ke-maha kuasa-an Allah dan kehendak bebas manusia

Ke-mahakuasa-an Allah dan kehendak bebas manusia
dalam karya keselamatan Allah untuk manusia

Gereja Katolik mengajarkan kehendak bebas sebagai berikut:

[i]KGK 1730 Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang berakal budi dan telah memberi kepadanya martabat seorang pribadi, yang bertindak seturut kehendak sendiri dan menguasai segaIa perbuatannya. “Allah bermaksud menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri” (Sir 15:14), supaya ia dengan sukarela mencari Penciptanya dan dengan mengabdi kepada-Nya secara bebas mencapai kesempurnaan sepenuhnya yang membahagiakan” (Gaudium et Spes 17).[/i]

“Manusia itu berakal budi dan karena ia citra Allah, diciptakan dalam kebebasan, ia tuan atas tingkah lakunya” (St. Ireneus, Against Heresies/Adv. haeres. 4,4,3).

Maka dengan pengertian ini, kita mengetahui Allah tidak dengan secara aktif menentukan segala sesuatu bagi manusia tanpa melibatkan kehendak bebas manusia, sebab jika demikian manusia hidup seperti robot saja, dan tidak mungkin dapat dikatakan berakal budi dan mempunyai citra Allah. Juga, Allah tidak mungkin secara aktif menjadikan manusia berdosa; sebab itu bertentangan dengan hakekat Allah yang penuh kasih, sehingga tak mungkin Ia ‘menjerumuskan’ manusia ke dalam dosa.

Dalam konteks Kel 12:36 dan Kel 14:8 kita melihat bagaimana Allah bekerja dalam kehendak bebas orang tersebut.

  1. Dalam Kel 12:36, dikisahkan bagaimana orang-orang Mesir didorong oleh Allah untuk bermurah hati kepada umat Israel, sehingga mereka memberikan harta benda mereka kepada orang-orang Israel. Hal ini tak terlepas dari kenyataan bagaimana orang-orang Mesir telah melihat bagaimana Allah telah menyertai bangsa Israel, bagaimana
    kekerasan hati Firaun malah mendatangkan kesepuluh tulah bagi bangsa Mesir. Maka dengan kemurahan hati mereka, mereka mengakui kehadiran Allah yang menyertai bangsa Israel.
    Dengan terang Perjanjian Baru, ayat ini dapat dimengerti dengan lebih baik. Sebab bangsa Israel di sini adalah gambaran/ prefigurasi dari Gereja. (lihat Lumen Gentium 9, yang mengatakan “Adapun seperti Israel menurut daging, yang mengembara di padang gurun, sudah di sebut Gereja (jemaat) Allah (lih. Neh 13:1; Bil 20:4; Ul 23:1 dst). Kita mengetahui bahwa kini para bangsa di dunia mengakui bahwa Allah hadir dalam Gereja, sehingga mereka ‘menyumbangkan harta’ mereka, berupa aneka kebudayaan, dan kekayaan mereka ke dalam Gereja.

  2. Dalam Kel 14:8 dikatakan bahwa “Allah mengeraskan hati Firaun.”
    Untuk menginterpretasikan ayat ini saya ingin mengutip apa yang dikatakan oleh St. Agustinus tentang kehendak bebas dalam A Treatise on Grace and Free will , chap 45 [XXIII], di mana ia menghubungkan hal mengeraskan hati ini dengan ayat dalam Rom 9:18, “Ia menruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendakiNya.”:
    ” ….dalam kasus ia yang dikeraskan hatinya, perbuatan-perbuatan jahatnya layak untuk menerima penghakiman, sedangkan pada ia yang menerima belas kasihan-Nya, engkau harus mengakui bahwa rahmat Allah “tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, namun memberikan berkat-berkat. Jangan engkau mengambil kehendak bebas dari Firaun, [hanya] karena ada ayat tertulis, “Aku telah mengeraskan hati Firaun” atau “Aku sudah mengeraskan atau akan mengeraskan hati Firaun” (lih Kel 4:21; 7:3; 14:4,8), sebab itu tidak berarti bahwa Firaun sendiri tidak mengeraskan hatinya. Sebab hal inipun tertulis dalam ALkitab, setelah diambilnya tulah lalat dari bangsa Mesir, “Tetapi sekali inipun, Firaun tetap berkeras hati; ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.” (Kel 8:32). Oleh karena itu, memang Tuhan mengeraskan hatinya dengan penghakiman-Nya, tetapi juga Firaun oleh kehendak bebasnya. Maka yakinlah kamu bahwa usaha perbuatanmu tidak pernah sia-sia, jika engkau menempatkan maksud yang baik di atas segalanya, dan tetap mengusahakannya sampai akhir. Sebab Tuhan, yang tak pernah gagal untuk memperhitungkan segala perbuatan… akan “membalas setiap orang menurut perbuatannya.”(Mat 16:27). Maka, Tuhan pasti akan membalaskan kejahatan dengan kejahatan, sebab ia adalah adil, dan kebaikan untuk membalas kejahatan, sebab Ia baik, dan kebaikan dengan kebaikan sebab Ia baik dan adil; hanya Ia tak pernah membalaskan kejahatan terhadap kebaikan karena Ia tidak mungkin berlaku tidak adil. Ia akan…. [membalas] penghukuman kepada yang jahat, rahmat kepada yang jahat, dan Ia akan membalas kebaikan kepada yang baik….”

Maka di sini memang kita harus mengakui bahwa Tuhan yang di dalam kebijaksanaan dan keadilannya, telah mengetahui segala sesuatu dalam diri ciptaan-Nya. Dengan kebijakan-Nya, Ia tidak memberikan rahmat kepada Firaun untuk menjadikannya berbelas kasihan, tetapi ini tidak berarti bahwa Allah-lah yang mendorong Firaun untuk berbuat jahat kepada bangsa Israel (lihat the Letter of St. Augustine to Simplician, 15), sebab perbuatan jahat ini adalah sesuatu yang diputuskan melalui kehendak bebas Firaun sendiri.

Itu namanya rancangan di dalam Ke-Maha Tahu-an, bukan Tuhan yang meyebabkan seseorang memutuskan berbuat dosa ataupun menjadi bebal / murtad, namun Tuhan tahu di dalam rancangan-Nya bahwa seseorang tersebut memutuskan berbuat dosa, menjadi bebal, dan menjadi murtad.

Tetapi Allah juga yang memilih dan mempengaruhi secara aktif, seseorang untuk dapat menjadi percaya dan taat kepada-Nya. Pilihan Tuhan melibatkan kehendak bebas manusia untuk memutuskan percaya dan taat kepada-Nya. Karena Ia tahu di dalam rancangan-Nya, seseorang itu memutuskan untuk percaya dan taat kepada-Nya.

Seperti halnya, Ia tahu bahwa Yudas memutuskan untuk murtad dan tidak bertobat, juga seperti Ia tahu Petrus memutuskan untuk menyangkali Dia dan bertobat / insaf.

Salam

dalam konteks tertentu ada yg disebut ketetapan Tuhan… seperti petrus dan yudas… ketetapan Tuhan itu harus terjadi untuk menggenapi apa yg diencanakannya… contoh lain: kelahiran, kematian, kiamat, dll. yg bro sebut predestinasi. namun untuk konteks keselamatan, atau perilaku hidup manusia sehari2, saya rasa tidaklah selalu demikian.

Tetapi Ia tahu, dan sudah ada dalam rancangan-Nya akhir hidup setiap manusia.

Salam

Ia tahu, dan Ia tidak memastikan pilihan manusia. manusia diberi oleh Nya kehendak bebas

Untuk mengerti karya keselamatan Allah, pertama2 kita harus belajar mengerti tentang kedaulatan Allah.

Ajaran Reform tentang KEDAULATAN ALLAH

Kedaulatan Allah

1 Tawarikh 29 : 11
Ya Tuhan, punya MU lah kebesaran dan KEJAYAAN, KEHORMATAN, KEMASYHURAN DAN KEAGUNGAN, ya segala galanya yang ada di langit dan di bumi !

Ya Tuhan, punya MU lah KERAJAAN dan ENGKAU YANG TERTINGGI itu melebihi segala galanya sebagai KEPALA.

MAKNA KEDAULATAN ALLAH

Kedaulatan Allah bermakna, SUPREMASI ALLAH, KEBERKUASAAN ALLAH, KEILAHIAN ALLAH.

Alkitab menggambarkan, menyebut Allah berdaulat sama dengan menyebut :

  1. Allah adalah Allah
  2. Allah yang Maha Tinggi, yang berbuat menurut kehendak Nya terhadap para Malaikat di langit dan umat manusia di bumi. Tidak seorangpun yang dapat menolak tangan Nya . Dan 4 : 35
  3. Allah yang Maha Kuasa, yang memiliki segala kuasa di surga dan di bumi, sehingga tidak seorang pun dapat menggagalkan keputusan keputusan nasihat Nya, menghalangi tujuan tujuan Nya ataupun menentang kehendak kehendak Nya. Maz 115 : 3
  4. Allah yang memerintah atas bangsa bangsa Mzm 22 : 29 , yang menegakkan kerajaan, yang meruntuhkan kerajaan kerajaan dunia, dan menggariskan jalan hidup dinasti dinasti sesuai dengan perkenan Nya.
  5. Penguasa yang satu satunya, Raja diatas raja , Tuan diatas tuan 1 Tim 6 : 15

Kedaulatan Allah menurut Alkitab bersifat, MUTLAK dan TAK TERBATAS.
Ketika kita menyatakan bahwa Allah berdaulat,

Kita sedang menegaskan hak Nya untuk memerintah alam semesta yang telah Dia ciptakan untuk kemuliaan Nya serta menurut kerelaan Nya.

Kita sedang menegaskan bahwa Dia memiliki hak layaknya hak seorang tukang periuk atas tanah liatnaya, yakni Dia berhak membentuk tanah liatnya menjadi bentuk apapun menurut kerelaan kehendak Nya, membuat gumpalan dari yang sama satu bejana untuk tujuan yang mulia dan satu bejana lain untuk tujuan yang biasa.

Kita sedang menegaskan Dia tidak di batasi oleh otoritas hukum atau peraturan apapun kecuali oleh keberadaan serta kehendak Nya sendiri,

BAHWA Allah adalah HUKUM BAGI DIRINYA SENDIRI.
BAHWA Allah tidak memiliki kewajiban untuk MEMBERIKAN PERTANGGUNG JAWABAN dalam bentuk apapun, kepada siapapun.

Kedaulatan Allah mencirikan seluruh KEBERADAAN ALLAH.
Allah berdaulatan dalam seluruh ATRIBUT NYA.
Allah berdaulat dalam menjalankan kuasa Nya, Kuasa Nya di nyatakan menurut kerelaan kehendak Nya, dimanapun dan kapanpun Dia berkehendak.

Fakta ini di catat dalam setiap halaman ALKITAB.

  • Allah berdaulat dalam mendelagasikankuasa Nya kepada manusia.
    Kuasa Allah tidak selalu campur tangan untuk melepaskan umat Nya, Ibr 11 ; 36,37
    Karena Allah bertindak menurut kerelaan kehendak Nya semata.

  • Allah berdaulat dalam melaksanakan kemurahan Nya atau belas kasihan Nya.

Kemurahan Allah bersumber dari kehendak Allah yang penuh kemurahan.

Kemurahan Allah sama sekali bukan suatu HAK yang di miliki manusia.

Kemurahan Allah merupakan ATRIBUT ALLAH yang melaluinya Allah mengasihani dan menolong para pendosa.

Yang menjadi objek kemurahan Allah adalah manusia berdosa. Dimana manusia yang berdosa, seharusnya mendapat PENGHUKUMAN, bukan KEMURAHAN.

  • Allah berdaulat melaksanakan anugerah Nya
    Anugerah merupakan suatu pertolongan yang di anugerahkan kepada mereka yang tidak layak menerimanya, kepada mereka yang layak memperoleh hukuman di neraka.

Anugerah merupakan antitesis dari keadilan. Keadilan menuntut adanya penegakan hukum yang adil. Keadilan menuntut setiap orang untuk menerima balasan yang setimpal.

Anugerah Allah dinyatakan dengan tidak mengorbankan keadilan, melainkan
KASIH KARUNIA AKAN BERKUASA OLEH KEBENARAN. Roma 5 : 21 maka Anugerah berdaulat.

Anugerah Allah di berikan pada saat menusia berdosa dalam keadaan ke tidak layakan, maka tidak ada seorang pun dapat mengklaimnya sebagai HAK dan MENUNTUTNYA.

Apabila kita menyangkal kedaulatan Allah, itu berarti kita menyangkal seluruh atribut Allah dan menyangkal keberadaan Allah.

Oh, tidak. Ia dapat memastikan apa yang menjadi pilihan manusia. Karena Ia tahu dengan pasti bukan Ia tahu tanpa kepastian…^0^

Salam

ke-mahakuasaan ( kedaulanatan ) Tuhan mungkin sdh sedikit dijelaskan ratih

masalah kehendak manusia

pendapat aku neh
Tuhan menciptakan manusia segambar dengan-Nya
artinya manusia punya kehendak bebas sama spt Tuhan, jadi dalam hal ini Tuhan tidak bisa masuk ke dalam kehendak manusia itu coz Dia sendiri yang menciptakan manusia dengan kehendak bebas

Jadi masalah keputusan manusia tidak bisa diinterfrensi oleh Tuhan, walau Tuhan tahu sebenarnya apa keputusan manusia tsb

begitu jugalah kasusnya dengan Keselamatan Manusia, dalam hal ini Tuhan gak bisa memaksa untuk menerima Pengampunan Dosa

Bagian Tuhan Dia datang datang ke dunia ini untuk penyelamatan, dan bukan otomatis seluruh manusia memperolehnya, tetap berpulang kepada keputusan manusia itu untuk menerima atau tidak

klo kita bertanya apakah Tuhan tahu keputusan manusia tersebut ( pertanyaan yang agak susah juga )
Tuhan tau atas segala sesuatu keputusan manusia baik itu tentang Firaun yang mengeraskan hatinya dan tentang keputusan manusia zaman ini apakah menerima atau menolak Yesus

maka dari hal itulah ada FT yang berkata
maka Ef 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

jadi Tuhan memilih orang2 kudusnya karena pilihan dari orang2 tersebut

mungkin penjelasan ini bisa membantu kita tentang pertanyaan TS

peace… :slight_smile:

Setuju Sis…manusia diciptakan oleh Allah…apakah bs suatu bejana protes kpd tk periuk kenapa engkau membuatku dmk, tdk spt begitu… :mad0261:

Allah menciptakan manusia dan memberikan kehendak bebas…dan kesmuanya itu ada dalam bingkai Allah. Allah tahu pada akhirnya manusia itu seperti apa, kehendak bebas ada pd manusia

KEHENDAK MANUSIA

NATUR KEHENDAK MANUSIA

Apakah kehendak ?
Kehendak sebagai kemampuan untuk membuat pilihan, penyebab langsung dari segala tindakan.

Dalam setiap tindakan dari kehendak harus terdapat suatu preferensi yaitu menginginkan sesuatu melebihi yang lain.

Berkehendak berarti memilih, dan memilih berarti mengambil keputusan di antara berbagai alternatif yang ada.

Ada sesuatu yang mempengaruhi pilihan ; sesuatu yang menentukan keputusan.

Dengan demikian KEHENDAK itu TIDAK BERDAULAT, karena kehendak itu tunduk kepada sesuatu.

Pilihan itu sendiri di pengaruhi oleh sejumlah pertimbangan tertentu dan di tentukan berbagai pengaruh yang di terima oleh individu itu sendiri.

Jika kehendak itu taat pada pertimbangan dan pengaruh, maka kehendak itu juga tidak berdaulat.

Jika kehendak itu tidak berdaulat, maka kita tidak dapat mengatakan kehendak itu memiliki “kebebasan “ mutlak.

Tindakan tindakan dari kehendak tidak dapat datang dengan sendirinya. Karena suatu akibat tidak mungkin tanpa penyebab.

Hal yang menentukan kehendak adalah hal yang menyebabkan kehendak melakukan pilihan.

Apa yang menentukan kehendak tersebut ??? Daya motif terkuat yang mendesak kehendak.

Daya motif dapat merupakan logika ratio, suara hati nurani, atau dorongan dorongan emosi, bisikan si penggoda, kuasa Roh kudus.

Dengan kata lain, tindakan kehendak itu ditentukan oleh kondisi pikiran [ dipengaruhi oleh dunia, oleh iblis dan juga oleh Allah ] yang memiliki pengaruh terbesar untuk menggerakkan kehendak.

Selama ini kita menganggap bahwa kehendaklah yang mengatur manusia, tetapi Alkitab mengajarkan bahwa HATI lah yang menjadi pusat keberadaan kita selaku manusia.
Amsal 4 : 23 jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Mrk 7 : 21 Sebab dari dalam, dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, dsb.

Dalam Alkitab HATI ditulis 3 kali lebih sering daari KEHENDAK , separuh dari Kehendak ditujukan pada kehendak Tuhan.
KETIDAK BERDAYAAN KEHENDAK MANUSIA

Kehendak Adam sebelum kejatuhan dalam dosa :
Mempunyai kebebasan memilih yang baik dan yang jahat.

Kehendak Adam setelah kejatuhan dalam dosa :
Tidak mempunyai kebebasan memilih yang baik dan yang jahat, mempunyai kecendrungan kepada kejahatan, karena peta teladan Allah yang sudah rusak dan tercemar.

Adam sebagai wakil manusia, membawa benih kerusakan pada umat manusia, manusia dilahirkan dengan kehendak seperti kehendak Adam setelah kejatuhan dalam dosa.

Manusia sudah tidak mempunyai kebebasan memilih yang baik dan yang jahat, karena mempunyai kecendrungan pada kejahatan.

Ilustrasi buku, buku yang dilepaskan dari tangan selalu jatuh ke bawah, karena hukum gravitasi, berat buku menyebabkan buku selalu jatuh kebawah.
Kalau saya ingin meletakkan buku di atas meja, buku itu harus diangkat dari bawah ke atas meja, karena buku itu tidak dapat dengan sendirinya naik ke atas meja.

Demikianlah hubungan antara manusia dengan Allah, kita seperti buku, memerlukan Allah untuk menyelamatkan kita, karena berat kita adalah DOSA.

DOSA yang masuk kedalam manusia, mempengaruhi setiap bagian aspek hidup dan kemampuan manusia. Kerusakan total berarti bahwa manusia, baik tubuh ,jiwa, dan roh nya, merupakan budak dosa dan tawanan iblis. Ef 2 : 2

Alkitab mengatakan :
Akal dan suara hati yang najis Tit 1 : 15 ; HAMBA DOSA Rm 6 : 17 ; Pikitan di butakan 2 Kor4:4
Hati degil dan perasaan tumpul Ef 4 : 18,19 ; Berseteru dengan Allah Rm 8 : 7
Selubung yang menutupi hati dan pikiran yang tumpul 2 Kor 13 : 14, 15
Pikiran hanya tertuju kepada hal hal duniawi Fil 3 : 19 ; Hamba nafsu dan sesat Tit 3 : 3
Tidak mempunyai pikiran sehat 1 Tim 6 : 5 ; MATI ROHANI KARENA DOSA. Ef 2 : 1, 4, 5
Tidak mampu menyelamatkan diri sendiri Yoh 6 : 44 ; Dibawah kuasa IBLIS Yoh 8 : 44
Roma 3 : 9 - 11 tidak seorangpun yang mencari Allah.

