Kenapa Tuhan biarkan Manusia Jatuh dlm Dosa?

Gini temen2 saya punya Unek2

Kalau Tuhan itu Maha Pengasih dan Tidak ingin satupun dari manusia Jauh dari Tuhan

Lalu kenapa pada saat Adam dan Hawa memakan buah Larangan tidak Di cegah??

Bukankah Tuhan itu Maha Tahu… :slight_smile:

Tolong berikan masukkan

salam

masakan ngga dicegah??

iblis aja tau… koq :smiley:

Ge 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Ini kan dikatakan tuhan sebagai peringatan…

Maksud saya pada saat iblis(ular) membujuk Hawa, apa Tuhan ga Tahu…

Kan bisa saja Tuhan muncul lalu menegor si ular dan si Hawa…

(gimana Lice… kerasa ga sebagai hawa ketegor Tuhan?? :D)

salam

Peringatan Tuhan itu adl… pencegahannya

Dicegah Tuhan pun belum tentu menurut koq … krn dah kesengsem sama iblis :smiley:

Dicegah Tuhan pun belum tentu menurut koq .... krn dah kesengsem sama iblis

Kalau dicegah ya pasti takutlah manusia (Adam ama Hawa)

soalnya sebelumnya pun sudah diperingatkan Tuhan…

Misal Alice bekerja kantoran lalu di perintah
“Jangan memasuki ruang saya, karena meeting apapun yg terjadi”.

masa mau di langgar?? “kecuali ada gempa yach…” :smiley:

salam

Hukum diberikan, dan manusia diciptakan sempurna (salah satunya adalah manusia makluk sadar dan bisa merasakan efek memilih, memiliki kepuasan)

ujian itu perlu untuk mendapat nilai A,
jika dosen Anda menguji Anda, dan peluang mendapat nilai E itu ada, apakah ujian tidak perlu dilakukan? Jika ternyata akhirnya mendapat nilai E, maka dosen ada cara supaya kembali mendapat nilai E, tetapi semisal mendapat nilai A, ya ngga apa2 toh, sayangnya ADAM/EVE nilanya E, sehingga ceritanya menjadi bagaimana cara mendapat nilau A itu…

salam

belum tentu…

example: ada Firman Tuhan katakan … jangan kamu menjadi pasangan yang tidak sepadan

Tuhan sudah mencegah dengan FirmanNya …
ttp manusia… belum tentu … menurut , sekalipun sodara seimannya mencegahnya (kepanjangan tangan Tuhan)dengan nasihat2 nya

kasus itu sama dg manusia I… intine mereka telah terhipnotis oleh iblis :smiley:

ow gt menurut bro hakadosh…

klo begitu, Adam dan Hawa “di tes” sama Tuhan yach…

kayaknya ada yang ganjil… hmm

klo cuma tes… kenapa Tuhan sampai mengutuk si Ular??

Bukankah si ular juga ciptaan Tuhan yang Baik… karena Tuhan

menciptakan segala sesuatunya adalah Baik.

salam

hukum sudah diberikan, otomatis itu menjadi “sarana” ujian…
masalah ular sudah masalah berikutnya…

dan kita tidak tahu HUKUM apa yang diberikan kepada para malaikat…
yang pasti iblis disetujui melakukan itu…artinya TUHAN menguji bisa dengan oknum2 ciptaanNYA sendiri, bisa secara langsungm bisa secara alamiah terjadi, contoh ujian alamiah adalah ketika KITA mengaku Kristen maka ujian akan arti kerendahan hati akan serta mengikutinya…

salam

Tuhan memang mahatau dan mahakasih, tapi Ia juga mahaadil. Manusia diberikan kehendak bebas untuk menentukan sikap dan perbuatannya. Apabila menyimpang dari kehendakNya, hukuman harus diberikan.

Seorang bapak melarang anaknya bermain api. Pada saat bapak tsb melihat anaknya mendekati sumber api, ada rasa kasihan. Tapi disana juga ada keinginan untuk membuat anaknya mengerti kenapa dia tidak boleh bermain api.

@ all ok lah klo beghitu…

Saya tanya kembali…

Kalau di firdaus adalah tempat suci… yang di jaga Malaikat2 Tuhan

mengapa ular jelmaan iblis bisa masuk ke sana??

(ini masih dlm konteks kenapa Tuhan membiarkan manusia jatuh dalam dosa" jd ga OOT)

salam

taman eden bukan tempat yang suci krn berada di bumi :smiley:
bumi kalo sodara mau tau adl… tempat membuang malaikat yag jatuh

mm perasaan yang w tw thu d sorga bru ad malaikat d taman eden gk ad malaikat…
n clo mmng ad mungkin pd saad itu tuhan masi blom menciptakan malaikat d sana

@liberty

Tuhan menciptakan manusia segambar dengan-Nya
artinya manusia punya kehendak

dan Tuhan mau manusia itu turut kepada ketetapannya
kenapa harus diuji?
saya yakin bukan Tuhan yang menguji, tapi setanlah yang menguji manusia itu, dan tidak pernah ada ujian dari Tuhan

Tuhan hanya membiarkan kita untuk dicobai iblis, untuk membuktikan bahwa kita menuruti segala ketetapannya ( contoh kasus Ayub )

kenapa harus ada pohon larangan tsb?
apakah Tuhan memang mau bermain2 dalam hal ini?

tentu tidak bro
manusia bukan diciptakan spt robot, Tuhan tidak membutuhkan ciptaan yang tidak mempunya kehendak untuk dijadikan anak2-Nya

Tuhan menciptakan manusia ini dengan punya kehendak bebas memilih apakah patuh atau tidak kepada-Nya

maka dari sinilah kenapa ada pohon larangan tsb
sebagai ujian pertama apakah manusia itu patuh pada ketetapan Tuhan

kenapa iblis bisa masuk ke firdaus, coz firdaus itu bukan surga, tapi di bumi ini
dan pada saai itu setan telah dilemparkan ke bumi ini

kenapa kita ditempatkan di bumi ini, bukan langsung di surga? saya ngak tahu jawabannya karena saya terbatas sebagai manusia
yang saya tahu ketika malaikat diciptakan dan menjadi penghuni surga juga bisa jatuh ke dalam dosa

kenapa ular itu juga bisa dipengaruhi dan dimasuki setan ?
bukankah dia juga ciptaan Tuhan?

saya juga ngak tahu jawabanya, yang saya tahu bahwa manusia itu memang harus mendapatkan ujian dari setan, mau ular kek, harimau kek ya itu urusan setan :slight_smile:

lalu pertanyaan kamu juga kenapa ular itu dikutuk?
semuanya dikutuk bro

kejadian 3:17-19
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

tanah ini,…bumi ini telah terkutuk karena dosa manusia
hewan lain juga termasuk…kenapa?
ya sesama hewan saling membunuh :smiley:

semoga bisa bermanfaat

Tuhan YESUS memberkati

Salam damai sejahtera dalam Kristus

Kehendak Allah adalah supaya manusia kembali ke surga.
Allah berkehendak menjadikan manusia mengerti kasihNya, itulah sebabnya manusia dijadikan di dunia.
Sebab jika manusia dijadikan di surga, seperti malaikat-malaikat, maka manusia tidak menerima kasih Allah. Sebab malaikat-malaikat yang dijadikanNya di surga menjadi hamba-hambaNya.
Manusia dijadikan di bumi supaya mengetahui apa itu kasih dan bagaimana Allah mengasihi.

Setelah adanya dosa, manusia memang kembali ke surga, tetapi tidak semua orang akan selamanya di surga.

Semua keputusan manusia adalah transparan bagi Allah, karena di dalam Allah tidak ada masa lalu maupun masa depan. Semuanya, termasuk keputusan manusia terbentang dengan jelas di hadapan Allah. Manusia sebelum berdosa, memang diberikan begitu banyak rahmat (sanctying grace, four preternatural gifts), sehingga memungkinkan dia untuk dapat hidup kudus, sesuai dengan naturnya. Namun, Tuhan juga menciptakan manusia dengan kehendak bebas. Kehendak bebas ini diberikan oleh Tuhan sebagai tanda kasih dari Tuhan, sehingga manusia dapat mengasihi Tuhan secara bebas dan bukan seperti robot yang tidak mempunyai pilihan. Oleh karena itu, manusia pertama memang sempurna dalam semua rahmat yang diberikan menurut naturnya, namun tidak sempurna dalam membuat keputusan dengan kehendak bebasnya. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kehendak bebas ini tidak sempurna, karena dengan kehendak bebasnya, manusia juga dapat memutuskan untuk mengikuti Tuhan. Manusia pertama harus membuat keputusan dengan kehendak bebasnya untuk mengasihi dan menuruti perintah Tuhan atau menuruti kemauan sendiri. Dan dengan dia menempatkan diri sendiri di atas Tuhan, maka dia menjadi berdosa.

