Idiiiihhh............Takut Hantu???????

Syalom… 4 all FK

Bacaan : Matius 14:22-33

"Ketika murid-muridNya melihat DIA (YESUS) berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu Hantu”, lalu berteriak-teriak karena takut. (Matius 14:26)

RENUNGAN

Pertama kali pindah ke kos baru, teman-teman pada ngasih pesan, “Eh, ati-ati lho di kamar ini dulu katanya pernah ada orang gantung diri”. Astaga!!!Sekejap bulu kuduk langsung merinding dan kita cepet-cepet prote minta pindah kamar sama ibu kosnya. Begitu juga ketika kita ada acara camping, bahkan retreat anak-anak gerejapun…topik pembicaraan di malam hari yang paling seru ya apa lagi kalo bukan soal Hantu??? Meski bikin kita jadi ngerasa takut, tapi obrolan soal dunia gaib rasanya menggelitik. Isu tentang hantu memang sudah ada sejak jaman dulu kala. Salah satu kisah di Alkitab pun mencatat bahwa murid2 YESUS pernah histeris ketakutan menyangka bahwa YESUS yang sedang berjalan di atas air adalah hantu. Itu berarti, saat itupun sudah banyak isu-isu tentang hantu laut, arwah orang mati, dsb.

Mari kita baca kisah dalam Matius 14:22-33 baik-baik. Pesan yang disampaikan dari kisah itu udah jelas banget. JANGAN TAKUT!!! Waktu para murid menghadapi gelombang besar karena angin sakal, mereka merasa takut. Pastinya mereka berusahaa untuk bertahan supaya perahu nggak tenggelam. Di tengah suasana seperti itu, tiba-tiba YESUS muncul mendekati perahu mereka dengan berjalan di atas air! Bukannya disambut gembira oleh para murid, YESUS justru disangka hantu! Ketakutan membuat kita sulit mengenali TUHAN dan pertolonganNYA dalam hidup kita. Nggak hanya itu aja, waktu Petrus minta bukti bahwa sosok itu adalah YESUS, ia diminta berjalan di atas air. Petrus taat. Itu berarti dia mulai percaya bahwa yang menyuruhnya adalah TUHAN. Makanya ia mau keluar dari perahu dan menapakkan kakinya ke atas air. Tapi sekali lagi hal yang sama terjadi. Petrus takut! Dan ketakutan itu membuatnya mulai tenggelam.

FK, TUHAN nggak pengen kita dikuasai ketakutan sehingga kita menjadi lemah dan kalah. TUHAN pengen kia mengenali DIA dan KuasaNYA sehingga kita nggak perlu takut terhadap apapun juga. Ketahuilah bahwa iblis nggak punya hak ntuk mengganggu anak-anak TUHAN dan percayalah bahwa Yang menyertai kita jauh lebih besar kuasaNYA. So, masih takut ama hantu???Idiiihhhh… malu ih!!! :afro: :afro: :afro: :afro: :afro:

Biarlah renungan ini membawa berkat dan menumbuhkan iman sis/bro kepada TUHAN YESUS. Amiiiin…

God Bless Us

Setuju 1000% bro, makasih buat ulasannya yg mantaf itu…
Pilihannya cuman “takut hantu” berarti gak “takut Tuhan”, “Takut akan Tuhan” berarti gak takut sama kuasa2 laen yg jelas lebih rendah…
Bisa gak “takut hantu” sambil “takut akan Tuhan”? Yahh bisa2 aja ya bro,
kerna pada dasarnya doyan sama “takuuut” yg negatif…
Bukan gitu bro?

Kalo saya, dalam kehidupan saya saya tidak memakai kata “TAKUT” jika berhubungan dengan TUHAN (takut akan TUHAN). menurut pendapat saya takut itu di ganti menjadi SEGAN akan TUHAN. Bapak bisa baca alkitab dalam bahasa inggris jika di artikan lebih cocok dengan kata SEGAN.

Maaf loh pak bukan ngajari… Tx udah tanggapi renungan ini.

Gbu

takut sama hantu? kadang2… kadang2 malah pengen ketemu. pengen diajak ngobrol. pengen tau kenapa kok bisa jadi hantu. tapi bisa ga ya kira2??? :slight_smile:

Wahh baru nanggepin lagi…, yg kemarin sy posting gagal masuk…,
So sy persingkat aja ya pendapat saya:

Saya cenderung terima kalimat “fear of God” dialihbahasakan sbg “takut akan Tuhan” oleh LAI dalam pemahaman yang tercantum di ayat2 terkait, untuk menunjukkan betapa ada perbedaan besar yang harus diterima sebagai fakta, bahwa relasi itu antara manusia yg dicipta-berdosa-terbatas dg Allah yang Mahatinggi-Mahakudus-Mahakuasa (disamping Allah yg Mahakasih…).

