Katolik dan Tradisi Suci

He he he he

Teman-teman FK thanks atas responsenya.

Saya menemukan ayat Alkitab ini: (Alkitab versi ILT)
2 Tesalonika 2:15 Oleh karena itu selanjutnya, saudara-saudara berdiri teguhlah dan pegang eratlah tradisi yang kamu telah diajar, baik melalui perkataan maupun melalui surat kami.

ya kan ada “tradisi” Rasuliah waktu itu…yang tradisi “perkataan” dan yang tradisi “surat tertulis”.
Yang tradisi “surat tertulis” itulah yang menjadi Perjanjian Baru…dan yang tradisi perkataan itulah yang menjadi praktek-prakek tak tertulis dalam Gereja sejak jaman para Rasul sampai kini tanpa diubah.

Ada pendapat lain ???

Mungkin akan ada pertanyaan, atau bahkan pernah ditanyakan, mengapa kalau ada tradisi lisan koq ngga kemudian dituliskan dan disatukan jadi Alkitab tertulis?

Pernah saya sampaikan juga, bahwa para Rasul dan penerusnya (Magisterium) selalu berpegang pada ajaran yang mereka terima, kalau ajaran itu diberikan dalam bentuk tertulis, maka disampaikan secara tertulis, kalau ajaran itu disampaikan secara lisan maka disampaikan secara lisan. Tidak ada yang berani menambah atau mengurangi ajaran yang mereka terima.

Syalom

Apakah Para Rasul pernah memberitahu secara lisan daftar pengajaran lisan mereka?

Seandainya saya rasul Paulus. Lalu saya pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk menginjil.
Suatu hari saya singgah di tesalonika, Waktu saya di tesalonika, saya mengajar secara lisan karena saya hadir disana.
Lalu saya pergi ke Yerusalem, dan saya ingat sidang di tesalonika, lalu saya tulis surat dan dalam surat itu saya juga memberikan nasehat2. Inilah ajaran tertulis saya.

Jadi waktu saya nulis surat saya akan mengatakan berpeganglah pada ajaran tertulis dan lisan saya.

ajaran lisan itu sekarang prinsip2nya sudah ditulis didalam alkitab.

Sis Endang apa bisa memberi contoh ajaran lisan yang sis percayai?

lah ini pertanyaan aneh …masa nanya tulisan (tertulis) dari ajaran lisan (tidak tertulis).

Yang benar adalah pertanyaan yang sebangun contoh …adakah ajaran tertulis dari kanon2 kitab yang tertulis…

tuh sama2 tertulis…
jadi tidak ada kontradiksinya.

udah sana re-fresh lagi alkitab online nya cari daftar kanon kitab suci dari kitab suci itu sendiri…;D

Pasti doi lagi bingung sendiri dan ngga fokus, he he he

kita bicara fakta saja…surat paulus baru ditulis tahun 50 an…sebelum itu belum ada satu kitab PB …so setelah Yesus naik ke sorga sekitar tahun 30an sampai 50 an…umat kristen perdana diajarin Injil dari mana…

Lisan atau Tulisan?

;D kadang memang ABK pada melebar kemana2…

kemaren ada ABK yang bawa ‘sinterklas’ dibawa2 ke fordis apologi… ;D ;D ;D

wkkk…sinterklas kan udah jadi komoditi pasar di mall2 juga banyak…;D

Dan di daerah mayoritas protestan sendiri banyak sinterklas…misal di manado…gimana bro Yopi…di manado udah rame nggak suasana natalnya…lengkap dengan sinterklas nya…

Gitu juga di perayaan2 natal protestan banyak juga dipasang pohon natal…entah dimana ayat pohon natal dalam kitab suci…aku kok ndak nemu yah ;D ;D

MENURUT ANDA SENDIRI...?? sebelum ada tulisan-tulisan sebagai mana sekarang sudah ada di Alkitab,, Apakah umat percaya yang hidup sebagai pengikut YESUS KRISTUS itu di Zaman dahulu tidak mempunyai kitab pegangan sama sekali ya...?? jadi setiap pengajaran hanya dilakukan bagaikan orang bercerita dongeng saja mengenai KEBENARAN ALLAH..?? dan apakah itu dinamakan : ' AJARAN LISAN"..begitu...?? Sehingga hal itu , lantas oleh umat GK sekarang ini dinamakan : TRADISI SUCI " begitu..??

Jika saat itu sudah ada karya tulis apakah menurut anda saat ini karya tulis itu hilang semua bro?

pegangannya baru kitab2 PL bro…kitab PB belum ada , belum tertulis…tapi umat sudah diajar lisan mengenai kebenaran Injil secara lisan oleh para rasul…

jika sola scriptura = kitab PL + kitab PB seperti yang kita kenal sekarang tidak demikian dengan umat kristen perdana…
karena mereka hanya mengenal kitab PL + deuterokanonik dan pengajaran lisan para Rasul

shalom :slight_smile:

Broo@Leo dan broo@Bruce…sekaligus aja ya…?? soalannya konteksnya sama dari pernyataan kalian berdua itu.

Oke…berarti ada ya buku pegangannya…yaitu PL ( tertulis ), ditambah lagi deuterokanonik ( tertulis juga )…dan semua itu ada sampai sekarang bukan…??
Tetapi apa itu yang dimaksud pengajaran lisan para rasul…?? Kaalu namanya lisan, sudah tentu tidak ada bukti tulisannya bukan…??? Namun bagaimana cara membuktikannya bahwa itu ada sampai sekarang ini masih digunakan…??.

Kemudian bagai saya PL tsb sudah dapat saya mengerti asal muasalnya.
Tapi kalau deutero kanonika…?? apakah anda tau asal muasallnya itu dari mana datangnya…??
Disampng itu yang dinamakan ajaran lisan para Rasul itu…?? seperti apa contoh misalnya…?

Mohon kiranya saya dapat dicerahkan oleh broo@ leo dan broo@ bruce ya…

Salam GBU

2 tes 2 : 15 sebagian ditulis sebagian lisan…contoh kanon kitab suci…dulu jemaat paulus hanya mendengar ajaran lisan Paulus plus surat2 tertulisnya mereka tidak tau injil Yohanes, Matius, Lukas, Markus karena pada waktu itu Injil2 tersebut belum ditulis.

so apakah umat kristen perdana yang hanya mendengar ajaran lisan para rasul mengenai Yesus kurang tercerahnya daripada umat sekarang?

apa iman mereka kurang?

kalau tidak kurang apa bobot pengajaran lisan itu lebih rendah dari yang tertulis?

silahkan kita resapi dan renungkan masuk ke dalam situasi dan kondisi umat kristen perdana…:slight_smile:

Kemudian bagai saya PL tsb sudah dapat saya mengerti asal muasalnya. Tapi kalau deutero kanonika..?? apakah anda tau asal muasallnya itu dari mana datangnya..?? Disampng itu yang dinamakan ajaran lisan para Rasul itu..?? seperti apa contoh misalnya..?

Mohon kiranya saya dapat dicerahkan oleh broo@ leo dan broo@ bruce ya…

Salam GBU


Dari mata turun ke hati ;D

orang2 Israel di tanah perantuan punya kitab suci yang lebih tebal dari septuaginta …dan kitab suci ini yang dipakai umat kristen perdana.

mungkin bro bruce, limited punya linknya monggo…untuk dibagikan disini

shalom :slight_smile:

@Purba

Tapi kalau deutero kanonika..?? apakah anda tau asal muasallnya itu dari mana datangnya..??

Anda betul ingin mengetahuinya bro.

Kitab Deuterokanonika memang merupakan satu kesatuan dengan Kitab Perjanjian Lama (yang terdiri dari 46 kitab). Dalam edisi Vulgate (kitab Suci yang ditulis berdasarkan Septuagint, yaitu yang memuat kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada tahun 250- 125 BC) Kitab Deuterokanonika termasuk di dalamnya, inilah yang dipakai oleh Gereja Katolik sampai sekarang. Maka benar bahwa di dalam Alkitab Katolik versi bahasa Inggris, memang kitab Deuterokanonika ini disatukan di dalam Perjanjian Lama. Jika di versi bahasa Indonesia dipisahkan, saya rasa itu kemungkinan karena pertimbangan kemudahan percetakan, dengan menggunakan dasar versi yang sudah ada dan diterima secara umum oleh semua umat Kristen di Indonesia.

Deuterokanonika adalah istilah yang dipakai setelah abad ke 16, yang artinya adalah yang termasuk dalam kanon kedua. Istilah ini dipakai untuk membedakan dengan kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya yang diterima oleh gereja Protestan, yang disebut sebagai proto-canon. Namun sebenarnya Kitab Deuterokanonika ini telah termasuk dalam kanon Septuaginta, yaitu Kitab Suci yang dipergunakan oleh Yesus dan para Rasul. Dengan berpegang pada Tradisi Para Rasul, Magisterium Gereja Katolik memasukkan kitab Deuterokanonika dalam kanon Kitab Suci, seperti yang telah ditetapkan oleh Paus Damasus I (382) dan kemudian oleh Konsili Hippo (393) dan Konsili Carthage (397). Kita percaya mereka diinspirasikan oleh Roh Kudus untuk menentukan keotentikan kitab-kitab ini, berdasarkan ajaran- ajaran yang terkandung di dalamnya. Kitab- kitab Deuterokanonika ini, bersamaan dengan kitab-kitab lainnya dalam PL dan PB, dikutip oleh para Bapa Gereja di abad- abad awal untuk pengajaran iman, dan prinsip- prinsip pengajaran pada kitab Deoterokanonika ini berada dalam kesatuan dengan PL dan PB.

Sebenarnya, Martin Luther tidak membuang Kitab- kitab Deuterokanonika. Luther memasukkan kitab-kitab Deuterokanonika itu di dalam terjemahan kitab suci-nya yang pertama dalam bahasa Jerman. Kitab Deuterokanonika juga terdapat di dalam edisi pertama dari King James version (1611) dan cetakan Kitab Suci pertama yang disebut sebagai Guttenberg Bible (yang dicetak satu abad sebelum Konsili Trente 1546. Kenyataannya, kitab-kitab Deuterokanonika ini termasuk di dalam hampir semua Kitab Suci sampai Komite Edinburg dari the British Foreign Bible Society memotongnya pada tahun 1825. Sampai sebelum saat itu, setidaknya kitab Deuterokanonika masih termasuk dalam appendix dalam Alkitab Protestan. Maka secara historis dapat dibuktikan, bahwa bukan Gereja Katolik yang menambahkan kitab Deuterokanonika, namun gereja Protestan yang membuangnya.
Namun demikian memang diketahui bahwa Luther cenderung menilai kitab-kitab dalam Kitab suci seturut dengan penilaiannya sendiri. Misalnya, ia melihat kitab Ibrani, Yakobus, Yudas dan Wahyu sebagai kitab-kitab yang lebih rendah dibandingkan dengan kitab-kitab yang lain. Demikian juga dalam debatnya dengan Johannes Eck (1519) tentang Api Penyucian, maka ia merendahkan bukti yang diajukan oleh Eck yaitu kitab 2 Makabe 12, dengan merendahkan kitab-kitab Deuterokanonika secara keseluruhan. Ia juga mengatakan bahwa ketujuh kitab dalam Deuterokanonika tidak dikutip secara langsung di dalam PB. Namun jika ini acuannya, maka ada kitab-kitab yang lain dalam PL yang juga tidak dikutip dalam PB, seperti contohnya kitab Ezra, Nehemia, Ester, Pengkhotbah dan Kidung Agung, tetapi apakah kita akan membuang semua kitab-kitab itu? Tentu tidak bukan. Lagipula meskipun tidak ada kutipan langsung, namun ada banyak kutipan dalam PB yang mengacu pada apa yang tertulis dalam kitab Deuterokanonika. Contohnya, Ibr 11:35 tentang “Ibu-ibu yang menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab telah dibangkitkan. Beberapa disiksa dan tidak mau menerima pembebasan supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik….” ini mengacu kepada kisah seorang ibu yang menyerahkan ketujuh anak- anaknya dan akhirnya dirinya sendiri untuk disiksa, demi mempertahankan ketaatan mereka kepada hukum Taurat, seperti dikisahkan dalam kitab 2 Makabe 7. Kisah ini tidak ada di dalam kitab- kitab PL lainnya. Atau ayat 1 Korintus 2:10-11 yang mengajarkan bahwa manusia tidak dapat menyelami hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah yang telah ditulis dalam Yudith 8:14.

Protestan mengadopsi Konsili Jamnia Rabbi Yahudi dari PL berbahasa Ibrani, sedangkan Katolik mengadopsi dari septuaginta yang berbahasa Yunani, dimana bahasa Yunani adalah bahasa yang dipergunakan untuk tulis menulis oleh orang Yahudi masa itu, seperti juga terdapat pada kitab-kitab PB.

Mengapa Luther yang sebelumnya menggunakan Alkitab latin dan sudah tentu kitab PL dari septuaginta menjadi beralih kepada kitab hasil konsili Jamnia yang adalah konsili para rabbi Yahudi yang menolak Jesus? Mungkin hanya Luther atau penerusnya yang mengetahuinya.

Broo@leo dan Broo@ bruce…

Banyak terimakasih atas respon anda berdua ya… Setidaknya saya mendapat wawasan dan pengetahuan baru dari anda berdua. Pasti sangat berguna sekali bagi saya, AMIN

Salam GBU

lah ini pertanyaan aneh ...masa nanya tulisan (tertulis) dari ajaran lisan (tidak tertulis).
Rupanya anda yg tidak membaca pertanyaan saya dgn baik. Siapa juga yg nanya2 perihal "tertulis"?

Makanya Perhatikan baik2 pertanyaan saya (saya tulis ulang) :

Apakah Para Rasul pernah memberitahu secara lisan daftar pengajaran lisan mereka?

(apakah di pertanyaan saya di atas tsb menyinggung2 perihal “tertulis”)

sebagaimana Katolik meminta tulisan yg berisi daftar kanon kitab yg tertulis, maka sebangun dgn pertanyaan tsb, saya minta tolong tunjukan dimana Tradisi LISAN(dari ajaran LISAN Para Rasul) yg berisi daftar kanon pengajaran LISAN Para Rasul tsb?

Apakah Para Rasul pernah memberitahu secara lisan(memberikan Tradisi Lisan) yg berisi daftar kanon pengajaran lisan mereka?

Adakah sebuah Tradisi Lisan (dari Para Rasul) yg isi dari Tradisi LISAN tsb berisi daftar kanon Tradisi Lisan Para Rasul?

Pernah dengar apa yang disebut sebagai UUD Kerajaan Inggris bro? Dulu dikenal dengan nama Magna Charta. Apakah itu coba cari, ini sekedar untuk anda menambah pengetahuan saja.

Anda baca lagi pertanyaan anda biar tambah pandai ya. anda tanya apakah Rasul pernah memberitahu secara lisan(memberikan Tradisi Lisan) yg berisi daftar kanon pengajaran lisan mereka?

Coba perhatikan kata daftar kanon, apa yang anda maksud dengan daftar kanon? silahkan perjelas dulu pertanyaan anda yang sama sekali tidak jelas itu.

:mad0261:

Sekali lagi, jangan menyamakan antara Tradisi Suci dengan tradisi/ajaran lisan.
Sudah jelas di thread yg dulu aku buat bukan, bahwa Tradisi Suci tidak bisa disamakan dengan tradisi lisan?
Tradisi Suci bisa disampaikan melalui ajaran/tradisi lisan maupun ajaran/tradisi tertulis.
Kitab Didache, sekalipun ditulis/diajarkan secara tertulis, adalah merupakan bagian dari Tradisi Suci, karena bersumber dari ajaran para rasul yg mengarahkan umat pada kekudusan dan menumbuhkan iman.

Penulis Didache memang masih anonym dan belum diketahui secara pasti siapa penulisnya.
Tapi dalam GK, Didache TIDAK dianggap sebagai pseudo apocrypha ataupun sebagai heretic, tapi justru dipegang teguh sebagai salah satu sumber kekayaan ajaran rasuliah. Buktinya, Didache dijadikan acuan dalam KGK (i.e. KGK #2760)

ADA!!!
Paulus mewarisi jabatan rasul dari Petrus, yang menjadikan Paulus memiliki kepenuhan sebagai seorang rasul.
Lukas mewarisi jabatan rasul dari Paulus, yang menjadikan Lukas memiliki kepenuhan sebagai seorang rasul.
Kalo Lukas atau rasul generasi ke-3 lainnya mewariskan jabatan rasul kepada generasi ke-4, generasi ke-4 meneruskan ke generasi ke-5, dan seterusnya sampai saat ini, apa yg membedakan kepenuhan kerasulan para pewaris jabatan itu di saat ini dengan Lukas/Paulus/Petrus?
Dalam GK, GOT, dan GOO, ada yg namanya jabatan bishop atau diaken seperti yg ditulis dalam 1 Tim 3 : 1 - 16. Dan pewaris/pemegang jabatan bishop ini memiliki kepenuhan kerasulan yg sama seperti Lukas, Paulus, maupun para rasul generasi pertama.