kontradiksi : Tuhan belum mencukupi kebutuhan dasar manusia (Adam)

Kebutuhan dasar manusia : pangan, sandang, papan,All-qtab berkata @
Kej02 16.0 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Kej02 17.0 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Kebutuhan pertama dipenuhi, walaupun dengan batasan, bahkan makanan yang seharusnya menjaga tetap hidup malah menghilangkan kehidupan (kalau dilanggar, padahal pohon pintar itu diciptakan setelah Adam diciptakan, asumsi saya: bila sesuatu diciptakan sesudah yang pertama, berarti berikutnya itu demi kepentingan yang pertama, tapi ternyata tidak!)
Lalu ada 1 pohon lagi yang tidak boleh dimakan, tapi ini memang betul, karena dijaga (satpam?), tapi ini justru menimbulkan pertanyaan: kenapa pohon pintar tidak dijaga, kalau itu terjadi, tentu Hawa telah disambar pedang yang berlampu, tapi yang paling mudah: jangan menciptakan kalau tidak boleh digunakan:
Kej03 24.0 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Kej02 09.0 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
padahal Adam sendiri adalah tukang kebun
Kej02 15.0 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

kebutuhan ke-2: sandang (di attachment) Kej03 07.0 & Kej03 21.0
Jadi Tuhan membiarkan mereka jatuh ke dalam dosa dahulu, kedinginan, malu, baru kemudian dibuatkan baju dari kulit binatang (binatangnya jadi kedinginan atau mati), lalu mengenakannya kepada mereka (betapa baiknya Engkau Tuhan, melayani mereka yang telah berdosa dan tidak bisa melihat muka Tuhan, tapi Tuhan bisa mengenakan pakaian tanpa mereka bisa melihat!)

Kebutuhan ke-3 : papan : bikin sendiri
Mungkin waktu itu belum ada papan, jadi belum diberikan, bahkan mbah Adam di-phk jadi tk kebun dan diusir dari Eden park! (salahnya mereka melanggar perintahNya, biar tahu rasa! toh mereka sudah pintar sekarang, nanti mereka makan buah alhayat dan hidup abadi seperti Tuhan, tapi setelah makanpun Adam hidup abadi (ber-abad-abad) sampai 930 th! kalau jaman sekarang itu sudah +/- 37 keturunan!
Kej03 22.0 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah 1 dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”


Boleh di share, kira kira apa yang ingin anda sampaikan Oom ?

Wah Brus, tadi sudah OM reply tapi gagal karena attachment-nya ditolak karena formatnya bmp, sekarang ini nyoba lagi, kalau berhasil nulis lagi, tapi agak malas mengulangi, tapi akan saya tulis point terakhir saja:
Point saya adalah menempatkan diri sebagai orang awam yang menemukan all-qTab tanpa tahu sebelumnya bahwa itu adalah firman Allah, kemudian membacanya dengan penalaran, terutama hukum sebab-akibat, kronologis, lalu menemukan ayat lain yang bertentangan, lalu menyajikan ke-2-nya atau ke-3-nya ke forum, terserah kalian menanggapinya.


TIDAK SEMUA ISI ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH DAN TIDAK SEMUA FIRMAN ALLAH TERTULIS DALAM ALKITAB

Tuhan Yesus memberkati
Han

Kalimat anda
Jadi Tuhan membiarkan mereka jatuh ke dalam dosa dahulu

TUHAN tidak pernah ingin manusia jatuh dalam dosa, jadi pernyataan anda bahwa ada unsur pembiaran dari TUHAN buat saya tafsiran yang keliru. Sebab saya yakin sebagaimana ALKITAB sendiri menuliskan: KEJADIAN 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik jadi segala yang dijadikan oleh TUHAN amat baik.

Apa yang anda ulas soal sandang pangan, itu bentuk pikiran yang muncul setelah dosa! Sebelum manusia jatuh dalam dosa tidak pernah manusia membutuhkan itu karena semua telah disediakan bagi manusia oleg alam. Dalam kekudusan manusia tidak lagi memerlukan ha-hal diatas sebab semuanya disedikan bagi manusia. Namun setelah dosa berkuasa atas manusia, untuk mendapatkan sandang pangan dan papan manusia sekarang haruslah bekerja.

