Kita merindukan semak dan duri.

Berpartipasi dalam diskusi tentang murtad, ada sobat yang memposting Lukas 8:14, ayat ini begitu berkesan dalam hati saya dan saya renungkan beberapa hari ini. Ternyata apa yang diajarkan Tuhan itu sering kali diluar pemikiran dan persetujuan kita. Bayangkan apa ada orang yang ingin digaji kecil, apa ada pedagang yang ingin untung kecil? Pendeta saja ingin kaya apa lagi pedagang.
Lalu Tuhan mengajarkan suatu yang mengejutkan.
Yang dirindukan orang adalah kaya, hidup mewah.
Lalu Tuhan mengajar dalam lukas 8:14.
Benih yang jatuh dalam semak duri adalah orang yang mendengar firman itu dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereia terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup.
Jadi semak duri itu oleh Tuhan disamakan dengan kuatir, kaya dan hidup mewah.

2 dari 3 arti semak duri itu sebenarnya kerinduan kita.

Dengan kata lain kita rindu untuk mendapat semak duri.

Saya berpendapat pandangan Tuhan itu memang berlainan dengan pandangan kita. Kita tidak mampu memandang jauh kedepan. Jangkauan pandangan kita terbatas. Mungkin kita bisa melihat benda yang berjarak sepuluh kilometer kalau benda itu besar tapi kalau kecil mungkin hanya berjarak beberapa meter saja dan lebih dari itu kita tidak bisa melihat.
Tuhan bisa melihat jauh kedepan dan tahu bahwa kaya dan kemewahan akan membunuh firman yang tumbuh dalam hati kita.

Benih yang jatuh disemak duri adalah Firman yang diterima oleh orang kuatir, kaya dan mewah. Dan ternyata tanah ini kurang cocok untuk pertumbuhan Iman dan iman itu mati.

Coba kita tanam padi di padang pasir. pasti mati kalau kaktus bakal hidup dipadang pasir. Coba kita berikan Firman pada orang kuatir, kaya dan suka mewah2an. Tuhan Yesus bilang dalam pertumbuhannya, firman ini bakal terhimpit dan mati.

Yang kita sedang rindukan adalah penghimpit Firman. Terkadang untuk mendapatkan penghimpit dan pembunuh Firman ini kita berkelahi dan tuntut menuntut.Pada waktu sepupu saya kehilangan Ibunya, lalu dia dan adiknya rebutan warisan yang sebenarnya tidak terlalu banyak, dimata Tuhan dia sedang rebutan penghimpit firman, rebutan semak dan duri. Duri itu kan bahaya bisa menuduk tubuh kita kok direbutkan. Aneh kan manusia itu dimata Tuhan?

8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Semak dan duri…semak dan duri,

[b]Firman-Nya memang tidak pernah berlalu namun kitalah yang sering berlalu…

Ternyata kita semua masih rentan, mungkin sangat rentan.

Itulah sebabnya…Kita semua butuh benar sama Tuhan Yesus

Membaca, merenungkan, sebagai pelaku Firman dari bimbingan Roh Kudus.