Esensi Injil yang Memudar dalam Gereja

shalom.

Esensi dari injil sejatinya adalah supaya umat Tuhan tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri melainkan hidup bagi Tuhan (2 Kor 5:15).

Namun ironisnya seringkali esensi injil tidak lagi ditemukan pada intisari kotbah maupun pengajaran di gereja. Seringkali yang kita dengar adalah bagaimana menjadi pribadi yang “sukses dan diberkati”. Namun sekali lagi sukses dan diberkati yang dimaksud bukan sukses yang alkitabiah, melainkan sukses menurut ukuran dunia. Hal ini yang seringkali membuat jemaat bukannya makin mengasihi Tuhan melainkan makin mengasihi diri sendiri bahkan dunia ini.

Ironis sekali bila kita membandingkan dengan jemaat mula2 yang membagi2kan apa yang mereka punya dan rela menjadi miskin demi kerajaan Allah. Jemaat akhir jaman malah berlomba2 memperkaya diri dan membangun kerajaan mereka di bumi.

bagaimana menurut sdr.2 semua? mohon sharingnya jikalau berkenan. GBU

gak semua gereja gitu kog.
terkadang balik lagi ke kita nya, seberapa penting Firman Tuhan buat kita.
ada bedanya yang ke gereja cuma rutinitas sama yang ke gereja buat nyari makanan rohani. Yang cuma jadi rutinitas biasanya bosenan di gereja. Kalo yang nyari makanan rohani biasanya nyatet2 apa yang di khotbah in di gereja, karena menurut dy Firman Allah itu penting, jadi harus dicatet, jaga2 biar gak lupa.
Nah, kita sendiri termasuk jemaat yang kaya gimana? seberapa antusias kita denger Firman Tuhan? Jadi ngga melulu salah gerejanya.

salam

Dalam ROH kita berdoa :afro:

Memang skrg ada bnyk gereja yg mngajarkan hal macam ini… (teori kemakmuran)
Dan akhirnya gereja tidak menjadi kuat dalam kerohanian mereka.
dan akhirnya mereka lupa firman Tuhan dalam kitab Filipi 1:29
“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,”
jadi mereka hanya mau yang enakx saja dari Tuhan dan tidak mau memikul salib mereka.
GBU

yang kaya membantu yang miskin
yang miskin juga berusaha dan tidak boleh menyerah
hati yang penuh syukur pada Bapa adalah kuncinya
kaya juga anak Tuhan
miskin pun sama
yang satu melengkapi yang lain

shalom broer… the talmid (talmud)?
Menurut saya, semuanya kembali kepada si pengkotbah apakah dia mau memuliakan TUHAN dalam isi kotbahnya ataukah dia mau mencari kemuliaannya sendiri dengan isi kotbah yang menyenangkan telinga pendengarnya.
Tetapi saya percaya, bahwa para pengkotbah itu mengetahui masing-masing tanggungjawabnya dari apa yang mereka kerjakan, apakah untuk menyatakan Kebenaran ataukah sebaliknya.

Betul apa kata anda broo@Zodiakkiler…kita jemaat jangan terlalu dan selalu under estimate pada semua gereja dan para gembala gereja…
Hanya orang orang yang menciptakan rumor seperti itu…malahan jiwanya yang sudah terkontaminasi bisikan setan…dan perlu disadari /koreksi diri.hehee… Masih banyak orang baik…ga mungkin banyak yang jahat…hanya segelintir saja…kok.itu juga karena kebodohan sendiri…bukan karena gereja dan gembala gerenyanya.

ini baru orang yang dewasa^^
setuju banget^^

Terima kasih bro semua atas sharingnya. Memang tidak semua gereja Tuhan, namun tidak sedikit yang bukannya mengajar jemaatnya untuk bertobat dari pemuasan hawa nafsu dan keinginan mata, melainkan malah ‘mengipasi’ keinginan daging dan ambisi pribadi mereka dengan dalih Tuhan rindu memberkati umatNya, untuk jadi orang sukses dan hidup berlimpah materi.

Ironisnya gereja dengan pengajaran ini jauh lebih diminati oleh mayoritas org Kristen, dibandingkan pengajaran yang mendidik manusia untuk bertobat setiap hari, menyangkal dirinya dan menjadikan Tuhan sebagai Raja atas hidupnya.

Mengapa pengajaran2 seperti yg saya sebut di atas ramai diminati mayoritas org Kristen?
Karena mayoritas org Kristen belum mengenal kebenaran Injil dan lahir baru. Mereka pikir Tuhan adalah alat/sarana bagi kehidupan mereka untuk mencapai kesuksesan dalam hidup di dunia. Padahal sejatinya kitalah yang harusnya menjadi alat/ sarana yang dipakai Tuhan untuk memuliakan namaNya.

apa itu “kebenaran injil” dan apa itu “lahir baru”?

Kebenaran Injil menurut saya sama dengan ESENSI BERITA Injil, yaitu Pengenalan Akan Allah.

Lahir Baru

Setiap anak manusia yang dilahir pasti akan memiliki bentuk pikiran yang mirip-mirip (jika tidak dikatakan sama) dengan pikiran orang tuanya. Hal ini terjadi secara genetika.

Tetapi, bagi mereka yang mau dilahirkan baru oleh Roh, maka ia harus memiliki pikiran KRISTUS.
Dan bagi mereka yang telah memiliki pikiran-Nya dan hidup di dalam-Nya, maka ia disebut anak-anak Allah.

Salam,

Terima kasih untuk penjelasannya.

Kebenaran injil harusnya diresponi dengan benar, yaitu seperti yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di korintus.

“Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” 2 Kor 5:15

saya rasa tidak juga, sebab semua gereja punya fungsi masing2
yang kaya ada untuk membantu yang miskin
sebab semua adalah milik Tuhan kenapa kita mesti mempersoalkannya???