Hati Hamba

Kau bukan Tuhan yang melihat rupa
Kau bukan Tuhan yang memandang harta
Hati hamba yang s’lalu Kau cari biar Kau temukan di dalamku

Kalimat diatas adalah sepenggal lirik dari lagu “Hati Hamba” yang dinyanyikan oleh Sari Simorangkir, dan saya sangat menyukai lagu ini, karena bagi saya ada pesan yang luar biasa dalam lagu ini. Kata “hamba” pasti sangat sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Bila mendengar kata hamba pastilah pikiran kita akan tertuju pada pelayanan,itu wajar saja karena memang pekerjaan utama dari seorang hamba adalah melayani.

Saya yakin kita semua sudah sering terlibat dalam pelayanan di gereja, sekolah, kampus, atau dimana saja. Namun sudahkah kita melakukan pelayanan kita dengan tulus hati, tanpa ada embel-embel lain di belakangnya. Sudahkan pelayanan itu kita lakukan dengan tanpa bersungut-sungut ataupun mengharapkan balas jasa. Mungkin kita perlu berdiam diri sebentar dan merenungkan kembali tentang semua pelayanan kita. Harus kita sadari bahwa jika pelayanan yang kita lakukan semata-mata hanya untuk kepentingan diri sendiri atau mencari pujian, semuanya akan sia-sia saja.

Seorang hamba dituntut untuk selalu taat kepada tuannya , bahkan segala sesuatu yang dilakukannya haruslah sesuai dengan kehendak tuannya. Pelayanan Kristus di dunia ini adalah teladan bagi kita didalam melakukan pelayanan. Bahkan dalam Filipi 2 : 8 dikatakan bahwa “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib”. Yesus taat didalam melakukan tugas pelayanannya bahkan sampai harus rela menyerahkan diri untuk disalib untuk menggantikan kita semua.

Atas semua karya Kristus dalam kehidupan kita, sudah seharusnya kita melayani Dia sebagai rasa syukur kita. Melayani dengan hati seorang hamba, yang patuh dan taat hanya kepada Kristus sebagai atasan kita. Mari kita lakukan pelayanan kita dengan tidak mencari kepentingan sendiri ataupun pujian. Tetapi hendaklah kita lakukan semua dengan rendah hati dan menganggap yang lain lebih penting dari diri kita sendiri (Filipi 2 : 3-4). Dan yang paling penting, marilah kita lakukan pelayanan kita dengan hati yang penuh ucapan syukur.

Sayapun terlibat dalam sebuah pelayanan doa dan saya telah berkomitmen untuk melakukan itu sebagai ungkapan syukur dan juga rasa ingin berbagi kasih Kristus pada sesama. Tidak mudah memang disaat kita menjalankan itu semua. Saya harus siap untuk melayani kapan saja, walaupun badan lelah tapi saya harus menjalankan komitmen saya pada Kristus. Halangan dan rintangan selalu saja ada, bahkan dari orang terdekat sekalipun. Tetapi saya tidak boleh menyerah, saya harus menjalankan itu semua karena saya adalah pelayan Kristus. Semua yang saya lakukan, saya lakukan untuk Kristus dan saya akan mempertanggungjawabkan semua pekerjaan saya hanya kepada Dia, sebagai Atasan saya.

Saya pun masih harus belajar untuk bisa memiliki hati seorang hamba. Dan saya ingin mengajak kita semua yang sudah ataupun rindu untuk terlibat dalam pelayanan, untuk bersama-sama melatih hati kita seperti hati seorang hamba. Sisi ego manusia kita terkadang muncul saat semua yang kita lakukan tidak berjalan sesuai keinginan kita ataupun tidak dihargai oleh orang lain. Tapi kita haruslah ingat, sebagai hamba/pelayan kita harus melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa, dan bila kita lakukan semua dengan sungguh-sungguh, maka Bapa pasti akan memperhitungkan semua pelayanan kita. Benar bahwa Kristus tidak memandang bentuk dan rupa kita, kaya ataupun miskin,tapi Dia mencari setiap hati yang sungguh-sungguh taat kepada-Nya.

Selamat melayani. Tuhan Yesus Memberkati.

Renungan by : Ari ( http://kasih-karunia.org/?p=157 )