Allah yang Mahatahu sudah mengetahui bahwa menciptakan manusia dengan akal budi dan kehendak bebas dapat menyebabkan manusia dapat menolak Dia. Tuhan tidak terkejut dengan dosa manusia pertama tersebut, yang akhirnya diturunkan kepada semua manusia. Maka sudah menjadi rencana-Nya pula bahwa Ia akan mengutus Putera-Nya YESUS untuk menebus dosa umat manusia.

Salam damai sejahtera

Perbedaan sepuluh perintah Allah dalam dua kasih terutama dan hukum Taurat.

Tentang sepuluh perintah Allah dalam hukum taurat, tidak kutulis disini, sebab aku yakin semua mengetahui dengan baik.

Mengasihi Allah:

  1. Tidak menyebut nama Allah dengan sembarangan.
  2. Tidak membuat berhala dan menyembah berhala tersebut.
  3. Tidak ada allah lain pada kita dihadapan Allah yang adalah Kasih.
  4. Jangan berzinah/ kuduskanlah pernikahan.

Mengasihi sesama:

  1. Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut usia manusia.
  2. Kuduskanlah Sabat, supaya hambamu dapat beristirahat.
  3. Jangan membunuh.
  4. Jangan mencuri.
  5. Jangan bersaksi dusta tentang sesama kita.
  6. jangan mengingini milik sesamamu.

Hal yang pertama-tama Allah ingin nyatakan dari manusia itu (Adam) adalah hal dua kasih terutama.
Pohon yang dilarang supaya jangan mereka makan adalah hukum Taurat itu sendiri.
Setelah terjadinya dosa, maka dua kasih terutama dikesampingkan oleh manusia itu (Adam) dan isterinya, Hawa, karena mereka menghidupi sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat.

Sudah kita ketahui, siapa yang mau hidup sempurna dalam hukum Taurat, akan menyebabkan kematian kasih yang ada dalam dua kasih terutama.
Sedangkan siapa yang hidup dalam dua kasih terutama adalah dikatakan menggenapi hukum Taurat.

Kenapa manusia itu (Adam) dikatakan ‘tidak baik’ kalau ia sendiri saja?
Hal ini yang menyebabkan Allah memberikannya pernikahan.

Mari siapkan hati kita untuk berani berkata mau dan siap selamanya tinggal di surga.
Dan ajaklah manusia lain, supaya mereka tidak hanya sementara di surga dan setelah penghakiman, diturunkan ke bumi, bersama-sama malaikat yang memberontak.
Buat apa kita hidup kembali di dunia fana ini, jika Allah telah menggenapi rencanaNya pada manusia di bumi ini, dan telah menjadikan bumi sebagai tempat tinggal para hambaNya yaitu malaikat-malaikat yang memberontak dan manusia-manusia yang menolak Dia.
Lakukan sekarang, kasihilah seorang akan yang lain.

@ bro kawabaki

sebetulnya saya kurang paham pendapat anda, sebab yang saya tanyakan bukan masalah mengasihi…

Tetapi masalah Tuhan Maha Tahu => maka kenapa koq tidak mencegah adam waktu di beri buah larangan oleh Hawa…

ok deh… saya sudah mengerti dari rekan2 FK yang lain tentang masalah ini…

Tapi ada satu yang saya kurang jelas lagi nich…

setelah manusia memakan buah larangan dan jatuh dalam dosa Tuhan berfirman

3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

Dari ayat FT diatas ada 2 kesimpulan yang berbeda

  1. pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat + pohon pohon kehidupan = hidup kekal

atau
2. Pohon kehidupan = hidup kekal (tanpa pohon pengetahuan)

menurut anda yang mana dari 2 jawaban tersebut…

silahkan masukkannya… :slight_smile:

Salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus

Manusia setelah mengetahui sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat, mereka menjadi seperti Allah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat.

Ketika Allah memberitahu manusia itu (Adam) untuk tidak memakan buah pohon pengetahuan, saat itu juga Allah mengatakan tidak baik manusia itu (Adam) seorang diri saja.

Mengapa?
Sebab manusia itu (Adam) menguduskan hari Sabat. Dan ia melakukan itu untuk mengasihi Allah, dimana menguduskan hari Sabat, seharusnya dilakukan untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Jika manusia itu (Adam) menguduskan hari Sabat dan melakukan itu untuk mengasihi Allah, maka ia melakukannya menurut sepuluh perintah Allah dalam hukum Taurat.

