Kasih karunia atau keadil-benaran Allah?

Bersandarkan kasih karuniakah kita dislamatkan atau bersandarkan kebenaran / keadilan Allah? Dalam karunia keselamatan bagian manakah yang dikerjakan oleh kasih karunia Allah dan bagian manakah yang dikerjakan oleh kebenaran/ keadilanNya?

Ef.2:8 mengatakan, ”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.” Maka keselamatan kita adalah bersandar pada kasih karunia.

Rm.3:25-26 mengatakan, ”Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya… maksudNya ialah untuk menunjukkan keadilanNya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” Ini membuktikan bahwa keselamatan juga berdasarkan keadilah Allah.

Kasih karunia Allah telah menyediakan seorang Juruselamat bagi kita, agar kita ada kemungkinan untuk beroleh selamat (Yoh.3:16). Sedangkan keadilan (kebenaran) Allah telah menggenapkan keselamat kita. Sejak Tuhan Yesus dilahirkan, mati, bangkit hingga terangkat itu adalah dikerjakan oleh kasih karunia Allah. Sedangkah sejak Tuhan Yesus terangkat hingga hari ini, itu adalah dikerjakan oleh keadilanNya.

Kasih karunia bisa diberikan atau tidak diberikan menurut kemauan Allah, tetapi keadilan bagaimanapun harus diberikan. Kristus telah mati dan bangkit, jika saya percaya maka Allah tak dapat tidak menyelamatkan saya. Kalau saya sudah percaya tetapi Allah tidak mau menyelamatkan saya itu berarti Allah tidak adil/benar. Maka apakah I Yoh.1:9 mengatakan, ”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah ramah dan pengasih, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”? Tidak, melainkan”Ia adalah setia dan adil…” Darah Anak Allah telah menyucikan segala dosa kita, maka begitu kita percaya Allah pasti akan menyelamatkan kita. Allah tak dapat tidak setia, sebab sebdaNya telah diucapkan; Allahpun tak dapat tidak adil, sebab darah AnakNya telah dialirkan. Kita harus bersyukur dan memuji pada Allah, bahwa Dia tak dapat tidak menyelamatkan kita!

Semua yang tidak benar/adil itulah dosa. Itulah dosa. Allah tak dapat tidak adil, maka Allah tak dapat tidak menyelamatkan kita. Jika kita berkata bahwa Allah tidak tentu mengampuni ita, itu seolah mengatakan Allah tidak setia dan tidak adil. Kita harus berpegang pada keadilan Allah. Allah suka kita berpegang pada keadilanNya, itu berarti kita menghormati Dia.