Fatwa aneh lagi

Dianggap Tarian Salib, Malaysia Haramkan Poco-poco

Beda dari seperti biasanya, produk atau budaya asli Indonesia seingkali diklaim oleh negeri jiran Malaysia sebagai produk asli milik mereka. Namun ada satu produk budaya asli Indonesia yang popular di Malaysia namun kini diharamkan. Tarian asal Manado Sulawesi Utara Poco-poco kini dinyatakan haram. Mengapa?

Seperti dimuat The Malaysian Insider (30/3), adalah Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria yang mengatakan pihaknya, Jawatan kuasa Fatwa Negeri Perak, telah mengeluarkan fatwa bahwa tarian Poco-poco haram. Alasannya, Harussani mengatakan, tarian tersebut memiliki elemen Kristiani. Maksudnya? Langkah poco-poco ke kanan, kiri, depan belakang dianggap merepresentasikan bentuk salib. Selain itu, poco-poco juga dianggap mengandung unsur pemujaan terhadap roh yang sering dilakukan di Jamaika.

Yang menggelikan justru tanggapan Menteri Besar Perak Datuk Sri Dr Zambry Abdul Kadir terhadap fatwa tersebut yang mengatakan kerajaan akan mematuhi fatwa tersebut. Fatwa haram poco-poco jadi polemik di Malaysia. Menanggapi keputusan para ulama Perak, mantan Mufti Perlis, Prof Mohd Asri Zainul Abidin justru menganggap, fatwa haram Poco-poco tak wajar.

“Jika dianggap sebagai tarian yang baik bagi kesehatan, tanpa unsur kepercayaan dan tidak mengandung unsur salam seperti minuman keras dan seks bebas, secara syariat itu dibolehkan, jika memang ada unsur yang salah, hendaknya meniru Nabi Muhammad, buang unsur yang buruk itu, pertahankan yang baik.” Ungkap Asri lebih diplomatis dan masuk akal.

Atas hal ini kita pun sebagai anak bangsa harusnya bersyukur, kenapa? Untungnya tarian yang memang sudah menjadi trademark acara reuni dan tarian pemersatu ini tidak diklaim sebagai produk asli Malaysia, negara yang memang dikenal suka meng-klaim produk negara lain.

Source : Berbagai Sumber/DPT

Beginilah kalau manusia bermain2 dengan aturan “tuhan”

Wah, ternyata sampai seperti itu. Seharusnya tanda + di kelas matematika juga diharamkan, lalu lihat apa yang terjadi :smiley:
Salam

Waduh… kalo tanda lalu lintas perempatan jalan bagaimana jadinya ya? :mad0261:

Nah itu dia.
Lagu Bintang Kecil bisa-bisa juga haram karena dihubungkan dengan bendera Israel.
Salam

nih pasti tidak lama lagi keluar yang aneh lagi

Nah loh… bener bro, apalagi kalo matahari ikut diharamkan karena menjadi sembahan agama pagan, apakah matahari harus “disingkirkan”? ;D

@ Yopi
^^
nonton uya haram
foto pre weding haram
lagu barat haram
tar lagi
jeans haram
kaos haram
potongan rambut haram
lama2 indonesia jadi …
semua pake bur…
jadi ninja semua (saingan ma naruto)^^

yg penting ntn spongebob jgn diharamkan :smiley:

kan ada thread yang katae ndak boleh^^
kita jangan sampe jadi seperti mereka
Tit. 3:9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.

aq ngelihat lambang islam di Masjid di kota aq… Lucuuuu banget aq sampe salah ngelihat, kupikir itu bintang daud… ampe mama ku bingung, mana ada masjid mo pake lambang israel,
pas kuperhatikan ternyata kotak2nya islam itu beda sama lambang israel tapi segi enam juga ;D

Suatu saat Malaysia akan melarang matahari lewat dia atas langitnya…karena itu adalah dewa pagan ;D

Ninja juga haram gimana? Hayooo… :smiley:

Waduh… cilaka… :mad0261:

noh ada salibnya tuh

hehehe…

oh no no no

gawat

Damai bagi Pengikut Kristus.

Emang di Malaysia pelajaran Bumi dan Antariksa-nya bilang matahari yang mengitari bumi? Berarti menyalahi lagunya siapa tuh, yang liriknya gini: Beribu kali bumi mengedari mentari….

Damai bagi Indonesia.

jangan narutoooooo

Itu lagunya Jamal Mirdad bro…
Tapi pertanyaannya itu…no komen ah :smiley:

herem haram ga ya…?? Hhehehe…bates hanya 4 lho…??
Ohh…kesannya semua…" baru menyadari" bahwa sikap hidup yang kemarin kemarin tuh…?? menambah jarak tempuh ke sor-ga semakin jauh adanya.
Makanya, Sekarang fasilitas apa yang tersedia dan bisa dimanfaatkan untuk membina umatnya…?? supaya jarak tempuh semakin dekat ke sorga…?? YAITU : DENGAN MENGGUNAKAN “FATWA”
Setau saya Fatwa ini berkaitan menanggulangni masalah : haram,halal,ma
kuh dan apa tuh satunya lagi… Dan fatwa ini secara hukum negara/hukum positip tidak valid…atau kekuatan hukumnya tidak ada. Jadi jika diterapkan kepada yang bukan ber-agama seagama dng komunitas tsb…tidak ada hak nya disitu. Tapi jika di terapkan kesemua pihak…?? namanya itu suatu pemaksaan dan melanggar HAM.
HAM itu milik siapa…?? milik manusia ciptaan Tuhan.kan…??

Jadi mnurut saya…haram atau diharamkan itu hanya untuk kepentingan manusianya.saja…bukan untuk menunjukan kemulyaan Allah. Dan kemudian bisa dikatakan tindakan ydm tidak mereprentasikan nuansa keIllahian disitu…Hanya lebih banyak menutupi rasa malu yang berlebihan, Padahal kalau kita telisik abis…?? persoallan dasarnya adalah telah gagalnya gagasan konsep pemahaman ajarannya secara menyeluruh pada sendi sendi kehidupan komunitasnya sehari hari dalam menyikapi pergumulan hidup yang dihadapinya dalam kemajemukan kehidupan global secara sosial masyarakat.
Jadi jika memandang suatu karya kreatifitas manusia , khususunya di dunia kesenian ini dan lain lainnya ( apapun bentuknya ) menjadi salah tingkah sendiri…hehheheh…rikuh sendiri…??.Padahal semuanya itu tergantung di diri pribadi masing masing kan…?? bukan karena agamanya kan…?? Buktinya sudah ada agama tapi masih bunuh bunuhan dan kirim kirim buku bo segala kan…??.
Makanya berbuat dan bertindaklah demi kemulyaan nama Tuhan, bukan demi kepentingan manusianya yang berkomunitas exklusif yang menafsirkan segalanya dngan pola pikir yang sempit tapi kebablassan…pol.
Mungkin pandangan saya ngawur ya…?? hehehe…

pemahaman yang sangat menarik saudara purba
ketika mayoritas menghalalkan suatu "hukum"yang memang ajaran mayoritas
larinya pasti ke minor yang notabene tidak seajaran harus mengikutinya juga
itulah ajaran mereka
ancam lalu paksa sangat tercermin dari hukum2 fatwa semacam ini
apakah orang farisi adalah orang yang demikian?

Damai bagi pengikut Kristus.

Meski Purba bisa diartikan sama dengan primitif, tapi pandangan SHIPIROZ tidak ngawur-ngawur amat, kok. Bahkan menurutku, untuk yang ini, pandangan SHIPIROZ sangat pas.

Damai bagi Indonesia.