EKARISTI tanda perjanjian baru manusia dengan TUHAN

Puji dan syukur kepada TUHAN atas Ekaristi. Jika pada jaman perjanjian lama, penyembahan ditandai dengan pengorbanan anak domba, tetapi pada masa perjanjian baru semua telah diubah sebab Allah memberi diri-Nya sendiri kepada kita sebagai roti yang turun dari langit!(Yoh 6:35, 51).

Berhadapan dengan Allah, identitas atau tindakan dasar manusia adalah “menerima.” Manusia ada karena Allah sendiri yang menghendakinya. Manusia diciptkan sebagai tujuan pada dirinya sendiri. Alasan dasar adanya manusia adalah karena ada pihak yang “memberi” yakni Allah sendiri.

Itulah yang ditunjukkan Allah kepada kita semua ketika Ia memberi diri-Nya sendiri kepada kita sebagai tebusan atas dosa-dosa kita. Itulah yang kita rasakan dalam merayakan Misa Kudus atau Ekaristi. Dalam Ekaristi kita menyadari TUHAN bukan saja hadir tetapi ia MEMBERIKAN DIRINYA dalam rupa Roti semakin memperdalam persatuan kita dengan YESUS, hal ini berdasarkan atas perkataan YESUS, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal dalam Aku dan Aku di dalam Dia(Yoh. 6:56)

Kerinduan Allah untuk bertemu dengan manusia dan kerinduan manusia untuk bertemu dengan Allah itulah Ekaristi. inilah cara umat Katolik menyembah KRISTUS, karena itulah yang dikehendaki oleh KRISTUS. Dan bagi yang pernah mengikuti Ekaristi, maka akan mengerti bahwa fokus dari Ekaristi adalah benar-benar KRISTUS sendiri. Semua devosi, seperti doa rosario, novena, dll tidak dapat menggantikan Sakramen Ekaristi, karena Sakramen Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan Kristiani. KRISTUS hadir di dalam Ekaristi, sesuai dengan janji-Nya pada saat meninggalkan warisan Ekaristi pada Perjamuan Terakhir sebelum sengsara-Nya. Ekaristi diberikan sebagai kurban Tubuh dan Darah-Nya, agar dengan mengambil bagian di dalamnya, kita dapat bersatu dengan-Nya dan menjadi satu Tubuh. Jadi, Ekaristi merupakan Perjanjian Baru dan Kekal yang menjadi dasar pembentukan Umat pilihan yang baru, yaitu Gereja. Di dalam Ekaristi kita melihat cerminan liturgi surgawi dan kehidupan kekal di mana Allah meraja di dalam semua. Ekaristi menjadi penuh makna, karena bukan hanya dihayati sebagai penyembahan umat Allah di dunia ini, namun juga seluruh isi Sorga (Bunda Maria dan santa-santo, serta para malaikat) turut dalam pujian dan penyembahan kepada KRISTUS.

Salam

tempo hari pernah baca wacana di fordis katolik : “apakah Ekaristi => Membosankan…??”

Padahal Ekaristi membawa kita kepada suasana Ilahi-sorgawi, dimana Yesus hadir dalam Ekaristi Kudus dan Liturgy yang Sakral…!

Jika Ekaristi yang hening dan tenang ==> Membosankan, padahal Yesus Hadir disitu… lalu apakah yang membuat Ekaristi menjadi membosankan…???

sebuah pertanyan besar dari umat utk Yesus, mungkin Yesus akan Introspeksi Diri karena Kehadiran-Nya di nilai “MEMBOSANKAN” oleh umat-Nya…!!

Mungkin Bukan BOSAN kali Bro Limited, orang menjadikan Ekaristi suatu Rutinitas tanpa menghayati MAKNA dari Ekaristi… itulah yang terjadi rutinitas tanpa jemaat menghayati lagi makna dari Ekaristi. gitu lho pendapat ku…
JBU.

…???

Kamu dari denom mana bro…?

====

mengenai makna, jika kita memaknai ekaristi ==> Yesus hadir, tentu akan menjadi Rutinitas yang Kudus…!

apakah ekaristi = perjamuan kudus (protestan) ?
jika ya…mengapa umat hanya makan hosti saja. (ini dr pengalaman saya ikut ibadah capel selama 6 th) ?
saya pernah bertanya ini dan belum ada jawaban.

Tanda Perjanjian Baru Manusia dengan TUHAN adalah Pembaptisan, BUKAN Ekaristi.

