Karena Iman, Ribuan Kristen Eritrea Teraniaya

Kekerasan dan aniaya akibat iman kepercayaan dan pandangan politik yang berbeda terus berkobar di daratan timur laut Afrika Eritrea. Bahkan dua kelompok aktifis Hak Asasi Manusia dan perlindungan terhadap umat Kristen merilis seruan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Dirilis Christian Solidarity Worldwide (CSW), Kepedulian Hak Asasi Manusia Eritrea (HRCE), Christian Solidarity Worldwide (CSW) dan Pembela Hak Asasi Manusia Proyek Afrika Timur dalam Sidang ke-18 HRC terus mendesak agar Dewan Hak Asasi Manusia PBB melakukan investigasi menyeluruh atas luas pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim Eritrea, terhadap rakyatnya sendiri.

"Kami sangat prihatin dengan ituasi yang memburuk di Eritrea. Kisah-kisah mengejutkan banyak yang telah kami terima dari Eritrea,” ujar Direktur Advokasi CSW Andrew Johnston.

Beberapa data menguak seperti sepuluh wartawan ditahan yang sampai saat ini sebagian besar masih ada dipenjara, sementara 4 empat diantaranya diyakini telah meninggal dalam tahanan. Itu hanya sebagian kecil dari puluhan ribu penduduk Eritrea yang telah ditangkap, termasuk sekitar 3.000 orang Kristen, yang sebagian besar ada dalam kondisi minim, kerap menerima penganiayaan dan perampasan makanan, serta penolakan perawatan medis karena iman mereka.

“Selama bertahun-tahun banyak yang bersaksi tentang kekejaman rezim yang mendapat sedikit perhatian dari masyarakat internasional untuk pelanggaran hak asasi manusia. Pelanggaran mengerikan terhadap warga negaranya sendiri harus diakhiri, dan kita minta HRC segera mengambil langkah-langkah karena kondisi yang mendesak," papar Andrew Johnston.

Perjuangan para umat Kristen di luar Indonesia terus meningkat. Tuhan sedang bekerja secara dahsyat untuk kebangunan rohani dan pertobatan ditengah dunia yang terus termakan hegemoni kekuasaan negara berkuasa dan kelompok berkepentingan. Mari kita doakan untuk mereka yang teraniaya disana.

Source : berbagai sumber -