Gunung Merapi meletus!!!

Inilah awal dari serangkaian bencana yang akan kita alami sampai kedatangan-Nya nanti. :’( :love0030:

tenang santai aja…hehe

mbah Maridjan meninggal bagi gw sih mati konyol…

Kenapa ya orang yang sudah tahu ada bencana akan datang justru orang itu menentang kehendak alam…?

Saya rasa Tuhan tidak akan menolong orang yang mau mati bunuh diri…

kalo bunuh diri se ngga… cuman kekeh ama kuajiban yang ditanggukan (katanya)
mungkin istilahnya …smpt tetes darah penghabisan …tetap setia sbg juru kunci gunung merapi :slight_smile:

mangnya tugas juru kunci ngapain ya??

tukang ngunci kaliii

Seperti orang yang sedang perang saja ya Bu alice.
Apakah cara mempertahankan kewajuban ini dibenarkan oleh Tuhan tidak ya?

he…he… dibenarkan bukan dr pebuatanya …ttp krn percaya Yesus :smiley:
si mbah percya Yesus ngga??? :mad0261:

Mbah marijan memang bagi sebagian orang mati konyol , tp klo mbah marijan mau mengungsi sisa hidupnya pasti dihujat sama warga2 yg tadinya menghormati mbah marijan.

@alice
Simbah sudah keburu meninggal, jadi ga sempet nanya simbah percaya Yesus atau tidak? :smiley:

Berati mbah maridjan hanya mau dihormati saja dong?

oo jadi mbah maridjan tukang kunciin pintu rmh masing2 warga…

@bro toby: jadi mati krn lidahnya sendiri yah…

Mbah Marijan itu sebuah contoh dari kesetiaan (atau kebodohan ?) dan ketaatan seorang abdi dalem keraton thd titah sultannya. Kesetiaan dan ketaatan semacam itu pd jaman skrg ini sdh tdk mungkin ada, apalg di kota besar.

Btw, tugas si Mbah sbg seorang juru kunci adalah menjadi jembatan antara alamnya si penguasa gunung dng alam dunia. Apapun yg dikehendaki (baik maupun buruk) si penguasa tsb akan disampaikan ke si juru kunci utk dipenuhi.

kata ibu sy, juru kunci itu u/ memininmalisir kerusakan terhadap alam disekitar gunung…

sekilas info: :smiley:

24 Korban Tewas Termasuk Mbah Marijan
Jenasah Bersujud Diduga Mbah Marijan, fb
Kesetiaan Ki Surakso Hargo atau yang akrab dipanggil Mbah Maridjan terhadap gunung merapi benar-benar sampai ajal. Tadi pagi Rabu (27/10) tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman menemukan mayat Mbah Maridjan di dalam kamar rumahnya di Kinahrejo. lereng Merapi. Mbah Maridjan ditemukan tewas dalam posisi sudjud. Hingga pagi tadi, korban tewas yang berhasil dievakuasi dari lereng merapi sudah mencapai 24 orang. Termasuk di dalamnya adalah Mbah Maridjan.

“Kemungkinan besar mayat itu Mbah Maridjan. Namun, kami belum berani memastikan kebenarannya. Kami hanya mengenali postur dan baju batiknya saja. Sedangkan wajahnya sudah sulit dikenali. Selama ini, Mbah Maridjan selalu mengenakan baju batik,” ujar Wagiyo, salah seorang anggota Tagana ketika dihubungi wartawan Radar Jogja, Rabu (27/10) pagi.

Ki Surakso Hargo - artinya penjaga gunung - yang kemudian lebih akrab dipanggil dengan Mbah Maridjan adalah seorang abdi dalem keraton Jogjakarta, yang bertugas sebagai juru kunci Gunung Merapi. Selama ini, ia hanya dikenal patuh dengan perintah Sri Sultan Hamengkubuwono, raja penguasa keraton Jogjakarta. Maklum, dia adalah bagian dari abdi dalem keraton, yang hidupnya memang hanya mengabdi kepada raja. Karena itu, tidak mengherankan jika ia tidak pernah peduli dengan himbauan pemerintah, termasuk tim SAR yang memintanya agar turun ke pengungsian.

Sikap Mbah Maridjan yang setia kepada raja dan patuh pada profesi itulah yang sering tidak dipahami oleh banyak pihak di era modern ini. Beberapa tahun silam, Mbah Maridjan pernah mengatakan, kalau pun ia harus mati karena letusan Merapi, maka itu sudah takdir . “Semua orang akan mati. Kalau saya mati karena Merapi, itu sudah takdir saya begitu,” kata Mbah Maridjan kepada JPNN di akhir tahun 2006, ketika ditanya apa tidak takut mati kalau gunung merapi tiba-tiba meletus, Jabatan juru kunci di Merapi merupakan jabatan turun menurun. Mbah Maridjan sendiri mewarisi jabatannya dari ayahnya. Konon, Mbah Maridjan memiliki daya linuwih yang bisa berkomunikasi dengan dunia ghaib Merapi.

Sejauh ini tidak jelas benar, apakah pihak keraton sudah memberikan perintah agar Mbah Maridjan turun gunung atau memang Mbah Maridjan memiliki perhitungan lain sehingga ia diduga ikut tewas tersapu awan panas yang disemburkan gunung Merapi tempat di mana Mbah Maridjan mengabdi selama ini. Pada Tahun 2006, Mbah Maridjan juga tidak mempedulikan himbauan pemerintah untuk mengungsi. Bahkan, ketika itu, Mbah Maridjan malah naik mendekati kawah Merapi, ketika rombongan Presiden SBY menyempatkan bermalam dan bermain gitar dengan para pengungsi merapi.

Sejauh ini tim memang masih belum yakin benar mayat bersujud itu adalah Mbah Maridjan. Mereka hanya bisa mereka-reka dengan kondisi sehari-harinya. Yakni, kebiasaan si mbah bintang iklan jamu perkasa yang selalu mengenakan baju batik. Maklum, bajunya masih utuh namun wajah mayat pada umumnya sudah sulit dikenali, tersapu hawa panas yang konon mencapai 600 derajat celcius. “Dari postur tubuhnya memang mirip dengan Mbah Maridjan. Tapi, kalau bukan Mbah Maridjan siapa lagi, karena semua mayat di sekitar Mbah Maridjan sudah terindentifikasi,” Wagiyo menambahkan.

Wagiyo menambahkan, mayat Mbah Maridjan yang ditemukan sedang bersujud itu tertimpa reruntuhan tembok rumah dan pohon. “Pohonnya juga tinggal batang dan ranting yang terbalut debu vulkanik yang tebal.” Wagiyo juga memastikan bahwa rumah itu hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri.

Ia mengatakan, kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh.“Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava,” katanya.

Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha membenarkan bahwa jenazah Mbah Maridjan kini sudah berada di ruang Forensik RS Dr. Sardjito. Sampai saat ini, di rumah sakit Dr. Sardjito Jogjakarta, posisi mayat Mbah Maridjan masih dalam posisi bersujud. "Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung.

sumber http://www.lihatberita.com/2010/10/24-korban-tewas-termasuk-mbah-marijan.html

terlepas bagaimana keyakinan mbah maridjan dan dia masuk surga/neraka

satu hal yang dapat dijadikan teladan dari dirinya adalah kesetiaan terhadap tugas yang diembankan kepadanya

seperti “Hamba seorang perwira yang memiliki iman yang besar” :smiley:

mbah marijan bisa jadi contoh tuh… ketaatannya dalam menjalankan tugas…

Lho, topiknya kok jadi mbah Marijan? Padahal saya mau nambahin: Hari ini Jawa Pos menulis : 18 gunung berapi di Indonesia sudah dalam status waspada. Kalau tidak ada aral melintang, kayaknya dalam waktu dekat(<1 tahun) bisa meletus semua, minimal memuntahkan lahar/lava. Bagi para FK’er yg tinggal di lereng gunung berapi, siap2 aja mulai sekarang cari rumah yg baru. :mad0218:

MBAH MARIJAN MATI KARENA KEYAKINAN NYA DAN KESETIAAN PADA YG KITA BIASA bilang… mempercayai yg tidak nyata