Itulah sebabnya Allah mendatangkan seorang penolong baginya, yang sepadan dengannya yaitu yang juga memiliki kasih.

Bukankah manusia itu (Adam) mengasihi Allah? Apakah yang sepadan untuk mereka yang hidupnya mengasihi Allah?

Ya, yang sepadan bagi orang-orang yang mengasihi Allah adalah mereka yang hidupnya mengasihi sesama seperti dirinya sendiri.

Hawa menghidupi kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan manusia itu (Adam) menghidupi mengasihi Allah.

Mengasihi Allah:

  1. Tidak menyebut nama Allah dengan sembarangan.
  2. Tidak membuat berhala dan menyembah berhala tersebut.
  3. Tidak ada allah lain pada kita dihadapan Allah yang adalah Kasih.
  4. Kuduskanlah pernikahan/ jangan berzinah.

Mengasihi sesama:

  1. Hormatilah ayah dan ibumu, supaya lanjut usia manusia.
  2. Kuduskanlah Sabat, supaya hambamu dapat beristirahat.
  3. Jangan membunuh.
  4. Jangan mencuri.
  5. Jangan bersaksi dusta tentang sesama kita.
  6. jangan mengingini milik sesamamu.

Setelah mereka mengetahui sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat, Allah tidak bisa membiarkan mereka mengambil juga buah dari pohon kehidupan yang diatas, yaitu sepuluh perintah Allah menurut dua kasih terutama, sebab akan terjadi kekacauan.

Sepuluh perintah Allah menurut dua kasih terutama adalah supaya manusia memperoleh kuasa-kuasa Allah.

Ada dua macam pernikahan:

  1. Pernikahan untuk memperoleh keturunan, supaya manusia berkuasa diatas bumi ini

  2. Pernikahan untuk mengawinkan dua kasih terutama, supaya kuasa-kuasa Allah diterima manusia, yaitu supaya manusia berkuasa atas manusia lainnya dan supaya manusia berkuasa diatas bumi ini.

Manusia itu (Adam) dan isterinya ada dalam pernikahan kedua yaitu supaya mereka memperoleh kuasa Allah.

Sedangkan sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat adalah untuk menjaga manusia supaya tidak hidup dalam pernikahan bentuk ketiga.
3. Pernikahan dengan dasar hubungan badan.

Manusia itu (Adam) dan isterinya pada saat itu belum menerima pohon kehidupan, karena mereka memang sedang dipersiapkan untuk memperoleh buah dari pohon kehidupan.
Dan Allah menghendaki mereka menjadi contoh bagi manusia-manusia.

Kristus Yesus datang untuk menghidupi dua kasih terutama, tetapi manusia hidup dalam hukum Taurat.
Jadi untuk menghidupi dua kasih terutama, Dia mati dahulu di dalam hukum Taurat; bagi hukum Taurat, supaya manusia mengetahui bahwa hidup dalam hukum Taurat membuat manusia tidak hidup dalam kebenaran Allah.

Kristus hendak membuat manusia hidup dalam pernikahan untuk mengawinkan dua kasih terutama.
Tetapi Israel dengan hukum Taurat membuat hidup mereka adalah untuk berjaga-jaga supaya manusia tidak hidup dalam pernikahan dengan dasar hubungan badan.

Kristus atau hukum Taurat yang merupakan kehendak Allah?
Mana yang merupakan kebenaran Allah?

Kita tahu sepuluh perintah dalam hukum Taurat tidak membawa kehidupan, tetapi hanya berisi pengetahuan yang baik dan yang jahat.
Memang baik berjaga-jaga supaya manusia tidak hidup dalam pernikahan bentuk yang ketiga.
Bahkan itulah juga yang akan dilakukan oleh orang-orang yang hidup dalam pernikahan untuk mengawinkan dua kasih terutama.
Sebab yang pantas berjaga-jaga supaya manusia tidak hidup dalam pernikahan bentuk ketiga adalah mereka yang hidup dalam pernikahan untuk mengawinkan dua kasih terutama.

Sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat boleh dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan.

Sedangkan pada sepuluh perintah Allah menurut dua kasih terutama, laki-laki hidup dalam mengasihi Allah dan perempuan hidup dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Itulah sebabnya tentang sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat tertulis, “dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.”

OK thanks penjelasannya bro kawabaki :slight_smile:

lalu pertanyaan di atas … sapa bisa jawab ??^-^