Sedangkan Perjanjian Lama, tandanya adalah SUNAT bagi kaum pria.

kl untuk yg perempuan apa sis… :tongue:

ini pernah ditanyakan juga bro oleh bro hanhalim…

panjang juga diskusinya… dibaca aja bro… :slight_smile:

tkx infonya, saya meluncur…

Ada dua hal mendasar yang membedakan makna Ekaristi dengan Perjamuan Kudus yang diadakan di gereja-gereja Protestan, meskipun ada gereja Protestan yang juga percaya bahwa roti dan anggur tersebut telah diubah menjadi Tubuh dan Darah YESUS, yaitu:

1. Apostolic Succession (Jalur Apostolik): Gereja Katolik, menerapkan apa yang telah menjadi Tradisi Suci Gereja sejak awal, mensyaratkan adanya sakramen Imamat untuk dapat menjadikan sakramen Ekaristi sebagai sakramen yang sah. Artinya, perkataan konsekrasi atau “kata-kata/ doa YESUS untuk merubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah KRISTUS oleh kekuatan ROH KUDUS” harus dilakukan oleh imam yang ditahbiskan oleh Uskup yang mempunyai jalur apostolik, yang kalau ditelusuri maka rahmat tahbisan yang diperoleh dari penumpangan tangan ini adalah berasal dari para rasul, yang menerima mandat dari YESUS sendiri. Dengan demikian, Gereja Katolik tidak dapat mengakui keabsahan Ekaristi dari gereja lain, kecuali dari Gereja Timur Ortodox yang juga mempunyai tahbisan yang sah (mempunyai jalur apostolik), sehingga sakramen yang dilakukan dalam gereja mereka juga sah. Gereja Anglikan, juga gereja Protestan kehilangan jalur apostolik ini, sehingga Gereja Katolik tidak mengakui keabsahan sakramen Ekaristi mereka. : Gereja Katolik mengajarkan bahwa roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah KRISTUS setelah konsekrasi (disebut: trans-substansiasi). Ini artinya, bahwa yang termakan atau sisa dari Roti yang sudah dikonsekrasi adalah benar-benar Tubuh KRISTUS. Ini menyebabkan Gereja Katolik menyimpannya dalam tabernakel, dan juga ada doa Adorasi, yaitu doa di depan Sakramen Maha Kudus. Beberapa gereja Protestan mengakui konsubstansiasi, yang berarti roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah KRISTUS setelah dikonsekrasi dan dimakan/diminum. Jadi bagi gereja Protestan, sisa roti dan anggur yang tidak termakan/terminum bukanlah tubuh dan darah KRISTUS, namun hanya roti dan anggur biasa.

Adalah suatu kenyataan yang memang layak kita renungkan bersama, mengapa sampai terjadi banyak perbedaan yang cukup esensial dalam hal ajaran di antara gereja-gereja Protestan. Dalam hal ini memang secara obyektif pula kita lihat pentingnya peran kepemimpinan yang memegang kata akhir, yang di dalam Gereja Katolik dipegang oleh Bapa Paus yang merupakan penerus Rasul Petrus. Beliaulah yang menjadi wakil Rasul Petrus, yang berbicara atas nama Gereja. Beliau memiliki tanggung jawab yang sangat besar di hadapan Allah, karena tidak dapat mengubah segala sesuatu yang sudah ditentukan oleh KRISTUS dan para rasul sejak semula ataupun menyesuaikannya dengan kehendak pribadi atau tuntutan jaman. Oleh kepemimpinan Paus inilah maka Gereja Katolik dapat mempertahankan keutuhan ajaran YESUS sebagaimana yang diturunkan kepada para rasul.

Salam

@ bro clay

thx bro infonya.
emang secra doktinal ada perbedaan ant protestan dan katolik. namun bukan itu yg saya tanyakan tapi mengapa dalam ibadah ekaristi (perjamuan kudus) umat hanya makan hosti saja.
dan bro limit udah kasih link utk bahas ini.

ada diskusi ttg sisa perjamuan (terutama anggur). kl mau diterusin diskusi di link itu maka dalam pikiran saya ketika mengamati ritual umat yg ikut komuni tentu ada sisa anggur juga dalam piala yg dipegang romo (biasanya dibersihkan / dilap dg lap yg sudah disediakan).

terus di link tsb sudah diberitahukan bahwa ada ekaristi mingguan (umat hanya makan hosti saja) dan ada ekaristi yg lain (umat juga minum anggur). nah kl begitu umat minum anggurnya bagaimana ? dg cawan seperti di protestan atau dg piala yg diedarkan atau bagaimana? inipun juga akan membuka peluang untuk tercecernya anggur. (ini kl mau diterusin diskusinya di link tsb).

mengapa saya menanyakan ini karena yg namanya Perjamuan (jika merujuk) pada perjamuan akhir tentunya ada 2 elemen (seperti yg sudah bro jelaskan) yaitu roti dan anggur.
meskipun sudah dijelaskan bahwa dalam hosti ada unsur darah, rasanya kok aneh. sebab jika demikian ngapain juga Yesus menggunakan 2 elemen untuk menjelaskan ttg persekutuan dg tubuh darahNya ?
sangat jelas bahwa dalam rujukan yg dipakai paulus pun juga ada 2 elemen ini yaitu roti dan anggur.

1 Korintus 11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
1 Korintus 11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

dalam hal ini saya tidak mau membicarakan dl ttg suksesi apostolik dan kekuasaan Paus.

ekaristi dr bhs yunani ekaristo/ucapan terima kasih/syukur apa betul gitu?
apa ga bosen setiap minggu melakukan ekaristo/bersyukur? :smiley:

Ekaristi berasal dari kata ‘eucharistein‘ yang artinya ucapan terima kasih kepada Allah (KGK 1328). Ekaristi adalah kurban pujian dan syukur kepada Allah Bapa, di mana Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah Bapa untuk segala kebaikan-Nya di dalam segala sesuatu: untuk penciptaan, penebusan oleh Kristus, dan pengudusan. Kurban pujian ini dinaikkan oleh Gereja kepada Bapa melalui Kristus: oleh Kristus, bersama Dia dan untuk diterima di dalam Dia. (KGK 1359-1361)

Ekaristi adalah Perjamuan Tuhan, yang memperingati perjamuan malam yang diadakan oleh Kristus bersama dengan murid-murid-Nya. Perjamuan ini juga merupakan antisipasi perjamuan pernikahan Anak Domba di surga (KGK 1329).

Ekaristi adalah kenangan akan kesengsaraan dan kebangkitan Tuhan (KGK 1330). Ekaristi diadakan untuk memenuhi perintah Yesus untuk merayakan kenangan akan hidup-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan akan pembelaan-Nya bagi kita di depan Allah Bapa (KGK 1341).

Ekaristi adalah Kurban kudus, karena ia menghadirkan kurban tunggal Yesus, dan juga kurban penyerahan diri Gereja yang mengambil bagian dalam kurban Yesus, Kepalanya (KGK 1330, 1368). Sebagai kenangan Paska Kristus, Ekaristi menghadirkan dan mempersembahkan secara sakramental kurban Kristus satu-satunya dalam liturgi Gereja (KGK 1362, 1365). Ekaristi menghadirkan kurban salib dan memberikan buah-buahnya yaitu pengampunan dosa (KGK 1366).

Ekaristi adalah Komuni kudus, karena di dalam sakramen ini kita menerima Kristus sendiri (KGK 1382) dan dengan demikian kita menyatukan diri dengan Kristus, yang mengundang kita mengambil bagian di dalam Tubuh dan Darah-Nya, supaya kita membentuk satu Tubuh dengan-Nya (KGK 1331).

Ekaristi dikenal juga dengan Misa kudus, karena perayaan misteri keselamatan ini berakhir dengan pengutusan umat beriman (missio) supaya mereka melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari.

apa bedanya menghadirkan korban Kristus, menghadirkan dan mempersembahkan secara sakramental kurban KRISTUS. apa tdk sama sj dengan menyalibkan kristus kembali?? Amen???

Makan & minum Tubuh & Darah Kristus tidaklah bosen tapi suatu kerinduan tiap saat. :wink:

The Catholic Mass - Origins

The Catholic Mass

The Catholic Mass in 155 A.D.

Di beberapa negara di dunia, pemberian Ekaristi umumnya dilakukan dengan dua rupa (dalam rupa roti dan anggur). Namun di Indonesia, hal itu tidak dilakukan, atas dasar pertimbangan mengingat Gereja Katolik tidak hanya berada di kota- kota besar, tetapi juga di kota- kota kecil dan pelosok tanah air, di mana pengadaan minuman anggur (wine) dengan persyaratan tertentu dan dalam jumlah yang besar sesuai dengan jumlah umat, menjadi tidak mudah. Kondisi di negara kita berbeda dengan di negara Eropa atau Amerika, dimana produksi minuman wine merupakan produksi setempat, sehingga tidak dibutuhkan impor ataupun masalah transportasi.

namun, dalam hari-hari biasa, Komuni Dua Rupa biasanya diberikan dalam misa jika umat yang hadir hanya sedikit. Ada paroki yang tiap 6 bulan sekali mengadakan misa lansia yang pada saat misa itu juga diberikan sakramen minyak suci (maklum umurnya udah banyak), pada misa seperti itu juga diberikan komuni dua rupa.

Ada juga paroki yang rutin memberikan komuni dua rupa saat penerimaan komuni pertama, atau perkawinan, atau krisma. namun untuk Komuni Dua Rupa ada aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar atau dimodifikasi. Aturan ini terperinci ada di Pedoman Umum Misale Romawi dan Redemptionis Sacramentum.

PUMR 281-287

  1. Sebagai tanda, komuni kudus mempunyai bentuk yang lebih penuh kalau disambut dalam rupa roti dan anggur, sebab komuni-dua-rupa itu melambangkan dengan lebih sempurna perjamuan ekaristi. Juga dinyatakan dengan lebih jelas bahwa perjanjian yang baru dan kekal diikat dalam Darah Tuhan. Kecuali itu, lewat komuni-dua-rupa tampak jelas juga hubungan antara perjamuan ekaristi di dunia dan perjamuan eskatologis dalam kerajaan Bapa.

Komuni dua rupa melambangkan dengan lebih sempurna perjamuan ekaristi. jadi dari segi perlambangan lebih nampak.

282. Para gembala umat beriman hendaknya berusaha, agar orang-orang beriman yang menyambut komuni-dua-rupa atau yang tidak menyambut diingatkan akan ajaran katolik tentang komuni kudus, sesuai dengan dokumen Konsoli Trente. Terutama hendaknya ditekankan, bahwa baik dalam komuni-roti maupun dalam komuni-anggur seluruh sakramen dan seluruh Kristus disambut seutuhnya. Jadi, orang yang komuni hanya dalam satu rupa, sama sekali tidak dirugikan karena mengira tidak mendapat cukup rahmat yang perlu untuk keselamatan.

Menerima komuni roti saja artinya sama dengan menerima seluruh sakramen dan seluruh Kristus.

roti yang pada saat konsekrasi telah diubah menjadi Tubuh Kristus dan anggur diubah menjadi oleh kuasa Roh Kudus, merupakan satu kesatuan. Tubuh merupakan satu kesatuan dengan darah-Nya; demikian juga darah-Nya menjadi kesatuan dengan TubuhNya. Seperti halnya kita: tubuh kita juga mengadung darah, dan darah kita hanya bisa terbentuk karena kesatuan dengan tubuh, maka hal yang sama terjadi juga pada Kristus. Darah Yesus yang tertumpah untuk pengampunan dosa kita adalah Darah yang terbentuk dari Tubuh-Nya yang mulia, sehingga kita tidak dapat membicarakan darah Yesus tanpa melihat kaitannya dengan Tubuh Kristus. Oleh karena itu, Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, bahwa Yesus hadir seutuhnya di dalam roti itu, bahkan sampai di partikel yang terkecil dan di dalam setiap tetes anggur. Pemecahan roti bukan berarti pemecahan Kristus, sebab kehadiran Kristus utuh, tak berubah dan tak berkurang di dalam setiap partikel. Dengan demikian kita dapat menerima Kristus di dalam rupa roti saja, atau anggur saja, atau kedua bersama-sama (lih. KGK 1390). Dalam setiap hal ini, kita menerima Yesus yang utuh di dalam sakramen.

pemberian Komuni dalam satu rupa juga tidak mengurangi maknanya, sesuai dengan yang disebutkan dalam Katekismus 1413

@ bro onde

jd dipilihnya hanya roti adl krn faktor efisiensi (pengiritan) ? kan tidak.

mengapa saya menanyakan ini karena yg namanya Perjamuan (jika merujuk) pada perjamuan akhir tentunya ada 2 elemen (seperti yg sudah bro jelaskan) yaitu roti dan anggur.
meskipun sudah dijelaskan bahwa dalam hosti ada unsur darah, rasanya kok aneh. sebab jika demikian ngapain juga YESUS menggunakan 2 elemen untuk menjelaskan ttg persekutuan dg tubuh darahNya ?
sangat jelas bahwa dalam rujukan yg dipakai paulus pun juga ada 2 elemen ini yaitu roti dan anggur.

1 Korintus 11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
1 Korintus 11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”