Gereja Tuhan = Umat Israel "secara ROHANI"?

Bro n sis, pendeta sering mengkotbahkan bahwa umat Kristen sekarang ini di"sama"kan dengan umat Israel di jaman PL dengan maksud untuk meng"klop"kan dengan ayat2 di PL. Termasuk di Maleakhi. Apa tanggapan teman2?

Benar, banyak yang menganggap demikian terutama yang ‘israel-oriented’, tetapi sayang anggapan tsb kurang ditunjang oleh Alkitab.

Saya lebih senang menggunakan istilah bahwa orang Kristen adalah “keturunan Abraham” ketimbang sebagai “Israel rohani”.

  • “Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.” (Galatia 3:7, LAI-TB)

  • Dan jikalau kamu adalah milik KRISTUS, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Galatia 3:29, LAI-TB)

Tapi broo Sarapan Pagi, kalo anda setuju bahwa kita adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji2 Allah, nanti dikaitkan lagi dengan ayat2 Alkitab tentang perpuluhan. Bukankah “keturunan Abraham” juga harus melakukan hukum Taurat? Ayatnya saya lupa, tapi yg jelas, dengan berdasarkan ayat Galatia 3:29 itu pula pendeta2 aliran Teologia Kemakmuran menjadikan ayat itu sebagai salah satu senjata untuk “nodong” jemaatnya biar mau perpuluhan.

Perhatikan 2 ayat yang sudah saya berikan, yaitu Galatia 3:7, 29, bahwa kita adalah anak-anak Abraham

Anda memilih dalam posisi “anak-anak Abraham” ataukah “anak-anak Musa”?

bukankah ayatnya jelas bahwa Galatia 3:29, menulis:
“Dan jikalau kamu adalah milik KRISTUS, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.”

kembali lagi pertanyaannya:
Anda merasa dalam posisi “anak-anak Abraham” ataukah “anak-anak Musa”?

Jikalau Anda masih menganggap diri dibawah hukum Persepuluhan adalah wajib dilakukan, Anda masih ada dalam posisi “anak-anak Musa”. Sebagaimana orang2 Yahudi yang walaupun sudah bertemu KRISTUS tapi toh masih menganggap dirinya demikian:

* Yohanes 9:28
Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.

dalam ayat ini dipertentangkan “murid-murid Musa” dan “murid-murid KRISTUS”, kalo murid-murid Musa, memang masih dibawah Hukum Taurat (termasuk di dalamnya Hukum Persepuluhan).

Kalau Murid-murid KRISTUS tidak dibawah Hukum Taurat yang mengikat.
Posisi murid2 KRISTUS adalah FREE-GIVER, sebagaimana posisi Abraham dalam soal persepuluhan sebelumnya adalah Free-Giver.

Mantapz! :afro:

Mereka harus kondekwen:
Kalau perpuluhan dibawa ke zaman ekarang secara Rohani, perpuluhan itu menjadi perpuluhan Rohani ditujukan kepada Israel Rohani (umat masa kini ) seharusnya dibawa ke bait Allah Rohani (kamulah bait Allah)
kalau perpuluhan untuk tuhan Rohani Tuhan JESUS maka berikan kepada saudara yang paling hina
kalau dulu Perpuluhan untuk suku Lewi maka zaman sekarang Lewi zaman sekarang harus memenuhi syarat lewi Rohani yaitu
Semata mata untuk pekerjaan Tuhan (Meng-Injili) Tidak punya bisnis Rohani (jual kaset)
Tidak punya Tanah Pusaka Rohani ( sertifikat tanah /rumah, baik didalam maupun diluar negri)

Bicara soal peruntukannya
persepuluhan taurat harus di belikan makanan, maka perpuluham Rohani Harus dibelikan makanan Rohani yaitu Firman , maka perpuluhan umat Israel Rohani ketika sudah dikumpulkan berupa uang haruslah dibelikan dahulu Makanan Rohani (AlkitaB} . Jadi Perpuluhan Rohani harus dibelikan Alkitab baru di bawa ke Gereja untuk makanan Lewi Rohani bersama ISrael Rohani untuk dimakan bersama :wink:

NICE :slight_smile: