Ibadah Minggu GKI Yasmin Kembali Diganggu

Ini akibatnya jika pemerintah tidak berani untuk segera menyelesaikan pelanggaran hukum yang dilakukan walikota Bogor Diani Budiarto terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) soal Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor Jawa Barat. beberapa saat yang lalu Minggu (30/10), saat jemaat GKI Yasmin mengadakan ibadah di pinggir Jalan Abdullah bin Nuh, tiba tiba seseorang yang tidak diketahui darimana datangnya berteriak-teriak.

Ibadah kebaktian minggu Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat, kembali ricuh, Ahad (30/10). Kebaktian baru saja dimulai di luar serta trotoar Gedung GKI Taman Yasmin di pinggir Jalan Abdullah bin Nuh, tiba tiba seseorang yang tidak diketahui darimana datangnya berteriak-teriak.

Ia menuntut pembubaran kebaktian karena dianggap mengganggu. Selain menolak ibadah kebaktian, sekelompok orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Muslim Indonesia atau Forkami, juga minta jemaat meninggalkan lokasi. Mereka pun menuntut polisi dan petugas Satpol PP membubarkan jemaat yang beribadah. Jika tidak, mereka mengancam akan membubarkan paksa.

Meski sudah berupaya mencegah pecahnya kericuhan, polisi dan petugas Satpol PP tak kuasa menghadapi tekanan massa. Akhirnya petugas menghentikan kebaktian dan mengevakuasi jemaat demi keamanan dan menghindari kerusuhan.

Sengketa keberadaan GKI Taman Yasmin Bogor bermula dari pembekuan izin mendirikan bangunan oleh Pemerintah Kota Bogor. Padahal MA telah mengeluarkan putusan pada Desember 2010 yang mengesahkan pembangunan GKI Taman Yasmin. Meski begitu Wali Kota Bogor Diani Budiarto mengabaikannya dan membiarkan masalah ini terus menggantung. Sejumlah petinggi negara telah angkat bicara terhadap masalah ini. Namun tidak ada tindak lanjut dari pemerintah.

Sumber : liputan6 - niel

Pengusiran jemaat Gereja Kristen (GKI) Taman Yasmin, Bogor, kembali terjadi untuk kesekian kalinya. Hal ini terjadi usai sekelompok orang yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Muslim Indonesia (FORKAMI) berusaha menghentikan kegiatan ibadah para jemaat dengan cara intoleran. Sejumlah Satuan Pamong Praja kota Bogor berjaga di depan GKI Taman Yasmin, menghalangi para jemaat untuk tidak beribadah di sana.

Para jemaat GKI Taman Yasmin, Bogor, hanya bisa menangisi peristiwa pengusiran yang dialami mereka saat beribadah kemarin Minggu (30/10). Mereka pun mengiba dengan meminta perhatian dan ketegasan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengambil sikap atas konflik beragama yang telah lama membelit mereka tersebut. “Sungguh suatu hal yang menyakitkan dimana kami bertujuan ingin beribadah tapi kami dihalangi, di negara Pancasila yang warga negaranya punya hak sama, kami diperlakukan, diusir seperti binatang,” ujar salah satu perwakilan jemaat GKI Yasmin yang bernama Dori

Dori mengungkapkan keinginannya untuk bisa bebas beribadah seperti umat beragama lainnya di Indonesia seperti dijamin dalam UUD 1945, apalagi memang kasus ini nampaknya belum ada jalan penyelesaiannya. “Sebagai warga negara dan umat beragama, tolong suara kami didengar. Berikan kami waktu beribadah, kami bukan aliran sesat, kami melakukan di jalur hukum yang benar,” tuturnya terbata-bata sambil menangis.
“Saya menyampaikan kepada Bapak Presiden SBY, tolong kami. Kami juga warga negara seperti lainnya, berhak untuk hidup di negara kami sendiri, hidup di rumah kami. Tolong perlakukan kami seperti rakyat yang lain, dengarlah jeritan hati kami,” katanya. “Ini hanya contoh kecil dari rakyat lain yang diperlakukan tidak adil. Kasih Tuhan menyertai kepemimpinan Bapak SBY, Gubernur Jabar, dan Walikota Bogor,” tambahnya lagi.

Kembali, jeritan jemaat GKI Yasmin terdengar. Kembali, pengusiran terjadi di tempat dimana seharusnya kebebasan beragama ditegakkan. Apakah aparat negara yang bersangkutan dapat mendengarnya? Mari saudara-saudara seiman, kita galang persatuan dan kesatuan seiman dengan mendoakan mereka dan membantu mereka dalam hal apapun yang mereka perlukan. Tuhan kiranya mendengarkan kita dan mengabulkan permohonan mereka untuk dapat beribadah kepada-Nya tanpa dihalang-halangi.

Sumber : vivanews/lh3