KEESAAN DALAM EMPAT KARYA BESAR ALLAH part.1

Pembacaan Alkitab: Kej. 1:26; 2:8-9, 16-17; 12:1-2; Mat. 16:16-19; Ef. 1:22-23; 3:9-11, 21; 4:4-6, 11-12; 5:25-27; Kol. 3:10-11; Why. 21:2-3; 22:1-2

Setiap kali kita membicarakan tumpuan gereja, kita merasa sedang terlibat dalam kancah peperangan rohani. Iblis, musuh Allah sangat benci kepada perkara tumpuan gereja yang telah tersembunyi berabad-abad bagi umat Allah. Tumpuan gereja langsung berkaitan dengan pentingnya gereja. Beberapa bagian dari Alkitab antara lain seperti Injil Matius, Kitab Efesus, dan Kitab Wahyu, semua mewahyukan pentingnya gereja. Baiklah kita terlebih dulu melihat pentingnya gereja yang diwahyukan dalam kitabkitab tersebut, kemudian maju ke depan melihat berbagai aspek dalam dan luar gereja. Hal ini akan membantu kita untuk mengapresiasi keesaan yang diwahyukan dalam empat karya besar Allah. 

RENCANA DALAM KEKEKALAN YANG LAMPAU

Dalam Kitab Efesus yang khusus membicarakan gereja, kita melihat bahwa gereja adalah yang direncanakan Allah dalam kekekalan yang lampau. Sesuai kerelaan hati-Nya sebelum waktu berawal, menurut tujuan dan rencana kekal-Nya, Allah telah merencanakan ada gereja. Walau gereja muncul di dalam waktu, namun telah direncanakan Allah dalam kekekalan. 

Hari ini sangat sedikit orang Kristen yang benar-benar mementingkan gereja. Mereka menganggap gereja sebagai sesuatu yang sedemikian saja, dan yang mereka perhatikan hanya keselamatan, kesucian, kemenangan, kerohanian, dan sebagainya. Ketika orang Kristen menyinggung masalah gereja, kebanyakan hanya bersifat argumentatif atau kritik, sedikit sekali yang memperhatikan gereja secara positif. Banyak orang Kristen yang aktif menganggap berkonsentrasi memperhatikan gereja adalah membuang-buang waktu. Namun dalam Kitab Efesus kita melihat bahwa gereja berkaitan dengan kehendak dan hasrat hati Allah. Karena gereja adalah satu perkara yang demikian besarnya dalam pandangan Allah, maka kita tidak berani sembarangan mengabaikannya. 

TUBUH — KEPENUHAN KRISTUS

Kitab Efesus juga mewahyukan bahwa gereja adalah Tubuh — “Kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu” (Ef. 1:23). Gereja adalah Tubuh dan kepenuhan Kristus yang almuhit dan tak terbatas. Betapa besar dan agungnya gereja! Gereja bukan sekadar sejenis lembaga atau organisasi agama; gereja adalah Tubuh Kristus. Sebagaimana kita perlu satu tubuh materi untuk mengekspresikan diri kita, Kristus yang tak terhingga dan tak terbatas ini pun perlu satu Tubuh sebagai kepenuhan-Nya untuk mengekspresikan diri-Nya dalam alam semesta. Tentu, hal ini jauh lebih penting daripada keselamatan atau kerohanian pribadi seseorang. Saat kita nampak bahwa gereja adalah Tubuh dan kepenuhan Kristus yang almuhit, niscaya kita selamanya tidak akan lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak penting. 

TUJUAN KEMATIAN KRISTUS

Dalam Efesus 5:25 Paulus berkata, “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Kata-kata ini menunjukkan bahwa ketika Kristus mati di atas salib, itu adalah penyerahan diri-Nya bagi gereja. Tujuan kematian-Nya adalah untuk melahirkan gereja. Pada waktu kita diselamatkan, kita nampak Kristus mengasihi kita dan mati bagi kita. Pengenalan demikian sudah tentu tidak salah. Akan tetapi kita pun perlu nampak bahwa tujuan Kristus mengasihi kita dan mati bagi kita adalah membuat kita menjadi satu bagian dari gereja. Dia telah menyerahkan diri-Nya dan pada akhirnya adalah untuk melahirkan gereja. Kematian karena kasih yang dinyatakan Kristus di atas salib mengandung satu target yang pasti, dan target tersebut bukan untuk memperoleh jutaan kaum beriman individual, melainkan untuk melahirkan gereja. Untuk gerejalah Kristus mengasihi kita. Dia mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya bagi kita adalah untuk membuat kita menjadi anggota dalam Tubuh-Nya. 

TUJUAN KARUNIA-KARUNIA

Dalam Efesus 4:11-12 tercantum, “Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberitapemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajarpengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus.” Tujuan Kristus memberikan karunia-karunia kepada gereja bukanlah untuk pekerjaan penginjilan atau pengajaran Alkitab atau untuk pembinaan kaum saleh. Pemberian karunia-karunia itu adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pembangunan Tubuh Kristus. Jadi, tujuan pemberian rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala, dan pengajar-pengajar hanya satu, yaitu memperlengkapi kaum saleh bagi pembangunan gereja. Namun sayang, pekerjaan dan aktivitas kebanyakan orang Kristen dewasa ini tidak memperhatikan gereja. Karena itu kita perlu mempunyai kesan yang dalam terhadap pentingnya gereja. Berdasarkan Kitab Efesus, kehendak Allah terpaut pada gereja, setiap karunia yang Dia berikan adalah untuk pembangunan gereja. 

MENJADI ANAK-ANAK UNTUK TUBUH

Pentingnya gereja tercantum dalam Matius 16. Dalam ayat 15-16 Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya, “‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’ Jawab Simon Petrus, ‘Engkaulah Mesias (Kristus), Anak Allah yang hidup!’” Petrus beroleh wahyu dan mengenal Yesus adalah Kristus yang diutus Allah untuk menggenapkan amanat-Nya. Tidak diragukan lagi bahwa amanat ini berkaitan dengan pembangunan gereja. Petrus telah nampak bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus dan Anak Allah yang hidup. Karena Tuhan adalah Anak Allah yang hidup, maka Ia melahirkan anak-anak Allah, yakni anggota-anggota Tubuh. Tubuh Kristus tidak dapat dibangun dengan manusia yang alamiah, hanya dapat dibangun dengan orang-orang yang telah dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah. 

Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita tidak sekadar menerima Dia sebagai Juruselamat dan Penebus, terlebih pula menerima Dia sebagai Anak Allah yang hidup. Kebanyakan orang mengetahui pada saat mereka diselamatkan mereka telah menerima Kristus sebagai Juruselamat dan Penebus, namun sedikit sekali yang mengetahui bahwa mereka telah menerima Dia sebagai Anak Allah yang hidup. Saya juga tidak memiliki pengetahuan demikian ketika saya bertobat dan percaya kepada Tuhan. Yesus Kristus Tuhan Penyelamat kita adalah Anak Allah yang hidup. Sebutan Kristus ini memiliki makna bahwa Dia adalah Persona yang membuat kita menjadi anak-anak Allah. Melalui menerima Kristus sebagai Anak Allah, kita pun menjadi anak-anak Allah. 

Berdasarkan Kitab Roma, setiap orang yang dibenarkan oleh iman di dalam Kristus adalah anggota dalam Tubuh Kristus. Namun untuk menjadi anggota dalam Tubuh, perlu terlebih dulu menjadi anak-anak Allah, yaitu kita harus terlebih dulu “diputrakan”. Itulah sebabnya Roma 8 terlebih dulu mengatakan tentang keputraan, dan sampai hak keputraan, pasal 12 baru dikatakan Tubuh. Hanya bila kita telah menjadi anak-anak Allah, barulah kita dapat menjadi anggota dalam Tubuh. 

BAGI PEMBANGUNAN GEREJA

Petrus sungguh berbahagia karena ia nampak wahyu bahwa Yesus adalah Dia yang diurapi, yang melaksanakan amanat Allah. Dia juga adalah Anak Allah yang menghasilkan anak-anak Allah menjadi anggota Tubuh — gereja. Begitu Petrus menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup, Tuhan segera berkata bahwa Dia akan membangun gereja-Nya, “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku” (ayat 18). Hal ini mengacu kepada semua apa adanya Kristus adalah untuk pembangunan gereja. Tidak hanya kematian Kristus untuk gereja, bahkan diri-Nya sendiri, persona-Nya, segala kualifikasi, predikat, dan jabatan-Nya, semua adalah untuk pembangunan gereja. 

DUA ALAM LINGKUNGAN

Tuhan pun berkata kepada Petrus bahwa alam maut tidak akan menguasai gereja yang telah terbangun. Gereja akan mempengaruhi kuasa alam maut. Dalam ayat 19 Tuhan menyinggung kunci Kerajaan Surga. Kuasa alam maut mengacu kepada ruang lingkup kuasa kerajaan Iblis, sedangkan Kerajaan Surga mengacu kepada alam lingkungan yang diperintah oleh Allah. Di sini terdapat dua alam lingkungan: alam lingkungan alam maut di bawah kekuasaan Iblis dan alam lingkungan surgawi Kerajaan Allah. Gereja menempati posisi penting di antara kedua alam lingkungan ini. Namun si licik itu sangat benci apabila melihat umat Allah memperhatikan gereja. Ia tahu bahwa gereja sanggup menanggulangi kuasa alam maut, dan ia pun tahu kuasa alam maut tidak berdaya mengalahkan gereja yang dibangun Kristus di atas batu karang ini. Batu karang pada satu aspek mengacu kepada Kristus sendiri, pada aspek lain mengacu kepada wahyu mengenai Kristus yang ditunjukkan Allah Bapa kepada Petrus. Tuhan tidak berkata, “Kuasa alam maut tidak akan menguasai laksaan orang Kristen yang telah diselamatkan.” Musuh tidak merasa terancam oleh orang-orang Kristen secara individual. Namun ketika semua orang beriman berkumpul menjadi gereja, Iblis akan gemetar, kuasa alam maut pun akan terancam. 

Kata-kata Tuhan ini memberi isyarat bahwa ketika Ia membangun gereja-Nya, kuasa alam maut akan bangkit menentang, tetapi alam maut tidak berdaya mengalahkan gereja yang dibangun oleh Kristus. Kata “menguasai” menyiratkan peperangan. Begitu pembangunan gereja direalisasikan, suasana perang pun meningkat. Kendati demikian, kuasa alam maut tidak berdaya mengalahkan gereja. 

Sebelum pemulihan Tuhan datang ke Amerika Serikat, tidak pernah kita melihat peperangan rohani seperti yang kita lihat hari ini. Dalam pemulihan Tuhan, jumlah kita tidak banyak, jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Katolik dan berbagai denominasi besar. Walaupun kecil, seolah tidak berbobot, namun kita telah mengalami serangan dan perlawanan yang dahsyat. Jelas bahwa di balik serangan dan perlawanan itu ada kuasa Iblis dan alam maut. Sebelum pemulihan hidup gereja dimulai di Amerika Serikat, kuasa kegelapan boleh istirahat dengan tenang, tetapi dewasa ini Tuhan sedang melangsungkan pembangunan hidup gereja yang normal. Maka bangkitlah kuasa itu memusuhi dan menentang gereja. Namun, gereja mempunyai kunci Kerajaan Surga, dan kunci ini pasti dapat mengalahkan kuasa alam maut. 

Pentingnya gereja menjadi lebih nyata lagi dalam bentrokan antara gereja dan alam maut. Di mana ada gereja, maka kuasa alam maut di situ tidak akan menang, sebab Kerajaan Surga di situ berkuasa dan unggul. Kuasa kunci Kerajaan Surga sedang bekerja dengan perkasa di dalam gereja. 

KESAKSIAN YESUS

Dalam kitab terakhir, Kitab Wahyu, dikatakan bahwa gereja di setiap lokal adalah kesaksian Yesus. Hal ini lebih memperkuat pentingnya gereja. Setiap gereja lokal adalah sebuah kaki pelita yang memancarkan Kristus. Tanpa gereja lokal yang wajar, kesaksian Yesus tidak mungkin menjadi riil dan berkuasa. 

Reference Tumpuan Keesaan Yang Sejati

good…

PAYAH KALI ACHH…KAU INI…BROO…!! BUKAN GOOD SEHARUSNYA JAWABAN KAMU…!! TAPI HARUS NYA…AAAAAAAAAAAMMMMMIN…!! HEMM

Amin, semoga Kristus semakin mulia dan terekspresi dengan leluasa melalui gerejaNya. Gbu

Kuasa gereja telah diperkenankan untuk memerangi orang-orang kudus dan mengalahkan mereka.

Why. 13:7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.

Dan akhirnya, perkataan Yesus ini ternyata-benar.

Mat. 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.