Kesalahan pemberian berkat oleh pendeta di akhir kebaktian

Karena dalam artikek ini Anda memandang hal “pemberkatan di akhir ibadat” itu hanya dari sudut pandang “imamat yang rajani”, maka saya membatasi tanggapan saya sebatas sudut pandang ini pula.

Pertama
Benar, bahwa semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus hidup di dalam Perjanjian Baru yang dimeteraikan dengan darah korban Anak Allah yang hidup (mis. Luk 22:20; Ibr 9:5), entah dia pendeta/gembala, penatua, diaken/syamas, SEMUA adalah imamat yang rajani.

1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Anda menggunakan imamat yang rajani ini sebagai dasar untuk menyatakan adalah salah seorang pendeta mengucapkan berkat di akhir ibadat. Namun pada saat yang sama Anda hendak mencabut hak pendeta - sebagaimana Anda sebut itu hak, yang diberikan Sang Imam Besar itu kepadanya sebagai imamat yang rajani berdasarkan 1 Ptr 2:9 ini pula. Bukankah seorang pendeta juga adalah komunitas imamat yang rajani? Kalau Anda bicara soal imamat yang rajani, maka pendeta tidak mengambil hak orang lain. Ia mengerjakan haknya; hak yang sama dimiliki oleh semua orang percaya. Anda ingin disebut ber"hak", namun Anda tidak ingin mengakui “hak” itu pun ada pada seorang pendeta.

Kedua.
Jika Anda hidup dalam masa “imamat yang rajani” maka tentu Anda tidak akan memandang pemberkatan itu sebagai tindakan seorang imam “Harun”, tetapi sebagai seorang pelayan jemaat yang diutus oleh Kepala Gereja itu sendiri untuk mengerjakan pekerjaan-Nya bagi Gereja-Nya. Jadi menurut saya, Anda berada di dunia “imamat yang rajani”, namun Anda sendirilah yang mempertahankan pikiran Anda di masa “Harun”. “Kesalahan” itu ada pada cara atau sudut pandang pikiran Anda sendiri, bukan pada diri para pendeta yang Anda klaim itu.

Ketiga.
Jika Anda berpikir bahwa adalah kesalahan seorang pendeta memberikan berkat di akhir ibadat, maka yang Anda kritisi bukan pendeta-nya melainkan TATA IBADAT GEREJA. Itu yang seharusnya Anda kritisi kalau Anda tidak mau ada orang lain yang mengucapkan berkat bagi Anda atas kepercayaan yang diberikan Kepala Gereja kepadanya untuk melakukan pekerjaan-Nya bagi gereja-Nya. Karena siapapun dia yang bertugas untuk melayani ibadat jemaat akan tiba pada bagian liturgi “BERKAT”. Siapapun dia, bahkan Anda sekalipun pada saat Anda mendapat kepercayaan yang sama. Maka, jika unsur “Berkat” di penghujung ibadat ini telah Anda pandang sebagai “pelecehan” atas – apa yang anda sebut – HAK Anda sebab seorang imam dalam komunitas imamat yang rajani, maka ajukanlah kritik dan saran agar unsur ini ditiadakan dalam suatu ibadat jemaat. Namun tentu saja, dengan itu Anda harus mengoreksi dasar-dasar unsur “berkat” dalam ibadat di dalam Alkitab.

Dan keempat, trimakasih atas artikel ini n forum ini tentu saja.

[Oups!! Saya hampir saja menuliskan di sini “Kiranya Tuhan memberkati”, namun dari tulisan Anda ini, Anda tidak memerlukan orang lain mengucapkan doa ini bagi Anda, maka cukuplah saya mengakhiri pandangan saya di sini dengan :]

SALAM.

  1. “MEMBERKATI” BOLEH:

Memberkati sesama manusia itu boleh.
Jangankan memberkati manusia, memberkati Allah saja boleh kok, ada nih ayatnya.

Contoh ayat PL :

* Mazmur 103:1-2
103:1 LAI Terjemahan Baru, Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Bible in Basic English, Give praise to the Lord, O my soul; let everything in me give praise to his holy name.
GOD’S WORD® Translation (©1995) , By David. Praise the LORD, my soul! Praise his holy name, all that is within me.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
לְדָוִד בָּרֲכִי נַפְשִׁי אֶת־יְהוָה וְכָל־קְרָבַי אֶת־שֵׁם קָדְשֹׁו׃
Translit, LEDAVID BARAKHI NAFSYI’ ET-YEHOVAH (baca Adonay) VEKHOL-QERAVAI ET-SYEM QADSYO
King James Version, Bless the LORD, O my soul: and all that is within me, bless his holy name.
Jewish Publication Society Tanakh, A Psalm of David. Bless the LORD, O my soul; and all that is within me, bless His holy name.
Darby Bible Translation, {A Psalm of David.} Bless Jehovah, O my soul; and all that is within me, bless his holy name!

103:2 LAI TB, Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Bible in Basic English, Give praise to the Lord, O my soul; let not all his blessings go from your memory.
GOD’S WORD® Translation (©1995), Praise the LORD, my soul, and never forget all the good he has done:
Hebrew,
בָּרֲכִי נַפְשִׁי אֶת־יְהוָה וְאַל־תִּשְׁכְּחִי כָּל־גְּמוּלָיו׃
Translit, BARAKHI NAFSYI’ ET-YEHOVAH (baca Adonay) VE’AL-TISYKEKHI KOL-GEMULAV
King James Version, Bless the LORD, O my soul, and forget not all his benefits:
Jewish Publication Society Tanakh, Bless the LORD, O my soul, and forget not all His benefits;
Darby Bible Translation, Bless Jehovah, O my soul, and forget not all his benefits:

Ayat diatas dalam bahasa asli Ibrani menggunakan kata berasal dari verba ברך - BARAKH, yang bermakna memberkati.

Dalam PB:

* Yakobus 3:9
LAI TB, Dengan lidah kita memuji (‘EULOGEÔ’) Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk (‘KATARAOMAI’) manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
KJV, Therewith bless we God, even the Father; and therewith curse we men, which are made after the similitude of God.
TR, εν αυτη ευλογουμεν τον θεον και πατερα και εν αυτη καταρωμεθα τους ανθρωπους τους καθ ομοιωσιν θεου γεγονοτας
Translit Interlinear, en {dengan} autê {(lidah) ini} eulogoumen {kita memberkati} ton theon {Allah} kai {dan} patera {Bapa} kai {tetapi} en {dengan} autê {(lidah) ini} katarômetha {kita mengutuk} tous anthrôpous {manusia-manusia} tous kath {yang menurut} homoiôsin {kesamaan} theou {Allah} gegonotas {telah diciptakan}

Kata Yunani: ευλογεω - EULOGEÔ, “memberkati” (Inggris: ‘bless’)

Perhatikan ayat dalam Kitab Yakobus ini selaras dengan apa yang dilakukan Daud: umat Allah dapat “memberkati” Allah. Kalangan Yahudi setiap hari berdoa dengan mengucapkan “BARUKH 'ADONAY”, “diberkatilah TUHAN”.

Satu contoh lagi:

* Lukas 24:53
LAI TB, Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan (‘EULOGEÔ’) Allah.
KJV, And were continually in the temple, praising and blessing God. Amen.
TR, και ησαν διαπαντος εν τω ιερω αινουντες και ευλογουντες τον θεον αμην
Translit Interlinear, kai {dan} êsan {berada} diapantos {senantiasa} en {didalam} tô hierô {(Bait) suci} ainountes {memuji} kai {dan} eulogountes {memberkati} ton theon {Allah} amen {amin}

Jadi, manusia memang dapat mengucapkan BERKAT baik kepada Allah maupun kepada manusia.

  1. “IMAM” DALAM IBADAH GEREJAWI, BOLEH:

Kita adalah para imam:

* 1 Petrus 2:5-10
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena YESUS KRISTUS berkenan kepada Allah.
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”
2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.”
2:8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

2:9 LAI TB, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
KJV, But ye are a chosen generation, a royal priesthood, an holy nation, a peculiar people; that ye should shew forth the praises of him who hath called you out of darkness into his marvellous light;
Textus Receptus (TR), υμεις δε γενος εκλεκτον βασιλειον ιερατευμα εθνος αγιον λαος εις περιποιησιν οπως τας αρετας εξαγγειλητε του εκ σκοτους υμας καλεσαντος εις το θαυμαστον αυτου φως
Translit Interlinear, humeis {kamu} de {tetapi} genos {bangsa} eklekton {yang dipilih} basileion {kerajaan} hierateuma {kelompok imam} ethnos {bangsa} hagion {yang kudus} laos {umat} eis {dalam/ yang menjadi} peripoiêsin {kepunyaan/ yang dimiliki} hopôs {supaya} tas aretas {pujian/ keajaiban/ kuasa} exaggeilête {aklan diberitakan} tou {bagi} ek {keluar dari} skotous {kegelapan} humas {kamu} kalesantos {memanggil} eis {ke dalam} to thaumaston {yang ajaib} autou {-Nya} phôs {terang}

2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Mengenai “imamat rajawi dan bangsa yang kudus”, Dalam Perjanjian Lama kita dapat merujuk :

* Keluaran 18:5-6
19:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Dalam Keluaran 18:5-6, kita melihat bahwa Allah berjanji jika umat Israel mentaati Firman Allah, Allah akan membuat mereka menjadi “Kerajaan imam dan bangsa yang kudus”. Ternyata Israel tidak taat, sehingga janji tersebut belum digenapi, tetapi selaras dengan Rasul Petrus, Rasul Yohanes juga menuliskan dalam ayat-ayat dibawah ini yang senada, bahwa jemaat KRISTUS telah dibuat menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-iman bagi Allah, suatu berkat yang didasari oleh pengorbanan Anak Domba Allah, bukan karena ketaatan umatNya.

Wahyu 1:6, 5:10
1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, – bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Memang umat percaya disebut sebagai “Imamat yang Rajawi” di dalam 1 Petrus 2:9, namun itu bukan berarti melarang posisi Imam dalam ibadah gerejawi.
Ada pula yang menolak adanya jawatan Imam dalam ibadah gerejawi Perjanjian Baru dengan alasan : Para rasul dan para pembantunya tidak pernah disebut imam

Kadang-kadang disebutkan adanya para penatua dan para rasul menumpangkan tangannya atas mereka :

* Kisah 14:23
Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Mereka adalah pengawas jemaat (di waktu kemudian Uskup; Kisah Para Rasul 20:17), mereka berkhotbah, mengajar (1 Timotius 5:17) dan mengolesi orang-orang sakit (Yakobus 5:14).

* Kisah 20:17
Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua (PRESBUTEROUS) jemaat datang ke Miletus.

* 1 Timotius 5:17
Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

* Yakobus 5:14
Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

Perlu kita pahami bahwa Para rasul juga melakukan tugas-tugas keimaman, kita ambil satu contoh :

* Roma 15:16
LAI TB, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan KRISTUS YESUS bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh ROH KUDUS.
LAI TL, supaya aku menjadi pesuruh KRISTUS YESUS untuk orang kafir, akan mengerjakan pekerjaan suci tentang Injil Allah, supaya orang kafir itu menjadi suatu persembahan yang berkenan kepada Allah dan yang disucikan oleh Rohulkudus
KJV, That I should be the minister of JESUS CHRIST to the Gentiles, ministering the gospel of God, that the offering up of the Gentiles might be acceptable, being sanctified by the Holy Ghost.
Contemporary English 1995, He chose me to be a servant of CHRIST JESUS for the Gentiles and to do the work of a priest in the service of his good news. God did this so that the Holy Spirit could make the Gentiles into a holy offering, pleasing to him
TR, εις το ειναι με λειτουργον ιησου χριστου εις τα εθνη ιερουργουντα το ευαγγελιον του θεου ινα γενηται η προσφορα των εθνων ευπροσδεκτος ηγιασμενη εν πνευματι αγιω
Translit interlinear, eis {supaya} to einai {boleh menjadi} me {aku} leitourgon {pelayan} iêsou {YESUS} khristou {KRISTUS} eis {bagi} ta ethnê {bangsa-bangsa (non Yahudi)} hierourgounta {melayani sebagai imam} to euaggelion {untuk Kabar Baik (Injil)} tou theou {Allah} hina {supaya} genêtai {menjadi} hê prosphora {persembahan} tôn ethnôn {bangsa-bangsa (non Yahudi)} euprosdektos {yang diterima baik} êgiasmenê {setelah dikuduskan} en {oleh} pneumati {Roh} hagiô {Kudus}

Rasul Paulus juga bertindak sebagai Imam dalam kehidupan gereja mula-mula. Ini cukup dapat menjawab pertanyaan kita tentang adanya hirarki keimaman dalam ibadah gerejawi Perjanjian Baru. Kata “ιερουργουντα - hierourgounta” dari kata ιερουργεω - hierourgeô (leksikon : to minister in the manner of a priest, minister in priestly service) ini tidak diterjemahkan dalam terjemahan LAI.

Di dalam tulisan-tulisan setelah Alkitab para rasul juga disebut imam, karena memang mereka selain memegang jabatan sebagai rasul, pemberita injil, nabi, gembala dan pengajar (Efesus 4:11). Mereka juga melakukan tugas-tugas sebagai imam yang memimpin ibadah kepada TUHAN Allah.

Semoga jelas.

Blessings,
BP

Pemberkatan di akhir kebaktian kata2nya seingat saya kurang lebih sbb:
Kiranya Tuhan memberkati dll.

Jadi sebenarnya pendeta ini tidak memberkati tapi berdoa pada Tuhan kiranya Tuhan memberkati jemaatnya.

Apakah betul nantinya doanya dikabulkan oleh Tuhan atau tidak itu tergantung Tuhan sendiri.

Namum kalau manusia memberkati orang lain memang kasiatnya kurang manjur, kecuali manusia kaya memberkati orang lain dengan uang itu pasti manjur.

lah… kenapa salah ? aneh aja …

pendeta kan bilang “diberkatilah dengan berlimpah2” , jadi Dari Tuhan dialirkan ke pendeta , lalu di alirkan turun ke jemaatnya…

Ya tidak salah sih bro mendoakan siapa saja boleh, namun apakah Tuhan akan mengabulkan doa itu atau tidak adalah hak Tuhan saja.

Damai bagimu sprintcis.

Kukutipkan bagian-bagian postinganmu yang ingin kukomentari:

Dari siapa gerangan engkau mendapat otoritas untuk menyatakan hal pemberian berkat tersebut tidak sesuai Firman Allah?

Bila orang Kristen sendirian, dia adalah imam atas dirinya sendiri. Pertanyaannya, kalau orang Kristen berkumpul lebih dari dua orang, siapa diantara mereka yang menjadi imam? Padahal, semasa hidup ragawiNya, YESUS KRISTUS ada mewasiatkan kepada seorang diantara muridNya untuk menjadi tempat tumpuan pendirian jemaat. Artinya, dari keduabelas murid itu, tidak semuanya mendapat otoritas yang sama satu dengan lainnya.

Nah, kembali kepada peribadatan, walaupun seluruh peserta suatu peribadatan menyandang imamat yang rajani, tetapi di kumpulan tersebut, harus ada yang berperan sebagai imam.

Kembali lagi pertanyaanku, dari siapa gerangan engkau mendapat otoritas untuk menyatakan hal tidak ada orang lain yang berhak menjadi imam atas orang percaya lainnya tersebut? Sementara di Matius 16:19 dapat kita baca, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Apakah Matius 16:19 ini bukan merupakan cikal bakal suksesi apostolik? Kalau ayat ini merupakan cikal bakal suksesi apostolik, apakah kita tidak dapat memandang itu sebagai pewasiatan fungsi keimaman?

Nah, itu yang ingin kukemukakan. Selaku orang merdeka karena kasih KRISTUS, kukira sepanjang tidak bertentangan dengan keinginan KRISTUS yang ditunjukkan oleh wasiatNya, itu tidak dapat kita katakan sebagai ‘tidak sesuai dengan Firman Allah’. Namun demikian, dimungkinkan juga kita berbeda pemahaman atas hal tersebut.

Apapun itu, damai sejahtera menyertai pengikut KRISTUS.

Broo@sprintcis…

Pemahaman anda tentang imam…kurang pas.dan belum benar…
Padahal Jabatan imam itu adalah amanat TUHAN…bukan amanat manusia.
Tuhan pada dasarnya sangat ingin dilayani…Makanya di Bangsa ISRAEL, Tuhan memeinta Suku LEWI untuk bertugas melayani pertemuan semua suku Isrel yang 11 suku itu dengan Tuhan… Sebagai perantaraan TUHAN dengan Bangsa Isreal mengenai ritual peribadatan… adalah melaluai IMAM IMAM disuku Lewi tsb…MEREKA ITU ADALAH GEMBALA GEMBALA DI BAGIAN KEROHANIAN/SPIRITUAL di bangsa Israel.

Setelah TYK ada maka berarti masuk ke PERJANJIAN BARU…dan saat TYK masih hidup maka gembalanya adalah TYK sendiri…
Nahh…setelah TYK naik ke sorga, maka Gembala gembala umat adalah para murid murid TYK…yng disebut Para RASUL RASUL…

Pada zaman para Rasul Rasul tsb…baru terbentuk Gereja gereja kecil…dan DNG berjalannya waktu s/d sekarang …Maka Gereja gereja tsb yang berperan untuk membina dan menggembalakan umat yang percaya kep TYK.
Yang dinamakan Gereja seyogianya adalah kumpulan orang orang yang beriman kep TYK. Karena sudah katagori kumpulan maka sudah tentu harus ada pemimpinnya dong…acchh…!! supaya ada yang bertanggung jawab dan memperdulikan semua kebutuhan dalam melakukan ibadah kep TYK.
Karena Firman Tuhan sudah mengalami begitu banyak tafsiran dalam perjalannya…maka timbul pula pemahaman pemahaman yang berbeda , tetapi tetap sebagai pusat centralnya adalah TYK.
Setiap Aliran pemahaman yang berbeda pasti punya umat umat pengikutnya…dan mempunyai nama nama…seperti Gereja Katolik. Gereja Protestan, Gereja Kharismatik…Pantekosta… dll lah.
Dan sampai pada Gereja sudah tentu mempunyai gembala gembala…yg mana secara intelektual kerohanian/spiritual sudah pasti diatas umat nya.
Dan gembala gembala ini mempunyai otoritas dalam penggembalaan dan pencerahan dalam pengetahuan Firman Tuhan…dan disamping itu mengemban amanah tertinggi dalam hal pemberkatan…karena belia beliau ini dng jabatannya bertanggung jawab kepada TUHAN YESUS KRISTUS.
jADI KALAU MEREKA MENUMPANGKAN TANGAN UNTUK MEMBERKATI…MAKA UMATNYA PUN HARUS PATUH DAN MENERIMA DNG IMAN PERCAYA JUGA.

Sehingga intinya bukan masalah di pemberkatannya itu juga, tapi hati setiap orang yang sudh percaya tsb…yang sudah percaya kep TYK
Kemudian Dasarnya kenapa sampe orang mempunya hak untuk memberkati orang …?? walaupun misalnya dia bukan seorang pendeta atau gembala…?? Ya dasarnya ada di Alkitab…coba anda baca cerita
saat ABRAHAM memberi harta rampasan perang kepada IMAM MALKISEDEK
maka imam tsb memberkati Abraham kan…??

Maka disini prinsipnya sama…saat anda pergi ke gereja…maka anda sudah memberikan waktu…kolekte…dll nya kepada Tuhan ( melelui Gereja ), maka Orang yang berotoritas tertinggi digereja itu adalah Si Pendeta itu kan…?? Maka Pendeta itu memberkati anda sebagai umat di gereja tsb dong.!!! MASA anda sebagai mat gaterima …?? hhehehehee.
Berarti anda @spirtisic.belum paham mengenai hal berkat memberkati ya.??

Salam GBU

itu kan menurut anda, krn anda bukan di gereja yg seperti itu :cheesy:
hamba Tuhan yg fulltimer atau gembala = imam lewi yg melayani dalam gereja.

Rasul Paulus ngga’ “full timer” lho… tetapi toh Dia juga bertindak sbg “ιερουργεω - hierourgeô”, melayani sebagai imam.

@tante beruang

itu kan menurut anda,
ini kan forum diskusi ya, ya berpendapat dong. :) please deh :)

okey saya tambahi, benar seperti yg dibilang bro sarapan pagi :slight_smile:
saya ngetiknya kurang lengkap.

yang pasti Tuhan mengabulkan doa hamba yang di urapi donk… alirannya makin lancar pake PAM… bukan air tanah lagi yg masih pake sumur :smiley:

ADALAH KEPUTUSAN ROH KUDUS.

Kis 15:28
Sidang di Yerusalem dipimpin oleh ROH KUDUS. YESUS berjanji bahwa Roh akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Keputusan-keputusan gereja tidak boleh dibuat oleh manusia saja; mereka harus mencari bimbingan Roh melalui doa, puasa, dan penyerahan kepada Firman Allah hingga kehendak-Nya itu diketahui dengan jelas (bd. Kis 13:2-4). Gereja yang dianggap gereja KRISTUS harus mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat (Wahy 2:7).

Apakah Wewenang Rasuli dapat dpindah tangankan?

Karena dalam Alkitab maupun Tradisi Suci HARUS ADA campur tangan RASUL untuk meneruskan INJIL (TUHAN YESUS yang disalibkan, wafat, dimakamkan, bangkit=Ekaristi)

KISAH PARA RASUL
1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.”

Ibrani
6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang KRISTUS dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
6:3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya

Kisah Para Rasul
8:15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh ROH KUDUS.
8:16 Sebab ROH KUDUS belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan YESUS.
8:17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima ROH KUDUS.

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.

4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

6:3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
6:5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan ROH KUDUS, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
6:6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota d sampai ia tiba di Kaisarea.

9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku 4 ."
9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan YESUS, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan ROH KUDUS.”
9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

masih ada di Timotius dll mengenai penumpangan tangan,

Semuanya menceritakan satu hal yaitu, PENUMPANGAN TANGAN oleh PARA RASUL

BAHKAN Paulus DAN 7 orang yang diutuspun HARUS MENDAPATKAN PENUMPANGAN TANGAN PARA RASUL

1Tim 3:15b GerejaNYA adalah tiang penopang dan dasar kebenaran.

Berdasarkan Kis 1:25 1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." maka semua imam membawa hak rasuli,

Kis 15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.

yaitu: “…dengan perantaraan mulutku…”

Jadi sah-sah saja imam memberi berkat aka penumpangan tangan karena memang itu hak mereka, karena memang fungsi imam adalah penghubung antara manusia dan Allah, sesuai dengan Kis 5:7, namun itu versi Gereja Katolik,

Silahkan saudara2 versi Protestan urun pendapat menanggapi:

Tq :wink: