Kepala BNP2TKI : Saya Siap Mundur, Apa Itu Selesaikan Masalah?

Di tengah gemparnya kasus eksekusi Ruyati, TKW di Arab Saudi, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat bersedia mundur jika pihaknya dianggap tak bisa melindungi TKI di luar negeri. “Boleh-boleh saja meminta saya mundur. Ibarat seorang prajurit, saya ditunjuk oleh Presiden untuk memimpin BNP2TKI, jika tak diperkenankan lagi, saya siap untuk meletakkan jabatan. Namun apakah itu menyelesaikan persoalan yang terbaik?” ujar Jumhur di sela-sela MoU BNP2TKI dengan Pemprov.

Baginya, dengan adanya kasus ini dan semua orang menyalahkan BNP2TKI dan juga Menakertrans karena gagal melindungi TKI, meminta mereka mundur, pihaknya tak mempersalahkannya. Selain itu, pihaknya juga mengecam langkah pemerintah Arab Saudi dalam menghukum Ruyati tanpa mengkomunikasikannya dengan pemerintahan Indonesia.

Sebelumnya, Ruyati sejak awal mengakui telah membunuh majikannya. “Pengakuan itulah yang dijadikan pedoman Arab Saudi untuk menghukum Ruyati. Kalau di negara lain, mungkin pengakuan seperti bukan dianggap pokok bukti, melainkan dikuatkan dengan bukti yang lainnya,” tandasnya dengan tetap menyayangkan putusan pemerintah Arab Saudi terhadap Ruyati.

Adanya kerjasama yang lebih baik lagi antar instansi-instansi pemerintah diharapkan dapat mencegah terjadinya hal yang sama terulang lagi. Ketika semua pihak mengerti perannya masing-masing, maka pemerintah bisa lebih fokus menangani hal-hal yang semestinya ditangani. Mengenai dana tebusan, diharapkan setiap pemerintah daerah mempunyai dana yang tersedia. Nyawa lebih penting daripada harta. Semoga ini jadi pelajaran buat bangsa kita. Jika memang TKI hanya mendapatkan kesengsaraan di negeri orang, apa bagusnya bagi mereka bekerja di sana? Apalagi jika mereka tidak digaji, malah dianiaya, keluarga ditinggalkan dan tak jarang yang menyebabkan keluarga hancur berantakan.

Source : inilah/lh3