Ketika YESUS datang kedunia dia telah berfirman:
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Matius 6:25

Dan tentang kekuatiran akan hal=hal duniawi seperti diatas YESUS berpesan, kekuatiran akan barang2 dunia itulah yang dikejar oleh mereka yang terikat oleh dunia:

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu
. Matius 6:32

Dan yang lebih penting dari itu semua bagi YESUS adalah:

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Matius 6:33

Jadi yang harus didahulukan dari semuanya adalah KERAJAAN ALLAH!!

itu kan asumsi anda…
pohon pengetahuan itu berbicara ttg otoritas ALLAH
semua wewenang ALLAH atas taman firdaus diberikan pada ADAM kecuali atas pohon itu
jadi kalau ADAM melanggar perintah ALLAH bukan karena kebutuhan tapi karena ADAM sudah tdk mau mengakui otoritas ALLAH lagi (memberontak)

“mengetahui ttg yg baik dan yg jahat” itu berarti manusia sudah bisa MEMILIH untuk BERDOSA (tdk taat)
kalo sebelumnya KEHENDAK MANUSIA dikuasai Roh Kudus shg manusia tidak tertarik dan tdk bisa utk berbuat dosa, skrg manusia bisa memilih utk berdosa sesuai keinginannya

kok tidak dijaga?? ya karena ALLAH ingin ADAM taat bukan karena keterpaksaan tapi karena ADAM mengasihi ALLAH sehingga mentaati segala perintahNYA

ini hanya lah renungan saya aja. dalam taman Eden ada 2 pohon yaitu pohon kehidupan dan pohon pengetahun, yang dilarang adalah memakan buah dari pohon pengetahuan… Nah pertanyaan nya kenapa Adam dan Hawa tidak makan buah dari pohon kehidupan?( mgkn pertanyaan ini baru bisa dijawab diakhir zaman kalau kita bertemu dengan Adam dan Hawa)

Jika saja Adam dan Hawa makan buah dari pohon kehidupan tentulah manusia hidup kekal sama seperti malaikat disurga dan pada saat itu TUHAN akan menyuruh malaikat Nya menjaga pohon pengetahuan sebab Allah tidak mau manusia jatuh dalam dosa dan terlebih lagi menjadi seperti Allah.

Menurut pemahaman saya sebetulnya awal mula penciptaan Allah ingin membuat suatu kerajaan di bumi yang sama seperti diSurga dengan raja Nya TUHAN Yesus tetapi untuk mengetahui apakah manusia layak atau tidak maka dibuat lah sebuah test dengan memerintahkan dilarang memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. tetapi seperti kita ketahui Adam dan Hawa tergoda dan jatuh karena ketidak taatannya.

Nah Kerajaan di bumi yang seperti di Surga harus tertunda. Allah kirimkan TUHAN Yesus sebagai juruselamat dan mereka yang hidup percaya dan taat Kepada Nya akan mendapat bagian dalam kerajaan-Nya. Kapan kah itu? Nanti saat AKhir Zaman.

Kesimpulan akhir makan lah buah dari pohon kehidupan yaitu cari lah kehendak TUHAN dan kebenaran Nya, daripada buah pengetahuan yaitu dengan merenungkan kitab suci tanpa bimbingan Roh Kudus dan akhir nya malah bingung sendiri.

Menurut perenungan dan hasil analisa saya bahwa kisah Adam di kitab Kejadian itu bersifat kiasan (alegoris) artinya TUHAN mengajarkan kepada manusia tentang hikmat yang terkadung dari kisah itu yang berupa kiasan-kiasan.

DALAM BIBLE DITERANGKAN BAHWA PENCIPTAAN MANUSIA DILAKUKAN SETELAH SELESAINYA ALLAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI PADA HARI KE TUJUH

Kejadian :
2:1 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, –
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–
2:7 ketika itulah TUHAN Allah MEMBENTUK MANUSIA itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

INGAT BAHWA BUMI (setelah bumi telah basah dan terdapat berbagai tumbuh2an) TELAH SELESAI DICIPTAKAN, BARU SELANJUTNYA ALLAH MEMBUAT SEBUAH TAMAN. DIMANA LETAK TAMAN ITU ? DI SEBELAH TIMUR EDEN ( Then GOD planted a garden in Eden, in the east). Dalam kisah di Kejadian 1 tidak menjelaskan dimana letan EDEN itu berada.

2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur(nya); disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon DARI BUMI, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat

Kemudian ALLAH menempatkan manusia (Adam) yang telah diciptakanNya (di Bumi dimana asal manusia tercipta) DITAMAN itu.
Berbagai pohon ditumbuhkan oleh ALLAH yang DIAMBIL dari bumi dalam taman tsb. Ada DUA POHON yakni POHON KEHIDUPAN & POHON PENGETAHUAN (yg baik & yg tdk baik).

Selanjutnya ALLAH membuat PERINTAH atau ATURAN (HUKUM) kepada Adam sbb. : “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang tidak baik itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”(Kej.2:16-17)

Itulah HUKUM ALLAH yang mula-mula yang diberlakukan kepada MANUSIA. Dengan demikian Adam pada saat itu sudah mengetahui HUKUM ALLAH = MANA YANG BAIK/BOLEH DAN MANA YANG TIDAK BAIK/DILARANG. Dan apabila dilanggar sangsinya adalah PADA HARI ITU (SAAT ITU) ADAM MATI.

Kemudian dijelaskan bahwa dari sekian binatang yang diciptakan ALLAH, dipilihnya ULAR (sebagai personifikasi IBLIS) yang paling licik untuk membujuk perempuan (Hawa) :

Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”(BIS Kej.3:1)
Perempuan (Hawa) menjawab bahwa buah dari pohon yang ADA DITENGAH-TENGAH TAMAN (pohon KEHIDUPAN & pohon PENGETAHUAN) itu yang dilarang TUHAN untuk dimakan buahnya dan dijelaskan sangsinya kalau itu dilanggar (Baca Kejadian 3:2-3). Pernyataan Hawa itu mengutip firman Allah yang pernah disampaikan kepadanya. (Kej.2:17).

Ular (IBLIS) dengan gigihnya membujuk mereka dengan mengatakan : "“Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik (boleh) dan yang tidak baik (yg dilarang).”(Kej.3:4-5)

Ternyata perempuan (Hawa) itu terpengaruh dan tertarik hatinya untuk makan buah pohon itu dan selanjutnya diberikan kepada Adam dan Adam pun memakannya (Kej.3:6)–>Inilah PELANGGARAN HUKUM ALLAH oleh mereka PERTAMA, dengan demikian mereka LEBIH MENTAATI IBLIS DIBANDINGKAN PERINTAH (HUKUM ALLAH), itulah hakekat “MATI” sebagai sangsi yang diterima, sebagaimana ALLAH menegaskan dikitab ULANGAN 8:19 : “Jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu PASTI MATI”. Orang yang melupakan ALLAH dan lebih mentaati ILAH lain, hakekatnya orang itu MATI SEBELUM KEMATIANNYA alias SEPERTI ZOMBI (MAYAT HIDUP).

Ternyata Adam & Hawa masih punya kesadaran dan ITU DIGAMBARKAN MATA MEREKA TERBUKA (bukan berarti sebelumnya matanya merem) DAN TAHU DIRI MEREKA TELANJANG (gambaran rasa malu)- Kej.3:7- SERTA MERTA MEREKA BERSEMBUNYI DARI HADAPAN ALLAH (Kej.3:8), ini sebuah penggambaran dari RASA TAKUT kepada ALLAH atas pelanggaran yang telah dilakukan, sebagaimana dikatakan mereka : “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”(Kej.3:10)

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang TAKUT AKAN DIA,sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya DOSA PELANGGARAN kita.(Mazmur 103:8-11)

BENAR, ALLAH telah mengampuni DOSA kesalahan mereka, hal ini digambarkan : ALLAH membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka (Kej.3:21)

Dan selanjutnya ALLAH mengembalikan mereka kepada kondisi SEBELUM mereka melanggar PERINTAH (HUKUM ALLAH), dengan firmanNya : “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti-KU, yakni tahu tentang yang baik (boleh) dan yang tidak baik (dilarang); maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, agar ia HIDUP KEKAL (lihat makna HIDUP KEKAL -Yoh.17:3).”(Kej.3:22)

Disini dapat dipahami bahwa ALLAH telah mengembalikan mereka TELAH KEMBALI MENGETAHUI (MEMAHAMI) HUKUM (ATURAN) ALLAH MANA YANG BAIK (boleh) DAN MANA YANG TIDAK BAIK (dilarang). UNTUK ITU ALLAH BERHARAP DENGAN SANGAT AGAR MANUSIA JANGAN SAMPAI MENGULANGI MELAKUKAN PELANGGARAN ATAS HUKUM ALLAH (digambarkan jangan sampai mengulangi makan buah pohon kehidupan yg tumbuh ditengah-tengah taman) AGAR (sehingga) MANUSIA HIDUP KEKAL (tetap dalam ketaatan kepada ALLAH dan hukumNya)

Kembali kekisah sebelumnya bahwa atas laporan Hawa bahwa yang menjadi penyebab mereka melanggar HUKUM ALLAH adalah ULAR (IBLIS) dan laporan itu diterima oleh ALLAH, maka saat itu pula ALLAH menetapkan KUTUKAN kepada iblis (Kej.3:13-14) dan selanjutnya ALLAH menajdikan iblis itu MUSUH MANUSIA dan SELURUH KETURUNANNYA. Permusuhan manusia kepada iblis digambarkan dengan upaya meremukkan kepala iblis (ini sebagai gambaran bahwa manusia yg beriman akan selalu menjauhkan pengaruh bujukan iblis -Kej.3:15), sedangkan iblis akan selalu menghalangi setiap langkah manusia menuju kepada IMAN, KEBENARAN dan KETAATAN kepada ALLAH (meremukkan tumit manusia). Iblis yang ditetapkan menjadi musuh manusia dan akan selalu menjerumuskan manusia kepada kesesatan INILAH YANG SETERUSNYA JADI PESAN ALLAH YANG HARUS DIINGAT OLEH SETIAP MANUSIA.

Selanjutnya ALLAH berfirman (BERKEHENDAK) kepada PEREMPUAN : “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”(Kej.3:16)
Dan kepada SETIAP LELAKI ALLAH berfirman (BERKEHENDAK) : “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”(Kej.3:19)

Selanjutnya ALLAH memerintahkan mereka (Adam & Hawa) UNTUK PINDAH (diusir) dari EDEN ke DIMANA ASAL MEREKA DICIPTAKAN dengan TUJUAN UNTUK MENGUSAHAKAN TANAH (BUMI) . (Kej.3:23). Ini PENUGASAN ALLAH kepada manusia untuk hidup di bumi, sebagaimana juga ALLAH pernah berencana didalam penciptaan manusia untuk menguasai bumi (Kej.1:26)

Kemudian untuk agar manusia tetap dalam KETAATAN kepada ALLAH (tidak makan buah pohon kehidupan) maka ditempatkanNya para malaikat (Kerub dengan membawa pedang yg menyala-nyala)–> ini gambaran pengingat agar manusia selalu taat kepada Allah).(Kej.3:24)

Demikian perenungan saya secara pribadi dan saya sadar itu keluar dari meanstream kekristenan…

@gelang

Lantas mengapa Tuhan membiarkan manusia jatuh dalam dosa? Kira kira apa hasil dari perenungan anda bro?

Sebenarnya Tuhan tidak membiarkan manusia melakukan dosa (melanggar hukumNya), atas ulahnya iblis-lah manusia jatuh berbuat dosa (melanggar perintah Tuhan) dan manusia sendiri telah melupakan perintah Tuhan. Sebenarnya Tuhan yang bersifat Kasih kepada manusia itu sudah membarikan hkumNya (perintahNya), itu yang dilupakan manusia (Adam & Hawa). Tuhan berfirman : “Jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu PASTI MATI”.(Ulangan 8:19)

Demikian menurut perenungan saya…

Betul atas bujukan iblis manusia jatuh dalam dosa, tetapi kan yang saya tanyakan mengapa Tuhan membiarkan manusia jatuh dalam dosa? Jika ada iblis bisa masuk taman dengan menyamar sebagai ular, mengapa tidak ada malaikat yang menjaga taman?

Hal yang lain, sedikit mundur ke belakang. Manusia jatuh ke dalam dosa atas bujukan iblis. Lantas bagaimana si iblis jatuh dalam dosa (keinginan jahat, pembangkangan terhadap Allah)? Siapa yang membujuk malaikat jatuh itu? Bukankah apa yang diciptakan Tuhan adalah sempurna pada awalnya?

Syalom

Tadi sudah saya katakan bahwa Tuhan tidak mebiarkan manusia melakukan dosa melanggar perimtahNya, sebab Tuhan yang Kasih itu sudah memberikan warning (dalam hukumNya).
Tentang iblis punya sifat licik itu kan sudah dikehendaki (dijadikan) Tuhan ( baca Kej.3:1)

Maka ngga salah dong kalau di post saya sebelumnya, saya katakan bahwa Tuhan membiarkan (tidak melakukan tindakan untuk mencegah) manusia jatuh dalam dosa?

Bro, setahu saya, Tuhan tidak menciptakan iblis (yang punya sifat licik), tetapi Tuhan menciptakan malaikat (yang kemudian jatuh). Tetapi, ok, jika anda anggap Tuhan memang menciptakan iblis yang licik. Maka pertanyaannya menjadi : Apakah mungkin Tuhan yang Maha Baik menciptakan sesuatu yang tidak baik (licik) ?

Syalom

Maaf itu pendapat bro, tapi menurut saya bahwa Tuhan dengan kasihNya sudah memberikan warningNya melalui hukumNya (Kej.2:16-17). Pencegahan Tuhan agar manusia tidak berbuat dosa adalah dengan mematuhi hukum-kukumNya.

Saya hanya merujuk kepada Kejadian 3:1 (Kitab Kejadian adalah yg awal dari Alkitab). maaf saya tidak berani menentang firman Tuhan itu.

Ok, jika anda anggap bahwa manusia jatuh bukan karena dibiarkan oleh Tuhan.

Bagaimana dengan iblis, bro? Mengapa iblis jatuh ke dalam pembangkangan, teap berpegang pada pendapat anda bahwa Tuhan menciptakan iblis yang licik?

Syalom

bukannya kah dari awal Allah sudah menetapkan untuk jangan memakan buah dari pohon itu, karena yang di ciptakan Allah itu manusia yang mempunyai Roh kedagingan yang tidak penurut, sehingga hawa bisa terbujuk oleh si iblis, setelah baca saya berpikir bahwa dari awal sebuah ujian sudah di tetapkan Allah untuk manusia agar Dia bisa tahu apakah manusia akan mengikuti semua perintah nya. tapi tidak masuk akal juga bila di dalam taman yang kudus itu ada seorang iblis, baca juga waktu lucifer di lempar ke bumi. mungkin ada kaitan nya.

Itu bukan anggapan saya tapi memang yang dijelaskan oleh Tuhan begitu, bahwa Tuhan telah memberikan warning berupa hukumNya (Kej.2:16-17).

Saya tidak melihat dikitab Kejadian 3:1 iblis punya sifat licik itu dari pembangkangan kepada Tuhan, tapi memang benar-benar dijadikan Tuhan begitu.

Saya kira kita fokus saja dikitab Kejadian sebagai permulaan kitab dalam Alkitab. maka kalau Kejadian pasal 3 ayat 1 telah menyatakan bahwa ular (personifikasi iblis) dijadikan Tuhan dengan sifat licik dan nyatanya iblis bisa masuk ketaman di Eden. Apa itu semua salah kisah yang tercatat dalam kitab Kejadian ? Tidak kan…

Oke bro, jadi menurut anda (sesuai Alkitab?) bahwa Tuhan Yang Maha Baik meniptakan Iblis yang Maha Licik ?

:slight_smile:

Baca Kejadian 3:1

BIS - Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”

Maaf saya tidak berani menetang firman Tuhan itu bro…