Ikuti Kristus, Wanita Ini Rela Di Aniaya Ekstrimis India

Mengucap syukurlah kita semua umat Kristen di Indonesia jika di negara ini kita masih bebas beribadah dengan aman. Di India Timur negara bagian Bengal Barat ini seorang wanita harus membayar harga yang cukup mahal hanya karena dirinya beralih keyakinan dan memeluk Kristen. Sekelompok ekstrimis yang tidak setuju akan hal itu, menganiaya wanita tersebut.

Dirilis Compass Direct News, Jumat (5/8), wanita bernama Selina Bibi ini baru empat bulan memeluk Kristen ketika dirinya dianiaya dengan cara ditelanjangi dan dipukuli sekitar 50 ekstremis. Para ekstremis mengancam Selina, itu untuk kembali memeluk imannya yang lama. Jika tidak maka ia harus meninggalkan desanya di Motijil kabupaten Murshidabad itu atau Selina dan seisi rumahnya akan dibakar.

Ternyata hal ini bukanlah ancaman belaka. Pendeta setempat bernama Bashir mengatakan kelompok ekstremis tersebut benar-benar menelanjangi dan memukuli Selina di salah satu rumah mereka. Tak hanya itu saja, baru-baru ini para ekstremis berkumpul di rumah ibadah setempat dan memutuskan untuk mengucilkan Selina sampai dia kembali ke imannya semula.

Kepada pendeta Bashir, Selina mengatakan bahwa dirinya kini sedang menanggung penderitaan demi Kristus dan dirinya sedang diperlakukan seperti penjahat. "Dia tidak diizinkan untuk membeli barang dari toko, dan tidak diizinkan untuk menjual sayuran. Mereka juga dibatasi dia untuk mengambil air dari sumur desa,” ujar Bashir.

Namun Penganiayaan dan pengucilan ini tak sedikitpun menyurutkan niat Selina untuk bertemu dengan Kristus. Penganiayaan secara fisik maupun psikis terhadapnya justru membawanya semakin cinta Kristus. Bashir juga menceritakan betapa seriusnya Selina mencari kebenaran dalam Kristus, dalam studi Alkitab setiap Kamis untuk wanita di rumahnya.

Dalam Roma 12:14 berbunyi “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk,” berita dan ayat ini mengingatkan kita bahwa harga yang harus dibayar untuk mengikut Kristus adalah aniaya, namun terhadap hal ini kita haruslah membekati dan mendoakan setiap orang yang menganiaya kita dan bukan mengutuk.

Source : Compass Direct News - dpt