Jangan mempertanyakan kesucian Bunda Maria demi hormat kita kepada Tuhan Yesus

Hal keperawanan Maria tidak pernah berdiri sendiri sebagai artikel iman yang menentukan keselamatan manusia, namun pengajaran tersebut adalah ajaran yang penting dan tak terlepaskan dari kebenaran tentang mukjizat kelahiran Kristus. Sebab sewaktu penjelamaan-Nya di dunia, Kristus selain menjadi sungguh manusia, Ia juga sungguh Allah. Maka tentu ada keistimewaan- keistimewaan yang ada pada Diri Yesus, baik dalam proses konsepsi-Nya maupun kelahiran-Nya, yang berhubungan dengan kodrat-Nya sebagai Allah.

Hal konsepsi Tuhan Yesus, memang mungkin tak perlu diperdebatkan, sebab semua dari kita (baik Katolik maupun Kristen non- Katolik) percaya bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus, tidak melibatkan benih laki- laki. Sedangkan secara manusiawi, Yesus memperoleh kemanusiaan-Nya dari Bunda Maria (perkembangan sel- sel dan gen- gen-Nya secara manusiawi). Ini disebabkan karena Yesus benar- benar menjadi manusia. Namun jangan dilupakan bahwa pada saat penjelmaan-Nya menjadi manusia, Yesus tidak berhenti menjadi Tuhan (Allah Putera). Dan untuk melahirkan Tuhan inilah, maka Maria dikuduskan oelh Allah, sebab seperti telah dinubuatkan dalam Kitab Suci, bahwa seorang perempuan dan keturunannya akan melawan Iblis (lih. Keh 3:15). Perlawanan total antara sang perempuan dan keturunannya melawan Iblis ini mensyaratkan bahwa keduanya tidak berdosa. Hal ini sesuai dengan Sabda Allah yang disampaikan oleh malaikat, bahwa Maria dinyatakan sebagai “penuh rahmat/ full of grace/ kecharitomene” (lih. Luk 1: 28). Artinya, Maria sempurna dipenuhi rahmat Allah sejak awal mula kehidupannya, sehingga ia tidak berdosa; sebab hanya dengan keadaannya yang tanpa dosa inilah, Maria dapat ditempatkan dalam kesatuan dengan Kristus, untuk melawan Iblis.

Nah, keadaan Maria yang tanpa dosa inilah yang mengakibatkan ia melahirkan tanpa rasa sakit, karena rasa sakit melahirkan itu diberikan oleh Allah sebagai konsekuensi dari dosa (Kej 3:16). Maka jika Maria melahirkan tanpa kesakitan, itu disebabkan karena yang dilahirkannya adalah Allah yang tidak berdosa, yang telah membebaskan Maria ibu-Nya dari dosa dan dari pengaruh dosa.

St. Agustinus mengajarkan agar tidak mempertanyakan kesucian Bunda Maria demi hormat kita kepada Tuhan Yesus: “Kita harus menerima bahwa Perawan Maria yang suci, yang tentangnya saya tidak akan mempertanyakan sesuatupun ketika kita membicarakan tentang dosa, demi hormat kita kepada Tuhan; sebab dari Dia kita mengetahui betapa berlimpahnya rahmat untuk mengalahkan dosa di dalam segala hal telah diberikan kepadanya [Maria] yang telah berjasa untuk mengandung dan melahirkan Dia yang sudah pasti tidak berdosa.”

Selanjutnya, tentang keperawanan Maria, St. Agustinus mengajarkan:

Berpegang kepada pengajaran St. Agustinus dan para Bapa Gereja lainnya, maka Gereja Katolik melalui Sinode Lateran (649) di bawah Paus Martin I mengajarkan:

[i]“Ia [Maria] mengandung tanpa benih laki-laki, [melainkan] dari Roh Kudus, melahirkan tanpa merusak keperawanannya, dan keperawanannya tetap tidak terganggu setelah melahirkan.” /i

Agaknya, masalahnya di sini adalah bahwa mereka yang menolak ajaran tentang keperawanan Maria cenderung untuk menempatkan pemahaman pribadinya di atas pengajaran yang disampaikan oleh para Bapa Gereja [dan para pendiri gereja mereka]. Penempatan pemahaman pribadi di atas apa yang diwahyukan Allah kepada Gereja inilah yang berkaitan dengan hal keselamatan. Sebab keselamatan sesungguhnya mensyaratkan ketaatan iman yang total atas apa yang diwahyukan Allah (divine faith), dan bukannya atas iman yang didasari pemahaman pribadi semata (human faith).

Hubungan ajaran tentang keperawanan Bunda Maria dengan keselamatan

Sering saya baca pernyataan seperti ini:

keperawanan Maria tidak membawa kepada keselamatan umat manusia?? Kalau tidak mengapa mesti susah2 mengimani itu toh tidak akan ada pengaruhnya dengan keselamatan saya, sepanjang saya mengakui Yesus sebagai Juruselamat. Saya bisa mengakui Yesus sebagai juru selamat saya tanpa harus mengimani keperawanan Maria yan tidak ada kaitannya sama sekali.

Sebenarnya hubungannya adalah karena iman yang menyelamatkan adalah iman yang disertai oleh perbuatan kasih (lih. Gal 5:6; Yak 2:14-26), baik kepada Tuhan dan sesama. Kasih kepada Tuhan ini mensyaratkan ketaatan dan penyerahan total akal budi dan pikiran kepada Allah. Konsili Vatikan II mendefinisikan ketaatan iman tersebut demikian:

Nah, Wahyu Allah tersebut telah diberikan kepada Gereja, melalui Kitab Suci dan Tradisi Suci, seperti yang diajarkan oleh Magisterium Gereja. Hal keperawanan Maria, termasuk salah satu kebenaran yang telah diajarkan oleh Magisterium. Maka jika kita sungguh mempunyai iman yang penuh kepada apa yang diwahyukan Allah, kita harus menerima pengajaran tentang hal ini dengan ketaatan iman. Iman yang sedemikian adalah iman yang ilahi (divine faith)- bersumber dari Allah yang mewahyukan, dan bukan bersifat manusiawi (human faith)- yang tergantung kepada pengertian pribadi- yang cenderung sulit mempercayai hal ini.

Walaupun kita tidak dapat memaksa semua orang untuk menerima ajaran ini (tentang keperawanan Maria), namun selayaknya kita memahami bahwa ajaran ini tidak terlepas dari kebenaran yang diwahyukan Tuhan tentang Diri-Nya dan rencana keselamatan-Nya kepada Gereja. Ajaran tentang keperawanan Maria ini tidak terlepas dari ajaran tentang:

  1. kesempurnaan rencana keselamatan Allah: Allah yang menjelma ke dunia untuk memulihkan kerusakan, pada awal kedatangan-Nya tidak merusak keutuhan Ibu-Nya.

  2. teladan kesempurnaan/ kekudusan Maria agar menjadi teladan bagi kita: Kekudusan melibatkan komitmen untuk menjaga kemurnian jiwa dan tubuh.

  3. teladan Maria menjadi gambaran akan kekudusan Gereja, sebagai Mempelai Kristus, yang hanya memberikan penghormatan dan ketaatannya kepada Kristus Sang Kepala.

Memang saya akui, tidak mudah untuk meyakinkan orang lain tentang ajaran ini, terutama jika mereka tidak mengakui Wewenang mengajar (Magisterium) Gereja atau jika ia mengutamakan logika berpikir manusia di atas segalanya. Namun berbahagialah mereka yang dapat menerima ajaran ini, karena sungguh ajaran ini memberkati, dan menunjukkan ke-Mahakuasaan Allah dan kesempurnaan rencana keselamatan-Nya, yang melibatkan ketaatan penuh manusia. Janganlah kita menuduh mereka yang tidak percaya akan ajaran ini, bahwa mereka ‘menghina Maria’. Dapat saja terjadi mereka tidak percaya, karena mereka belum pernah mendengar ajaran dari para Bapa Gereja [dan dari bapa pendiri gereja Protestan sendiri] tentang keperawanan Maria ini. Maka, mari kita berdialog dengan semangat kasih.

Salam Kasih

Saya sangat setuju bila maria adalah perawan,sesudah atau sebelum melahirkan, karena bagi Tuhan tidak ada yg mustahil

Tp meyebutkan maria tdk pernah berdosa,apa btul? Bisa dibukitkan.

Sering saya baca pernyataan seperti ini:

keperawanan Maria tidak membawa kepada keselamatan umat manusia?? Kalau tidak mengapa mesti susah2 mengimani itu toh tidak akan ada pengaruhnya dengan keselamatan saya, sepanjang saya mengakui YESUS sebagai Juruselamat. Saya bisa mengakui YESUS sebagai juru selamat saya tanpa harus mengimani keperawanan Maria yan tidak ada kaitannya sama sekali.

Sebenarnya hubungannya adalah karena iman yang menyelamatkan adalah iman yang disertai oleh perbuatan kasih (lih. Gal 5:6; Yak 2:14-26), baik kepada Tuhan dan sesama. Kasih kepada Tuhan ini mensyaratkan ketaatan dan penyerahan total akal budi dan pikiran kepada Allah.


Saya setuju pernyataan : Kasih kepada Tuhan ini mensyaratkan ketaatan dan penyerahan total akal budi dan pikiran kepada Allah.

Kita lihat dampak dari doktrin ajaran keperawanan abadi Maria serta kesempurnaan Maria dapat menyebabkan apa?

Tuhan yang mempunyai kehendak bebas dan mutlak harus mendengarkan perkataan ibu-Nya…^0^

Padahal dinyatakan dalam Alkitab bahwa Tuhan tidak mempunyai penasihat dalam melakukan kehendak-Nya.

Roma
11:33. O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?
11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Apakah status Maria sebagai ibu Allah / ibu Tuhan membuat bahwa Maria bukan lagi berstatus sebagai manusia ciptaan?

Mungkin ayat ini tidak berlaku bagi Maria?

Daniel
4:35 Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: “Apa yang Kaubuat?”

Maria memiliki keistimewaan karena kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya. Tidak ada istimewa dari Maria jika Tuhan tidak memberikan kesempatan kepadanya.

Malah yang lebih lucu adalah ajaran doktrin ini (Maria Perawan Kekal) dikaitkan dengan perihal keselamatan. Dan setahu saya, Yesus dan para rasul tidak pernah mengajarkan bahwa keselamatan diperoleh dari percaya / beriman pada kekekalan keperawanan Maria.

Sama seperti ajaran yang tidak sehat yang menyatakan bahwa perpuluhan merupakan syarat untuk masuk surga berdasarkan Maleakhi 3, dan ajaran demikian adalah ajaran yang memiliki motivasi terselubung.

Salam

Tentu tidak ada yg mengharuskan [email protected] untuk menurut pada bunda Maria.

Tapi yg betul adalah, kita percaya bahwa Yesus akan mendengarkan ibunda nya.

Tentu saja maria juga manusia tetapi maria memiliki tempat/kedudukan yg lebih tinggi dari manusia biasa. Yaitu perannya sebagai ibu Yesus. Sah-sah saja jika kita menaruh pengharapan LEBIH kepada bunda Maria, daripada kepada yang lain.

Lebih dihormati mana : santo atau ibunya presiden ?

Betul itu. Jika dibandingkan dengan [email protected], tentu tidak ada istimewanya.

tapi kalau dibandingkan dengan kita,… tentu akan ada istimewanya.

Manakah yg lebih baik :

  1. meminta didoakan oleh Suster theresa (yg memiliki kehidupan rohani yg sudah terbukti)
    atau,
  2. Meminta di doakan oleh orang biasa saja.

Jika tidak percaya maria adalah perawan Kekal, berarti tidak juga percaya bahwa Yesus adalah mesias yg dilahirkan dari perawan maria.
Sebab tempat Yesus dikandung adalah Kudus. Ngga boleh sesuatu yg tidak kudus masuk juga ke situ.

Kalau masalah perpuluhan, silahkan tanya ke gereja advent, pantekosta, dan bethel (yg notabene semuanya keturunan Luther juga - sama dengan kamu :smiley: )

.
.
Salam.

Bukannya udah di jelaskan oleh mbak DEBI seperti yg dia tulis:

Salam

Apa karena kata2 penuh rahmat , maria jd dianggap tdk pernah berdosa.

Mariology sudah diajarkan sejak jaman Bapa Gereja hingga sekarang, ajaran itu tidak pernah berubah dan konsisten, anda malah menyimpulkan bahwa Bapa Gereja memiliki motivasi terselubung, saya ingin tau apa motivasi terselubung dari Bapa Gereja tentang ajaran ini menurut anda?

Soal pertanyaan anda:Malah yang lebih lucu adalah ajaran doktrin ini (Maria Perawan Kekal) dikaitkan dengan perihal keselamatan.

Saya pikir sudah dijelaskan disini oleh mbak Debi:

GBU

Pada saat malaikat Gabriel memberitakan Kabar Gembira, ia memanggil Maria sebagai, ‘…hai engkau yang dikaruniai’, Tuhan menyertai engkau.’ (Luk 1:28) (“Hail, full of grace…”, – RSV Bible) Kata, ‘Hail, full of grace‘ ini tidak pernah ditujukan kepada siapapun di dalam Alkitab, kecuali kepada Maria.Kepada Abraham yang akan menjadi Bapa para bangsa, ataupun kepada Musa salah satu nabi terbesar, Allah tidak pernah menyapa mereka dengan salam. Kepada Maria, Allah bukan saja hanya memberi salam, tetapi juga memenuhinya dengan rahmat (grace), yang adalah lawan dari dosa (sin). Dan karena dikatakan ‘full of grace’, maka para Bapa Gereja mengartikannya bahwa seluruh keberadaan Maria dipenuhi dengan rahmat Allah dan semua karunia Roh Kudus, sehingga dengan demikian tidak ada tempat lagi bagi dosa, yang terkecil sekalipun, sebab hadirat Allah tidak berkompromi dengan dosa. Artinya, Bunda Maria dibebaskan dari noda dosa asal.

Maaf yg memberi salam adalah malaikat bukan Allah

Bagaimana dgn ibu yohanes yg mengandung roh kudus ,apakah dia(ibu yohanes) semenjak lahir tdk berdosa.

Lukas 1:28

KJV Luke 1:28 And the angel came in unto her, and said, Hail, thou that art highly favoured, the Lord is with thee: blessed art thou among women.

NAS Luke 1:28 And coming in, he said to her, “Hail, favored one! The Lord is with you.”

NIV Luke 1:28 The angel went to her and said, “Greetings, you who are highly favored! The Lord is with you.”

RSV Luke 1:28 And he came to her and said, “Hail, O favored one, the Lord is with you!”

4 Alkitab terjemahan bhs Inggris utk charitoo tdk ada yg menggunakan kata “full of grace”. Bedakan antara favor dengan full of grace.

Bro Clay mengutip “full of grace” dari RSV Bible. Tp itu saya paste-kan dari RSV bible, tdk demikian tertulis di RSV Bible.

Jadi Allah Ibu deh, soalnya Allah Anak harus mendengarkan ibu-Nya…^0^

Saya menaruh iman dan pengharapan pada Kristus…^0^
Apakah Alkitab mengajarkan menaruh pengharapan pada Maria?

Yang lebih baik adalah meminta kepada yang sempurna yakni Bapa melalui perantara Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, Yesus Kristus.
Alkitab mengajarkan satun-satunya perantara adalah : Yesus Kristus.

Yah nggak dong, ayat ini kan jelas, memberikan jaminan keperawanan Maria sampai saat kelahiran Kristus (BUKAN JAMINAN KEPERAWANAN SETELAH KELAHIRAN KRISTUS)

Matius
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Salam

u di bilang bodoh tuh sama bapa gereja u :smiley: :smiley:

[b]Pengajaran dari para pendiri gereja Protestan[/b]

Mungkin banyak dari saudara-saudari yang kita yang beragama Kristen non-Katolik tidak mengetahui bahwa para pendiri gereja Protestan awal juga mengajarkan mengenai hal Maria yang tetap perawan, seperti berikut ini:

