Kristen dan Posmo

ومالاسسآ يل-يماج’موكا+
Assalamu li-jami’akum,
(Salam Sejahtera beserta Roh Kita)

Sebelum Kita memulai topik ini, dengan rendah hati, mengundang Kita semua yang tertarik untuk memberikan perspektif Pribadi lepas Pribadi, guna alur topik dapat dimulai dan kemudian melangkah secara Objektif.

Mari melihat Judul dan Silahkan berikan perspektif Anda sebagai pengantar topik yang ‘kan Kita gumuli bersama.

+KRISTUS ALLAH BERKATI.

Saya baca artikel dibawah ini sebagian saya terjemahkan semampu saya dan saya simpulkan bahwa Posmo itu filsafat yang percaya bahwa pengetahuan yang sekarang ini belum sempurna. Tentu dalam hal ilmu pengetahuan bukan dalam hal kepercayaan atau iman Kristen.

Pengetahuan yang sekarang ini hasil dari observasi dan didasari jaringan ilmu pengetahuan yang belum sempurna sehingga hasilnya tidak sempurna juga/perkiraan atau dugaan saja.

Saya pribadi berpendapat tidak semua ilmu pengetahuan itu belum pasti.
Misal air kalau didinginkan pada 0 derajat celcius pada tekanan satu atmosfir akan membaku. Saya rasa ini pasti terjadi dimana2. Untuk mengetahu segala realita memang belum tuntas. Misal menjelaskan roh itu terdiri dari zat apa, berapa berat roh dll. Kenapa kok orang bisa disantet. Ini perlu iman dan memang tidak dijangkau pengetahuan/ilmiah.

Saya lebih cenderung membedakan antara pengetahuan dalam arti ilmiah dan pengetahuan tentang Iman Kristen. Karena ilmiah hasil sense/indra. tapi iman kadang2 diluar kemampuan kita untuk memikirkan, misal Tuhan membangkitkan lazarus.

Alkitab memang mengatakan pengetahuan kita belum sempurna. Namun bahwa KRISTUS satu2nya juru selamat itu sudah merupakan pengetahuan sempurna.

Ada kesamaan model posmo dan ajaran alkitab tapi juga harus jeli jangan sampai menganggap YESUS satu2nya juru selamat masih perkiraan dan masih perlu disempurnakan.

Jadi bolehlah

Postmodern Definition
Postmodernism is the belief that:

(1) Most theoretical concepts are defined by their role in the conjectured theoretical network. (A subset are ‘operationally’ defined by a fairly direct tie to observations.)

  1. konsep theory didifinisikan oleh perannya dalam dugaan jaringan theory / difinisi adalah hasil obserfasi.

(2) The theoretical network is incomplete.

2 Jaringan teoritis itu tidak lengkap.

(3) It follows that theoretical concepts are ‘open’, or what logicians call ‘partially interpreted’. Research continues precisely because they are open; the research task is to ‘close’ them, although never completely.

  1. Ini berarti bahwa konsep teoritis itu masih terbuka. yang oleh ahli logika disebut penafsiran sebagian. Penelitian berkelanjutan karena masih terbuka. Tugas penelitian adalah untuk menutupnya walaupun tidak akan lengkap.http://psycprints.ecs.soton.ac.uk/archive/00000088/

Ernst Mach (a logical positivist) explains the scientific foundations of postmodern thought very well.

Ernst Mach (seorang penganut logika positif) menjelaskan fondasi ilmiah dari cara berpikir postmodern edngan bagus.

A piece of knowledge is never false or true - but only more or less biologically and evolutionary useful. All

dogmatic creeds are approximations: these approximations form a humus from which better approximations grow. …
We know only one source which directly reveals scientific facts - our senses. (Ernst Mach)

Sebuah pengetahuan tidak pernah salah atau benar. tapi hanya lebih kurang dan berguna dalam ilmu biologi dan bagi evolusionaris.
Semua dogma iman adalah perkiraan; perkiraan2 ini membentuk humus dari mana perkiraan pertumbuhan lebih baik…
Kita tahu hanya satu sumber yang secara langsung mengemukakan fakta ilmiah. indra kita. (Ernst Mach)

So while scientists realise that ultimately all knowledge of reality comes from our senses, the problem is that our senses are incomplete and deceptive representations of the mind. And given several thousand years of failure to work out what reality was, it is natural that science came to believe that true knowledge of reality was impossible. As Richard P. Feynman wrote;

The more you see how strangely Nature behaves, the harder it is to make a model that explains how even the simplest phenomena actually work. So theoretical physics has given up on that. (Richard Feynman, 1985)

Jadi ketika ilmuwan memahami bahwa pengetahuan atas realita datang dari pikiran kita, masalahnya adalah bahwa indra kita tidak sempurna/tidak lengkap. dan memperdaya pikiran dan masih ribuan tahun untuk mencapai pada pengetahuan tentang apa itu realita. Adalah wajar kalau ilmu pengetahuan akhirnya percaya bahwa pengahuan tentang realitas adalah tidak mungkin.
Richard P. Feynman menulis: Lebih aneh kelakuan alami, lebih sulit untuk membuat model penjelasannya bahkan bagaimana phenomena yang sederhana bekerja. Jadi secara teoritis, ilmu alam putus asa untuk masalah ini.

The solution is simple though. Just get rid of the ‘discrete particle and continuous field’ conception of matter in ‘space-time’ and replace it with the wave structure of matter in space. See the Physics essays listed on the side of the page - the solutions are very obvious once known!

Terima Kasih Saudara Jackson. Sedikit masukan, bisa tolong dirapihkan pos Anda tersebut. Misalnya, kutipan asingnya di-italik-kan; kapital pada huruf pembuka titik, dsb. Agar topik ini terlihat baik dan mudah dicerna bagi Rekan-Rekan yang awam yang membaca.

Mari siapa lagi yang ingin memberikan perspektifnya? Silahkan.

Silahkan Rekan-Rekan yang memiliki perspektif mengenai Topik ini; dibagi, jangan disimpen aja. Masak cuma Bung Jackson yang terdepan dalam hal ini? atau jangan-jangan Rekan-Rekan di Forum Terkasih ini belum sampe pada titik ini??? Padahal Kita segera menginjak Zaman Posmo lho. Forum ini bahkan adalah hasil karya Posmodernisme lho! Apa Kita hanya bisa terus menerima saja, tanpa memiliki SIKAP KRITIS…

Silahkan.

Kristen harus mengoptimalkan hasil karya dari Postmodernisme ini, (Saya rasa ini sudah dimulai, walaupun belom optimal) seperti Menginjil lewat web.

Para Jemaat membawa Ipad,Bukan lagi Kidung Jemaat/Puji Syukur…

Mungkin Juga , nantinya masuk Gereja cukup Online dirumah pake Skype/Teleconference he he … :slight_smile:

Kristen dan posmo bagaikan air dan minyak. Jika Kristen posmo, ibarat mengawinkan anjing dengan kucing, sama sama berkaki empat, sama sama berekor, sama sama bergigi tapi hanya di dalam pertunjukan David Coperfield saja mereka bisa “disatukan”.

Barangkali pula jika Teologi kristen arus utama berkawin campur dengan filsafat posmo maka sebutannya adalah Nietsze-calvinisme atau Calvin-Niestszeisme. Buat lucu lucuan sih boleh tapi serius ? Kayaknya tidak deh

Kol 2:8

Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus

Apa Allah tidak sanggup langsung menciptakan robot?

Kalau dalam hal ini dikatakan tidak bisa, lebih baik jauhin komunitas begini.