Ketika Trinitarian berdoa Bapa Kami....

Yes, Bro!
Pd waktu itulah kamu akan tahu, bw Aku di dlm Bapa-Ku
dan kamu di dlm Aku dan Aku di dlm kamu. [Yoh 14:20]

Aku sudah tahu, dasar imanku Yesus Kristus
Maka Yesus di dlm aku, dan aku di dlm Yesus
Bapa di dlm Yesus di dlm aku juga di dlm Roh
Lain kata, aku di dlm Allah dan Allah di dlm aku

Gantian monggonya, Bro:
Apakah kamu di luar Allah
Dan atau Allah di luar kamu?

Pls, monggo, Bro!
Aku berharap kau di dlm-Nya
Sebab di luar Allah siapa yg ada?

Salam damai!

Sip… :slight_smile:

Oke. Menurut saya, kalimat2 di quote atas adalah Firman Tuhan, terlepas siapa yang menyampaikannya, terlepas apakah yg menyampaikan kalimat2 tsb meng-aplikasikan kalimat2 tsb dalam kehidupannya atao tidak. Pada asumsi yg menyampaikan kalimat2 tsb meng-aplikasikannya dalam kehidupannya, maka : Pada asumsi yg menyampaikan kalimat2 tsb tidak meng-aplikasikannya dalam kehidupannya, maka IMO tidak/belum bisa dikatakan bhw [i]"Bapa didalam ybs dan ybs didalam Bapa"[/i]

Terima Kasih Bro…
Perkenankan kuberikan penambahan Penjelasan…

Jadi Hukum Tuhan yang adalah Kebenaran:
dimana termasuk di dalamnya 10 Hukum Tuhan dan Hukum Hukum Moral lainnya, sebenarnya tidak ngefek atau punya dampak besar dalam kehidupan manusia.

Hukum itu hanya memberitahukan manusia bahwa manusia adalah pelanggar hukum dan harus di hukum.
sebab dengan membandingkan Hukum tersebut kepada kehidupan sehari hari, maka akan tampak jelas sebenarnya kehidupan manusia itu sangat jauh dari apa yang dituntut oleh Hukum tersebut.

tapi Puji Tuhan, Firman Tuhan juga mencatat bahwa ada solusi atau jalan keluar kepada permasalahan tersebut. Jalan Keluar tersebut adalah Yesus Kristus. Kasih Allah yang rela menyerahkan Putra-Nya sebagai Korban Keselamatan bagi umat manusia…

jadi saudaraku Odading, kita tidak dapat memisahkan Hukum dan Injil.
mengabaikan salah satu akan membuat kita kehilangan pegangan. sehingga timpang…

  1. hanya berusaha menurut Hukum tanpa pemahaman akan Kasih Tuhan akan membuat manusia menjadi orang Farisi dan ahli taurat yang menyalibkan Yesus.
  2. menerima Injil dan mengabaikan Hukum Allah, akan membuat manusia hidup sembarangan, mengaku ngaku dibebaskan oleh Salib tapi hidup sembarangan, makan sembarangan, tidak punya pengendalian diri. atau singkat cerita hanya akan menjadikan kita Kristen hanya nama saja.

Menerima Injil Kasih Allah, dan menerima Firman Allah sebagai Kebenaran, akan membuat Injil dan Hukum itu sempurna dan Indah, akan membentuk kualitas kehidupan Kristen sejati.
dan genaplah apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan:
Maz 85:10
Kasih, Kesetiaan, Keadilan, Damai Sejahtera, Bertemu dan bercium ciuman…

pingin tau, sima ini Mormon atau SSY yah ?

saya itu SDA = Seventh Day Adventist
yang artinya adalah: seorang Pemelihara Sabat hari ke Tujuh, yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang ke dua kali.

salam
TYM

Agak bingung saya sama kronologikanya pada kalimat di quote atas, sima.

Karena kalimat diatas menunjukkan suatu situasi spt sbb:

  1. Tadinya gak ada Hukum
  2. dikatakan manusia adl pelanggar Hukum
  3. Hukum diberikan, so sekarang ada hukum
  4. dengan sekarang adanya hukum, manusia tau bhw dirinya adalah pelanggar hukum.

Nah, yang point-2 itu kan suatu kronologika kemustahilan, sima.
Karena Hukum itu HARUS ada dulu, terlepas diketahui ato tidak oleh ybs Hukum tsb.
Setelah Hukum itu ada, apabila ada suatu aksi dari manusia (sekali lagi ungu),
maka barulah bisa dikatakan manusia adalah pelanggar Hukum.

Aplikasi contoh:

  1. Tidak ada Allah membuat Hukum “Adam/Hawa tidak boleh makan buah PBJ”.
    impossible dikatakan “Hukum tsb belon dikasih tau” wong boro2 Hukum tsb ada.

  2. Adam makan buah PBJ
    Nah, di point-2 ini kan nggak bisa dikatakan bahwa Adam adalah pelanggar Hukum, sima.

Laen cerita kalo sikon-nya kayak gini :

  1. Allah membuat Hukum “Adam/Hawa tidak boleh makan buah PBJ”, NAMUN Hukum ini belon dikasih tau ke AdamHawa… dgn kata lain, Adam tidak tau bahwa Hukum tsb ada.

  2. Adam makan buah PBJ.

Nah, kalo sikonnya kayak diatas - maka
secara dari pov Hukum itu sendiri, msh bisa dikatakan bahwa Adam adalah pelanggar Hukum
secara dari pov Adam sendiri, setelah dirinya makan buah tsb, dirinya bukan pelanggar Hukum.

Kalo cuplis pergi ke suatu negara dimana cuplis tidak tau “dilarang batuk dijalanan - yang batuk di bakar mati” adalah Hukum negara tsb, dan ternyata cuplis batuk dijalanan, maka secara pov Hukum negara tsb : Cuplis adalah pelanggar Hukum. Yet, cuplis sendiri setelah batuk tsb tidak tau bhw dirinya adalah pelanggar Hukum. Cuplis baru tau bhw dirinya adalah pelanggar Hukum SETELAH Hukum negara tsb diberikan/dikasih-tau ke cuplis… so cuplis HARUS dibakar mati

sebab dengan membandingkan Hukum tersebut kepada kehidupan sehari hari
Sekali lagi, imo, Hukum tsb HARUS ada duluan - terlepas diketahui ato tidak oleh orang laen.
saya itu SDA = Seventh Day Adventist
Belon lewat 3 bulan, saya punya impresi yg bagus (terkait para perawatnya) thdp sebuah Rumah Sakit, dimana RS ini bernama RS. Advent :D :afro:. Selain itu saya punya pengetahuan ttg orang Advent yg juga impressed saya, setelah nonton felm Hackshaw Ridge. Sima sudah nonton felm yg berdasarkan real story ini ? :coolsmiley:

:slight_smile:
salam.

[b]@oda

Mana monggonya, Bro![/b]

Ini adalah union antara trinitas Allah dan tertiga-ku sbb:

Aku berharap kau pun akan memberi referensi yg lumayan utk didiskusikan dan renungkan

[i]Bapa ialah Allah
Yg nanti akan kukenal oleh roh-ku
Dia lah Allah masa depan yg memikat

Anak ialah Allah
Yg tadi telah kukenal oleh jiwa-ku
Dia lah Allah masa lalu yg melekat

ROH KUDUS ialah Allah
Yg lagi menemani diri-ku mengenali segala sesuatu
Dia lah yg mengajariku, Allah masa kini yg mengikat[/i]

Kira2 begitu cocokmology union-ku yg lumayan
Dlm frame waktu, frame “natur” dan frame ruang
Di dlm itu kucoba men-dekat2 utk berkehidupan dgn-Nya
Sebab aku dijadikan menurut rupa dan gambar Allah [Kej 1:26]

Salam Damai!

Pertanyaan maren tidak sesuai dgn topik yg lagi diajukan.

Anyway, sekalipun sesuai - tetep aja nggak pas utk ditanyakan ke saya,
karena kan saya gak dibawah ajaran P2 :wink:

lha iya
Karena Allah Esa
tidak jdi soal saat berdoa menyebut salah satu nama (pribadi Allah), dua nama (pribadi Allah), dan atau ketiganya (Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS)

dalam doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan berdoa dengan menyebut SALAH SATU pribadi Allah (Bapa)

harusnya anda menanggapi bukan menjustice argumen seseorang

lha iya, berangkat dri pertanyaan judul ts anda… ketika trinitarian berdoa…
maka konteksnya Allah Esa (Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS)
dan anda bermasalah dgn Allah Esa

Kok jadi ungkapan yg dibawa-bawa ?

Sekali lagi saya tanya :
Di pov Trinitarian, kosakata BAPA yang diajarkan P2 ngrujuk kemana ?


hanya merujuk kpd Allah
dan
Allah itu echad

KALO dirimu ngajuin jawaban "ngrujuk ke Pribadi Allah Esa"

MAKA (oda) :
itu jawaban sirkular

KARENA
tetep aja berdasarkan jawaban tsb, kembali lagi pertanyaannya yg sama :
P2 mengajarkan bahwa Allah Esa terdiri dari 3 Pribadi, P1 P2 dan P3
So, kosakata BAPA dlm doa Bapa Kami, ngerujuk kemana ?


emang konteks Allah Esa, Ya begitu itu dlm pandangan trinitarian
berangkat dri…
pertanyaan anda ketika trinitarian berdoa…

Pertanyaan ini tidak akan bisa diajukan ke NON ajaran dari P2, karena di pov NON ajaran dr P2, Allah Esa tidak terdiri dari 3 Pribadi. So, mao itu ungkapan/panggilan/sebutannya bokap kek, nyokap kek, whatever, ya tetep aja ngerujuk ke entitas terkait tanpa ada membeda-bedakan ini itu.
emang klo konteksnya Allah Esa, gak m' bedain ini itu

trinitas itu membedakan, tapi ketiganya tetap satu
jadi kalau mau doa lewat yang mana aja, sama aja
mau sebut apa aja, sama aja
berdoa menyebut Bapa, sama aja berdoa ke Yesus, wong mereka itu satu

postmu ini menunjukkan u kagak ngerti trinitas atau minimal tidak mau terima penjelasan trinitas atau gak masuk logikamu (seperti biasanya), tapi elu dijelasin juga bukannya tanggepin yang dijelasin malah berulang2 menunjukkan ketidak mengertian

kalo dijelasin tuh dibaca pelan2, dipahami dulu penjelasannya, buang dulu isi otak u jauh2
kecuali kalo u udah gak pengen percaya trinitas, silahkan juga, ga ada yang larang

yang jelas DOA BAPA KAMI itu MENEGUHKAN TRINITAS, bukannya malah bikin tambah bingung
kalau bingung ya bearti orang itu gak menerima apa yang sudah dijelaskan oleh doktrin trinitas, gitu aja kan? masa ngakunya logika tinggi tapi logika cetek gini aja ga bisa masuk

coba pikir pake otak dikit, Trinitas itu produk gereja Katolik, doa Bapa kami itu udah ada dari dulu, GAK MUNGKIN APA YANG ADA DALAM DOA BAPA KAMI ITU MENENTANG TRINITAS, ATAU TRINITARIAN JADI BINGUNG BERDOA BAPA KAMI, lah wong smuanya produk gereja yang sama

ketika ada yang gak ngerti maka terimalah penjelasannya, bukan ngalor ngidul kemana2
yang bingung itu ya orang2 yang gak ngerti Trinitas, elu salah satu contohnya

buat yang mau memahami trinitas disini ada penjelasan bagus :

