Gereja dan perpecahan Gereja

Perpecahan gereja tentunya memiliki dampak positif dan negatif,

positif : pengikut bertambah
negatif : pertentangan doktrin
dalam perkembangannya apakah perpecahan gereja masih menjadikan gereja sebagai garam dan terang dunia??? Mengapa demikian??
Trima kasih… mohon diskusinya… :cheesy:

Pertamax.

memang seharus nya begitu, ada baiknya ada jeleknya juga.

tapi apa dampak dari itu semua?

Dampak nya kaya @jelasenggak dan @Santo.

mksdnya?

Ayo bro JB Michael jelasin dengan jelas. Soalnya bawa2 nama saya nih…^0^

Salam

maaf Bro cuma Biar Bro ikut nimbrung dan jelasi, wah kalo suruh saya jelasi ga mampu otak saya .pusing…

Katakan dulu alasan mengapa adanya perpecahan (timbulya denominasi) dikatakan tidak menjadikan gereja sebagai garam dan terang dunia?

Salam

owh…
ia terpecah ya…??
jadi banyak tubuh gereja ya??.
ada yg terpecah gara2 mengadaptasi terhadap adat-istiadat, ada yg terpecah karena bahasa yg berbeda2…
dan ada jg yg terpecah karena KITA ADALAH MANUSIA…
YG NOT PERFECT, HUMAN ERROR, EGO YG MUNGKIN GA BISA DIBUANG…!

setuju :happy0158:

Perpecahan sebuah gereja tidak menandakan bahwa gereja sudah tidak menjadi terang dan garam dunia. Pada zaman Babel, manusia juga mengalami yang namanya perpecahan,berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda, dikarenakan ego manusia, akhirnya perpecahan tersebut terjadi.

Gereja sebagai suatu komunitas, satu kesatuan degan tujuan untuk menjadi berkat bagi sekitarnya. Siapa yang menjadi garam dan terang?? Kita yang menjadi garam dan terang.
Perpecahan tidak membuat gereja tidak lagi menjadi garam dan terang, tetapi perpecahan terjadi ketika kita tidak lagi menjadi terang dan garam bagi dunia

Salam :smiley:

soudara ku perpecahan itu terjadi hampir disetiap gereja di mana aja diseluruh dunia.asal kita tau iblis itu hendak menjatuh kan gereja!knp supaya kita tidak sempurna,karena wkt2 iblis sudah dekat akan penghukuman ,catatan penting waspada iblis sekarang menyelinap di gereja2 melalui orang2 yg ronahinya tidak berkembang/rohani anak2,jd waspada lah soudara ku.

mungkin perpecahan disebabkan oleh ibLis… tapi oleh kasih karunia Tuhan… akan terjadi sesuatu yg besar yg membuat iblis menyesal membuat perpecahan dalam greja

“merasa” gerejanya paling benar :smiley:

yg pasti Tuhan bekerja dalam segala hal… gak ada yg di luar kendalinya…

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

perpecahan dalam lembaga gereja memang sudah dituliskan. tapi apakah hal itu menghalangi kuasa Allah?
apakah menghalangi kita juga sebagai anggota gereja dan sebagai gereja sendiri untuk menjadi garam dan terang? tidak kan?

Kayaknya lihat perpecahan gereja perlu liat dari 2 perspektif penyebab:

  1. Penyebabnya adalah manusia2 yg bergereja, kerna gak paham
    prinsip2 bergereja/bersekutu, ditambah “masa kecil kurang bahagia”,
    jadi dehh gontok2an… Ini perpecahan yg tidak pernah Tuhan setujui.
  2. Penyebabnya diizinkan oleh Tuhan sendiri. Dalam sepanjang sejarah
    gereja, kita bisa belajar dari bagaimana Paulus & Barnabas berpisah.
    Demikian juga dg proses kanonisasi utk bersihkan injil2 palsu.
    Sepanjang itu adalah beban untuk mempertahankan doktrim gereja
    agar tidak terdistorsi dg pemikiran2 yg tidak alkitabiah, atau karena
    koreksi terhadap penyimpangan (bukan berupa “tambahan” yg tak
    ditemui pada gereja mula2, tampaknya Tuhan izinkan perpecahan
    gereja terjadi.
    Akhirnya Tuhan Yesus sendiri berpesan untuk tetap membiarkan “gandum
    dan ilalang” hidup bersama, dimana pada akhirnya waktu jua yang akan menyeleksi antara gereja palsu & gereja yg sejati… Wah kayak seleksi alam versi Darwin/Evolusionist ya? Gak gitu, maksudnya kita percaya Tuhan tetap mengendalikan segala sesuatu & selalu menyisakan hanya “sekelompok kecil” (bukan mayoritas lhoh!) orang percaya yang masih memegang teguh kebenaran firman dari zaman ke zaman.
    Gereja2 seperti ini akan menjadi “public enemy” di antara keluarga besar Kristen, khususnya mendapat serangan dari arus utama Kristen yang banyak pengikutnya. Serangan itu bukan karena “kebenaran” yg diajarkan, tetapi pengulangan sejarah, yaitu karena kelompok2 kecil ini menggugat berbagai penyimpangan2 yg dilakukan oleh gereja2 arus utama (mainstream)…, seperti Tuhan Yesus menggugat pengertian + ibadah para Ahli Taurat & kaum Farisi yg kehilangan esensi. Lihatlah bagaimana pemisahan antara Khatolik Roma dg Khatolik Orthodoks, munculnya Protestan, Methodist, Presbyterian, bahkan negara USA mula2 dst muncul di tengah pergolakan iman & doktrin melihat pergeseran/kemerosotan yg terjadi pada gereja2 arus utama dimana mereka bergabung…
    Tapi saya setuju bahwa tidak tentu denominasi (aliran gereja) yg muncul terakhir berarti karena mempertahankan pengajaran yg sejati… Kerna kembali ke point 1., ada juga doktrin2 yg dipaksakan muncul kemudian, keluar dari tradisi kepercayaan (doktrin) yg diajarkan para rasul & diwariskan sejak gereja mula2…, sekedar pembenaran atas apa yg tak bisa dilakukan atau pembenaran atas dosa yg dilakukan… (mis: HT-nya
    kawin lagi atau jatuh dlm perzinahan, penyelewengan persembahan/
    perpuluhan yg diketahui jemaat, meramalkan kiamat yg kemudian tdk terbukti dsb dsb).
    Nah itu saja yg saya pahami sejauh ini… Ada yg ingin meng-koreksi
    pemahaman ini? Silahkan, brgkali bisa merubah pikiranku…, yang penting ada dasar Alkitab/Teologia/Logika-nya yaa…

Perpecahan harus dilihat dari sebab perpecahan tersebut. Gereja sepanjang sejarah terjadi banyak perpecahan yang melahirkan banyak aliran gereja. Perpecahan terjadi karena kritikan atas kesalahan bisa terjadi dan melahirkan aliaran baru. Perpecahan demikian lahir dari kesadaran atau pembukaan kebenaran Firman Tuhan yang baru dinyatakan. Perpecahan karena hal ini dapat dipahami dan diterima sebagai bagian dari kesempurnaan tubuh yang terdiri dari berbagai macam anggota tubuh. Mereka mendirikan organisasi baru yang menekankan kepada kebenaran Firman Tuhan yang baru. Misalkan kelahiran Kristen Protestan, Kristen Pentakosta dan lain-lainnya.

Tetapi, perpecahan karena ketidak puasan management gereja itu benar-benar lahir dari daging dan hawa nafsu.

Perpecahan karena merasa sudah tidak sejalan lagi dalam berpikir dan bertindak, perpecahan karena “berbeda” misi dengan gereja asal, perpecahan karena merasa perkelahian dan pertentangan dalam organisasi, semua itu bukan dari TUHAN dan bukan kehendakNya. Maleaki 2:16, menulis “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel”

Rasul Paulus melihat bahwa banyak akan terjadi perpecahan dan ia menasihati jemaat di Roma dan jemaat di Korintus demikian:

Roma 16:17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

1 Korintus 1:10
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Tentang jumlah jemaat yang bertambah karena perpecahan, perlu di buat lebih jelas bahwa pertambahan jemaat karena PINDAH GEREJA tidak sama sekali berharga dimata TUHAN dan tidak ada satupun malaikat di Surga yang akan bersorak.

Sering kali kita terlena dengan jumlah dan kadang merasa benar jalannya kalau banyak jemaat yang datang, itu adalah tipu daya Iblis. Gereja dapat menjadi besar juga karena orang-orang pindah gereja, dari gereja kecil ke gereja hyper. Dari gereja A ke gereja B.

Mari kita semua bergerak untuk memenuhi jumlah orang selamat yang harus digenapkan di Indonesia menjelang kedatangan Kristus kedua. Penduduk Indonesia 250 juta jiwa lebih, 85% diantaranya mereka belum didamaikan dengan Allah, bawa mereka kepada Kristus, jangan bawa jemaat gereja sebelah.

Garam dan terang dunia dipancarkan oleh pribadi yang memiliki Kristus, bukan oleh organisasi gereja atau gedung gereja. Pemahaman yang salah akan membawa kepada penekanan dan tujuan yang salah juga.

pecahnya jgn hancur berkeping keping jadi serbuk ya

pecahnya yg gampang disambung lagi

Yang bisa menyatukan gereja hanya Roh Kudus nanti… banyak gereja tidak usah dipermasalahkan…