Kesia-siaan belaka segala jerih payah manusia dibawah matahari kata Pengkhotbah

Adakah diantara kita yang menaruh perhatian secara khusus, memahami, mengambil hikmah atas apa yang dikatakan oleh pengkhotbah khususnya tentang hidup manusia yang adalah sia-sia.

Pengkhotbah secara umum mengatakan bahwa hidup manusia yang terlahir ke dalam dunia ini serta segala jerih payah mereka dibawah matahari adalah sia-sia.
Lahir - bersusah payah dalam hidup - mati.
Waktu hidup manusia ini hanyalah sebentar. Hidup manusia ini tidak ubahnya seperti binatang yaitu memiliki akhir hidup yang sama.
Banyak yg tahu akan hal ini dan masih tetep ingin anak.

Sesungguhnya yang palin BERBAHAGIA ialah mereka yang belum terlahir.

Pengkhotbah
4:2 Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup.
4:3 Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari.

Pengkhotbah berbicara berdasarkan hikmat yang diperolehnya dari Allah.

Silahkan berikan tanggapan saudara setelah membaca Kitab Pengkhotbah.

Hikmat Salomo setelah dia memahami makna kehidupan, tujuan hidup, pleasure, apa yg seharusnya manusia lakukan selama hidup dan hukum alam (nasib semua orang pasti mati) :

9:4 Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
9:5 Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa,
9:7 Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
9:8 Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
9:9 Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
9:10 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
9:11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.

12:1 Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”

12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

12:14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

manusia yg dibicarakan oleh Pengkhotbah adalah manusia yg tdk mengenal Allah,
manusia spt itu yg hidupnya penuh ke-sia2an, tdk lebih dari binatang,

Pernah dibahas di TRIT manusia tdk lebih dari binatang “MANUSIA TIDAK LEBIH DARI BINATANG?” - Pendalaman Alkitab - ForumKristen.com

GBU

ini mah curhatan Salomo yang lagi galau wkwkwkkwk
dia kan udah kaya…bosen kali dia dengan kehidupanya yg sekarang…
istrinya ada ratusan…hartanya jgn ditanya…hikmatnya ckckck

dia cuma ingin mengatakan tidak ada gunanya semua itu kalu tidak ada Allah…maka semua itu sia2,tapi bukan berarti kita tidak boleh medapat harta dan hikmat yah…?

tapi se tinggi2 hikmatnya…Salomo berpaling dari Tuhan juga,sehingga dia tahta nya dikutuk untuk terpecah menjadi 2…

Bukankah benar demikian?

Sisa-sisa kamu hidup setiap hari bangun pagi pergi ke sekolah, setelah besar bekerja, kemudian punya keluarga, berkarir, mengumpulkan kekayaan dan akhirnya mati tidak membawa satu apapun dari dunia yang sekarang kedalam dunia kekal.

Karena itu agar kamu tidak hidup sia-sia, turutilah perintah Allah, karena Ia memberi janji bukan hanya dihidup yang sekarang, tetapi juga hidup yang akan datang.

1 Korintus 15:58 (TB)
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.