Hampa

Kalau Tuhan menyayangi manusia, mengapa tuhan memakai manusia untuk jadi alat penglihatan manusia.

Hari ini aku ke Gereja, sewaktu aku ada dipintu gereja, aku melihat pohon natal dengan hiasan lampu yang sili berganti berkedip, hanya sekian detik aku langsung teringat dengan sesuatu yang ada pada beberapa tahun yang telah berlalu, juga aku merasakan pada pohon natal terdapat cahaya, maksut saya cahaya yang sangat dapat menarangi hidup yang didalamnya memiliki unsur keceriaan, Namun perasaan itu hilang seketika ketika aku mulai menyadari aku tidak ada pada tahun yang telah berlalu, Cahaya dan keceriaan itu hilang dari kehidupanku.

Jika semua yang ada pada orang yang satu adalah milik dari seorang yang lain, Maka orang yang satu ini akan menjadi hamba, namun ketika orang yang satu ini mengembalikan segalah yang bukan miliknya, maka dia bukanlah hamba dari siapapun, dan tidak akan dipakai untuk penglihatan sapapun dan tidak akan perna bisa merasakan apapun.

Maksudnya bro? Dijelaskam lebih sederhana lg…

gini mas bro, kita ganti topiknya saya yang diatas itu pribadi hehe

ada penyataan yang sering kita dengar seperti ini “SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA”, namun hal ini berbeda jau dari kenyataan yang anggaplah saya yang mengalaminya, dimana ketika sesuatu yang saya dahulu ingini itu tidak saya dapatkan waktu itu, tetapi ketika saya suda mempunyai alternatif yang lain tiba - tiba hal yang dahulu itu datang kepada saya, jadi saya mengartikan saja “HAL ITU AKAN INDAH JIKA SUDA ADA ALTERNATIF YANG LAIN” maksut saya seperti suda untung di untungkan lagi padahal dengan untung pertama saya suda merasa puas dan tampa untung kedua saya tidak kecewa bahkan saya tidak mengharapkannya datang.

aduhh pusing saya mas mau menyampaikannya bagaimana!!

Ooooohhh, kalau begitu saya mengerti, saya kasih contoh, dulu saya punya keinginan untuk dapat seorang cewe yg menurut saya cantik, saya benar-benar menginginkannya tetapi waktu itu kita belum kenal deket, jadi saya urungkan niat saya, dan berharap suatu hari nanti bisa jadi sama dia.

Seiring waktu bro, Tuhan pertemukan kita lagi, and this time I have the chance to win her heart, and yup I win her heart, and saya berpikir iya semua indah pada waktunya bro, saya tidak berpikir bisa dapatkan hatinya tapi itu yg terjadi.

Saya senang sekali, tapi…disini rahasianya bro, yang dulu saya anggap indah kini sirna karena dia meninggalkan saya dan menyakiti saya, dan saya berharap saya tidak pernah bertemu dengan dia krna dia sangat menyakiti saya. Jadi klau saat Tuhan berikan yg lain pdahal anda minta yang “itu”, percayalah, itu bukan berarti jelek, dan iya semua indah pada waktunya bro, waktu DIA, bukan waktu kita. Bersyukur bro bisa dapat alternatif lain dari keinginan bro, sedangkan saya tidak.

TUHAN beserta ya brooo… :smiley:

Indah dipengaruhi banyak hal, dan salah satu faktor adalah paradigma kita sendiri. Jika paradigma kita berubah, bisa jadi hal yang tadinya bikin kita jengkel setengah mati sekarang malah jadi berkat. Hal yang tadinya kita pertahankan setengah mati, kini kita lepas. Karena Tuhan membuat kita mengalami sehingga mengerti.

Minggu kemarin, malam hari saya diliputi sukacita luar biasa, meluap keluar. Saya berkeliling kota sambil memuji dan menyembah sampai nyasar . Tiba-tiba saya sadari berada di dekat komplek pelacuran, hati saya gentar karena saya takut roh-roh kenajisan dan perzinahan mengikuti dan memerangi saya sehingga cepat-cepat pulang. Tapi ban koq tiba-tiba kempes, walau gladak-gluduk saya jalan terus sampai ke tempat tambal.

Di tempat tambal ban, tukang ban bilang lobangnya 3, dalam hati saya gak percaya. Biasanya sifat jelek saya kalau merasa dibohongi orang pasti jengkel luar biasa. Tapi malam itu saya justru trenyuh melihat tukang tambal itu, saya seakan melihat diri saya sendiri yang jauh lebih jelek dalam dia.

Sesungguhnya saya memperhatikan tukang ban itu bekerja, anaknya datang minta uang sambil gendong kucing dan dalam hati saya berkata bahwa saya akan memberikan uang yg paling besar dalam dompet dan tidak akan meminta kembalian. Tetapi mengapa dia menyusahkan dirinya sendiri membohongi aku padahal sejumlah uang yang jauh lebih besar sudah dijatahkan untuk dirinya.

Sesudah selesai, saya membayar dan dia berterima kasih sekali sambil mendoakan keselamatanku. Kembali saya trenyuh mendapati diriku jauh lebih jelek. Banyak kali Tuhan memberkati kita dengan berkat yang tidak pantas kita terima, tetapi di pihak kita berterima kasih pun tidak. Sadar akan kebaikan Tuhan pun tidak. Berdoa pun tidak. Ingat Dia pun tidak. Malah makin jauh. Malah kadang sombong seakan semua yang kita capai adalah jerih payah kita (?).,…

Tt was amazing. Saat itu saya duduk di pinggir jalan sambil minum kopi panas. Dan mendapati bahwa itu adalah pengalaman yang indah. Tuhan membuat saya duduk menikmati kopi di sudut kota dalam angle yang ternyata artistik, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan kejadian yang biasanya bikin saya jengkel sekarang bikin saya menyadari kebaikan Tuhan.

GBU

Minggu I Desember juga bikin ak hampa…
Rasanya mendekati natal gini, tp kok keceriaan natal ga hadir di hati yach.
Saat ini juga aku tersandung masalah, bukan masalah yang besar,
tp memerlukan respon apakah g harus tobat apa enggak.
Ada teman2 nakal yang buat g smakin jauuhh dari Dia, tp baru minggu kemarin g sadar, g pernah merasa bahagia saat kembali ke jalan yang benar, dan g rindu itu.
Mungkin saat kita jauh dari bersyukur, jauh dari kasih, dan hanya mementingkan kedagingan kita,
selalu hati kecil kita menyadarkan bahwa kita harus back to God.

Saat ini juga g bukannya mau klaim diri dah balik ke jalan yang bener, tp g mau remind kalau kita pernah merasakan suasana yang bener2 indah ttg natal, or suasana damai dari Tuhan,
bersyukurlah…karena saat u tulis topic ini, artinya Tuhan masih syang sm km, dia mau qta saling membantu dan saling men-support satu sama lain. :afro: Gbu kawan…

Bila kita melihat lampu-lampu menyala suram, dan segalanya hampa… itulah waktu untuk merenung.
Bila kita terbangun dari lamunan, dan segalanya tidak semenarik mimpi… itulah waktu untuk berdoa.
Mundurlah setapak… amati dan balikkan perhatian pada kesadaran diri dalam doa…
maka kita akan menyadari betapa besar kasih Tuhan Yesus didalam hati kita…
dengan itu pula kita akan menyadari bahwa rasa dan keinginan hanyalah belenggu.

Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!

  • Mazmur. 119:37 -

GBU bro Arrwie :slight_smile:

HATI HATI HATI !!!