Sekali saya tanyakan,
dimana itu ajaran P2 bahwa kosakata “bapa” dalam doa Bapa Kami itu ditujukan ke P3+P2+P1 ?
Dimana selanjutnya P2 memberikan alesannya adalah bold ?

tidak jdi soal [b]saat berdoa[/b] menyebut salah satu nama (pribadi Allah), dua nama (pribadi Allah), dan atau ketiganya (Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS)
Sudah saya bilang, saya nggak lagi ngomongin sembarang doa, melainkan doa BAPA KAMI, cNc.
dalam doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan berdoa dengan [b]menyebut [/b]SALAH SATU pribadi Allah (Bapa)
Duh... kok sekarang "menyebut" dibawa-bawa.

Pertanyaannya :
Kosakata BAPA dalam doa tsb ditujukan kemana, cNc ?

harusnya anda menanggapi bukan menjustice argumen seseorang
Jelas saya justice, karena jawabanmu lari-lari. Pertanyaannya kan mengenai doa BAPA kami, doa ini ditujukan kemana ? cNc1 : ketiganya (pribadi) cNc2 : Bapa SALAH SATU pribadi Allah Esa cNc3 : Bapa disitu menekankan pd pribadi Allah ekhad

oda thdp cNc1 :
yang saya temui, ajaran P2 nya tidak spt jawaban cNc1, karena bunyi ajaran P2 nya sbb :
The first person of the Trinity is known as the Father

oda thdp cNc2 :
Nah… jawaban cNc2 disini bisa masuk.
Dengan kata lain, kosakata “bapa” didalam doa Bapa Kami ditujukan ke P1, bukan ke P2, bukan pula ke P3.

oda thdp cNc3 :
tunjukkan dimana itu ajaran P2 bhw kosakata “bapa” didalam doa Bapa Kami menekankan pd pribadi Allah ekhad.

selain itu,
jawaban cNc3 itu kan kliatan kacau balau, karena kalo konsisten dgn ajaran P2, maka kalimatmu seharusnya :
Bapa disitu menekankan pd pribadi ke-1, KARENA Allah itu ekhad (terdiri dari P1 P2 P3).

kalimat bold cNc itu motong kalimat yg saya ajukan. Silahkan diliat judul thread ini.

maka konteksnya Allah Esa (Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS)
Sudah saya katakan, sengaja saya ngambil spesifik doa Bapa Kami. Jadi saya disini nggak lagi ngajuin berupa [i]"ketika trinitarian berdoa"[/i].
dan anda bermasalah dgn Allah Esa hanya merujuk kpd Allah
Tuh ngaco lagi. Saya bermasalah, tapi masalahnya itu BUKAN berangkat dari [i]"ketika trinitarian berdoa"[/i]. Yang ada adalah saya berangkatnya dari [i]"ketika trinitarian berdoa Bapa Kami"[/i] dan dirimu jawab berupa cNc1 dimana selanjutnya masih juga sekarang bilang ungu sementara udah dikasi tau "jutaan" kali bhw yg diajukan itu [i]"ketika trinitarian berdoa Bapa Kami"[/i] ... BUKAN [i]"ketika trinitarian berdoa"[/i].

Jawaban cNc1, cNc3 dan yg ungu itu kan gak sesuai dgn ajaran P2, yg juga sudah “jutaan” kali tak kopas lagi tak kopas lagi ajaran P2 tsb —> yakni : The first person of the Trinity is known as the Father.

emang konteks Allah Esa, Ya begitu itu dlm pandangan trinitarian berangkat dri... pertanyaan anda ketika trinitarian berdoa...
kembali "jutaan" kali saya kasi tau bhw saya tidak ngajukan yg spt orange, cNc. Yg saya ajukan [i]"ketika trinitarian berdoa Bapa Kami"[/i] !

Kalo udah sampe sini buatmu masih juga belon jelas,
maka gak jelas juga dah saya ini ngomong sama APA :char11:

Ketiganya tetap satu APA, hen ?
Satu Pribadi ? —> Jelas BUKAN ini jawabannya kan.

jadi kalau mau doa lewat yang mana aja, sama aja
Point yg saya ajukan itu adalah doa BAPA KAMI, hen. So, saya NGGAK lagi ngajuin : "[i]Ketika Trinitarian berdoa kepada Allah....[/i]", dimana apabila yg diajuin emang ungu, maka masih bisa masuk pabila jawabannya : [i]"ya kepada Pribadi yg mana aja... sama aja kok."[/i] Yg saya ajukan adalah
mau sebut apa aja, sama aja
yg saya ajukan adalah [color=orange]"[i]Ketika Trinitarian berdoa Bapa Kami....[/i]".

Mana itu ajaran P2 bhw kalo murid2Nya berdoa doa tsb :
ya mao sebut apa aja, sama aja. Mao berupa : [Anak Kami yang ada di sorga, di permuliakanlah namaMu…] kek … mao berupa : [Roh Kudus kami yang ada di sorga, di permuliakanlah namaMu…] kek… ya sama aja

demikian ajaran P2.

oda : dimana ?

berdoa menyebut Bapa, sama aja berdoa ke Yesus, wong mereka itu satu
Saya nggak lagi ngajuin : "Kalo Trinitarian berdoa kepada Allah, berdoanya NYEBUT apa ?", hen. Yg saya ajukan itu yg oranye.
postmu ini menunjukkan u kagak ngerti trinitas atau minimal tidak mau terima penjelasan trinitas atau [b]gak masuk logikamu[/b] (seperti biasanya)
Saya udah ajukan "jutaan" kali itu ajaran P2 : [b]The first person of the Trinity is known as the Father[/b]

So, sewaktu P2 ngajarin doa Bapa Kami, maka LOGIKA saya adalah :
Doa Bapa Kami tsb ditujukan ke P1, bukan P2 bukan pula P3.