  1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. KRISTUS, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’).”from : Martin Luther, Works of Luther, Vol. 11, p. 319-320; Vol. 6, p. 510.
  2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari KRISTUS, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria …(He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company)… Dan selanjutnya Tuhan kita YESUS KRISTUS dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (precedence). Alkitab menyebutkan hal ’sulung’ (firstborn), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.”from : John Calvin, Sermon on Matthew, 1:22-25, published in 1562.
    John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak.
  3. [b]Ulrich Zwingli /b: “Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (‘forever remained a pure, intact Virgin’).” from : Zwingli Opera, Vol. 1, p. 424.
  4. John Wesley (1703-1791)menulis: “Saya percaya bahwa Dia (Tuhan YESUS) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.” from : John Wesley, Letter to a Roman Catholic, July 18, 1749.

Bagaimana ya menjelaskan kalau Marthin, Calvin dsb itu masih manusia BIASA yang punya kemungkinan salah.

Kalau bro Ignas dan yang lain mau mengangkat Paus sebagai manusia tidak biasa, yang tidak mungkin melakukan kesalahan ya monggo…

Masa perkara yang sedemikian sederhana bisa nggak sadar-sadar?

Jangan mempertanyakan ini maksudnya percaya saja dan jangan di uji demi menghormati Yesus?

Bukankah ini jelas-jelas sudah menentang Yesus dan perintahnya untuk jangan percaya begitu saja tapi harus menguji dahulu?

Demi menghormati atau menentang Yesus?

Anda juga ngak sadar kalau anda juga manusia belaka? Apa lebihnya anda dari Bapa gereja yang telah hidup pada masa gereja perdana, dan mengorbankan diri demi menjaga ajaran Iman yang oleh karenanya kita dapat mengenal ALLAH yang benar pada hari ini?? Para penulis kitab Injil juga manusia! Trs apakah demikian kita jg harus ragu dengan ajaran2 mereka? Jika begitu semua isi ALKITAB patut kita ragukan!

Salam

Benar YESUS berfirman demikian, tetapi Tidak ada yg salah dalam pengajaran Bapa Gereja tentang Maria dan keutamaannya. Mengapa juga anda tidak mendengarkan mereka, sebab YESUS telah berfirman bahwa kita harus mendengarkan dan taat pada ajaran2 yang Ia teruskan kepada rasul2nya: Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku." Luk. 10:16

Karena itu kita juga harus menerima utusan YESUS:
[i]Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

[/i]Yoh. 13:20

Jika kita menolak utusan TUHAN yaitu para rasul2nya yg telah Ia pilih dan penerus para rasul, Jika kita tidak mendengar ajaran2 mereka maka hendaklah kita mencamkan Firman Tuhan ini: [i]Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

[/i] Yoh. 5:24

Karena itu jangan kita tinggi hati menganggap diri lebih dari semua rasul dan paham akan ajaran TUHAN sendiri tanpa mau diajar. Milikilah kerendahan hati : BEBERAPA CARA MEMPRAKTEKKAN KERENDAHAN HATI - Renungan & Khotbah - ForumKristen.com

Salam

Biar saya tambahin bro biar mereka jelas cara berpikir mereka ini.

  1. Jika Manusia pasti bisa salah.
  2. Calvin manusia, jadi dia bisa salah dalam mengajar.

Dengan logika yang sama

  1. Jika manusia pasti bisa salah.
  2. Bapa gereja perdana juga manusia, sehingga mereka bisa salah dalam hal mengajar alkitab.

dengan logika yang sama

  1. Jika manusia, pasti bisa salah.
  2. Penulis alkitab juga manusia, sehingga mereka bisa salah dalam hal mengajara alkitab.

Dengan logika yang sama lagi :

  1. Jika manusia, pasti bisa salah.
  2. si Alvarez juga manusia, sehingga, si Alvarez bisa salah dalam mengajar alkitab.

Kesimpulan:

Jika Manusia bisa salah,… lalu siapa yg bisa menafsir alkitab dengan benar ?

AYAM ?

.
.

Duh… avatarku.

.
.

Salam.

Kita mengecam doktrin Infabilitas Paus tetapi pada kenyataannya kita menganut Infabilitas diri sendiri.

