Kitab Wahyu by Yohanes

@simatupang123
Menurut anda posisi israel sebagai umat pilihan Allah saat ini sudah di gantikan oleh gereja atau tidak ?

Pertanyaan yang sangat luar biasa…

baiklah perkenankan kubagikan apa yang saya ketahui…
pertama tama kita perlu tahu mengapa Allah memilih Bangsa Israel sebagai satu umat di dunia ini… ?

Tuhan Allah memilih satu umat di bumi ini, bukanlah karena Tuhan Allah pilih kasih, dengan kata lain, Allah tidak lebih mengasihi Israel melebihi bangsa bangsa lain.
Tuhan mengasihi segala bangsa, Bangsa apapun dimuka bumi ini Tuhan Allah Kasihi. dan Tuhan Rindu menyelamatkan segala Bangsa…

Tuhan memilih Israel sebagai satu umat tujuannya yang utama adalah supaya Pengetahuan Akan Keselamatan sampai kepada bangsa bangsa melalui umat ini…
Mazmur 67:
67:2 (67-3) supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
67:3 (67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Bangsa Israel diberkati supaya bangsa ini sebagai satu umat dapat memberkati bangsa bangsa di muka bumi ini…

tapi berkat tersebut bersyarat:
menjadi Berkat dan Pembawa Berita Keselamatan hanya di peroleh dengan Syarat Penurutan kepada Hukum dan Firman Allah. Ulangan 28

singkat cerita bangsa ini memberontak kepada Tuhan, dan Tuhan memunahkan bangsa ini, tapi supaya Janji-Nya di genapi, Tuhan Allah dalam kemurahan-Nya menyisahkan Dua suku yaitu Kerajaan Yehuda sampai Mesias Lahir…
bangsa ini di dalam ketegar tengkukannya, tidak siap sedia ketika Yesus Kristus Raja segala Raja lahir di muka bumi ini, di Betlehem Tanah Yudea, yang mengetahui Yesus Kristus lahir hanyalah sekelompok Penggembala Domba dan orang orang Majusi…
merekalah yang bersiap menanti kedatangan Yesus yang pertama, sementara tua tua yahudi, bangsawan yahudi dan para ahlit taurat tidak tahu menahu tentang Lahir-Nya Juruselamat Dunia ini.

kita persingkat ceritanya, oleh karena penolakan bangsa ini kepada Mesias, Juruselamat Dunia, sejarah mencatat segala kutuk tersebut (Ulangan 28) menimpa bangsa Yahudi dan pada tahun 70 Israel sebagai satu bangsa di hapus dari peta dunia ini, bangsa ini berdiaspora ke seluruh dunia, tanpa tanah air… akibat pemberontakannya pada Tuhan.

kita lebih persingkat lagi…
Tongkat Estaphet Berkat bagi dunia ini oleh karena Penolakan bangsa Yahudi kepada Allah dan Firman-Nya membuat mereka ditolak dan tongkat estafet berkat tersebut dialihkan kepada orang orang Kristen mula mula… yaitu pengikut Tuhan Yesus Kristus dan Firman-Nya.

maka Kesimpulan…
[u][b]Tuhan tidak memandang bulu, Tuhan mengasihi Dunia ini, dan memilih satu umat yang dikhususkan untuk menerangi bumi, apabila umat yang dipilih-Nya tidak menunaikan tugasnya dengan sungguh sungguh, malahan meninggalkan Tuhan dan Firman-Nya maka Tuhan akan memilih yang lain untuk menyelesaikan Misi tersebut…

salam
TYM[/b][/u]

@simatupang

apakah itu artinya menurut anda posisi israel sebagai umat pilihan Allah saat ini sudah di gantikan oleh gereja?

pertanyaan yang dahsyat, luar biasa…

baiklah kucoba bagikan apa yang kuketahui…
dalam mempelajari Firman Tuhan, dan menganalisa peristiwa peristiwa yang Tuhan izinkan terjadi di alam semesta ini khususnya yang terjadi di muka bumi ini, Kita harus melihatnya dari sudut pandang “KARAKTER TUHAN”, kalau kita tidak melihat dari sudut pandang Karakter Tuhan, maka kita akan salah paham akan Tuhan, dan akibatnya kita menilai segala sesuatu dengan kesalahan pula.