Saya coba ber-andai2 bila pakai kata “segan” menggantikan “takut”:

  • Seganlah pada Allah, karena Dia Allah yang pencemburu, yang murka
    atas dosa…
  • Saya segan terhadap atasanku, karena dia itu begitu sempurna
    di mataku

bandingkan dgn:

  • Takutlah akan Allah, karena Dia Allah yang pencemburu…"
  • Saya takut pada atasanku, karena orangnya tegas, disiplin dan tidak
    kenal kompromi.

Terkesan ada penurunan tingkatan kualitatif yang seharusnya kita terima, bila kata “takut” diganti dg kata “segan”.

Kata “takut” membawa kita pada posisi penerimaan tanpa reserve, tidak menuntut Allah harus menunjukkan hal2 yang dahsyat menakutkan terlebih dulu baru kita menjadi takut, juga tak harus menakut-nakuti terlebih dulu sebelum kita mengakuiNya.

Sementara kata “segan” mungkin lebih cenderung dipakai sebagai reaksi karena kita terlebih dulu mengetahui pribadi yg kita segani memang punya otoritas yg harus dihormati atau pribadi ini telah menunjukkan segala kebaikan2nya kepada kita sehingga kita segan (enggan) untuk bermasalah dengan dia…

Sy coba kutip statement seorang Hamba Tuhan ketika menjelaskan “Takut akan Tuhan”. Dia mengatakan, bahwa ketakutan ini bukan sekedar ungkapan hormat, tetapi takut jangan sampai Tuhan meninggalkan kita, seperti ketakutan yg dimiliki saat Adam & Hawa jatuh dalam dosa, spt ketika Daud setelah ditegur Natan menyesali dosanya, seperti Paulus yg mengatakan:

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (I Kor.9;27).

Btw okelah, sy tak berani jelaskan lebih lanjut krn keterbatasan pengertian linguistik, ini sekedar pendapat bukan ahli bahasa yg memang gak ngerti tinjauan dari segi fonetik, morfologis, syntax, semantic, grammatica and so on apalah namanya… Juga lom belajar ilmu menafsir Alkitab (hermeunetic) secara resmi…

Mungkin ada pakar bahasa Indo, Inggris or Ibrani, Yunani yang bisa nguraikan lebih dalem buat sy yg bener2 lom ngerti ini??

Sy juga mau ungkapin terima kasih sebesarnya untuk komentar anda, kerna sy jadi terinspirasi dg 2 hal yg masih perlu sy renungkan lebih lanjut:

  1. Ternyata perkataan “takut” dapat juga dipakai dalam konteks positif
    paradoks (kita gemetar tetapi tetap mau menghampiri…).

  2. Mengapa Allah menekankan kata “takut akan Allah” ber-ulang2 dan
    tidak menekankan di awal mengajar bangsa tegar tengkuk itu dgn
    “percayalah akan Allah”?

Semoga ada yg bersedia menanggapi kuriositas sy ini… Tuhan Yesus memberkati kerelaan teman2 untuk berbagi…

Soli Deo Gloria!

bro, coba sama hantu2 di film si manis jembatan ancol. soalnya cuma hantu2 di film itu aja yang suka curhat matinya kenapa … :smiley:

klo dulu aku masih di medan dan musim togel, malah hantunya yang takut ketemu orang ( ini orang malah kebanyakan non kristen dan kristen ktp )
coz klo ketemu ditanyain nomor togel heheheheh :wink:

hantu sekarang ma ngak ada yang menakutkan, kebanyakan menyenangkan malah dan berusaha menipu orang2 percaya untuk masuk dalam kesenangan semu itu

tapi siapa sih ngak pernah takut, rasa itu kerap muncul ke pikiran kita
ketika setan memanahkan rasa takut itu…
ketika kita memang berhadapan dengan roh2 jahat yang menguasai seseorang…
ketika sesorang berusaha menyantet menyantet kita…

ya ingat aja bahwa Roh yang di dalam kita lebih besar ( 1 yoh 4:1-4 )

peace… :slight_smile:

Bisa…mau ketemu & ngobrol ma kuntilanak / genderuwo / tuyul / jin ? Sekali km ngobrol ma beginian, bisa ketagihan lho. Krn apapun pertanyaan km bisa dijawabnya, dan berbicara dng mrk gak membosankan. Di rumahku ada jin dan kunti cantik. Kalo kuntinya lg muncul suka aq suitin :smiley:

Seharusnya seorang anak Tuhan sejati tdk boleh takut dng hantu dan sejenisnya. Kalo msh takut berarti mengecilkan kuasa & kebesaranNya. Jadi, hrs berani lewat di areal pekuburan jam 12 malam :afro: :cheesy: