Kuasa Firman dan Roh (2/3)

[b][u]KUASA ROH

Pada bulan oktober 1968 Cark dan Jesse William pergi ke San Bernardino guna mendengar seorang penginjil kesembuhan bernama Paul Cain. Pada malam terakhir pertemuan, Jesse berdiri dan bertanya kepada Paul apakah ia bersedia berdoa untuk Jan, yang terkurung di SEBUAH rumah sakit jiwa, Paul sepakat dan berdoa buat Jean. Usai pertemuan Paul bertanya pada kel Williams di mana anak perempuan mereka di rawat. Mereka katakan pada Paul rumah sakit itu di suatu tempat di wilayah San Diego,
Tetapi mereka tidak tahu nama atau lokasinya dengan pasti, Karena John, suami Jean, tidak mau memberitahu orangtua Jean tempat ia dirawat.

Meski hubunangan dengan orangtua Jean sangat tegang, John tidak melakukan ini karena kebodohan tetapi lebih karena putus asa. Hampir setiap usaha oleh orang-orang Kristen untuk melayani Jean bukan membantu tetapi memperburuk kondisinya. Setiap doa untuk kesembuhannya telah memberikan harapan dan kekecewaan. Akhirnya, pihak rumah sakit dan John sepakat bahwa Jean akan lebih baik jika ia secara total diasingkan.

John telah memutuskan semua kontak antara Jean dan dunia luar, kecuali dengan dirinya sendiri. Paul sampaikan kepada kel Williams bahwa ia akan terus berdoa untuk anak perempuan mereka.

Paul keluar dari pertemuan pada tengah malam dan pergi ke mobilnya. Setelah 2 minggu pertemuan ia sangat lelah. Di samping semua itu, ia mengalami suatu infeksi sinus serius. [i] Paul berpikir ironis bahwa Tuhan telah memakai dia untuk menyembuhkan banyak orang lebih dari 2 minggu terakhir sementara dia sendiri tetap sakit. Ia memasukkan kunci kontak, tetapi sebelum ia menghidupkan mesin mobil, ia berdoa sekali lagi buat Jean Raborg.

Ketika ia mulai berdoa, ia mulai merasakan belas kasih Yesus bagi Jean. Apa yang berawal sebuah doa sederhana menjadi suatu curahan kata2 dan emosi2 ketika ia memohon kepada Tuhan supaya melepaskan Jean dari sakit jiwa/mental. Ia menangis ketika ia merasakan hati Kristus baginya. Ketika ia sedang menangis, ia menatap ke langit dan langit malam itu berubah menjadi sebuah layar tv raksasa. Di layar itu, Paul melihat Jean di rumah sakit psikiatri, dan ia melihat hal2 tentang kehidupannya sebelum ia masuk ke rumah sakit itu. Kemudian Allah berbicara. Tidak jelas terdengar, tetapi sebenarnya tidak perlu lebih jelas lagi seandainya suara itu sudah jelas terdengar…

Kalimat2 berikut muncul di benak Paul, [b] Jika engkau mau pergi ke San Diego dan berdoa untuk wanita ini, ia akan segera sembuh bagi kemulian-KU dan AKU akan memakai kesaksian ini sampai akhir hidupnya guna memberikan pengharapan kepada kaum wanita.

Pagi berikutnya Paul pergi ke San Diego, ia merasakan dorongan melaju di jalur keluar tertentu di tol San Diego. Ia berjalan untuk menelpon di pos telpon terdekat [b]tanpa mengetahui bahwa Jean Raborg hanya berjarak 2 blok jauhnya di Mesa Vista Psychiatric Hospital.

Keluarga Williams sudah memberikan Paul nomor2 telepon rumah dan dari kantor John. Pertama Paul menghubungi kantor, tetapi tak ada yang menemukan John. Kemudian Paul menelpon rumah. Anak perempuan Jean, Jeanelle, yang kini berusia 12 thn, menjawab telepon. Paul meminta kepada Jeanelle supaya memberi dia nama rumah sakit tempat Jean berada. Jeanelle menjawab, “Saya mohon maaf, tuan, saya tak dapat memberi anda nama rumah sakit itu. Tak seorangpun diizinkan menengok ibu saya kecuali ayah saya”.

“Jeanelle”, kata Paul, “saya tidak ingin kamu tidak taat pada ayahmu, tetapi saya mau engkau tetap mengangkat telepon semenit lagi. Tahukah kamu, Tuhan mengutus saya ke sini untuk menolong ibumu. Saya akan berdoa sekarang, tetapi angkat telepon. Saya percaya Tuhan akan menolong saya menemukan ibumu” Paul berdoa, dan dalam waktu sekejap ia kembali melihat layar tv raksasa. Kali ini ia melihat sebuah Koran San Diego dengan sebuah kepala berita yang tertulis, “Mesa Vista”

“Jeanelle, Saya percaya Tuhan telah memperlihatkan kepada saya bahwa ibumu di Mesa Vista, Saya perlu engkau supaya meyakinkan hal ini untuk saya, Apakah kata-kata ini ada artinya bagimu ?”

“Ya, tuan. Ya. The Mesa Vista Psychiatric Hospital”

“Terima kasih, Jeanelle. Saya tahu ini adalah suatu jalan panjang dan melelahkan bagi kamu dan keluargamu. Kamu harus tetap tegar sementara ibumu sakit. Saya ingin engkau tahu bahwa Allah akan menyembuhkan ibumu, dan ia akan pulang dalam waktu 3 hari lagi. Dan seketika dia pulang nanti, ia akan pulih kesehatannya dan penuh sukacita, Permisi”.

Jeanelle meletakkan telepon, sudah berapa kali ia mendengar banyak orang berjanji bahwa ibunya akan sembuh dan setiap kali janji-janji itu kosong? Tetapi, kali ini lain. Ada sesuatu yang berbeda pada suara orang itu… dan bagaimana ia telah mendapatkan nama Mesa Vista?

Paul berjalan memasuki ruang lobi yang hangat di MVP Hospital dan menemui resepsionis.
“ Halo, nama saya Paul Cain, saya pendeta dan saya di sini untuk bertemu Jean Raborg.” Resepsionis menoleh ke nomor kamar Jean. Di sebelah nama Jean ada tulisan” tidak boleh masuk kecuali suami” Tetapi bukannya ia melarang Paul bertemu Jean, ia langsung mengantar dia menuju ruang kantor perawat dan menanyakan Jean . Ia sedang menjalani terapi kerja. Bagi Jean “terapi kerja “ berarti bahwa ia melipat tumpukan surat2 dan mengisi amplop2. inilah satu2nya pekerjaan dari mereka yang ia dapat lakukan. Selama sisa waktu sehari-hari ia hanya melamun dalam suatu keadaan tak sadar akibat obat penenang.

Jean mendengar suaranya di panggil lewat pengeras suara dan tertatih-tatih menuju ruang kantor perawat. Ketika ia kembali ke sudut ruangan, ia melihat Paul berdiri kira2 15 mtr jauhnya ruang kantor perawat. Ya Tuhan, pikirnya, siapakah dia? Ia tampak seperti seorang malaikat. Saya melihat kemulian anda datang dari DIA. Oh, saya sangat berharap seseorang seperti dia datang mengunjungi saya.

“Jean, Orang ini disini untuk bertemu anda”, tutur perawat itu. Kedua orang itu berjalan menuju kamarnya dan duduk. “Jean, nama saya Paul Cain. Anda tidak tidak mengenal saya, tetapi saya tahu anda. Apa yang akan saya katakan kepada anda sekarang sulit untuk anda mengerti. Yesus telah mengutus saya kesini sebab Ia mengasihi anda dan karena Ia akan menyembuhkan anda. Saya akan berdoa untuk anda sekarang, dan Ia akan menyembuhkan anda dan anda akan pulang dalam waktu tiga hari”.

Sebelum Paul masuk kerumah sakit, ia telah melihat kondisi Jean akibat pengaruh obat dan memohon kepada Tuhan supaya memberi dia suatu fikiran jernih sementara ia berbicara kepadanya. Kini, ketika Paul berkata kepada Jean bahwa ia akan sembuh, ia merasa ada sesuatu berbeda tentang janji ini.

" Sebelum saya berdoa untuk anda, saya ingin menyampaikan kepada anda beberapa hal yang akan membantu anda mengerti bahwa Allah sesungguhnya telah mengutus saya untuk anda. Saya hanya dapat tinggal beberapa menit, dan kemudian saya harus berangkat ke Dallas." Hal pertama Yesus perintahkan kepada untuk disampaikan kepada anda adalah bahwa anda belum pernah melalukan dosa tak terampuni, dan Ia tahu bahwa anda mengasihi Ia dengan segenap hati anda".

Jean berfikir ia ingin menangis “Oh, saya mengasihi Dia, saya mengasihi Dia - saya mengasihi Yesus dengan sepenuh hati!” ia berseru, “Tuhan katakan kepada saya supaya mengingatkan anda tentang sesuatu yang terjadi ketika anda berusia empat belas tahun, Jean. Anda ketika itu mengikuti sebuah camp musim panas di Oregon, dan usai suatu kebaktian malam didekat api unggun anda meminta Tuhan Yesus supaya masuk kedalam hati anda, dan anda meminta Dia menjadikan anda seorang misionaris”, “Benar, tuan! benar tuan! tetapi bagaimana anda dapat tahu itu semua?”,“Saya tidak tahu itu, Jean. Tuhan menunjukkan itu kepada saya, dan Ia berkata, Ia akan menjadikan anda seorang misionaris, tetapi bukan dengan cara yang anda fikirkan”.

Paul mendadak berhenti berbicara. Ia memejamkan matanya sebentar dan kemudian berkata, “Jean, saya sedang melihat sesuatu penglihatkan sekarang. Saya melihat seorang pria berdiri memakai seragam penerbangan, dan ia seorang pilot. Ia seorang teman anda, seorang tetangga anda. Nama istinya Pat, siapakah namanya?”, “Namanya Allan Lindemann. Ia seorang kapten penerbangan PSA di San Diego. Ia tinggal bersebrangan dengan kami didekat kampus University City”,Paul berkata, “Anda juga punya seorang tetangga bernama Marion?”,“Iya”,“Pada waktu yang akan datang anda menyampaikan kepada Pat dan Marion apa yang sudah Tuhan perbuat bagi anda, dan hal itu akan mengubah hidup mereka, sekarang ijinkan saya berdoa untuk anda”.

KetikaPaul berdoa untuk Jean, ia merasa seolah-olah suatu bantal panas raksasa diletakkan diatas perutnya, kemudian ia merasa seperti ada minyak panas dicurahkan keatasnya dan masuk kedalam setiap otot tubuhnya. Pada saat yang sama, ia merasa beban pada dirinya terangkat. Seolah-olah Tuhan membuka suatu kran suka cita didalam dirinya. “Saya sembuh!” ia berseru.

“Tidak, belum, belum sekarang”, kata Paul. “Apabila saya meninggalkan tempat ini, penyakit gila itu akan mencoba untuk kembali. Allah akan memberikan ayat Alkitab didalam hati anda ketika saya keluar dari pintu ini. Ayat Alkitab itu akan memateraikan kesembuhan anda. Apabila suara jahat itu kembali datang kepada anda, jangan dengar itu. Tetapi katakan, [b]“Ada tertulis” dan kemudian kutip ayat Alkitab yang Tuhan tanamkan didalam hati anda apabila saya pergi. Kutip ayat Alkitab itu. Roh dan Firman akan menyembuhkan anda dan akan menjaga kesembuhan anda, Jean. Anda akan pulang dalam waktu tiga hari, dan anda akan penuh dengan suka cita. Selamat tinggal”.