Katolik dan Tradisi Suci

Wkkkk…kanon yang paling kanon ini ajaran darimana lagi ;D ;D

Ayatnya bilang itu perintah utama bukan kanon mas…

kalau ada ayat yang bilang Tuhan mengambil nyawa anak2 mesir berarti kitab keluaran bukan termasuk kitab suci dong yah…;D

Aku menanggapi pertanyaan Anda yg demikian:

Pertanyaan Anda ini bukan Anda tujukan kepada bro Leo, tetapi kepada katolikers.
Kalo pertanyaan2 Anda ini tidak Anda tujukan kepada katolik tapi hanya utk bro Leo, silakan Anda PM aja dengan beliau, and believe me, I could care less…

Mari kita bandingkan kitab Didache dengan kitab Maleakhi:

Malachi 1
1 The burden of the word of the Lord to Israel by the hand of Malachias.
11 For from the rising of the sun even to the going down, my name is great among the Gentiles, and in every place there is sacrifice, and there is offered to my name a clean oblation: for my name is great among the Gentiles, saith the Lord of hosts.
14 Cursed is the deceitful man that hath in his flock a male, and making a vow offereth in sacrifice that which is feeble to the Lord: for I am a great King, saith the Lord of hosts, and my name is dreadful among the Gentiles.

Didache Chapter 14:
For this is that which was spoken by the Lord: “In every place and time offer to me a pure sacrifice; for I am a great King, says the Lord, and my name is wonderful among the nations.”

Pertama:
Sabda TUHAN Allah dalam kitab Maleakhi itu TIDAK SAMA dengan sabda Yesus dalam kitab Didache.

Kedua:
Yg bersabda dalam kitab Maleakhi adalah Tuhan Semesta Alam = TUHAN ==> mengacu pada Pribadi Pertama Allah Tritunggal, BUKAN YESUS.
Yg bersabda dalam kitab Didache adalah YESUS, Pribadi Kedua Allah Tritunggal.
Jadi sekalipun kedua sabda tersebut mirip, tapi sabda kitab Didache bukan copy paste dari kitab Maleakhi, melainkan benar2 YESUS sendiri yg bersabda demikian dan kitab Didache mencatat demikian.
Lain ceritanya kalo Anda adalah penganut oneness ==> Bapa=YESUS, maka masuk akal kalo Anda mengatakan bahwa Didache adalah copy paste dari Maleakhi (kalimat mirip, diucapkan oleh orang sama dengan nama yg berbeda).
Oneness vs Trinityend of discussion

Ketiga:
Kalo dasar argument Anda hanya “Anda tidak yakin/yakin”, aku sarankan Anda utk berhenti berdiskusi di forum ini.
Apa gunanya berdiskusi kalo ujung2nya hanya mau menyimpulkan hasil diskusi dengan keyakinan???

Siapa bilang tradisi tertulis (NOTE: dengan “t” kecil → tradisi=ajaran) sudah ditutup kanonnya?
Baca lagi penjelasan kami, yg sudah ditutup adalah kanon Kitab Suci 46 PL + 27 PB.
Kanon tradisi tertulis belum ditutup (atau bahkan tidak/belum ada wacana utk menutup kanon tradisi tertulis), jadi kalo di kemudian hari ditemukan tulisan2 yg berisikan tradisi yg rasuliah (seperti misal kitab Didache yg sempat hilang itu ditemukan kembali di abad ke18), maka tradisi tertulis itu akan diterima dan terus dijaga oleh Gereja.

Bro Jackson, aku melihat ada paradox dalam argument Anda.
Dari yg Anda tuliskan di atas, aku melihat syarat2 kanonisasi alkitab bagi Anda

[ol]- tidak terkontaminasi kepentingan kekuasaan

  • bersumber pada 2 hukum yg terutama[/ol]

Pertanyaanku sekarang, kitab2 yg Anda sebut deutrokanonika itu JUGA MEMENUHI syarat2 yg Anda berikan. Jadi, sudahkan Anda menerima ke 7 kitab tersebut dalam kanon alkitab Anda?

Berhubung kita sedang berada di thread yg membahas ttg kekatolikan, mari kita lihat juga definisi “kanon” menurut teologi katolik.

Canon is derived from the Greek kanon, i.e. a rule or practical direction (not to speak of the other meanings of the word, such as list or catalogue), a term which soon acquired an exclusively ecclesiastical signification. In the fourth century it was applied to the ordinances of the councils, and thus contrasted with the Greek word nomoi, the ordinances of the civil authorities; the compound word “Nomocanon” was given to those collections of regulations in which the laws formulated by the two authorities on ecclesiastical matters were to be found side by side.
http://www.newadvent.org/cathen/09056a.htm

Kalo kita cermati, istilah “kanon” sendiri baru exclusive bersifat ecclesiastical dimulai dari abad ke4, jadi kalo ada yg mengatakan kanon Kitab Suci, terutama kanon 39 + 27 sudah ada sejak jaman para rasul, IMO ini adalah kesimpulan yg sangat absurd. :smiley:

Dan berdasar dari definisi ini, ternyata daftar kanon Tradisi Suci yg diminta oleh bro airfresh ternyata sudah ada dalam GK.
Daftar kanon tersebut di antarnya adalah:

[ol]- kanon2 dari Konsili Nisea, misal kanon ttg doktrin Tritunggal

  • kanon2 dari konsili Efesus, misal ttg doktrin theotokos
  • kanon2 dari konsili Kartago & Trente, misal ttg kanon Kitab Suci[/ol]
Yg bersabda dalam kitab Didache adalah YESUS, Pribadi Kedua Allah Tritunggal.
Tau darimana? Apakah disebut2 nama YESUS disana (di kitab Didakhe tsb)?

Bukankah itu hanyalah hasil interpretasi kamu (liat post kamu sebelumnya, aku tulis lagi):

For this is that which was spoken by the Lord: "In every place and time offer to me a pure sacrifice; for I am a great King, says the Lord, and my name is wonderful among the nations."(The Didache Chapter 14) The Lord yg dimaksud di sini ya tentu saja Tuhan junjungan kita, YESUS KRISTUS!!

Yg berwarna biru tsb, dapat darimana, Jenova???
Apakah dlm kitab Didakhe tsb disebut-sebut nama Yesus yg mengucapkannya??

Pertama: Sabda TUHAN Allah dalam kitab Maleakhi itu TIDAK SAMA dengan sabda YESUS dalam kitab Didache.
kayak yg tidak tau aja gaya pengkutipan org2 zaman PL dan PB. tidak taukah kamu banyak tulisan di PB yg dianggap mengutip PL, namun tidak sama persis.
Siapa bilang tradisi tertulis (NOTE: dengan "t" kecil --> tradisi=ajaran) sudah ditutup kanonnya?
yg saya masalahkan bukan tradisi tertulis (tradisi dgn huruf "t" kecil), tapi [b]T[/b]radisi tertulis ([b]Tradisi dgn huruf "T" besar)[/b]
yg sudah ditutup adalah kanon Kitab Suci 46 PL + 27 PB.
Kenapa sudah ditutup? Bukankah Tradisi Suci masih berlangsung terus hingga akhir zaman, dan [b]bukankah Kitab Suci merupakan bagian dari Tradisi Suci yg belum berakhir hingga akhir zaman, spt katamu?[/b] Emangnya Allah berhenti berkarya lewat Tradisi Tulis (Tradisi dgn "T" besar) ? Selagi Allah masih terus berkarya lewat Tradisi Tulis (tradisi dgn "T" besar")hingga akhir zaman, hak apa engkau menutup kanon? Kalau Allah masih mau berkarya dgn menggerakan/menginspirasi org utk menulis sebuah kitab menjadi Kitab Suci spt telah terjadi kpd para Rasul, hak apa engkau menutup kanon Kitab Suci?

Buat Leonardo only:

Sumber iman katolik adalah Tradisi tertulis dan tidak tertulis...
Gereja Katolik tau darimana Tradisi yg tidak tertulis(Tradisi Lisan) yg dipegang dan dipercaya tsb merupakan benar2 dari Para Rasul,? [b]Apakah para rasul memberi sebuah daftar Tradisi Lisannya?[/b]
Nah karena kamu hanya punya satu sumber saja yaitu kitab suci makanya saya tanya ada nggak daftar kanon kitab sucinya karena dari Rasul Paulus, sampai Yohanes nggak pernah nyebut2...daftar kanon kitab suci.
Nah karena kamu hanya punya dua sumber saja yaitu kitab suci dan Tradisi Lisan makanya saya tanya ada nggak daftar kanon Tradisi lisannya karena dari para rasul nggak pernah nyebut2...daftar kanon Tradisi lisannya.

( jika tidak ada daftar kanon Tradisi lisan, Gereja tau darimana Tradisi lisan yg dipegang dan diimaninya tsb benar2 Tradisi Lisan dari Para Rasul? adakah sumber ketiga? Berarti nambah lagi dong sumber iman Katolik, bukan hanya Tradisi Tulis dan Tradisi Lisan, tapi juga sebut saja “X” (yg sampai saat ini masih misterius) sbg sumber yg memberitahu Gereja Katolik daftar Tradisi Lisan Para Rasul??? hahaha…)

PM aja sayang ;D :2funny:

Gereja Katolik tau darimana Tradisi yg tidak tertulis(Tradisi Lisan) yg dipegang dan dipercaya tsb merupakan benar2 dari Para Rasul,?
Itulah gunanya Gereja Apostolik sayang ;D
[b]Apakah para rasul memberi sebuah daftar Tradisi Lisannya?[/b]
Jawaban yang sama dengan Alkitab, apakah para Rasul memberikan daftarnya ataukah Kuasa Gereja Katoliklah yang menentukannya? ;D :2funny:
Nah karena kamu hanya punya dua sumber saja yaitu kitab suci dan Tradisi Lisan makanya saya tanya ada nggak daftar kanon Tradisi lisannya karena dari para rasul nggak pernah nyebut2...daftar kanon Tradisi lisannya. ( jika tidak ada daftar kanon Tradisi lisan, [b]Gereja tau darimana Tradisi lisan yg dipegang dan diimaninya tsb benar2 Tradisi Lisan dari Para Rasul?[/b] adakah sumber ketiga? Berarti nambah lagi dong sumber iman Katolik, bukan hanya Tradisi Tulis dan Tradisi Lisan, tapi juga sebut saja "X" (yg sampai saat ini masih misterius) sbg sumber yg memberitahu Gereja Katolik daftar Tradisi Lisan Para Rasul??? hahaha....)
Lagi menertawakan diri sendiri? ;D :2funny:

Mengapa mengimani Alkitab yang disusun dan disahkan oleh Paus ke 37 St Damasus bersama 1800 Uskup Katolik?

Tanya kenapa sayang… ;D :2funny:

Bagaimana kalau kamu belajar dulu mengenai sejarah kanonisasi dari Jamnia sampe pada Nicea, trus lanjutkan bagaimana Luther dkk hendak membuang Surat Yakobus bersama dengan Alkitab PL Katolik!!!

Kalau belum tahu, jangan asal buka mulut!!!

Bidaat memang susah ;D :2funny:

The Didache - Chapter 14.
Christian Assembly on the Lord’s Day. But every Lord’s day gather yourselves together, and break bread, and give thanksgiving after having confessed your transgressions, that your sacrifice may be pure. But let no one who is at odds with his fellow come together with you, until they be reconciled, that your sacrifice may not be profaned. For this is that which was spoken by the Lord: “In every place and time offer to me a pure sacrifice; for I am a great King, says the Lord, and my name is wonderful among the nations.”

Semua orang kristen tahu bahwa “the Lord’s Day” ini adalah hari Minggu (i.e. bukan hari Sabat / Sabtu) dan semua orang kristen tahu bahwa “The Lord” yg dimaksud di sini adalah Yesus!
Semua orang kristen tahu bahwa “The Lord” yg mengamanatkan utk memecah roti dan mengucap syukur adalah Yesus!
It doesn’t take a genius to conclude that “The Lord” who spoke in this chapter of Didache is the “The Only Lord” we adore, Jesus Christ!!

Tidak ada yg namanya Tradisi Tertulis dalam GK. Kalo yg Anda permasalahkan saja tidak pernah ada, bagaimana Anda mengharapkan jawaban dari permasalahan Anda itu?

Mohon untuk sekali saja, Anda baca penjelasan kami, terutama penjelasanku ttg Tradisi Suci dan Kitab Suci.
Kitab Suci berbeda dengan Tradisi Suci. Lagipula, tidak ada yg namanya Tradisi Tertulis dalam GK, jadi salah kaprah kalo mengatakan Kitab Suci adalah Tradisi Tertulis, apalagi mengatakan kanon Tradisi Tertulis sudah ditutup.
Yang ditutup adalah kanon Kitab Suci (i.e. daftar buku yg diterima sebagai tulisan terinspirasi dan infallible), dan menutup kanon Kitab Suci tidak berarti menutup kanon Tradisi Suci.

Sebelum kamu terlalu banyak ketawa ini ada fakta yang harus kamu sadari dalam2…

Kamu tau dari mana injil Matius itu penulisnya Matius…

Walaupun dokumen ini tidak mencantumkan nama penulisnya, [b]namun kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula[/b] (sejak kira-kira tahun 130 M menyatakan bahwa injil ini ditulis oleh Matius. Matius adalah seorang pemungut cukai (petugas pajak pada zaman itu) yang menjadi salah satu dari kedua belas rasul YESUS. Meskipun ada yang menduga ditulis oleh Matius lain yang hidup 80 tahun setelah YESUS wafat. Namun, penemuan naskah papirus yang sekarang disimpan di Magdalen College, Oxford, Inggris, menunjukkan bahwa Injil Matius ini sudah selesai ditulis sebelum tahun 66 M[1][/b]

ini sumbernya sayang

why oh why, again and again the scripture need help and support from the Church ;D
why oh why, again and again the scripure need help and support by Tradition ;D

Udah jelas fresh…

kalau kamu mau mengatakan fakta yang sebaliknya yah silahkan cari keterangan dimana tertulis dalam kitab suci siapa nama penulis injil Matius.

Jangan kamu bayangkan Injil Matius sudah tertulis dalam terjamahan LAI sekarang diatas dikasih judul besar2 Injil Matius ;D ;D

Bagaimana mau sola scriptura kalau penulisnya aja ndak jelas wkkkk…;D ;D

Oh iya jawaban kamu dapat kamu pakai untuk menjawab pertanyaan kamu sendiri…selamat mencari ;D

bro Yopie thanks for helping :slight_smile:
btw semakin si ailrfresh denial terhadap Gereja 1 Tim 3 ;15 maka akan semakin bingung dan blunder dia ;D ;D

Udah kanon kitab suci ndak ketemu ayatnya sekarang bingung lagi siapa penulis Injil Matius dalam kitab sucinya tersebut :slight_smile:

Semua orang Kristen tahu bahwa "the Lord's Day" ini adalah hari Minggu (i.e. bukan hari Sabat / Sabtu) dan semua orang Kristen tahu bahwa "The Lord" yg dimaksud di sini adalah YESUS! Semua orang Kristen tahu bahwa "The Lord" yg mengamanatkan utk memecah roti dan mengucap syukur adalah YESUS! It doesn't take a genius to conclude that "The Lord" who spoke in this chapter of Didache is the "The Only Lord" we adore, JESUS CHRIST!!
emangnya ga bisa ya kalau penulis Didakhe mengutip PL, sebagaimana penulis PB sering mengutip PL juga?