Pengaruh DOSA yang mengikatnya membuat manusia TIDAK MEMPUNYAI KEHENDAK BEBAS.

Karena kehendak manusia telah dikendalikan oleh HATI dan akal budi yang telah tercemar dan dirusak oleh dosa, maka agar manusia dapat berpaling pada Tuhan, TUHAN sendiri yang mengerjakannya di dalam manusia baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan Nya. Fil 2 : 13

Yeh 36 : 25- 27 HATI YANG BARU, HATI YANG TAAT.
Aku Akan mencurahkan kepada mu air jernih, yang akan mentahirkan kamu, dari segala kenajisanmu dan semua berhala2mu, Aku akan mentahirkanmu.

Kamu akan Ku beri HATI YANG BARU dan ROH YANG BARU didalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu HATI YANG KERAS dan Ku berikan kepadamu HATI YANG TAAT.

Roh Ku akan Ku berikan diam dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan Ku dan tetap berpegang pada peraturan peraturan Ku dan MELAKUKANNYA.

Wah 22 : 17 Barangsiapa yang MAU , hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan Cuma2.

Fakta manusia bertanggung jawab untuk bertobat, mengimani dan menerima Kristus. Tetapi semuanya ini melibatkan suatu respon dari KEHENDAK .
Sedangkan natur manusia yang telah rusak, membuat KEHENDAK tidak mempunyai kemampuan untuk merespon.

Yoh 6 : 44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Ku, jikalau ia tidak di tarik oleh Bapa yang mengutus Aku.

KEHENDAK MANUSIA TIDAK BEBAS DI DALAM MENCARI TUHAN.

KARYA KESELAMATAN ALLAH

Karya keselamatan melibatkan ALLAH TRITUNGGAL

Allah Bapa merencanakan keselamatan .
Allah Anak menggenapi keselamatan .
Allah Roh Kudus mengaplikasikan keselamatan.

Sebelum dunia di ciptakan Allah Bapa menetapkan dan memilih orang orang percaya .Ef 4 : 4 – 14

Allah Anak mencurahkan darah Nya, sebagai PENEBUS, PENDAMAI, PERANTARA, PENANGGUNG KEMURKAAN , PENANGGUNG KUTUK, antara ALLAH DAN MANUSIA.

Karya Roh Kudus yang bekerja di dalam diri manusia, mengkuduskan, melahirkan kembali , memberi hati yang baru, hati yang taat, dan IMAN.

Kondisi manusia yang telah di perbaharui , memampukan ia menerima Firman Tuhan yang menyadarkannya akan DOSA , sehingga ia dapat berbalik pada Tuhan dan menerima Tuhan.

Disini karena HATI yang telah di kuduskan atau dipisahkan, di beri hati yang baru, kehendak mempunyai pilihan dan mendapat dorongan dari Roh Kudus.

Sama seperti Ez 1 : 5 Setiap orang digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah Allah di Yerusalem.

Dengan cara yang sama Allah telah menggerakkan Umat pilihan Nya, untuk mendengar panggilan khusus dari Tuhan.

IMAN merupakan pemberian Tuhan, Ef 2 : 8 Tidak semua orang menerima IMAN 2 Tes 3 : 2.

Tanpa IMAN tidak mungkin orang berkenan kepada Allah Ibr 11 : 6

PEMILIHAN ALLAH BAPA TIDAK BERSYARAT.

PENEBUSAN ALLAH ANAK TERBATAS, HANYA PADA ORANG ORANG PILIHAN.

KARYA ALLAH ROH KUDUS TERBATAS, HANYA PADA ORANG ORANG PILIHAN.