Q : E tanya kenapa ?
oda : ya karena P2 ngajarin bhw Father adalah The first person of the Trinity.

Lucunya malah kalian2 yg Kristen bilang SAMA AJA :
Pada doa tsb, mao nyebut Father kek Bapa kami yg ada di surga, … mao nyebut Anak kek Anak yg ada di sorga … mao nyebut RK kek RK kami yg ada di sorga —> SAMA AJA].

Dimana kata cNc, alesan P2 adalah : KARENA Allah ekhad.

kalo dijelasin tuh dibaca pelan2
Lah... ngejelasin-nya NGAWUR nggak sesuai dengan ajaran P2. Sementara "jutaan" kali tak kopas itu ajaran P2-nya, tetep aja kalian abaikan. Kalian lah yg boro2 baca pelan2, dibaca aja kagak itu ajaran P2 bhw [i]The first person of the Trinity is known as the Father[/i] ?
yang jelas DOA BAPA KAMI itu MENEGUHKAN TRINITAS
Gak ada hubungannya. Saya tidak sedang [TIDAK JELAS apakah doa Bapa Kami meneguhkan Trinitas ato kagak].

Saya tanya :
Doa yg diajarkan P2 tsb ditujukan kemana ?

Kalian njawab tidak sesuai dgn yg dipertanyakan,
tidak pula sesuai dgn yg diajarkan P2 :smiley:

Lucunya, sudah “jutaan” kali diajukan itu ajaran P2 yg berupa The first person of the Trinity is known as the Father, tetep aja kalian bilang “ach sama aja, pada doa yg diajarkan P2 tsb, mao nyebut Father kek, mao nyebut Son kek, mao nyebut HS kek, gak ada bedanya”. :cheesy:

lah itu kan lucu asle

u tanya, dijawab : sama aja
eh dia nuntut dimana itu diajarkan? dimana ada kata2 bla bla bla bla kek gini ada
jadi maksudnya kata2nya harus sama persis seperti yang u karang itu baru u bisa terima?
ye kalo gitu mah bilang aja doktrin Trinitas itu kata2nya harus ada sesuai logika gw baru gw bisa terima

kan culun tho? wkwkwk

gw gak lanjutin lagi, tujuan gw cuma kasih link itu kali2 ada yang mau baca ;D ;D

Belon nyampe ke topik, Bro!
Aku itu lagi menyesuaikan dgn “monggomu” itu
Mana tahu ada jalan dan cara lain yg jitu kpd-Nya
Walau mis: Allah di luar kamu dan kamu di luar Allah

Spt ini “monggo-mu” itu:
“oda : apakah Bapa didalam maren ?
maren: monggo dijawab
oda: apakah maren didalam Bapa ?
maren: monggo dijawab”

Dan sudah kujawab

Sementara topikmu sederhana
Hal tertuju kemana “Doa Bapa kami …”
Seolah ada yg tidak jelas si tertujunya itu, sbb:

[color=blue]Jawabannya “Yes!”
Lalu selesailah topikmu terjawab!

Apakah tak setuju dgn jawaban itu
Dan penjelasan tambahannya, bw:

Jadi bukan aku tidak sesuai topik
Tapi aku lagi menyesuaikan monggo

Anyway, sekalipun sesuai –
tetep aja nggak pas utk ditanyakan ke saya,
Just ru karena gak pas, maka aku pengen tahu
Biasanya yg pas bagi-mu bisa pas bagi org lain
Sebab semua org sedang berharap bisa selamat
Keselamatan itu, koq, ujungnya doa2 kita itu, Bro!

karena kan saya gak dibawah ajaran P2 :wink:
Ya! Itulah dia! Berarti ada ajaran di atas ajaran-P2
Justru itu, maka aku pengen tahu dan bertanya, pls:
“Apakah Allah di luar kamu dan kamu di luar Allah?”

Monggo, Bro! Allah itu Roh! [Yoh 4:24]
Sembahlah Allah dlm roh dan kebenaran

Spy kita makin paham dunia roh
Bw roh itu inti dan sekaligus bungkus
Seumpama pelita hati dan pakaian pesta

Salam Damai!

Yesus mengajarkan doa Bapa Kami
doa dipanjatkan kepada Bapa
Bapa itu salah satu pribadi Allah
alias Bapa itu Allah
Allah itu Esa
masih kurang jelas?

Sudah saya bilang, saya nggak lagi ngomongin sembarang doa, melainkan doa BAPA KAMI, cNc. Duh... kok sekarang "menyebut" dibawa-bawa.

Pertanyaannya :
Kosakata BAPA dalam doa tsb ditujukan kemana, cNc ?


menunjuk ke Allah

Jelas saya justice, karena jawabanmu lari-lari. Pertanyaannya kan mengenai doa BAPA kami, doa ini ditujukan kemana ? cNc1 : ketiganya (pribadi) cNc2 : Bapa SALAH SATU pribadi Allah Esa cNc3 : Bapa disitu menekankan pd pribadi Allah ekhad
doa dipanjatkan hanya pada Allah Allah itu echad, berpribadi Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS
oda thdp cNc1 : yang saya temui, ajaran P2 nya tidak spt jawaban cNc1, karena bunyi ajaran P2 nya sbb : [i]The first person of the Trinity is known as the Father[/i]
Pribadi Bapa itu Allah Allah itu Esa
oda thdp cNc2 : Nah... jawaban cNc2 disini bisa masuk. Dengan kata lain, kosakata "bapa" didalam doa Bapa Kami ditujukan ke P1, bukan ke P2, bukan pula ke P3.
Jika konteksnya mengenai substansi Allah Esa maka... Kesimpulan anda keliru, mengapa? sebab Allah Esa itu berpribadi Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS
oda thdp cNc3 : tunjukkan dimana itu ajaran P2 bhw kosakata "bapa" didalam doa Bapa Kami menekankan pd pribadi Allah ekhad.
Bapa itu Allah atau bukan? Allah itu echad, ya atau tidak?
selain itu, jawaban cNc3 itu kan kliatan kacau balau, karena kalo konsisten dgn ajaran P2, maka kalimatmu seharusnya : [i]Bapa disitu menekankan pd pribadi ke-1, KARENA Allah itu ekhad (terdiri dari P1 P2 P3).[/i]
Bapa dalam doa Bapa Kami disitu merujuk pada Allah, tidak kpd siapa2 mo nyebut salah satu pribadi, dua pribadi, atau ketiganya, tetap doa dipanjatkan hanya kpd Allah dan Allah itu Esa
kalimat bold cNc itu motong kalimat yg saya ajukan. Silahkan diliat judul thread ini. Sudah saya katakan, sengaja saya ngambil spesifik doa Bapa Kami. Jadi saya disini nggak lagi ngajuin berupa [i]"ketika trinitarian berdoa"[/i].
....Bapa Kami yang di sorga SAMA DENGAN ....Allah kami yg di sorga MASIH KURANG JELAS ??
Tuh ngaco lagi. Saya bermasalah, tapi masalahnya itu BUKAN berangkat dari [i]"ketika trinitarian berdoa"[/i]. Yang ada adalah saya berangkatnya dari [i]"ketika trinitarian berdoa Bapa Kami"[/i] dan dirimu jawab berupa cNc1 dimana selanjutnya masih juga sekarang bilang ungu sementara udah dikasi tau "jutaan" kali bhw yg diajukan itu [i]"ketika trinitarian berdoa Bapa Kami"[/i] ... BUKAN [i]"ketika trinitarian berdoa"[/i].
saya sederhanakan saja ya... Bapa kami yg di sorga tidak jadi soal ketika berdoa mengucapkan Allah kami yg di sorga dan Allah itu Esa adanya, Allah Esa itu berpribadi Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS maka konsekuensi logis atas substansi Allah Esa TIDAK JADI soal saat berdoa menyebutkan salah satu, dua, atau ketiganya pribadi Allah masih kurang jelas
Jawaban cNc1, cNc3 dan yg ungu itu kan gak sesuai dgn ajaran P2, yg juga sudah "jutaan" kali tak kopas lagi tak kopas lagi ajaran P2 tsb ---> yakni : [i]The first person of the Trinity is known as the Father[/i]. kembali "jutaan" kali saya kasi tau bhw saya tidak ngajukan yg spt orange, cNc. Yg saya ajukan [i]"ketika trinitarian berdoa Bapa Kami"[/i] !
Bapa kami yg di sorga Sebut saja... Allah kami yang di sorga No problem
Kalo udah sampe sini buatmu masih juga belon jelas, maka gak jelas juga dah saya ini ngomong sama APA :char11:
Bapa kami yg di sorga Sebut saja... Allah kami yang di sorga No problem masih belum nyandak juga ??

Syalom bro…

perkenankan kuberi sedikit sanggahan…
tidak bermaksud untuk berdebat. dan sama sekali tidak ada niat untuk berdebat…

hanya sekedar membuka diskusi, tukar pikiran dan sharing…

ketika berdoa Bapa kami yang di sorga, yang saya imani adalah kita menyampaikan Permohonan kita kepada Bapa. yaitu salah satu Pribadi dari 3 Pribadi ke-Allahan.

ketika Tuhan Yesus masih di bumi mengajarkan Doa Bapa kami yang di sorga, kalimat itu tidak sama dengan kalimat Yesus Kami yang di sorga.

ketika Tuhan Yesus di bumi ini, Tuhan Yesus Kristus tidak berada di sorga, sebab Tuhan Yesus sudah menjadi manusia. Tuhan Yesus tidak Mahahadir ketika berada di dunia ini…

saya percaya dengan sangat yakin seyakin yakinnya bahwa Allah itu ESA (TUNGGAL), satu satunya…
seperti yang tertulis di dalam Firman Allah.

Firman Tuhan juga mencatat bahwa Allah yang Esa itu, terdiri dari 3 Pribadi yang berbeda.
yang kita kenal sebagai. Bapa, Anak dan Rohul Kudus.
yang artinya adalah Pribadi Bapa berbeda dengan Pribadi Anak dan sebaliknya.

memang tidak ada gambaran yang sangat tepat yang dapat digunakan untuk menggambarkan Allah, sebab pikiran manusia sangat terbatas.
namun saya sangat yakin benda benda Alam ini termasuk manusia adalah pantulan atau gambaran diri-Nya sendiri.
misalkan:

  1. Luas: yang terdiri dari Panjang, Lebar dan Tinggi
  2. Matahari ada Cahaya, Suhu (Kehangatan), dan materinya…
  3. Keluarga: Ayah, Ibu dan Anak
  4. Waktu: Kemaren, Hari ini dan Esok
  5. Simatupang: Togatorop, Sianturi, Siburian
  6. Manusia: Tubuh, Jiwa dan Roh

Penjelasan:

  1. Panjang itu bukan Tinggi, bukan pula Lebar namun Luas suatu ruang segi 4 terdiri dari Panjang x Lebar X Tinggi
  2. Ayah bukanlah Ibu dan bukan Anak, tapi ketiganya disebut keluarga.
  3. Kemarin bukanlah hari ini dan hari ini bukanlah hari esok, tapi hari ini, kemarin dan esok adalah Waktu…
  4. dst…

manusia memang tidak dapat menjelaskan Substansi maupun Pribadi Allah dengan keakuratan yang sempurna…
tapi contoh diatas adalah sedikit Gambaran yang dapat mempermudah kepada pikiran manusia fana mengenai Kesatuan ke-Allahan…

Yesus Kristus bukanlah Bapa, yang mati diatas kayu Salib bukanlah Bapa, dan bukan Roh Kudus. bukan berarti Bapa tidak dapat mati diatas kayu salib, tapi Tugas Penebusan diserahkan kepada Pribadi Yesus Kristus.

semoga membantu memberi sedikit pandangan…

salam
TYM

tidak pernah Alam semesta ini termasuk duni kita ini berjalan tanpa Hukum Bro…
sebab sudah pasti akan terjadi kacau balau kalau tidak ada hukum yang mengaturnya…

Namun sangking harmonisnya Sifat alami manusia sebelum dosa dengan Hukum Allah, manusia itu hampir hampir tidak sadar kalau sebenarnya Hidup ini diatur oleh Hukum Allah.
Hukum Allah adalah Kasih. Alam semesta ini diatur oleh Tuhan dengan tingkat keteraturan level tinggi.

manusia menyadari bahwa Allah memiliki Hukum ketika Dia melanggar Firman Allah. Hukuman memang tidak ada, tapi Hati Nuraninya mempersalahkannya, sehingga ketika Tuhan menampakkan diri, manusia itu takut.
siapakah yang mengajarkan manusia Takut… ?? tidak ada… Hukum Tuhan yang tertanam di dalam Sanubarinyalah yang mempersalahkannya.

jadi Hukum Tuhan sudah ada sebelum jaman bangsa Israel ada. Hukum Alam, Hukum Kesehatan, Hukum Sebab Akibat… adalah salah satu hukum hukum Tuhan.

2. dikatakan manusia adl pelanggar Hukum

Yups, betul sekali… disebut sebagai Pelanggar Hukum adalah, karena manusia melanggar apa yang dilarang Tuhan.

3. Hukum diberikan, so sekarang ada hukum

kalau bro pernah baca tulisanku di salah satu topik di grup ini, pernah kujelaskan bahwa:
salah satu kutuk Dosa yang paling berat bukanlah Kematian, tapi Kacau Balau atau Babel…
yaitu hilangnya pertimbangan manusia mengenai apa yang benar dan apa yang salah. atau Kebenaran dan Kesalahan di Campur adukkan. akhirnya manusia melakukan apa yang dianggapnya baik menurut pandangannya sendiri.

itulah mengapa Tuhan memberikan kembali Hukum Secara Tertulis, supaya manusia itu tidak punya standardnya masing masing… tapi mempunyai satu tolak ukur untuk mengukur Benar atau Salah,

4. dengan sekarang adanya hukum, manusia tau bhw dirinya adalah pelanggar hukum.

Top Markotop, sangat Jitu…
itulah salah satu Fungsinya Hukum… untuk menyatakan bahwa manusia adalah Pelanggar Hukum dan Harus di hukum.

bersambung…

Ya saya sepakat
dan Bapa dimaksud dlm doa Bapa kami, Allah Esa ?

ketika Tuhan Yesus masih di bumi mengajarkan Doa Bapa kami yang di sorga, kalimat itu tidak sama dengan kalimat Yesus Kami yang di sorga.
Ya sepakat dan kalau Yesus berdoa kalimatnya BAPA-KU BUKAN Bapa kami/kita
ketika Tuhan Yesus di bumi ini, Tuhan Yesus Kristus tidak berada di sorga, sebab Tuhan Yesus sudah menjadi manusia. Tuhan Yesus tidak Mahahadir ketika berada di dunia ini..
sepakat bukan berarti menjadikan Yesus Kristus bukan Allah Esa, bukan ?
saya percaya dengan sangat yakin seyakin yakinnya bahwa Allah itu ESA (TUNGGAL), satu satunya.. seperti yang tertulis di dalam Firman Allah.
sepakat dan saat panjatkan doa dipanjatkan hanya kpd Allah Esa itu, betul?
Firman Tuhan juga mencatat bahwa Allah yang Esa itu, terdiri dari 3 Pribadi yang berbeda. yang kita kenal sebagai. Bapa, Anak dan Rohul Kudus. yang artinya adalah Pribadi Bapa berbeda dengan Pribadi Anak dan sebaliknya.
sangat sepakat
memang tidak ada gambaran yang sangat tepat yang dapat digunakan untuk menggambarkan Allah, sebab pikiran manusia sangat terbatas. namun saya sangat yakin benda benda Alam ini termasuk manusia adalah pantulan atau gambaran diri-Nya sendiri. misalkan: 1. Luas: yang terdiri dari Panjang, Lebar dan Tinggi 2. Matahari ada Cahaya, Suhu (Kehangatan), dan materinya.. 3. Keluarga: Ayah, Ibu dan Anak 4. Waktu: Kemaren, Hari ini dan Esok 5. Simatupang: Togatorop, Sianturi, Siburian 6. Manusia: Tubuh, Jiwa dan Roh

Penjelasan:

  1. Panjang itu bukan Tinggi, bukan pula Lebar namun Luas suatu ruang segi 4 terdiri dari Panjang x Lebar X Tinggi
  2. Ayah bukanlah Ibu dan bukan Anak, tapi ketiganya disebut keluarga.
  3. Kemarin bukanlah hari ini dan hari ini bukanlah hari esok, tapi hari ini, kemarin dan esok adalah Waktu…
  4. dst…

manusia memang tidak dapat menjelaskan Substansi maupun Pribadi Allah dengan keakuratan yang sempurna…
tapi contoh diatas adalah sedikit Gambaran yang dapat mempermudah kepada pikiran manusia fana mengenai Kesatuan ke-Allahan…

Yesus Kristus bukanlah Bapa, yang mati diatas kayu Salib bukanlah Bapa, dan bukan ROH KUDUS. bukan berarti Bapa tidak dapat mati diatas kayu salib, tapi Tugas Penebusan diserahkan kepada Pribadi Yesus Kristus.

semoga membantu memberi sedikit pandangan…

salam
TYM


Ya sepakat
dan matinya Yesus Kristus dikayu salib tidak serta merta menghilangkan substansi keilahian-Nya yaitu Allah ekad, betul ?

Amin, Puji Tuhan…

dan Bapa dimaksud dlm doa Bapa kami, Allah Esa ? Ya sepakat dan kalau Yesus berdoa kalimatnya BAPA-KU BUKAN Bapa kami/kitasepakat bukan berarti menjadikan Yesus Kristus bukan Allah Esa, bukan ? sepakat

terima kasih bro sudah membuka jalan untuk berdiskusi…

Allah itu Esa, artinya adalah Hanya Allah-lah Allah, tidak ada yang lain, tidak ada makhluk di alam semesta ini yang dapat dipersamakan dengan Allah. Dialah Allah satu satu-nya Yang Esa… Bagi Allah-lah Kemuliaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama lamanya. Hanya Allah-lah yang patut disembah di alam semesta ini,
karena Allah kita ada, karena Allah kita hidup, dan segala sesuatu biarlah kembali kepada Allah termasuk Penghormatan dan Puji Pujian yang kita panjatkan. Hanya Allah saja yang patut menerimanya.

ketika menyebut kata Allah, berarti sudah mencakup ketiga Pribadi tersebut: Bapa, Anak dan Roh Kudus.

tapi ketika menyebut Salah satu Pribadi, berarti kita khusus kepada pribadi tersebut, bukan ketiganya…

sebagai Contoh, mari kita buka Alkitab kita yang tertulis dalam Ibrani 5:5,7,8,9
Ibrani:
5:5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan e diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, f tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman g kepada-Nya: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan h pada hari ini”,

5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya

Perhatikan ayat yang ke 7, yang kuberi warna merah itu…
perhatikan bahwa ada 2 Pribadi pada ayat itu, Yesus betul betul mengosongkan diri-Nya dan bergantung sepenuh-nya kepada Dia (Bapa). dan karena Kesalehan-Nya Ia didengarkan.

sekali lagi perhatikan kata yang kumerahi, Karena Kesalehan-Nya Ia didengarkan…

sangat luar biasa… Perhatikan dan Bandingkan kembali Ibrani 8:1-3.
Yesus Kristus adalah Imam Besar kita Sorga, (Bukan Bapa dan Bukan Roh Kudus). Yesus Kristus telah mati diatas Kayu Salib, Darah-Nya berkuasa untuk membayar semua hutang dosa manusia, mengampuni setiap dosa dan menyucikan setiap dosa bagi yang percaya kepada-Nya…

Percayakah brother @cNc janji Tuhan tersebut… ?
Percayakah brother @cNc bahwa Yesus Kristus yaitu salah satu Pribadi Tritunggal Mahakudus, telah mengosongkan diri-Nya dengan segala atribut ke-Allahan-Nya, mengambil rupa seorang hamba, menjadi seorang manusia yang taat, dan sampai mati-Nya diatas kayu salib, tidak pernah gagal dan tidk pernah berbuat dosa sehingga Ia layak sebagai Korban yang sempurna, tanpa cacat, dan Jasa-Nya oleh Darah-Nya cukup untuk membasuh segala dosa dosa kita… ?

dan matinya Yesus Kristus dikayu salib tidak serta merta menghilangkan substansi keilahian-Nya yaitu Allah ekad, betul ?

mari kita kembali baca Filipi 2:5-10
ketika menjadi manusia, Yesus tetaplah Pribadi yang sama dari 3 Pribadi ke-Allahan yang Mahakudus.
yaitu Allah yang Esa, Allah ekad…

tapi Substansi-Nya dikosongkan… (Mahakuasa, Mahahadir, Mahatahu).
Yesus adalah tetap Pribadi Allah dalam Tubuh Manusia yang terbatas,

salam
TYM

Ya.

alias Bapa itu Allah
Ngaco. Disini nggak lagi ngajuin [i]"Bapa itu Allah ato bukan ?"[/i].
Allah itu Esa
Dan P2 ngajarin, Allah itu TERDIRI dari 3P, P1 P2 dan P3.
masih kurang jelas?
Dirimu sengaja bersilat lidah, bermain kata kata.

Allah itu Esa.
Allah Esa ini terdiri dari 3P, P1 P2 P3
The first person of the Trinity is known as the Father

Our Father in heaven…
Q1 : kepada yang mana doa itu ditujukan ?
Konsisten berangkat dari ungu, maka jawabannya adalah :
A1 : kepada P1, The first person of the Trinity

I came forth from the Father and have come into the world
Q2 : dari yang mana P2 came forth ?
Konsisten berangkat dari ungu, maka jawabannya adalah :
A2 : dari yang P1, The first person of the Trinity

My Father, if it be possible, let this cup pass from me
Q3 : ditujukan ke yang mana permintaan diatas oleh P2?
Konsisten berangkat dari ungu, maka jawabannya adalah :
A3 : ditujukan ke P1, The first person of the Trinity

jawaban versi kalian
A1 : kepada ketiganya, P3+P2+P1 atau salah satunya ataupun salah duanya
A2 : P2 came forth dari ketiganya atau salah satunya ataupun salah duanya
A3 : P2 menujukan permintaannya ke ketiganya atau salah satunya ataupun salah duanya

dengan alesan :
Bapa = Allah
Allah itu Esa terdiri dari 3P
Dengan demikian, Bapa = salah satunya ataupun salah duanya ataupun ketiganya.

Bapa dalam doa Bapa Kami disitu merujuk pada Allah, tidak kpd siapa2 mo nyebut salah satu pribadi, dua pribadi, atau ketiganya, tetap [b]doa dipanjatkan hanya kpd Allah[/b]
Tunjukkan ajaran P2 bhw ketika terdengar kosakata "Bapa" maka kosakata ini TIDAK ngerujuk ke siapa siapa karena bisa ngrujuk ke ketiganya atau salah satunya ataupun salah duanya.
dan Allah itu Esa ....Bapa Kami yang di sorga SAMA DENGAN ....Allah kami yg di sorga
Tunjukkan ajaran P2 bhw kosakata "bapa" didalam doa tsb = salah satunya ataupun salah duanya ataupun ketiganya.

Laen cerita pabila kalimatnya “Allah kami yang di sorga” —> Dengan kalimat spt itu barulah kalian bisa ngajuin :
Allah itu Esa, terdiri dari P3+P2+P1
dengan demikian, kepada yg mana doa diajukan - sama aja.


ilustrasi :
sebuah pohon jeruk dimana di pohon ini terdapat 3 buah jeruk yang masing2 warnanya :

  1. kehijauan, masih belon mateng
  2. sdikit oranye, hampir mateng
  3. oranye, mateng.

Baik yg ijo, yg sdikit oranye dan yg oranye adalah jeruk

statement1 :
cuplis, petik jeruknya di pohon gih

maka :
[apapun yg dipetik cuplis, sama aja] = BETUL
cuplis mao petik salah satunya atau salah duanya ataupun ketiganya, sama aja.
Pokok toh itu jeruk.


statement2 :
cuplis, petik jeruk ijo di pohon

maka oda:
[apapun yg dipetik cuplis, sama aja] = SALAH.

Kalian bilang :
[apapun yg dipetik cuplis, sama aja] = BETUL
cuplis mao petik salah satunya atau salah duanya ataupun ketiganya, sama aja.
Pokok toh itu jeruk.

argumen NGABLU kalian :
Jeruk yg di pohon ada ijo, sdikit oranye, oranye
yg ijo = jeruk
yg sdikit oranye = jeruk
yg oranye = jeruk

Jeruk ijo yang di pohon SAMA DENGAN jeruk yang di pohon

Berangkat dari bold merah, logika sirkular ngablu kalian ajukan… :
dengan demikian, cuplis mao petik salah satunya atau salah duanya ataupun ketiganya, sama aja. Pokok toh itu jeruk yang di pohon.

bersambung

MASIH KURANG JELAS ??
cupek jangan dipiara atuh, cNc. Disini bukan perihal "[i]saya (oda) masih kurang jelas[/i]". Melainkan justru saya yang sedang menunjuk kalian bhw "[i]yang kalian ajukan itu NGACO[/i]". Bahkan ngaco-nya kalian ini nggak pernah kalian ajukan "nih buktinya P2 sendiri ngajarin kayak gitu ... (lalu ngajuin ayat2", sekalipun sudah ber"juta" kali saya tanyakan "mana itu ajaran P2 nya ?".
saya sederhanakan saja ya... Bapa kami yg di sorga [b]tidak jadi soal ketika berdoa mengucapkan Allah kami yg di sorga[/b]
Saya tanyakan mana itu ajaran P2 bhw : ketika berdoa [u]doa tsb[/u], [b]tidak jadi soal[/b] mengucapkan opsi2 dibawah ini : P1 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu... P2 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu... P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu... P1 dan P2 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu... P1 dan P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu... P1 dan P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu... P1, P2 dan P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...

dimana alesan dari ajaran P2:
P1 = Allah
P2 = Allah
P3 = Allah
Dengan demikian : coklat.

masih belum nyandak juga ??
Cupek. Sekali lagi, saya disini tidak sedang garuk2 kepala [i]"ih...gue masih gak ngerti dg apa yang kalian ajukan nih"[/i], melainkan saya sedang NUNJUK bhw yang kalian ajukan itu SALAH.

Dan kalopun menurut kalian yg kalian ajukan itu benar, sudah ber"juta" kali saya tanyakan : “tunjukkan mana itu ajaran P2 nya (yg ada terbaca di Alkitab) yg seperti kalian ajukan ?”.

:afro: :afro: :afro:

Tuh, sima yg diem diem ngebacain dari awal,
sekali ikut nimbrung langsung “masuk” kalimat2nya.

MANTEP, sima :afro:

tapi ketika menyebut Salah satu Pribadi, berarti kita [b]khusus kepada pribadi tersebut, bukan ketiganya[/b]
Ini yang bener :happy0062:.

sbb ini NGACO
ketika terdengar kosakata/sebutan dari salah satu Pribadi, maka itu ya :
bisa salah satu dari ketiga pribadi yg ada
bisa salah dua dari ketiga pribadi yg ada
bisa pula ketiganya dari ketiga pribadi yg ada

Anehnya disini ada member yang walo sudah ditunjukkin bahwa saya, yg awalnya memang “sendiri” namun belakangan ternyata ada orang laen yg sama dgn saya, tetep aja member ini bilang bhw saya itu sendiri saja yang muter2 pake logika :knuppel2: