua dan doaKu kepada para imam yang percaya dan menerima di negaramu ini.

Dan salamKu juga untuk Heribertus. SalamKu untuk dia supaya dia cepat kembali dan melayani bersamamu.

Terimakasih Alexius, percaya! Percaya itu indah. Engkau mengerti, perjalananmu sekian lama bersama Aku Ibumu bersama Agnes. Pasti kamu mengalami, mengalami yang terindah dalam kehidupanmu. Percaya anakKu, percaya.

Terimakasih bagi kamu yang belum mengerti. Berdoa, buka hatimu, itu yang terpenting. Siapapun yang membuka hati dan berdoa Tuhan akan memberikan pengertian. DoaKU menyertai kamu yang belum membuka hati. Tapi pasti Allah yang Maharahim menolong kamu. Terimakasih untuk kamu sekalian.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih untuk kamu yang bekerja dan mengumpulkan anak-anakKu. Terus berlanjut, terus berlanjut, engkau menang, engkau dimenangkan oleh Allah. Jangan takut dan kuatir. DoaKu menyertai kamu. Aku ingin seperti ini kamu mengumpulkan anak-anakKu. Pasti engkau akan bahagia di dalam pelayananmu di dalam kehidupanmu, semua yang melayani bersama Aku Ibumu. Engkau mengerti Aku menyapamu tidak usah Aku menyebut namamu tapi engkau tahu apa yang Kukatakan ini kepadamu. Terimakasih, selamat bekerja anak-anakKu.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih untuk semuanya, selamat bekerja. Selamat melayani. Saling mendoakan saling memberi antara satu dengan yang lain.

Anak-anakKu, jangan ada lagi kamu membedakan antara satu dengan yang lain karena mereka juga anak-anakKu seperti kamu. Surga tidak memandang kehebatanmu, harta bendamu, tetapi surga melihat engkau mau melayani dengan berkatmu, harta bendamu untuk anak-anakKu yang menderita yang sakit, yang papa, yang miskin.

Mari anakKu, kita bekerjasama saat-saat terakhir ini. Apa kamu bersedia?

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih. Sampai disini pertemuan kita. Pasti kita akan bertemu kembali dalam hal yang sama melalui kuasa Allah bersama Aku Ibumu bersama para imam yang setia melayani dan Agnes dan anak-anakKU. Mari kita bersatu dalam doa.

YA ALLAH YANG MAHAKUASA
PADA SAAT INI JUGA JIWAKU KUSERAHKAN KEPADAMU
KARENA ENGKAU YANG MEMPUNYAI BUMI INI
DAN AKU CIPTAANMU
(3X)
AMIN
Anak-anakKu, mulai sekarang kamu berdoa dengan hatimu. Tidak perlu kamu berdoa cepat-cepat karna kamu sedang berbicara dengan Allahmu di surga. Itu (cara) anak dunia. Tapi anak Allah dengan rindu, dengan cinta, setia kepada Allah bersatu dalam doa untuk bertemu dengan Allah. Kamu mengerti ?

Mengerti Ibu, jawab umat.

Terima kasih. Lakukan, itu indah bagi kamu untuk bertemu dengan Allahmu di surga. Terimakasih anak-anakKU.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Baiklah. Sampai bertemu lagi. Dimana kamu berkumpul pasti kuasa Allah hadir dan Aku Ibumu hadir, Allah mengantarkan itu kepadamu. Dan salamKu untuk Agnes. Anak ini yang sungguh-sungguh bekerja melayani dan memberikan hidupnya untuk anak-anakKu semua yang dilayaninya. SalamKu untuk dia supaya dia dikuatkan didalam perjalanannya. Terimakasih.

Terima kasih Ibu, jawab umat.

Terima kasih. Selamat sore.

Selamat sore Ibu, jawab umat.

Terima kasih. Sampai bertemu kembali.