apa itu Karakter Tuhan… ? Jawabnya ada dalam 1 Yohanes 4:8, “ALLAH ADALAH KASIH”
nah ketika mengetahui bahwa Karakter Allah adalah Kasih. maka pertanyaan apapun yang susah susah dalam Kehidupan ini, Insya Allah kita akan menemukan Jawaban-nya. walaupun tidak selalu terjawab dengan sempurna, hampir semua pertanyaan pertanyaan mengenai kehidupan ini dijawab dengan memuaskan…

baik… kembali ke pertanyaan sdr @rama noor…
apakah itu artinya menurut anda posisi israel sebagai umat pilihan Allah saat ini sudah di gantikan oleh gereja?

kita jawab dari sudut pandang Karakter Allah:
Allah adalah Kasih: Allah yang penuh Kasih itu, Berlimpah Kasih setia, dan Kasih sayang, lebih dari kasih sayang seorang Ibu kepada anak-nya yang bandel, adalah Kasihnya Tuhan kepada umat-Nya…

sejauh yang saya pelajari di dalam Firman Tuhan yaitu Alkitab yang terdiri dari PL dan PB 66 Kitab, sebenarnya tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni Tuhan. dosa sebejat apapun Tuhan bisa ampuni. hanya ada satu dosa yang tidak bisa diampuni Tuhan yaitu Dosa menghujat ROH KUDUS… Matius 12:31

apakah Dosa menghujat ROH KUDUS… ? Dosa menghujat ROH KUDUS adalah dosa Bebal. Keras Kepala dan tidak mau bertobat… dosa menghujat ROH KUDUS bukanlah dosa menghujat ROH KUDUS dengan kata kata yang kasar. tapi dosa kepada ROH KUDUS adalah, Dosa yang mengeraskan hati, mengetahui kebenaran tapi tidak mau bertobat.
sederhananya Dosa menghujat ROH KUDUS adalah Dosa yang tidak mau minta ampun dan bertobat. hanya dosa inilah yang tidak bisa diampuni Tuhan, bukan karena Tuhan tidak dapat mengampuni, tapi karena orang Pendosa yang bersangkutan yang tidak mau diampuni dosa dosanya.

dengan mengetahui Karakter Tuhan yang Maha Pengasih, dan Maha Pengampun Diatas, maka dengan mudah terjawab sudah pertanyaan brother @Rama Noor.

jadi bukan Tuhan yang dengan sewenang wenang, menolak suatu bangsa, atau suatu umat, tapi bangsa atau umat tersebutlah yang menolak Tuhan. dan Tuhan tidak dapat mengubah manusia yang tidak mau diubah,
segala sesuatu Tuhan sudah curahkan kepada bangsa Israel, bangsa ini sebagai satu umat dibuat spesial diantara segala bangsa, dari bangsa inilah lahir nabi nabi, dan Yesus Kristus sendiri lahir dari bangsa Israel, dari Suku Yehuda, keturunan Daud… tapi bangsa ini sebagai satu bangsa menolak Mesias, satu satunya yang dapat menyelamatkan manusia dari maut…

dalam Kitab Wahyu:
ada satu Perikop yang Khusus mengekspresikan hati Tuhan, betapa Tuhan hatinya hancur apabila kelak melihat anak anak manusia mati, binasa dalam dosa dosanya…
Perikop itu terdapat dalam Wahyu Pasal 14:6-13, di kenal dengan pakabaran 3 Malaikat…
Pekabaran itu adalah Pekabaran Kasih. yaitu panggilan Allah yang terakhir kepada dunia ini, kepada setiap agama, kepada setiap bangsa, kepada setiap suku dan bahasa.
untuk keluar dari Babel kepada Firman Tuhan.
Babel bukanlah sekedar hanya suatu institusi atau agama tertentu, dari Pengertian kata: Babel artinya Kacau Balau., Babel artinya bercampur aduk,
ajaran ajaran atau Doktrin dunia ini adalah Kacau Balau, mencampurkan antara yang benar dan yang salah, membuat mabuk dan pusing…

Tuhan mau kita keluar dari paham paham yang bukan Firman Tuhan, kepada Firman Tuhan.
dari Jalan yang bengkok bengkok kepada Jalan Yang Lurus, Shirathal Mustaqim…
dan Jalan Yang Lurus itu adalah Firman Allah yang Hidup (Yesus Kristus) dan Firman Allah yang tertulis namun berkuasa pula menghidupkan, yaitu Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama 66 Kitab. yaitu tulisan para Nabi Allah dan Rasul Allah.

salam
TYM

C’mon anda menggiring opini bahwa pelacur dalam wahyu adalah gereja katolik roma dengan video yg anda upload, sekarang kok malah anda tampaknya tidak mau orang mengambil kesimpulan itu, jangan plin plan dah

selow bro,

saya selalu Konsisten kok, tidak plin plan…
biasanya kalaupun terjadi kesalahan ketik, atau tulisan, akan segera kubuat editan, dan mengakui kesalahan…

menurutku Kesmipulannya sudah sangat jelas ya…
Pelacur adalah: Perempuan yang tidak setia, memiliki Pria lain selain suaminya…

Perempuan itu adalah Jemaat Kristus, Suami itu adalah Yesus…
apabila ada suatu paham atau ajaran, yang menggantikan Ajaran Kristus, yang akhirnya menghilangkan Cinta kepada Yesus, maka pada saat itulah Sang Perempuan Mempelai Kristus dikatakan Berzinah…

salam

setelah menoton Seminar berikut ini: Ps Sumarna Bagian 1 - YouTube, saya langsung teringat kembali pertanyaan brother diatas ini…

silahkan ditonton ya teman teman… dari Awal, kalau bosan dari Awal langsung aja di menit 1.57.00
seminar tersebut menurut saya tidak membosankan, diuraikan dengan Jelas, Padat dan agak panjang… :smiley: :smiley:
tapi mencerahkan…

dibawakan oleh Pdt. Dr. Sumarna, Beliau adalah mantan Dosen Teologia di Universitas Advent Indonesia…

mudah mudahan uraian dalam seminar tersebut cukup menjelaskan dan menjawab pertanyaan brother @rama noor

bila saudara saudari sekalian suka jenis khotbah yang agak menganalisa, berpikir, merenung, belajar, dan meninggikan pikiran, dan bukan jenis khotbah yang senang senang, Happy atau Uforia sesaat,, saya sarankan coba bertahan di 20 menit pertama dari Seminar Tersebut… kalau saudara saudari sekalian bisa bertahan di 20 menit pertama, prediksiku saudara saudariku sekalian akan bertahan menikmati Seminar tersebut sampai akhir… sebab akan memancing pikiran untuk berpikir lebih,

salam
TYM

Mengapa tdk to the point aja menyebut kelompok mana yg anda maksud ?

Othak-athik-gathuk memang memikat. Sebanding dengan Cocokmologi.

Menurut pendapatku, pihak yang kompeten mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus adalah rasul yang diundang ke Bukit Galilea sebelum kenaikan Yesus Kristus ke sorga. Para pihak di luar itu, walau piawai meramu berbagai peristiwa menjadi suatu alur cerita yang runtun, tidak patut dipercaya. Kalo sebagai cerita pengantar tidur, dapat kuterima.

Mat 28:16-20
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Dari situ diketahui bahwa pihak yang diberi kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus adalah rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman. Faktanya, semua rasul sudah mati.
Lantas, siapa yang meneruskan pengajaran segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus? Apakah peneliti? Apakah artis? Apakah pendongeng?
Menurut pendapatku, jika rasul mati, kompetensi mengajar diteruskan kepada penerus rasul. Kompetensi mengajar itu diwariskan sampai kepada akhir zaman sesuai dengan maksud perkataan Yesus, senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman.

Berdasar Wah 1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes, diketahui bahwa kitab Wahyu adalah informasi dari Yesus Kristus yang disampaikan kepada rasul Yohanes (seorang dari pendengar Mat 28:20 dikatakan Yesus Kristus). Maka, berdasar Mat 28:20 itu, berterima bahwa yang kompetensi mengajarkan arti kitab Wahyu adalah penerus atau pewaris kerasulan.

Apakah cerita atau ajaran pihak lain, misalkan peneliti, atas hal yang dimaksudkan oleh kitab Wahyu dapat diterima?
Selaku orang merdeka, menurut pendapatku, merdeka saja hendak menerima ata menolak atau mengabaikan suatu cerita atau ajaran mengenai Kitab Suci yang diceritakan/diajarkan pihak manapun.
Berdasar Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya, kumaknai juga bahwa sejak zaman Yohanes Pembaptis, setiap orang menggagahi pemberitaan Kerajaan Allah, lepas dari memiliki kompetensi atau tidak, pokoke, semua orang menggagahi pemberitaan Kerajaan Allah.

Nah, menurut pendapatku pula, setiap orang merdeka saja hendak percaya, atau menolak, atau mengabaikan cerita/pengajaran dari siapapun. Baik diceritakan/diajarkan secara lisan, melalui media apa saja termasuk youtube, merdeka hendak diterima atau ditolak atau diabaikan oleh pendengar/pembaca/pemirsa. @Sotardugur Parreva memilih cerita/ajaran dari pihak yang lajur kompetensi kepengajarannya terwarisi dari rasul Petrus.

Salam damai.

Itu sama dgn persamaan tersamar
Atau berbanding lurus dgn nobuatan

Menurut pendapatku, pihak yg kompeten mengajarkan segala sesuatu yg diperintahkan Yesus Kristus adalah rasul yg diundang ke Bukit Galilea sebelum kenaikan Yesus Kristus ke sorga. Para pihak di luar itu, walau piawai meramu berbagai peristiwa menjadi suatu alur cerita yg runtun, tidak patut dipercaya. Kalo sbg cerita pengantar tidur, dpt kuterima.

Mat 28:16-20 …
Dari situ diketahui bw pihak yg diberi kewenangan mengajarkan segala sesuatu yg diperintahkan Yesus adalah rasul ysdskaz. Faktanya, semua rasul sudah mati.
Lantas, siapa yg meneruskan pengajaran segala sesuatu yg diperintahkan Yesus Kristus? Apakah peneliti? Apakah artis? Apakah pendongeng? Menurut pendapatku, jika rasul mati, kompetensi mengajar diteruskan kpd penerus rasul. Kompetensi mengajar itu diwariskan skaz sesuai dgn maksud perkataan Yesus, senantiasa menyertai rasul skaz.

Nah, menurut pendapatku pula, setiap org merdeka saja hendak percaya, atau menolak, atau mengabaikan pengajaran dr siapapun. Baik diajarkan secara lisan, melalui media apa saja termasuk youtube, merdeka hendak diterima atau ditolak atau diabaikan oleh pendengar/pembaca. @Sotardugur Parreva memilih ajaran dari pihak yg lajur kompetensi kepengajarannya terwarisi dari rasul Petrus.

Kompetensi itu adalah ukuran
Dan mengajar bukan warisan
Kebenaran hrs berdasar iman

Iman adalah anugerah Tuhan
Mengajar itu lebih pd panggilan
Raihlah kompetensi-mu dlm iman

[i]Sebab:
Kpd yg se-org Roh memberikan karunia utk ber-kata2 dgn hikmat
Kpd yg lain Roh memberikan karunia ber-kata2 dgn pengetahuan
Kpd yg se-org Roh yg sama memberikan iman
Kpd yg lain Roh memberikan karunia menyembuhkan
Kpd yg se-org Roh memberikan kuasa mengadakan mujizat
Kpd yg lain Roh memberikan karunia utk bernubuat
Kpd yg lain lagi Roh memberikan karunia membedakan macam2 roh
Kpd yg se-org Roh memberikan karunia ber-kata2 dgn bahasa roh
Dan kpd yg lain Roh memberikan karunia menafsirkan bahasa roh itu
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yg satu dan yg sama,
Yg memberikan karunia kpd tiap2 org secara khusus,
Spt yg dikehendaki-Nya. [1Kor 12:8-11]

Justru karena itu kamu hrs dgn sungguh2 berusaha menambahkan kpd imanmu kebajikan, dan kpd kebajikan pengetahuan, dan kpd pengetahuan penguasaan diri, kpd penguasaan diri ketekunan, dan kpd ketekunan kesalehan, dan kpd kesalehan kasih akan saudara2, dan kpd kasih akan saudara2 kasih akan semua org.

Sebab apabila semuanya itu ada pd-mu dgn be-limpah2, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dlm pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tapi yg tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bw dosa2-nya yg dahulu telah dihapuskan.

Karena itu, saudara2-ku, berusahalah sungguh2, spy panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jika kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dgn demikian kpd-mu akan dikaruniakan hak penuh utk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dlm kebenaran yg telah kamu terima. Aku menganggap sbg kewajibanku utk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. Sebab aku tahu, bw aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sbg mana yg telah diberitahukan kpd-ku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tetapi aku akan berusaha, spy juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu. Sebab kami tidak mengikuti dongeng2 isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kpd-mu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sbg raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dr Allah Bapa, ketika datang kpd-Nya suara dr Yg Mahamulia, yg mengatakan: “Inilah Anak yg Kukasihi, kpd-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dr sorga, ketika kami ber-sama2 dgn Dia di atas gunung yg kudus.

Dgn demikian kami makin diteguhkan oleh firman yg telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama spt memperhatikan pelita yg bercahaya di tempat yg gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dlm hatimu. [2Pet 1:5-19][/i]
(Dr Petrus yg beroleh iman karena keadilan Allah dan Juruselamat, Yesus Kristus)

Salam Damai!

Bagimu, hanya “kompetensi” sbg dasar ukuran surgawi
Oleh sebab itu, sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang,
Kerajaan Sorga diserong dan org yg menyerongnya mencoba menguasainya. [Mat 11:12]

Maka istilahku:
Yg paling berkompeten ialah org dalem
Org dalem itulah yg men-coba2 menguasainya

Salam Damai!

Petrus beriman karena suara-Nya,
Bukan karena mujizat2 yg dilihatnya
Itu sebab, iman datang dari pendengaran

Now faith is the substance of things hoped for,
the evidence of things not seen. [Hebrews 11:1]

Artinya, bukan “kompetensi” utama-Nya
Melainkan iman yg menjadi dasar ajaran
Sehingga kita tidak hrs beriman banyak

Kpd iman tambahkanlah kebajikan, dan kpd kebajikan pengetahuan,
dan kpd pengetahuan penguasaan diri, kpd penguasaan diri ketekunan,
dan kpd ketekunan kesalehan, dan kpd kesalehan kasih akan saudara2,
dan kpd kasih akan saudara2 kasih akan semua org.

Dgn begitu kita menjadi giat dan berhasil mengenal Yesus Kristus,
Dan mudah berusaha agar panggilan dan pilihan makin teguh.
Dan kita tidak akan tersandung dlm “kompetensi” apa pun

Salam Damai!

Seorang murid tidak lebih dr pd gurunya, atau seorang hamba dr pd tuannya.
Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan
bagi seorang hamba jika ia menjadi sama spt tuannya. [Mat 10:24-25]

Dlm hal ini Petrus, menurutku, sudah menjadi sama spt Gurunya, menyerahkan nyawanya karena iman kpd, Yesus Kristus. Jika kau masih ngotot mengatakan masih banyak hal yg “belum” di katakan Yesus kpd rasul2, seolah hanya penerus rasul ydskaz itulah yg menjadi sama spt Gurunya, sebab kau anggap Petrus kala itu belum sanggup mendengarkan apa yg hrs dikatakan-Nya(?), sementara penerus rasul ydskaz kau anggap “sudah” sanggup (?). Dgn demikian, apakah Petrus masih kau anggap tidak “kompeten” mengajar segala sesuatu yg diperintahkan Yesus karena tidak seluruhnya dikatakan-Nya?

Salam Damai!

Ukuran ada gram, meter, detik, derajat, dll, bukan kompetensi.
Yang dapat diwariskan ialah benda, kompetensi mengajar atau kewenangan mengajar, bukan mengajar yang adalah kata kerja. “Pengajaran” dan “ajaran” dapat diwariskan, “mengajar” tidak dapat diwariskan.
Oke, kebenaran berdasar iman.

Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus.
Kompetensi mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus adalah pemberian Yesus Kristus kepada rasul-Nya yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman. Mengajar adalah kata kerja, bukan kata benda.
Kuulangi, kompetensi atau kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus adalah pemberian Yesus Kristus kepada rasul-Nya yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Yang mana dari sebab di atas yang mengajar?

Pokok bahasan ialah pengajaran, kewenangan mengajar yang diwariskan dari rasul ke penerus rasul sampai kepada akhir zaman.

Damai tanpa pentung.

[color=blue]Bagimu, hanya “kompetensi” sbg dasar ukuran surgawi
Oleh sebab itu, sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang,
Kerajaan Sorga diserong dan org yg menyerongnya mencoba menguasainya. [Mat 11:12]

Maka istilahku:
Yg paling berkompeten ialah org dalem
Org dalem itulah yg men-coba2 menguasainya
[/quote]
Itu perasaanmu saja, bahwa bagi @Sotardugur Parreva hanya (sola) kompetensi sebagai dasar ukuran surgawi.
Pada pokok pembicaraan ini, entah siapa yang membicarakan dasar ukuran surgawi.
Yang kusampaikan ialah karena kitab Wahyu itu adalah perintah Tuhan Yesus agar Yohanes menuliskannya, maka yang kompeten menjelaskannya ialah rasul dan/atau penerus rasul. Landasan pikirku menyampaikan seperti itu ialah Mat 28:20, di mana Yesus Kristus memberikan kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus.
Jika dari penyampaianku itu ada hal yang hendak Anda protes, hal apa?
@Sotardugur Parreva tidak sedang membicarakan dasar ukuran surgawi.

Orang dalem?
Maksudmu, orang dalem apa?
Mat 28:20 mencatat pemberian kewenangan atau kompetensi mengajar kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, kenapa menjadi orang dalem?

Damai tanpa pentung.

Apakah Anda hendak mengatakan bahwa Mat 28:20 bukan pemberian kewenangan atau kompetensi mengajar dari Yesus Kristus kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman?
Pada Mat 28:20 itu Yesus kristus masih menekankan agar rasul mengetahui bahwa rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Damai tanpa pentung.

[color=blue]Seorang murid tidak lebih dr pd gurunya, atau seorang hamba dr pd tuannya.
Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan
bagi seorang hamba jika ia menjadi sama spt tuannya. [Mat 10:24-25]

[color=blue]Dlm hal ini Petrus, menurutku, sudah menjadi sama spt Gurunya, menyerahkan nyawanya karena iman kpd, Yesus Kristus. Jika kau masih ngotot mengatakan masih banyak hal yg “belum” di katakan Yesus kpd rasul2, seolah hanya penerus rasul ydskaz itulah yg menjadi sama spt Gurunya, sebab kau anggap Petrus kala itu belum sanggup mendengarkan apa yg hrs dikatakan-Nya(?), sementara penerus rasul ydskaz kau anggap “sudah” sanggup (?).
Dgn demikian, apakah Petrus masih kau anggap tidak “kompeten” mengajar segala sesuatu yg diperintahkan Yesus karena tidak seluruhnya dikatakan-Nya?
[/quote]
Poin pembicaraan ini tidak sedang membicarakan kebesaran guru atau murid. Pokok pembicaraan adalah kitab Wahyu. Kitab Wahyu itu adalah tulisan Yohanes berdasar perintah Yesus Kristus. Mat 28:20 menyatakan Yesus Kristus memberi kewenangan/kompetensi mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus kepada rasul. Maka, karena kitab Wahyu adalah perintah Yesus Kristus kepada Yohanes (rasul), maka yang kompeten menjelaskan kitab Wahyu ialah rasul atau penerus rasul yang senantriasa disertai sampai kepada akhir zaman.
Sementara itu, di trit ini, ada pihak yang mencoba menjelaskan kitab Wahyu, yang tidak jelas dari mana garis kerasulannya. Maka, kutulis: Othak-athik-gathuk memang memikat. Sebanding dengan Cocokmologi.

Tentang kesanggupan menanggung hal yang harus dikatakan Yesus Kristus, menurut pendapatku, dari semua rasul dan penerus rasul, belum seorangpun yang sudah sanggup menanggung, karena zaman belum berakhir. Jika zaman sudah berakhir, berarti semua yang harus dikatakan Yesus Kristus, sudah dikatakan. Di Mat 28:19-20 Yesus Kristus memberi kewenangan mengajar kepada rasul, dan menekankan agar rasul mengetahui bahwa rasul senantiasa disertai sampai akhir zaman. Sebelum segala hal yang harus dikatakan Yesus itu tuntas dikatakan, zaman takkan berakhir.

Damai tanpa pentung.

Mengapa nunggu saz utk tahu hal kesanggupan itu?
Kesanggupan menanggung yg paling berat adalah hal "nyawa’
Hanya Yesus yg sanggup menanggung kematian dan kebangkitan
Oleh karena iman, maka rasul2 dan kita pun sanggup menanggungnya

Menurut nalar sehatmu,
Apa ada lagi yg lebih berat
Selain dr pd kehilangan nyawa?

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;
tapi barangsiapa kehilangan nyawanya karna Aku, ia akan memperolehnya.[Mat 26:25]

Salam Damai!

[color=blue]Mengapa nunggu saz utk tahu hal kesanggupan itu?
[/quote]
Karena Yesus Kristus menyatakan, bahwa Yesus Kristus senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman.
Dari perkataan Yesus Kristus di Mat 28:20 itu kutangkap, bahwa jemaat Kristus membutuhkan pengajaran rasul sampai kepada akhir zaman, sehingga Yesus Kristus menugaskan rasul mengajar jemaat sampai kepada akhir zaman.
Sementara itu, dari Yoh 16:12 kutangkap bahwa masih banyak hal yang harus dikatakan Yesus Kristus kepada rasul tetapi belum dikatakan karena rasul belum dapat menanggung. Tidak kutemukan ayat yang menyatakan bahwa semua hal yang belum dikatakan Yesus kepada rasul, akhirnya sudah dikatakan.
Jadi, kutangkap, berdasar Yoh 16:12, apabila sudah semua hal yang harus dikatakan Yesus Kristus kepada rasul sudah benar-benar dikatakan, maka Yoh 16:12 itu tidak akan dikatakan oleh Yesus Kristus. Berdasar Yoh 16:12 itu pula kumaknai bahwa selama rasul belum sanggup menanggung hal yang harus dikatakan Yesus itu, Yesus belum mengatakannya.
Berdasar Mat 28:20 kumaknai bahwa rasul ditugaskan mengajar jemaat sampai kepada akhir zaman.

Jika menurut pemahamanmu berbeda dari situ, silahkan saja. Betapa baiknya jika Anda mengemukakan latar pemahamanmu yang memandang bahwa rasul sudah dapat menanggung hal yang harus dikatakan Yesus Kristus itu.

Itu menurutmu.
Sebelum Yesus berhadir ke dunia dari rahim Maria, manusia sudah kehilangan nyawa. Sanggup atau tidak sanggup kehilangan nyawa, manusia harus kehilangan nyawa. Setelah tebusan oleh Yesus Kristus, dan berdasar ajaran Yesus yang kepada rasul diberi kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus, menunjukkan bahwa, siapa yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kehilangan nyawanya hanya sementara. Yesus Kristuslah jaminan.
Artinya, menurut pendapatku, kehilangan nyawa, meski ditakuti, namun karena harus dialami, akhirnnya, bukan lagi merupakan hal yang tidak dapat ditanggung. Wong harus, bagaimana caranya untuk mengatakan “tidak” sanggup?

Lhoh, beriman atau tidak, manusia harus mengalami kematian. Tidak boleh tidak mati. Ditakuti atau tidak, kematian harus dialami oleh manusia.

Itu di luar nalarku, tidak kuketahui apa yang berat, yang tidak sanggup ditanggung oleh manusia termasuk rasul. Yang tercatat di Yoh 16:12, kubaca bahwa Yesus Kristus menyatakan masih banyak hal yang harus dikatakan-Nya kepada rasul, tetapi belum dikatakan karena ketika itu rasul belum dapat menanggung. Dari catatan lainnya di Alkitab, tidak ada ayat yang menyatakan bahwa rasul dinilai oleh Yesus sudah dapat menanggung hal yang harus dikatakan Yesus.

Mat 26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” Yang Anda petik itu Mat 16:25.
Nah, ayat yang Anda kutip itu mengungkapkan bahwa Yesus sudah memberitahukan kepada rasul tentang manusia yang kehilangan nyawa karena Yesus akan memperoleh nyawanya kembali, maka kehilangan nyawa karena Yesus bukan hal berat bagi rasul atau jemaat.

Damai tanpa pentung.

Yg kau sodor2-kan itu mati model alami, spt tua, sakit, bencana alam
Yg harus kuat ditanggung oleh anak2 Tuhan itu mati model rohani, spt Yesus
Mungkin org paling banyak mati yg model duniawi, spt perang, nabrak, kesetrum

Salam Damai!