Hanya Anugerah

Bacaan: Yohanes 3:1-21

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.- Yohanes 3:3

Kita tidak dapat menolong orang buta dengan menyalakan lampu.
Kita tidak dapat menolong orang tuli dengan membunyikan musik.
Kita tidak dapat memperbaiki yang ada di bagian dalam dengan menghias bagian luarnya.
Kita tidak dapat menolong orang berdosa dengan memberinya peraturan agamawi.*

Kata-kata tersebut sangat cocok untuk orang-orang Farisi, suatu golongan dari para rabi Yahudi yang berpegang pada Taurat dan adat istiadat nenek moyang secara mutlak. Orang Farisi berpikir bahwa jalan ke surga bisa diusahakan dengan melakukan Taurat secara sempurna. Kehadiran Yesus yang membawa berita anugerah, terang saja bertentangan dengan orang-orang Farisi. Berita anugerah itulah yang rupanya mengusik hati Nikodemus, seorang Farisi, untuk datang kepada Yesus. Di sinilah Nikodemus menerima pengajaran yang masih sangat asing baginya, “Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:3)

Orang Farisi berpikir bahwa manusialah yang melakukan pekerjaan, Yesus berkata bahwa Allahlah yang melakukan pekerjaan. Orang Farisi berpikir bahwa keselamatan adalah pertukaran dari perbuatan baik, Yesus berkata bahwa keselamatan adalah anugerah. Orang Farisi berpikir bahwa usaha manusia adalah untuk memperolehnya, Yesus berkata bahwa usaha manusia cukup dengan menerimanya.

Kita tidak dapat membereskan dosa, dengan menghias bagian luar hidup kita melalui ritual dan peraturan agamawi yang kita jalankan dengan sempurna. Itu hanya polesan. Polesan di bagian luar memang bisa membuat mata jadi silau karena sedemikian indah, tapi itu tidak bisa mencegah karat yang ada di bagian dalam. Aturan-aturan agamawi yang kita jalankan dengan sempurna memang bisa membuat kita terlihat saleh, tapi tanpa anugerah Allah ,dosa tetap tersimpan rapi dalam hidup kita. Bagaimana dengan hidup kita? Jangan terjebak dengan polesan agamawi, terimalah anugerah Allah.

Kita tidak dapat menolong orang berdosa dengan menawarkan peraturan agamawi.

Betul kata Yesus, keselamatan itu anugrah. Bukan karena perbuatan.

Tetapi,… perlu perbuatan/usaha… untuk mendapatkan anugrah itu.

apa itu usahanya ?

dengan beriman.

Jadi :

Usaha → beriman → selamat (anugrah) → berbuah (usaha lagi)

Salam.

Lho… katanya iman ya iman, usaha ya usaha…
Kenapa di sini dikatakan “apa tiu usahanya? dengan beriman.” ?

Ini Anda sendiri yang bilang lho:

Salam.

Memang agak susah bro… :smiley:

Tapi kalau mau diperhatikan betul-betul… tidak ada yang kontradiksi kok…

** Menuju kepada iman itu adalah usaha**

Semoga jelas.

Salam.

Saya malah jadi berpikir kalau sebenarnya itu cuma masalah istilah saja.
Untuk mencapai iman, manusia perlu usaha. Sedangkan usaha manusia seharusnya dilandasi iman. Dst.
Sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu substansial antara doktrin Katolik dengan doktrin reformasi Luther.
Mungkin Luther memang ingin eksis (:D), sehingga bikin istilah sendiri walau esensinya sama saja.
Salam.

Ya mungkin saja siih…

Tapi jangan lupa,… manusia memiliki free will.

[email protected] melambaikan tanganNYA : Ayo jelasnggak !! Gapai tanganKU ini,… kamu akan selamat.!

Jelasnggak menggunakan freewillnya dan menentukan apakah akan membalas lambaian [email protected] dengan menggapai TanganNYA,… atau berbalik arah meninggalkan ajakan [email protected]

Ketika Jelasnggak pada akhirnya memutuskan untuk membalas lambaian itu,… DIKATAKAN jelasnggah tengah BERUSAHA.

Apakah ini artinya jelasnggak sedang bermegah diri…? Tidak!

Sedangkan sola fide itu artinya Keselamatan = iman (saja) . Di dalam iman dicantumkan perbuatan.

Aneh iman ya iman,… perbuatan ya perbuatan.

Begitu lho mas…

Salam.

Nah iya, itu maksud saya. :afro:

Salam.

Terima kasih. :afro:

Iman …itu juga pemberian Allah …bukan usaha manusia :smiley:

Ro 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

1Co 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

susah nih pembahasanny…lebih susa penerapanny

yup…
smua krna anugrahny
qt bsa playann,bsa ini ,bsa i2 krna anugrah Tuhan