Kalajengking

Ada seorang India yang melihat seekor kalajengking mengambang berputar-putar di air. Ia memutuskan untuk menolong kalajengking itu keluar dengan mengulurkan jarinya, tetapi kalajengking itu menyengatnya. Orang itu masih tetap berusaha mengeluarkan kalajengking itu keluar dari air, tetapi binatang itu lagi-lagi menyengat dia.

Seorang pejalan kaki yang melihat kejadian itu mendekat dan melarang orang India itu menyelamatkan kalajengking yang terus saja menyengat orang yang mencoba menyelamatkannya. Tetapi orang India itu berkata, “Secara alamiah kalajengking itu menyengat. Secara alamiah saya ini mengasihi. Mengapa saya harus melepaskan naluri alamiah saya untuk mengasihi gara-gara kalajengking itu secara alamiah menyengat saya?”

Jangan berhenti mengasihi,

Jangan menghentikan kebaikan anda, Bahkan meskipun ketika orang-orang lain menyengat anda.

source: renungan harian

Yupzz…

Bila km hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu. . . . Apa hebatnya?!!

:’(

don’t stop to love…
^_^v

Bagaikan seorang Bapa yang baik,walaupun anak-anaknya sering menyakiti bahkan meninggalkannya sendiri.Bapa tetap mengasihi anak-anaknya.

yup kadang meskipun ada seorang teman yang membuat kita sedih atau membuat kita marah, kita harus tetap memaafkannya

imho,
Dalam perumpamaan tersebut, ada baiknya si penolong bertindak lebih cerdik. Bukankah bisa menolong kalajengking tersebut dengan menggunakan suatu media supaya dia tidak tersengat?

Demikian pula dalam kehidupan nyata. Mungkin memang tujuan kita baik yaitu untuk menolong orang lain. Namun terkadang orang lain yang mau kita tolong bisa salah paham dan salah berreaksi. Maka itu kita perlu cerdik dan perlu mengetahui cara yang tepat untuk menolongnya.

Ada Amin saudara-saudariku yang terkasih? :stuck_out_tongue:

amin. sisanya tergantung seberapa rela kita untuk terluka demi menolongnya.

Aman bro…

Kaya nulingin orang kelelep, itu orang harus dipukul pingsan dulu baru ditulungin…kalau tidak… bisa bahaya, maksud hati mau menolong karena ketidak cerdikan bisa-bisa kelelep bareng-bareng.

Intinya ketulusan harus disertai kecerdikan :afro:

Ameeenn…
Kata nenek: banyak jalan menuju Roma.
Cara nolong orang gak cuma 1. Kalo cara pertama gak berhasil, bisa coba cara kedua.

Masalahnya kadang kita gak perduli cara kita salah ato benar (yg penting niat), padahal cara kita menolong org lain kadang menentukan ke-efektifitas-an pertolongan itu sendiri dan kita gak bisa generalisir semua kasus, contoh: cara nolong org kelelep gak sama dgn cara menolong kalajengking biarpun keduanya sama2 mencoba keluar dr air.

ini juga sealur dengan pola penginjilan. menginjili adalah menolong orang-orang yang tersesat dan belum mengenal Yesus, sama seperti menolong orang tenggelam ke luar air. menginjili pun butuh pengetahuan dan kecerdikan sehingga berhasil. hanya iman dan kemauan tidak cukup, karena Tuhan juga memberi kita akal budi. ada amin saudara-saudariku? (hak cipta : daredevil)

@silly

Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
(hak cipta : Yesus)
:stuck_out_tongue:

wah ampe ditulis hak ciptanya… Nice :afro:

kayanya kata2 “ada amin saudara-saudariku?” itu hak ciptanya pendeta deh…

soalnya sering denger di gereja pendeta ngomong kaya gitu :happy0062: