Jemaat yang..(Edited)

nah lo!!! anda tau itu ada di alkitab! so, apakah anda mengimaninya (transubstansi)?
jika anda tidak mengimani transubstansi, berarti anda menentang kitabsuci donk? tobatlah bro… hehehe…

kalau anda bertanya... why? dari mana anda tau itu? saya akan jawab dari para rasul yg diajari oleh YESUS.. anda bertanya lagi dari mana anda tau YESUS mengajarkan demikian pada para rasul? dari Tradisi Suci!
Bawa kemari bukti Tradisi Suci yg menyatakan kalau YESUS pernah mengajarkan Transubstansi kepada para murid. Bawa kemari dan perlihatkan/tunjukan kata2/statement/pernyataan YESUS saat mengajarkan kpd Para Murid perihal Transubstansi, dari Tradisi Suci tsb.

katanya transubstansi ada di kitab suci di Matius 26:26 gimana sih?? sedang dimana anda berdiri? hehehe…

jika anda mau tau tentang ajaran YESUS yg lisan, datanglah dan belajarlah katekismus Gereja Katolik, karena ajaran lisan yg diberikan pada para rasul dan tidak masuk dikitabsuci ada disana. didalam Tradisi Suci Gereja Katolik. atau yg paling mudah, tanyalah kepada pastor paroki GK… Tradisi Suci ada dimulut beliau. teman2 disini juga sering membeberkan pada anda tentang Tradisi Suci itu… Maria dikandung tanpa noda, transubstansi, trinitas, Primasi Paus, Sakramen pengampunan dosa, iman+perbuatan yg menyelamatkan, Purgatory… dll… buka mata anda, maka anda akan melihat, buka telinga anda, maka anda akan mendengar… jika tidak… dibawa kehadapan anda ribuanpun tak kan anda lihat, tak kan anda dengar… jadi masalah itu ada pada anda…

so, bukti yg bagaimana yg anda mau? saya akan berikan yg anda mau! tp dengan catatan: buka mata anda, telinga anda, pikitan anda… anda harus berjanji… hehehe…

namun, tahukah kita bahwa kita mengetahui semua ajaran itu baik yg tertulis/lisan itu dari GerejaNya?Gerejalah yg berwenang menentukan kitab perjanjian baru yg sodara baca sekarang ini
Gereja tau darimana ya? dapat fax/e-mail/sms dari Allah? hahahaha...atau ada turun kertas dari Sorga (dari Allah) yg berisi daftar kitab kanon? atau dapat dari Tradisi Lisan Para Rasul? lihat * di post buat Nemo.

hehehe… gampang bro… ga usah rumit2… baca saja sejarah kitabsuci… bagaimana bisa ada kitab suci seperti anda baca sekarang…

btw, stamen anda ini mendukung atau menolak? saya bingung… anda berdiri dimana? apa agama anda? :slight_smile:

kalau anda menyangkal bahwa kitab suci itu dikanon oleh Gereja berarti anda sedang mendukung bahwa kitab suci turun dari langit dengan wujud buku/kertas yg anda baca sekarang ini… bunyinya begini: gedebugg… ! hahaha…

jadi mana teori anda… ? jika kitab dikanon oleh bapa gereja, maka anda harus mengakui bahwa GK lah yg mengkanon, GK lah yg dipakai Tuhan. taukah anda sebelum kitab suci itu dikanon, dan kanonisasi iti ditutup (abad 4) luther yg membuat anda jadi protestan belum ada sama sekali, bahkan mbah buyutnya saja belum lahir lho… jd apa teori anda terhadap hal ini?

buktinya anda "mengimani Trinitas" bukan??
Tidak ada secara istilah saja, tapi dalam keseluruhan Kitab Suci mengandung ajaran Trinitas ini. Istilah nya tidak tersurat tapi tersirat.

saya modifikasi sedikit pertanyaannya:

Buat semua Katolik yg suka memakai ayat Yohanes 21:25 sbg salah satu argumen utk melawan Sola Scriptura, tolong jawab:

  1. Sebutkan perbuatan2 yg pernah dilakukan YESUS yg tidak ada di Kitab Suci, tidak ada baik tersurat maupun tersirat, namun diimani oleh Katolik !

Tambahan:
2. Tolong sebutkan ajaran2 YESUS yg sampai saat ini belum tertulis yg disebabkan krn dunia tidak cukup utk memuatnya !

tulisan saya ga bahas trinitas kok, konsep trinitas itu sudah dianut katolik sebelum abad 1

  1. St. Paus Clement dari Roma (menjadi Paus tahun 88-99)
    2.St. Ignatius dari Antiokhia (50-117)… dst…
    http://katolisitas.org/2008/10/06/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi/#dasar-dari-kitab-suci-dan-pengajaran-gereja

SSY sebuah bukti bahwa mereka memakai kitab suci namun tidak tau konsep trinitas… jadi bersyukurlah anda, walaupun anda memprotest, tapi tetap mempercayai ajaran Gereja katolik dalam hal yg satu ini… :slight_smile: itu fakta!

jawaban:

  1. tidak ada, semua dari ajaran YESUS yg diterima para rasul, dibimbing ROH KUDUS hingga akhir jaman sehingga tidak mungkin sesat!

  2. ada banyak, belajarlah katekismus katolik, maka anda akan mengetahuinya…
    misalnya: transubstansi, berdoa pada orang kudus, mendoakan orang mati, PERAWAN Maria bunda gereja, Infalibilitas, dll… anda bertanya dan saya sudah jawab… apa anda percaya?

Tuhan YESUS ga pernah menulis, dan ga pernah memerintah menulis… jika tertulis itu penting dan MUTLAK (SOLASCRIPTURA), kenapa demikian? bisa anda jawab? apakah YESUS lupa, lalai, kurang visi kedepan atau apa?

renungkan ayat2 ini lagi: karena Gerejalah yg diberi tugas untuk mengajar dunia. ROH KUDUS bersamanya… alkitab salah satu sarananya.

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku." (luk 10:16)

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (mat 28:30)

dasar solascriptura adalah penolakan terhadap yg diprotes luther, yaitu magisterium Gereja. itu saja! tidak lebih…

sekali lagi pilih yg resmi bro… jaminan barang bagus, ada garansi, dan asuransi nya… jangan yg “BM” itulah yg membuat anda tidak pernah sampai pada konsepsi Firman Tuhan.

jangan percaya solasciptura bro! ajaran itu tidak pernah ada sebelum abad 15…

salam… :slight_smile:

Banyak lah, coba ya aku sebut yg terlintas di benakku saat ini.

  • Berapa lama YESUS mengajar? Jawab: 3 tahun.
  • Berapa kali selama pelayanannya itu YESUS mengadakan perjamuan paskah dengan murid2Nya? Jawab: secara logika berarti 3 kali.
  • Apakah YESUS pernah menceritakan silsilah keluargaNya? Jawab: Ya.
    Apa contohnya? Contohnya: siapa nama nenek YESUS (ibu Maria)? Jawab: Anna.
  • Apa yg dilakukan YESUS di hari2 biasa? Jawab: memberi pelajaran khusus kepada 12 rasul (a.k.a. les privat), makanya para rasul tau byk ttg ajaran YESUS.
  • Bagaimana YESUS mengajar murid2nya (12 rasul) ttg after life? Jawab: Ada surga/neraka, sheol, ada proses pemurnian setelah kematian (purgatory atau theosis), dsb.
  • Apakah YESUS mengajarkan tata cara ekaristi (agar transubstansi bisa terjadi)? Jawab: ya, diajarkan, dan dicatat dengan baik oleh para rasul. Contoh: “divine liturgy of st. james”.
  • Apakah YESUS mengajarkan tata cara pembaptisan? Jawab: ya, dan para rasul bahkan mencatatnya dalam kitab didache, di mana baptis TIDAK harus diselamkan.

Dan masih banyak lagi lainnya.

Banyak. Aku sebut beberapa yg terlintas di benakku saat ini:

  • Monogami perkawinan.
    Silakan dilihat di Apakah ada ayat anti poligami di Alkitab? - Ajaran Kristen - ForumKristen.com
    Sudah kami tunjukkan bahwa alkitab tidak mencatat bahwa YESUS mengajarkan monogami perkawinan. Monogami perkawinan diajarkan oleh YESUS, dan para rasul meneruskan ajaran tersebut meskipun tidak dituliskan dalam alkitab.
  • Tentang after life.
    Tidak dituliskan di alkitab bahwa YESUS mengajarkan ttg apa yg terjadi di after life. Tapi para rasul mengajarkan bahwa YESUS mengajari mereka kalo orang2 beriman akan tetap hidup bersama YESUS di surga dan setelah mengalami kematian badan, mereka akan mengalami proses pemurnian (i.e purgatory ato theosis).
  • Penolakan akan hubungan homoseksual.
    Silakan dilihat bahwa di alkitab YESUS tidak pernah menyinggung2 hal ini, tapi hal ini diajarkan oleh para rasul berdasar ajaran YESUS (yg proses pengajaran lgsg oleh YESUS ttg hal ini tidak dicatat dalam alkitab).

Dan masih banyak lagi lainnya.

Mencoba membantu bro limited.
Buktinya, ya dilihat saja ajaran2 para rasul mengenai hal ini.
Silakan dilihat di tulisan2 para rasul, seperti kitab didache, liturgi santo yakobus, kitab2 apokripa seperti Acts of St. Paul, Acts of Paul and Thecla, Acts of St. Philip, Preaching of Paul, dst.
Anda lihat, gereja KRISTUS itu sangat kaya akan ajaran iman dan moral yg berasal dari KRISTUS sendiri. Sungguh disayangkan jika ajaran2 tersebut dikukung hanya dalam sebuah alkitab 39 + 27 SAJA.

Tradisi lisan TIDAK DIBEDAKAN dengan tradisi tertulis, karena keduanya adalah equal dan saling melengkapi. Perbedaannya hanya lah cara penyampaiannya saja, yg satu lisan, yg satu tertulis.

Mungkin lebih tepat kalo pertanyaannya adalah: Mengapa ada tradisi lisan dan tradisi tertulis?
Jawab: karena tradisi tersebut diturunkan berdasar kebutuhan.

Tradisi lisan, seperti dogma trinity misalnya, akan tetap menjadi tradisi lisan kalo tidak ada bidaah2 seperti nestorianisme, arianisme, monolithisme, dsb. Karena terbentur oleh keadaan yg mendesak, supaya tradisi lisan tidak terdistorsi, maka tradisi lisan itu pada akhirnya dituliskan juga supaya tetap terjaga orthodoxy-nya. Dan tradisi yg tadinya lisan itu sudah dituliskan untuk dikirimkan ke gereja2 yg tersebar di seluruh penjuru bumi, supaya ajaran lisan itu tidak terdistorsi.

Apakah masih ada tradisi lisan yg belum dituliskan?
Ya banyak. Contoh: penggunaan tanda salib (dalam nama Bapa → dahi, dan Putra → di bawah ulu hati, dan ROH KUDUS → melintang dari bahu kanan ke bahu kiri), penggunaan air suci untuk pemberkatan, dsb dsb.

Bagaimana dengan monogami perkawinan?
SIlakan berkunjung ke di Apakah ada ayat anti poligami di Alkitab? - Ajaran Kristen - ForumKristen.com.
Sedang kami tunjukkan bahwa ajaran monogami ini “melampau yg ada tertulis”, karena tidak pernah ada tertulis di alkitab (39+27) bahwa poligami itu dilarang. :slight_smile:

Kotbah ya kotbah, tradisi ya tradisi.
Yang dibicarakan/diajarkan dalam kotbah bukanlah tradisi, tapi kebiasaan memberikan kotbah itu adalah tradisi. Silakan dibedakan.

Kotbah, atau ajaran yg disampaikan dalam kotbah, bukanlah tradisi. Kecuali kalo kotbahnya itu adalah pidato yg kata2nya sama dari dulu sampai sekarang dan diwariskan dari tahun ke tahun, maka ya kotbah itu bisa disebut tradisi.
Tapi kan kenyataannya kotbah itu bahkan berbeda dari hari ke hari. Mosok iya kotbah itu disebut tradisi? :smiley:

Kesimpulan Anda melompat terlalu jauh.
Silakan dibaca seluruh perikop 1 Tim 3: 1-16.
Paulus TIDAK sedang berbicara mengenai penulisan alkitab (apalagi alkitab 39 + 27) melainkan sedang membicarakan ttg syarat pemilihan diaken dan penilik jemaat, organ2 vital dari jemaat. Ketika berkata "semuanya itu kutuliskan (ayat 14), jelas sekali bahwa Paulus sedang mengacu pada cara2 pemilihan diaken & penilik jemaat, yang dituliskannya dalam suratnya kepada Timotius itu.
Jelas sekali terlihat (kalo kita melihat perikopnya secara utuh dari ayat 1 sampai 16), bahwa tiang penopang yg dimaksud oleh Paulus adalah jemaat (gereja) yg memiliki organ2 yg utuh, yaitu jemaat yg dilengkapi dengan penilik jemaat (uskup/rasul) dan diaken (clergy).

Baik, terima kasih atas sarannya, saya memang masih perlu banyak belajar.
Tapi yang terpenting kamu tau apa yang tertulis di Yoh 21:25 tanpa harus ada pembuktian dari saya.

Karena sekalipun saya seorang Paus, maka kamu juga pasti tidak akan menerima penjelasan saya dan kamu pasti akan meminta pembuktian dari saya mengenai Yoh 21:25.

Agak susah kalo menjelaskan ke sdr airfresh, berikut buktinya:

hehehehehe… :slight_smile: Tq

wkwkwkwk…

memang harus lebih sabar bro…

kan kita harus begitu kepada org2 yang masih kecil…

Hihihihihihi… Orang sabar disayang TUHAN YESUS :slight_smile:

Psoalannya adalah : Siapakah yg dapat diyakini kredibilitasnya sbg Magisterium bagi smua anggota Gereja KRISTUS di muka bumi ini?

Itu psoalannya.

jadi siapa menurut anda? :slight_smile:

sebenarnya anda tinggal mencari siapa yg mewarisi ajaran orang yg telah diberi mandat oleh yesus

Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

karena jika disertai yesus maka kita harus yakin bahwa kita tidak akan tersesat! kenapa harus diteruskan, dan janji itu juga berlaku untuk para penerusnya, (kenapa harus ada suksesi apostolik)? karena Gereja Tuhan disertai dan direncanakan oleh Tuhan tetap eksis hingga akhir jaman.

Magisterium harus ada
Magisterium itu memang harus ada. maka tidak mungkin hanya kitabsuci saja, karena kitabsuci memerlukan pihak yg menginterpretasikan supaya tidak salah tafsir, sehingga tidak dapat utuh menerima firman Tuhan, dan bisa juga akhirnya sesat… (walau berpegang pada kitab suci)

i Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; [/i]

diahrap kita satu, karena ajaran itu satu, mana mungkin satu Tuhan beda ajaran… kalau demikian yg terjadi, pasti hanya salah satunya saja yg benar, dan lainya adalah salah!

i supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.[/i]

bagaimana bisa bersaksi ttg yesus pada dunia, jika umat yesus saja banyak versi.

Lukas 10:16 Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."

sekali lagi yesus menurunkan ajarannya pada murid2nya, dan supaya kita juga melestarikan ajaran Tuhan itu. jika kita menolak ajaran dari murid2 Tuhan, sama dengan kita menolak Tuhan.

so, dari mana kita tau mana yg membawa “garis keturunan” ajaran murid2 Tuhan itu? mari kita pelajari sejarah… namun, jika protestanisme menurut saya sudah pasti tidak, setidak-tidaknya pasti tidak utuh lagi…

Reform?
adapun putra-putri Gereja yg kurang tepat dalam aplikasinya itu mungkin saja terjadi, namun sayangnya ajarannya juga ikut di obrak-abrik… padahal ajarannya itu dari murid2 Tuhan langsung yg harus dilestarikan selama2nya.

Gereja tak kurang2 meminta maaf akan kesalahan putra-putrinya dimasa lalu, meminta maaf adalah bukti bahwa Gereja tetap dalam kebenaran dalam jatuh bangunnya… salah==> minta maaf = benar. tapi dalam sejarahnya Gereja tidak pernah meminta maaf karena ajarannya keliru. karena Gereja hanya bertugas meneruskan, menjaga, melestarikan, dan menyebarkan ajaran Tuhan yesus.

jika kita membaca cerita jaman reformasi dulu, kita tau bahwa, Gerakan reformasi ketika itu adalah gerakan yg komplicated… meluas, masiv, dan banyak golongan yg menjadi motornya… emosi, marah,… mewarnainya… sehingga bukan tidak mungkin jika mereka “kebablasan”, belum lagi ditumpangi pihak2 yg berkepentingan… (meningat Gereja mempunyai posisi politik yg vital waktu itu).

namun sekali lagi, kenapa ajarannya dirombak, berubah, dimodif… apa yg ada dalam benakmu pastor luther dkk? :slight_smile:

Bro Ond32lumut,
Saya stuju magisterium ini memang harus ada.

Tp mngenai siapa magisterium yg dapat dyakini kredibilitasnya, tentu akan ada beda pendapat yg tajam antara Gereja Katolik Roma dg Gereja Protestan maupun Gereja lainnya.

Saya tidak ingin terlibat dlm pdebatan yg telah blangsung skian lama dan mgkn baru akan brakhir saat Tuhan Yesus datang kembali.


Tp saya rindu mbagikan ayat ini :

Luk 3:2
pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

Tidak diragukan dan tidak boleh diragukan bhw jabatan IMAM BESAR adalah jabatan yg Tuhan berikan kpd umatNya Israel.
Jabatan Imam Besar itu sangat penting dan mrupakan sentral khidupan beragama umat Israel.
Jabatan Imam Besar adl jabatan yg sah, diurapi dan datang dr Tuhan sendiri.

Seorang Imam Besar dharapkan mmiliki kadar kerohanian yg tinggi, pngenalan akan Allah yg mdalam dan hikmat yg mumpuni utk mnggembalakan umatNya.
Dmikianlah Imam Besar didukung oleh Mahkamah Agama, Imam Kepala, Tua-tua dan Ahli Taurat utk mlayani umat Israel yg dpercayakan Allah kepadanya.

Dari mrekalah umat Israel diajar mngenai Taurat (hukum tertulis) dan tradisi utk dlakukan.

Namun sjarah mbuktikan tjadi degradasi dari pihak Mahkamah Agama, shg tradisi yg diajarkan pun jd mnyimpang.
Kapan dmulainya hal ini? Kita tidak mngetahuinya dg persis.

Tp ironinya,
Ada suatu masa dimana FIRMAN TUHAN yg HIDUP, yg BENAR dan SEJATI justru datang kpd seorang Yohanes yg tidak mpunyai kdudukan dlm struktur agama Yahudi.

FIRMAN TUHAN yg harusnya turun kpd Imam Besar justru turun kpd Yohanes krn Imam Besar tidak mampu lagi mdengarkan apa yg dkatakan ROH kpd umatNya.

Bagaimana mungkin?
Bukankah organisasi Imam Besar adl organisasi yg dtetapkan Tuhan sendiri?
Mngapa Roh Kudus tidak mjaga para Imam Besar shg mreka bisa dg otomatis mdengarkan dan taat kpd Roh Kudus?

Saya tidak tau bgmn mjawab ptanyaan tsb, tp fakta mngatakan bhw Imam Besar tidak mampu mngenali khendak Roh Kudus lagi.

Dmikian jugalah Yohanes dan Yesus Kristus mdobrak tradisi yg diajarkan dan dlakukan oleh otoritas keagamaan pd waktu itu.
Yesus Kristus bahkan mnyerang scr frontal dg mngatakan bhw tradisi yg diajarkan tsb kbanyakan adl ajaran manusia, bukan ajaran Tuhan.

Ironis bhw Dewan Agama yg Tuhan bentuk justru mnentang pngenalan akan Tuhan, mnggantikan firman yg benar dg tradisi ajaran mreka sendiri, gagal mnangkap firman Tuhan dan keliru mengenali kegerakan Allah.

Ironis tp ini pernah terjadi.

Dan pd puncaknya, organisasi agama yg Tuhan bentuk ternyata menyalibkan Tuhan yg telah mbentuknya.


Biarlah kita smua dari latar blakang manapun, entah Katolik Roma, entah Protestan, entah Orthodox atau apapun, marilah kita introspeksi (tmasuk saya jg introspeksi).

Saya pribadi mdambakan jemaat Tuhan dari segala denominasi bisa rukun, tidak saling serang satu sama lain dan tidak menusuk sesama saudaranya.

Tp kadang di pikiran kecil saya tlintas suatu kalimat :
Mungkin Gereja baru bisa bersatu jika mngalami pnganiayaan berat, dimana akan timbul rasa senasib spenanggungan di dalam pderitaan Kristus.

Salam damai.

Bro Siip…

Kenapa bukan Mahkamah Agama/ Imam Besar yang meluruskan jalan utk Tuhan? Kenapa harus Yohanes Pembabtis yang meluruskan Jalan utk Tuhan?
Kenapa Gereja Katolik merasa berhak atas warisan Ajaran YESUS, sedangkan Imam Besar saja kenyataannya dapat meninggalkan/ ditinggalkan oleh ROH KUDUS?


bro… sedikit masukan dari saya untuk mejelaskan pandangan bro “Gereja Katolik = Imam Besar” yang jelas tidak akan bernasib sama baik sebelum dan sesudahnya… :smiley:

  1. Yohanes pembabtis sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya,
    Yohanes 1:23 “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

kenapa Nabi Yesaya tidak mengatakan Imam Besar yang meluruskan jalan utk Tuhan? Karena memang itu bukan keinginan Tuhan. :slight_smile:

nabi Yesaya telah memberikan suatu tanda bahwa org yang meluruskan jalan utk Tuhan bukanlah penjabat bait Allah, melainkan orang biasa. jadi memang Allah telah merencanakan demikian…

berbeda dengan Gereja-Nya : Matius 28:20 “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”, “alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:15-18) :afro:

apakah bro melihat perbedaan antara Gereja-Nya dengan Imam Besar? Apakah Yahwe menjanjikan kepada Imam Besar “tidak akan sesat”? Jika Yahwe tidak pernah menjanjikan demikian rasanya keliru jika menyamakan Imam Besar dngan Gereja-Nya yang didirikan oleh YESUS sendiri… :slight_smile:

  1. Apakah Gereja-Nya bisa sesat/ salah seperti Imam Besar Yahudi?

Jawabnya Tidak…! Karena YESUS menyertai gereja-Nya sampai akhir jaman dan gereja-Nya senantiasa tidak akan sesat : Matius 28:20 “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”, “alam maut tidak akan menguasainya.” Matius 16:15-18

Apakah karena Imam Besar tidak mampu menerima panggilan ROH KUDUS lantas YESUS menyerahkan Magisterium pada masing2 individu utk menafsirkan Firman-Nya dan Ajaran-Nya, dengan sesuka2nya mereka menafsir? TIDAK… Karena jika seperti itu celakalah umat manusia…

YESUS telah menunjuk pengganti imam besar, dan senantiasa menyertainya sampai akhir jaman… “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Kefas dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:17-18)

dan YESUS telah menunjukan bahwa Gereja-Nya (Imam Besar yang BARU) sebagai iang Penopang dan Dasar Kebenaran (1 Timotius 3:15)…

Shallom damai

Mantap :slight_smile:

IMO, tidak perlu diperdebatkan magisterium mana yg lebih credible.
Cukup ikuti tuntunan dari magisterium gereja Anda, jgn hanya bersandar pada pemahaman sendiri dengan alasan ber-sola scriptura.

Magisterium GK, magisterium GO, atau bahkan magisterium denominasi2 protestantism, setidaknya mereka mengikuti Mat 18 : 18 di mana perkara2 yg menyangkut iman dan moral kristiani diputuskan oleh sidang jemaat yg diberi kuasa oleh Yesus.
Aku percaya janji Yesus bukanlah janji kosong, bahwa Roh Kudus sendirilah yg menuntut sidang jemaat untuk memberikan ajaran yg sejati sekalipun dengan cara (rumusan ajaran) yg berbeda2. :slight_smile:

Amin!!!

Seharusnya sih tidak perlu dianiaya dulu, asalkan semua umat kristen bisa meninggalkan ego masing2, aku percaya GEREJA Kristus yg satu, kudus, katolik, dan apostolik bukanlah mimpi belaka. :slight_smile:

Airfresh…

Ajaran Tradisi Lisan BUKAN merupakan kotbah dimana kandungan ajaran dlm kotbah tsb ada tunjangannya pada "yg tertulis", tetapi juga merupakan Wahyu yg setara dgn "yg Tertulis". Ajaran warna biru diatas sumbernya darimana?

Pertama
Anda sering mengasosiasikan org yg menjawab pertanyaan dgn bertanya sebagai org yg kepepet/tdk bisa menjawab.

Kedua
Pertanyaan saya belum anda jawab

Ketiga
Ngak ada yg bilang bhw Tradisi BUKAN merupakan kotbah. Kotbah para rasul bisa merupakan Tradisi. Yg membedakan adalah bhw katolik tdk melihat bhw materi kotbah para rasul (Tradisi) tsb harus ada dlm “yg tertulis”. Beda dgn kamu yg memandang materi kotbah para rasul (Tradisi) harus ada dlm “yg tertulis”. Konsekuensinya kamu harus menunjukan ayat Alkitab yg mengajarkan Tradisi adalah kotbah para rasul harus ada/berdasarkan pada “yg tertulis”, jika yg warna merah diatas sumbernya adalah Tradisi.

Dari tafsiran Gereja Katolik? Tau darimana tafsiran itu benar? krn Magistreum Gereja punya Infabilitas. Tau darimana Gereja punya Infabilitas? Gereja yg menyatakannya. Ujung2nya berpusat pada penafsiran sepihak dari Katolik. Jadi mirip2 spt penafsiran pribadi lah...

Jika Gereja tdk punya Infabilitas, kenapa anda tdk memikirkan kemungkinan Gereja telah salah dlm menetapkan dft kanon?

Pertama: Tuntutan harus ada daftar kitab Kanon dlm Alkitab bagi penganut Sola Scriptura agar konsisten dgn ajaran Sola Scriptura pun tidak berdasar. Apa sebab, krn kalaupun di Alkitab tertulis daftar Kanon pun, ga akan menyelesaikan masalah, krn akan timbul pertanyaan, tau dari mana Kitab yg di dlmnya mencantumkan Daftar Kitab Kanon tsb merupakan Wahyu Allah?

Pertama
Anda belum menjawab pertanyaan saya.

Kedua
Tuntuan tsb membuktikan bhw kita perlu otoritas diluar Kitab Suci yg mana otoritas tsb akan menentukan mana kitab yg terinspirasi (kanonik) dan mana yg tdk terinspirasi.

Kedua: Menyatakan Kanonisasi Kitab suci bukan dari Alkitab (krn di Alkitab tdk ada daftar kitab apa saja yg termasuk kanon) tetapi berasal dari Tradisi Lisan Para Rasul, ini pun bermasalah..* krn emangnya Para Rasul saat menuliskan tulisan yg skrg jadi Kitab Suci tau kalau dia sedang terinspirasi? Dgn kata lain, apakah Para Rasul tau bahwa ia sedang mendapat inspirasi saat menuliskan tulisan yg kemudian dinyatakan sbg tulisan yg terinspirasi?

Apakah Paulus tau kalau dia sedang diinspirasi Allah (ROH KUDUS) saat ia menulis surat Roma?

Jika ia tidak tau, bagaimana mungkin ia mengajarkan secara Lisan kalau Kitab Roma tulisannya tsb merupakan tulisan terinspirasi?

Tau darimana bhw para rasul sampai wafat tdk pernah tau/tdk pernah menyadari bhw tulisan mereka adalah tulisan terinspirasi? Para rasul pada saat menulis bisa tdk menyadarinya, tp tdk berarti mereka tdk menyadari dikemudian hari bhw tulisan mereka adalah tulisan terinspirasi. Atau kalaupun seorang rasul hingga wafatnya tdk pernah menyadari, tdk berarti rasul lain tdk menyadarinya.

Dari pengajaran yg tidak bisa salah dari Magistreum Katolik? Tau darimana Gereja punya Infabilitas? Gereja yg menyatakannya.

Ujung2nya berpusat pada penafsiran sepihak dari Katolik.

Jika Gereja tdk mempunyai infabilitas, kenapa anda tdk memikirkan kemungkinan Gereja telah salah dlm menetapkan dft kanon?

Dari pengajaran yg tidak bisa salah dari Magistreum Katolik? dapat darimana ajaran tsb? Tradisi (Lisan) Lihat * atas.

Juga sdh dijelaskan diatas…

Apa Kebenaran yg SAAT INI dipegang oleh Katolik perihal tipe election umat percaya? Hahahaha.....

Ditentuin dulu apa definisi dari “MEMEGANG KEBENARAN”…

Paus Katolik bilang "X" sbg ajaran yg Alkitabiah Pendeta Protestan bilang "Y" sbg ajaran yg Alkitabiah (X & Y adalah ajaran yg saling bertentangan)

Siapa yg berhak menyatakan yg mana dari kedua klaim tsb yg benar & yg salah?

GerejaNYA yaitu Gereja Katolik.

anda ga kosnsiten. Jadi yg dimaksud "tertulis" apakah: a) HANYA tulisan yg terinspirasi SAJA kah

ATAU

b) tulisan terinspirasi DAN JUGA termasuk tulisan2 tak terinspirasi (spt dari tulisan2 hasil konsili, dll).

Silahkan pilih !

Lupakan jawabanku terkait hal ini. Argumen diatas hanya sebagai alternatif argumen.

Pertama Anda sering mengasosiasikan org yg menjawab pertanyaan dgn bertanya sebagai org yg kepepet/tdk bisa menjawab.
kali ini saya cuma mau mencoba keampuhan metode dialetika ;D
Kedua Pertanyaan saya belum anda jawab
sudah dijawab dgn metode dialetika...
Ketiga Ngak ada yg bilang bhw Tradisi BUKAN merupakan kotbah. Kotbah para rasul bisa merupakan Tradisi. Yg membedakan adalah bhw katolik tdk melihat bhw materi kotbah para rasul (Tradisi) tsb harus ada dlm "yg tertulis". Beda dgn kamu yg memandang materi kotbah para rasul (Tradisi) harus ada dlm "yg tertulis". Konsekuensinya kamu harus menunjukan ayat Alkitab yg mengajarkan Tradisi adalah kotbah para rasul harus ada/berdasarkan pada "yg tertulis", jika yg warna merah diatas sumbernya adalah Tradisi.
yg berwarna biru tsb sumbernya darimana?tolong tunjukan.
Jika Gereja tdk punya Infabilitas, kenapa anda tdk memikirkan kemungkinan Gereja telah salah dlm menetapkan dft kanon?
Bagaimana cara Gereja membuat daftar Kanon ya?dpt sms?e-mail?fax? ;D
GerejaNYA yaitu Gereja Katolik.
Lho kok yg nentuin pihak yg justru sedang dinilai benar-tidaknya?itu namanya klaim sepihak. Kalau demikian sih, Protestan juga bisa mengklaim hal itu.

Murid A: jawaban yg benar X
Murid B: jawaban yg benar Y
(X dan Y saling bertentangan)

Siapa yg berhak menyatakan yg mana dari kedua jawaban tsb yg benar & yg salah?

Menurut Nemo yg berhak adalah: Murid A ;D ;D ;D

Lupakan jawabanku terkait hal ini. Argumen diatas hanya sebagai alternatif argumen.
bilang aja bahwa jawaban mu sebelumnya bermasalah ;D

ond32lumut…

coba sebutkan penjelasan dan penafsiran AYAT PER AYAT dari Alkitab keluaran magisterium gereja anda yang RESMI, DEFINITIF dan INFALLIBILLITAS biar kami dari pihak Protestan bisa membandingkan commentary (penafsiran) keluaran magisterium gereja anda dengan commentary yg sudah ada.
Sebutkan :

1) Nama Penerbitnya dan
2) Tanggal dan Tahun berapa diterbitkan

dan tambahan lagi :

3) ALKITAB versi mana dan BAHASA ALKITAB yang mana yang harusnya kami (pihak Protestan) pakai ?. Karena saya aware dan mudah2 an anda juga tahu, bahwa pendekatan dalam penerjemahan text Alkitab ke Bahasa Indonesia yang bekerjasama dengan Bible Societies di seluruh dunia bisa jadi mengandung approachment (pendekatan) sesuai Protestan view sesuai kemampuan teologis si penerjemah. Dan lebih gawat lagi jika diterjemahkan ke Alkitab bahasa daerah , jadi …

4) Bolehkan saya memakai Alkitab ITB (Indonesia Terjemahan Baru) sebagai text Alkitab saya ?

Mengenai commentary :
Gunanya dari pihak anda adalah : supaya kami dari pihak Protestan tidak salah tafsir.
dan kegunaan dari kami (pihak Protestan) : ada bahan tambahan sebagai input dan perbandingan dengan berbagai jenis commmentary yang sudah ada.

Terimakasih.

Halo Siip, harusnya dilanjutin ceritanya …

Joh 18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai YESUS tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
Joh 18:20 Jawab YESUS kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
Joh 18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.”
Joh 18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”
Joh 18:23 Jawab YESUS kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”
Joh 18:24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.

Mat 26:57 Sesudah mereka menangkap YESUS, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Mat 26:58 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.
Mat 26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap YESUS, supaya Ia dapat dihukum mati,
Mat 26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
Mat 26:61 yang mengatakan: “Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.”
Mat 26:62 Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
Mat 26:63 Tetapi YESUS tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”
Mat 26:64 Jawab YESUS: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
Mat 26:65 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
Mat 26:66 Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!”
Mat 26:67 Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,
Mat 26:68 dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?”

Dan lihat…
Tuhan YESUS ditampar dan ditonjok dan diludahi dan puncaknya DISALIBKAN oleh komplotan Imam Besar dan Mahkamah Agama dimana Imam Besarnya yang justru menjadi Trigger untuk penamparan YESUS dan Penyaliban YESUS. Kalau saya sebagai orang awam yang tidak dibelas kasihani Tuhan, maka jika saya ditempatkan pada zaman itu (zaman Tuhan YESUS) pasti saya lebih memilih Mahkamah Agama karena mereka lah yang mewakili otoritas Tuhan di bumi dan menduduki kursi Musa. Eh, nyatanya Tuhan ditampar dan ujung2 nnya disalib dengan argumen yang hebat bukan (dilihat dari keesaan Tuhan pada saat itu).

Jadi ceritanya nih ya : Tuhan melawan “Perwakilannya pada saat itu”

Ini “kalo” Imam Besarnya memiliki kadar kerohanian tinggi seperti yang anda asumsikan. “kalo” loh itu… Gimana lagi “kalo” kadar rohani imannya amburadul dan berantakan, mungkin Tuhan YESUS bukan hanya disalib, bisa jadi digergaji dulu, dimasukkan ke tungku perapian baru disalib. jadi sy tidak mudah percaya dan dengan orang2 yang kelihatannya memakai jubah seakan -akan orang tersaleh sejagat raya ataupun berpenampilan heboh dengan muka yang berlagak saleh. Hanas dan Kayafas yang lengkap dengan jubah dan pernak pernik dan seluruh Mahkamah Agama aja bisa begitu, apalagi orang2 lain.

:afro: :afro: :afro: :afro: :afro:
Bagus sekali pengutaraannya bro, saya setuju dan mendukung, anda menjelaskannya dengan sangat2 bagus dan halus, pengutaraanmua benar2 menyuarakan hati orang percaya yang tetap menjunjung tinggi Tuhan Yesus Kristus sebagai KEPALA .

Terima kasih, sungguh menyentuh. :cheesy:

@ Tian

prmintaan macam apa ini? Silakan kamu cari saja… Dikota kamu ada toko buku/ toko buku rohani? Silakan cari sendiri?

sebutkan ayat ayatnya mana yang kamu tanyakan… ttapi jangan semua ayat dari kitab kejadian harus ditafsirkan dan diketikan utk kamu seorang? :mad0261:

mewakili protestan yg mana? Anda mewakili denomasi mana? Denomasi2 protestan sendiri saja saling tumpang tindih! :mad0261:

anda cari ditoko buku dikota anda “KATEKISMUS GEREJA KATOLIK”

silakan anda baca sendiri! Bandingkan dengan denomasi protestan kamu!

jangan minta diketikin semua tafsiran ayat per ayat dari kejadian s/d wahyu! :mad0261:

hah terjemahan kok dipusingkan? PL anda 39 kitab saja tidak tau datangnya dari mana anda tidak ambil pusing! :mad0261:

ya terserah kamu, kalau pakai bahasa asli (Yunani/ Ibrani) itu lebih bagus… :slight_smile:

kamu protestan mewakili denomasi mana?

tambahan sih bagus, tetapi permintaannya yang masuk akal saja…! :mad0261:
kalau mau tau semua silakan beli atau baca2 “katekismus katolik” di toko buku/rohani dikota mu…

Rita… Rita… Gereja kamu itu bahkan menjiplak Hari Minggu, Trinitas, Monogami dll dari Katolik tapi ribut melulu, gak sadar2 ya? Emang ada ayatnya di Alkitab? :smiley:

Bro Ond32lumut, Saya stuju magisterium ini memang harus ada.

Tp mngenai siapa magisterium yg dapat dyakini kredibilitasnya, tentu akan ada beda pendapat yg tajam antara Gereja Katolik Roma dg Gereja Protestan maupun Gereja lainnya.

Saya tidak ingin terlibat dlm pdebatan yg telah blangsung skian lama dan mgkn baru akan brakhir saat Tuhan YESUS datang kembali.

benar, bro berkata bahwa persoalannya adalah magisterium yg mana yg kredibel? jika bro bertanya demikian adakah bro berusaha untuk mencari jawabannya? kalau saya memulai dari Yohanes 21:15-17

perdebatan itu sesungguhnya tidaklah sulit, jika kita tidak “solascriptura” yg menghambat adalah doktrin solascriptura itu… sehingga tidak akan ketemu magisterium yg mana…?

yg jelas poin anda disini setidak2nya bukanlah solascriptura. anda setuju bukan kalau kitabsuci perlu penafsir? kalau kitabya infalible tapi tafsirnya tidak infalible, kira2 apa jadinya ajaran itu? sesuatu yg benar dimaknai salag menjadi salah. maka Magisterium yg dalam hal ini adalah pihak yg menginterpretasikan FT adalah juga harus infalible… maka dari itu Tuhan memberi roh kudus dalam peristiwa pentakosta kepada murid2(manusia), bukan pada kitabsucinya. karena sesungguhnya yg paling penting adalah pengajarnya. kitabsuci(FT tertulis) hanyalah salah satu alat bantu. kitab suci yg infalible di interpretasikan oleh magisterium yg infalible juga akan membuahkan ajaran yg utuh mengenai FT. Magisteriumlah yg diberi roh kudus supaya infalible

Tp saya rindu mbagikan ayat ini :

Luk 3:2
pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

Tidak diragukan dan tidak boleh diragukan bhw jabatan IMAM BESAR adalah jabatan yg Tuhan berikan kpd umatNya Israel.
Jabatan Imam Besar itu sangat penting dan mrupakan sentral khidupan beragama umat Israel.
Jabatan Imam Besar adl jabatan yg sah, diurapi dan datang dr Tuhan sendiri.

Seorang Imam Besar dharapkan mmiliki kadar kerohanian yg tinggi, pngenalan akan Allah yg mdalam dan hikmat yg mumpuni utk mnggembalakan umatNya.
Dmikianlah Imam Besar didukung oleh Mahkamah Agama, Imam Kepala, Tua-tua dan Ahli Taurat utk mlayani umat Israel yg dpercayakan Allah kepadanya.

Dari mrekalah umat Israel diajar mngenai Taurat (hukum tertulis) dan tradisi utk dlakukan.

Namun sjarah mbuktikan tjadi degradasi dari pihak Mahkamah Agama, shg tradisi yg diajarkan pun jd mnyimpang.
Kapan dmulainya hal ini? Kita tidak mngetahuinya dg persis.

Tp ironinya,
Ada suatu masa dimana Firman Tuhan yg HIDUP, yg BENAR dan SEJATI justru datang kpd seorang Yohanes yg tidak mpunyai kdudukan dlm struktur agama Yahudi.

Firman Tuhan yg harusnya turun kpd Imam Besar justru turun kpd Yohanes krn Imam Besar tidak mampu lagi mdengarkan apa yg dkatakan ROH kpd umatNya.

Bagaimana mungkin?
Bukankah organisasi Imam Besar adl organisasi yg dtetapkan Tuhan sendiri?
Mngapa ROH KUDUS tidak mjaga para Imam Besar shg mreka bisa dg otomatis mdengarkan dan taat kpd ROH KUDUS?

Saya tidak tau bgmn mjawab ptanyaan tsb, tp fakta mngatakan bhw Imam Besar tidak mampu mngenali khendak ROH KUDUS lagi.

Dmikian jugalah Yohanes dan YESUS KRISTUS mdobrak tradisi yg diajarkan dan dlakukan oleh otoritas keagamaan pd waktu itu.
YESUS KRISTUS bahkan mnyerang scr frontal dg mngatakan bhw tradisi yg diajarkan tsb kbanyakan adl ajaran manusia, bukan ajaran Tuhan.

Ironis bhw Dewan Agama yg Tuhan bentuk justru mnentang pngenalan akan Tuhan, mnggantikan firman yg benar dg tradisi ajaran mreka sendiri, gagal mnangkap Firman Tuhan dan keliru mengenali kegerakan Allah.

Ironis tp ini pernah terjadi.

Dan pd puncaknya, organisasi agama yg Tuhan bentuk ternyata menyalibkan Tuhan yg telah mbentuknya.

saya rasa dua hal itu beda konteks…

kawan2 sudah sedikit menjelaskan…
yg jelas pada pentakosta yesus menghembusi roh kudus yg merupakan jaminan… bro limited sudah menjelaskan :slight_smile:

[i]dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Kefas dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:17-18)

dan YESUS telah menunjukan bahwa Gereja-Nya (Imam Besar yang BARU) sebagai tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (1 Timotius 3:15)…[/i]

---------

Biarlah kita smua dari latar blakang manapun, entah Katolik Roma, entah Protestan, entah Orthodox atau apapun, marilah kita introspeksi (tmasuk saya jg introspeksi).

Saya pribadi mdambakan jemaat Tuhan dari segala denominasi bisa rukun, tidak saling serang satu sama lain dan tidak menusuk sesama saudaranya.

Tp kadang di pikiran kecil saya tlintas suatu kalimat :
Mungkin Gereja baru bisa bersatu jika mngalami pnganiayaan berat, dimana akan timbul rasa senasib spenanggungan di dalam pderitaan KRISTUS.

Salam damai.

kesatuan gereja itu sebenarnya juga perintah Tuhan,
kesatuan gereja adalah harapan Tuhan pada kita…

i Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
[/i]
i supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Ak[/i]u.

i Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.[/i]

@limited

sy sebenarnya malas berdiskusi dengan dirimu, karena setelah saya perhatikan postinganmu dengan airfresh dan dengan saya tempo dulu, kamu sering berlagak pilon. Jadi ketimbang saya berkata lebih kasar lagi, dan jangan sampai saya menyandung orang lain, ini reply terakhir saya buatmu. Dan tolong jangan memancing dengan sindiran-sindiran.

Udeh,dari pada banyak omong dan pada mengalihkan isu, sebutkan saja COMMENTARY YANG RESMI YANG KELUAR DARI MAGISTERIUM YANG KAMU KLAIM INFALLIBLE, SEBUTKAN NAMA PENERBITNYA, TANGGAL DAN KAPAN DITERBITKAN.
Itu aja kok repot. saya tidak mengatakan seperti seperti dibawah ini :

Ngapain juga untuk saya seorang ?

gak perlu anda urusin protestan yang mana. yang jelas PROTESTAN ! mau tumpang tindih atau ngga, urusan kami sendiri. yang penting setiap orang bertanggung jawab atas penafsirannya dan berdoa dan meminta pertolongan ROH KUDUS. Dan ingat, argumen anda yang kemarin , siapa yang lebih ber-ROH KUDUS, jangan anda ulangi lagi disini karena mentah disini dan saya kira gak perlu membuat postingan ulangan sehingga jadi spam disini !!. Ingat prinsip dan urusan anda hanya mewartakan, sama dengan setiap orang disini mewartakan walaupun dengan penafsirannya sendiri. mau siapa yang benar , hanya Tuhan yang absolut benar.

yang saya minta teman, bukan Katekismus Gereja Katolik. Yang saya minta penjelasan ayat per ayat dalam alkitab YANG KAMU KLAIM INFFALIBLE, dan sebutkan NAMA PENERBITNYA, TANGGAL DAN TAHUN TERBITNYA dengan URUTAN SECARA TERATUR . Dan saya katakan sekali lagi : “saya tidak mengatakan, harus diketikkan kepada saya”. ntah darimana ide dan argumen ini nyampe ke kepala anda.

See…perhatikan yang saya bold dan hanya inikah jawaban anda. yakin nih gpp bagi saya memakai Indonesia Terjemahan Baru, yang diterjemahan LAI ?? anda yakin ???

Ya, terimakasih banyak ya, haha…

saya adalah seorang Protestan dan berasal dari denominasi Karedox 5 Point alias Karismatik–Reformed–Orthodox, haha…

itu dah masuk akal… bukan katekismus yang saya minta, tapi penafsiran ayat per ayat secara teratur.