Salam Bro

Alkitab tidak pernah menuliskan Allah Ibu, tetapi ALKITAB jelas menuliskan ibu TUHANKU! Miliki kerendahan hati dalam berdiskusi jangan sampai kita melakukan pelecehan yang tidak perlu kepada figur2 kudus yang dipakai oleh Allah sebagaimana ditulis dalam ALKITAB
[/quote]

Bagus itu, bukan cuma anda, orang Katolik jg demikian! So What?

Pengharapan terhadap Maria selalu bersumer kepada YESUS bukan pribadi Maria, mungkin demikian pengajarannya, karena Maria tidak pernah mengambil peran YESUS sehingga YESUS merasa diduakan.

Yah Bagus tuh keyakinan seperti itu! Umat Katolik jg percaya itu dan tiadk menyangkal itu, so what? Bedanya adalah Umat Katolik adalah pribadi yang rendah hati, merasa tidak pantas memohon kepada TUHAN secara langsung dan masih membutuhkan figur yang pantas sebagai perantara doa mereka, baik itu para kudus yang telah berada disurga apalagi Maria Ibu Tuhan Kita YESUS! Perasaan kecil dihadapan YESUS dan masih merasa perlu memohon doa melalui perantara penghuni surga jangan disalahkan juga! Sebaliknya silahkan anda BEMEGAH akan IMAN anda yang luar biasa itu!!! YESUS dapat melihat sampai kedalaman hati orang2 termasuk anda yang berseru 'TUHAN YESUS saya tidak seperti mereka!!!

Betul Katolik jg meyakini itu, bukan anda saja!

Silahkan saja anda merasa TIDAK NYAMAN dengan Doktrin yang telah diajarkan selama 2000 tahun oleh Bapa gereja dan dipertahankan hingga hari ini. Silahkan saja anda PERCAYA AKAN DIRI ANDA SENDIRI SEBAGAI YANG LEBIH TAU DARI BAPA GEREJA, tetapi perhatiakn juga MUZIZAT yang terjadi pada proses kelahiran YESUS sebagaimana yang diajarkan oleh Bapa Gereja dibaweah ini:

Kita bisa mempercayai semua Muzizat TUHAN tetapi kita mau menyangkal kemampuan TUHAN untuk tetap menjaga Keperawanan Bunda-Nya yang oleh ALKITAB di tampilkan dengan gelar ANAK DARA. MESIAS dilahirkan oleh ANAK DARA yang selamanya tetap PERAWAN karena itu lebih baik kita rendah hati untuk TIDAK MEMPERTANYAKAN KESUCIAN BUNDA MARIA DEMI HORMAT KITA KEPADA SABDA YANG MENJADI DAGING, Ia tidak dilahirkan oleh SEMBARANG PEREMPUAN!!

Saya kutip lagi tulisan mbak DEBI tentang ajaran St. Agustinus:

St. Agustinus mengajarkan agar tidak mempertanyakan kesucian Bunda Maria demi hormat kita kepada Tuhan YESUS: “Kita harus menerima bahwa Perawan Maria yang suci, yang tentangnya saya tidak akan mempertanyakan sesuatupun ketika kita membicarakan tentang dosa, demi hormat kita kepada Tuhan; sebab dari Dia kita mengetahui betapa berlimpahnya rahmat untuk mengalahkan dosa di dalam segala hal telah diberikan kepadanya [Maria] yang telah berjasa untuk mengandung dan melahirkan Dia yang sudah pasti tidak berdosa.”

Rendah hatilah kita seperti para kudus daripada SOMBONG dan melecehkan ibu TUHAN kita! Saya mengajak anda untuk bersama2 saya belajar tentang kerendahan hati disini: BEBERAPA CARA MEMPRAKTEKKAN KERENDAHAN HATI - Renungan & Khotbah - ForumKristen.com

Sebab adalah sebuah PENGHINAAN jika kita mengatakan Seorang Yang mendapat RAHMAT dari ALLAH dan ia pertahankan keperawannan itu hingga akhir hayatnya, tetapi KITA MALAH MENGATAKAN SEBALIKNYA TENTANG DIA!!!

Salam