Kemenkes: Malinda Bukan Tahanan Miskin, Apa Alasan Pakai Jamkesmas?

Jumat, 10/06/2011 10:55 WIB Kemenkes: Malinda Bukan Tahanan Miskin, Apa Alasan Pakai Jamkesmas? Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Tersangka kasus penggelapan dana nasabah Citibank, Malinda Dee, akan menjalani operasi radang payudara melalui mekanisme Jamkesmas. Padahal Malinda bukanlah masyarakat miskin, meskipun dia meringkuk di tahanan.

“Apa alasannya pakai Jamkesmas? Mungkin memang ada dana operasional kesehatan di Polri, tapi coba tanyakan saja. Kalau dia dapat kartu Jamkesmas, dia dapat dari mana itu?” ujar Kepala Pusat Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri saat dihubungi detikcom, Jumat (10/6/2011).

Dia menjelaskan, Jamkesmas hanya diperuntukkan untuk masyarakat miskin. MoU pemberian Jamkesmas pada tahanan memang pernah disepakati antara Kemenkes dengan Kemenkum HAM, di mana akan dibayarkan pula uang kesehatan untuk masyarakat miskin penghuni lapas dan rutan.

“Saya kira dia bukan masuk kategori masyarakat miskin. Untuk mendapatkan kartu Jamkesmas maka harus mendapat rekomendasi dari klinik rutan dan lapas,” sambung Usman.

Setiap tahanan tidak lantas mengantongi kartu Jamkesmas? “Tidak serta merta. Yang kita tangani yang termasuk miskin. Jangan-jangan polisi hanya bergurau,” ucap Usman.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi menyatakan, biaya pengobatan Malinda ditanggung Jamkesmas sebagai fasilitas yang melekat pada tahanan. Mengenai jumlah biaya dan teknis operasinya, Ito mengatakan belum mendapatkan laporan.

“Untuk biaya pengobatan, ada yang namanya Jamkesmas dan memang, dananya memang ditanggung pemerintah. Tapi dengan standar tertentu. Tidak berarti semuanya dibiayai. Kalau dia minta yang lebih dan tidak sesuai dengan Jamkesmas tentu akan menjadi tanggung jawab dari keluarga yang bersangkutan,” ujar Ito di Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Kamis (9/6/2011).

Ito menjelaskan setiap tahanan memang mendapat fasilitas Jamkesmas. “Setiap tahanan juga dicover oleh Jamkesmas. Tapi lebih tepatnya semua tahanan menjadi tanggung jawab Ditjen Lapas,” jelas Ito.

(vit/nrl)

sayang sekali, masyarakat miskin mau menuntut pengobatan murah saja susah
namun yang penjahat kaya seperti ini menikmati pengobatan gratis

Barangkali melinda itu warga negara Indonesia juga , sehingga setiap warga negara indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dihadapan hukum