Apalagi mengingat hal2 sbb:

Pertama:

"In every place and time offer to me a pure sacrifice;
masihkah di zaman PB masih dikenal konsep korban berkali-kali (mempersembahkan korban di setiap tempat dan kesempatan) spt di PL? Mungkinkah Yesus yg telah berkorban sekali utk selamanya (Ibrani 7:27) masih menyuruh kita berkali2 mempersembahkan korban spt zaman PL?

Kedua:

that your sacrifice may not be profaned.
korban apa yg najis dlm konsep PB? masih adakah konsep korban najis dalam PB? jelas sekali konsep korban najis merupakan konsep PL.
Kitab Suci berbeda dengan Tradisi Suci.
Jadi Kitab Suci tidak termasuk dlm Tradisi Suci?

;D kamu belum pernah ngeliat didache udah berani ngomong…! ;D

saya test kamu, tulisan mana pada kitab didache yang tidak terdapat dalam Kitab Suci…!?

Silakan kakak kedua tunjukan wawasanmu kepada teman2mu…! ;D

apakah ada pandangan yang mengatakan pengorbanan Yesus berkali2…?

coba suruh guru kamu dateng kemari…! ;D

Mau nanya dunk

bisa diberikan contoh2 isi tradisi suci itu spt apa? lalu tradisi lisan itu contoh nya spt apa ? thanks

Sudah baca dari awal bro?

udah bro, justru itu ane masih agak bingung
yang baru ane tangkep ada tradisi suci yang tertulis di kitab didache CMIIW

maksud ane, kalo bisa diberikan list tradisi suci atau tradisi lisan misal kalo menurut tradisi , kita harus melakukan ini itu atau manusia tidak boleh ini itu menurut tradisi suci (hanya misal nya ) :slight_smile:

Alkitab yang kamu pegang itu berasal dari Tradisi Suci Katolik (ie. tidak ada perintah dalam Alkitab utk menulis dan mengkanonkan Alkitab).

Seperti juga sudah di jawab oleh bro Limited di atas.
Saya tambahkan saja, bahwa apa yang diberikan secara lisan disampaikan oleh para penerus rasul secara lisan pula, apa yang sudah dituliskan, disampaikan secara tertulis pula.

Jika anda ingin mendengar apa bentuk tradisi lisan, maka anda bisa ikut misa Gereja Katolik, dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh pastor secara lisan pula.

Syalom

Kalo mau menggunakan logika umum (common sense), dengan melihat keseluruhan paragraf tersebut dan jelas2 dikatakan ”The Lord” yg berbicara, tidak masuk akal kalo menyimpulkan bahwa kalimat tersebut adalah kutipan dari PL, Karena Yesus tidak pernah bersabda dalam PL.

Silakan Anda baca keseluruhan kitab Didache, di situ secara jelas dibedakan penggunaan sebutan “God, the Father” dengan “The Lord”.
Silakan Anda tunjukkan kalo memang kata “The Lord dalam kitab Didache itu pernah digunakan utk merujuk pada Allah Bapa. Kalo Anda bisa menunjukkannya, barulah kita bisa mempertimbangkan kemungkinan bahwa memang “The Lord” yg bersabda di Didache chapter 14 itu adalah Allah Bapa, sebagai kutipan dari PL.

Konsep dan doktrin ttg ”persembahan” dalam teologi GK BERBEDA dengan konsep/doktrin yg Anda bawa ini. Dalam GK, konsep ”persembahan” itu tidak dihapuskan dalam PB, dan Kristus telah memberikan contoh bagaimana persembahan harus dilakukan di jaman PB.
IMO, akan OOT jika kita membahas ttg ”persembahan di thread ini. Silakan dibuka thread baru utk membahas ttg konsep & doktrin2 mengenai persembahan, kita bisa diskusikan di sana jika Anda berminat.

Bisa dicoba utk membaca penjelasanku di Tradisi Suci dalam Gereja Katolik - Ajaran Kristen - ForumKristen.com
Semoga bisa membantu menjawab pertanyaan Anda. :slight_smile: