Dua opsi penciptaan manusia

Dua opsi penciptaan manusia

Artikel terkait :

  1. Pohon pengetahuan baik dan jahat
  2. Ketika Tuhan menciptakan manusia
  3. Ketika Manusia jatuh dalam dosa
  4. Ketika Manusia menjadi allah

Intro

Ini pemikiran saya.

Sebenarnya ini adalah isi rancangan Tuhan ketika menciptakan manusia [dan malaikat].

Tuhan memiliki 2 opsi

Opsi pertama

Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna, yang tidak dapat berbuat dosa, yang tidak dapat memilih kejahatan atau kegelapan.
Perhatikan kata yang berwarna :
‘Manusia tidak dapat’ dan saya bukannya tidak memilih kata ‘Manusia tidak mau’
Pada opsi pertama ini memang benar manusia tidak dapat memilih aksi ini karena memang tidak ada opsi lain atau didalam dirinya benar-benar tidak memiliki potensi yang ada didalam dirinya untuk berbuat dosa.
Mengapa?
Karena Tuhan memang tidak memberi potensi ini didalam manusia.Maka dengan demikian istilah : ‘kehendak bebas’ ini tidak ada dalam kamus ingatan manusia.Dalam hal ini manusia akan menjadi seperti robot tanpa mengerti kenapa dia bertindak demikian.

Opsi kedua

Tuhan menciptakan manusia dengan ‘sempurna’, yang dapat berbuat dosa, yang dapat memilih kejahatan atau kegelapan, yang dapat memilih untuk taat pada kehendak Tuhan atau taat pada kehendak dirinya sendiri.
Artinya:Pada opsi kedua ini memang benar manusia dapat memilih aksi ini karena memang ada opsi lain atau didalam dirinya benar-benar memiliki potensi yang ada didalam dirinya untuk berbuat dosa.Manusia memiliki potensi untuk berbuat terang atau berbuat kegelapan.
Ini adalah kehendak bebas manusia.
Manusia bisa tunduk kepada rancangan Tuhan yang pasti baik ataukah tunduk pada rancangan manusia sendiri yang tentunya bisa melanggar batas atau menjadikan dia berdosa.Pada opsi kedua inilah manusia benar-benar manusia yang serupa dan segambar dengan Tuhan, yang sanggup memilih untuk berbuat terang atau berbuat gelap [karena ada pilihan]
Dalam opsi kedua inilah, Tuhan menaruh potensi dalam diri manusia untuk berbuat terang atau berbuat gelap.

Penjelasan

Dan , menurut saya, Tuhan memilih opsi kedua terlebih dahulu, saat menciptakan manusia [Adam dan Hawa].
Dalam opsi kedua ini,Tuhan tahu bahwa nantinya manusia akan jatuh dalam dosa, maka dalam opsi kedua ini, Tuhan telah memersiapkan Sang Firman untuk mengemban misi karya pendamaian [penebusan] manusia.
Satu hal yang mau Tuhan ajarkan dalam opsi kedua ini adalah, bahwa Tuhan mau mengajarkan kepada manusia :
Manusia tidak dapat hidup tanpa Allah, tanpa rasa penundudukan diri dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah. Bahwa manusia benar-benar tergantung 100% pada sumber Pokok Kehidupan itu dam tidak dapat hidup bila berada diluar Pokok Kehidupan.

Joh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa
tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku
kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Tuhan mnciptakan manusia dalam natural nya sebagai manusia dan bukan menciptakan tuhan-tuhan lain atau manusia dalam natural Tuhan.
Karena untuk membuat manusia yang sempurna tanpa berbuat dosa, maka :

  1. Manusia harus diciptakan didalam kehidupan dengan hanya satu opsi [potensi] saja yaitu hanya bisa berbuat terang, maka hal ini akan menjadikan dia sebagai robot.

  2. Manusia harus diciptakan didalam kehidupan dengan dua opsi [potensi] yaitu sanggup berbuat terang dan sanggup berbuat gelap.
    Namun agar tidak berbuat gelap, maka manusia harus punya potensi yang maha tahu [omniscient] yaitu sanggup melihat segala peristiwa yang akan terjadi [peluang] atas konsekuensi tindakan perbuatan gelap yang hendak dia ambil.
    Dan bila dia sanggup mengerti segala konsekuensi yang ada, maka dia pasti akan memutuskan untuk menolak mengambil tindakan gelap tadi.
    Sifat atau potensi ini hanya dimiliki oleh Tuhan sendiri.
    Maka bila Tuhan menciptakan manusia dengan model seperti ini, maka Tuhan sedang menciptakan tuhan-tuhan yang lain.
    Dengan pertimbangan diatas, maka Tuhan mengambil Opsi kedua dengan tujuan agar manusia belajar bahwa saat Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak bebas, maka Tuhan mau memberi tahu :
    Kamu [manusia] tidak dapat hidup tanpa Saya [Tuhan]
    Dan ketika manusia mengambil tindakan yang didasarkan kepada keputusan kehendak bebasnya yang tidak sejalan dengan jalan Tuhan, maka manusia jatuh dalam dosa dan dia saat itu menjadi Manusia yang telah menjadi sama seperti allah (Gen 3:22) yang benar-benar tahu perbuatan terang dan gelap itu, yang benar-benar telah melakukan kedua opsi itu NAMUN ternyata dia tidak benar-benar tahu konsekuensi yang akan terjadi.
    Ini berbahaya : sebab ia tidak dilengkapi atau diberi potensi oleh Tuhan yang ominiscient [maha tahu] Maka bila dia benar-benar tahu [dan percaya pada perintah serta konsekuensi yg diberitahukan oleh Tuhan (Gen 2:17 )] maka dia tidak akan mengambil tindakan itu.
    Itulah Tuhan, mengijinkan manusia merasakan opsi kedua ini terlebih dahulu, supaya nyata bahwa Tuhan itu Adil dan Benar - Jehovah Tsidkenu Baru kemudian pada penciptaan langit dan bumi baru, Tuhan membuat segala sesuatunya baru : termasuk manusi baru, yang hanya taat dan setia, yaitu manusia model opsi pertama.

    Rev 21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."Manusia baru

    Rev 21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi;
    tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Dia
Menghapus air mata…
Menghapus maut…
Menghapus perkabungan…
Menghapus ratap tangis…
Menghapus dukacita…
Semua itu adalah manifestasi kegelapan
Dan semuanya itu telah berlalu, semuanya itu sudah tidak ada lagi
Dan itu artinya : Manusia baru diciptakan tanpa potensi kegelapan lagi

Epilog

Allah menciptakan gelap

ITB
Isa 45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

KJV
Isa 45:7 I form the light, and create darkness: I make peace, and create evil: I the LORD do all these things.
Transliteration
Isa 45:7 yovtzar `ovr uVovra` Ho$eC' ,oSeh $alOM uVOra` ra, `aniy y'hvah
,oSeh kal ΄ `aleh 

Kalimat kedua
[Saya] menciptakan gelap
[I] create darkness
[Yehovah] uvovra hosecuvovra
Menciptakan, create dalam bahasa Ibrani memiliki lemma [bentuk baku] ‘bara’

H1254
????
ba?ra?'
baw-raw'
A primitive root; (absolutely) to
create; (qualified) to cut down (a wood), select, feed (as formative processes):
- choose, create (creator), cut down, dispatch, do, make (fat).

Sedangkan kata gelap, darness dalam bahasa Ibrani memiliki lemma ‘cho?shek’

H2822
????
cho?shek
kho-shek'
From H2821; the dark; hence
(literally) darkness; figuratively misery, destruction, death, ignorance,
sorrow, wickedness: - dark (-ness), night, obscurity.

Tuhan menaruh potensi uVovra` Ho$eC’ ini dalam diri manusia [dan Lucifer dkk, toh Lucifer juga gagal meskipun dia adalah spiritual being]
Spektrum gelap ini ditaruh dalam diri manusi sebagai opsi kehendak bebas. Dan dalam New World yang akan datang, opsi kedua ini dihapus.
End note
Ilustrasi
Ada dua orang tua yang masing-masing memiliki anak balita yang seusia.Keduanya memiliki pola asuh atau pola didik yang berbeda dalam hal menyikapi sebuah bahaya api.
Orang tua A
Dia akan selalu melarang dan mencegah serta menjauhkan sang anak dari api. “Keep out of reach from kids” Sang anak akan selalu dibentak dan dimarah, bahkan dipukul bila berani menyentuh api.Sang orang tua sangat-sangat sayang pada anaknya.Sang anak bertumbuh dalam kondisi penuh ancaman ini itu dilarang ini itu tanpa mengerti ada apa dibalik larangan itu.Sang anak terus bertumbuh dalam rasa penasaran keingin tahuan yg tidak pernah terpenuhi.
Orang tua B
Orang tua ini tidak menjauhkan api atau sang anak. Orang tua ini cukup memberi tahu akan bahaya panas api ini.Suatu ketika sang anak mencoba main-main dengan api ini dan ternyata tersulut jarinya.Dia menangis meraung-raung merasakan sakit akibat panasnya api ini. Sang orang tua tentunya dengan sigap menolong dan mengobati sambil berkata "Kan saya sudah bilang…"Next, sang anak ini tidak akan lagi berani main-main dengan api sebab dia tahu persis resikonya.
Dan, sepertinya, ilustrasi ini menggambarkan keputusan Tuhan dalam rancangannya saat menciptakan manusia : biarlah manusia tahu, merasakan dan belajar sendiri serta membuktikan semua perkataan Saya [Tuhan]

Lastly, ilustrasi just ilustrasi…this is just my oppinion

with warm regards

hm… patut direnungkan…
topik ini seringkali menjadi pertanyaan byk orang…

artikel hasil pemikiran Moe…
makasih ya buat referensi bacaannya.
menurut Moe, ada ga opsi penciptaan malaikat? :wink:

Q : kenapa Tuhan malah marah ketika manusia pada akhirnya jatuh dalam dosa ? (Gen 3). Kan Tuhan sudah tahu bahwa manusia akan jatuh dalam dosa (Quote dari tulisan kk).
maaf, saya jadi bertanya2 :slight_smile: :slight_smile:

menurut saya, marah adalah salah satu bagian dlm proses pengajaran, pendisiplinan, didikan, teguran – jadi tidak selalu berkonotasi negatif.

marah itu memang mudah, yang susah itu marah dalam situasi yang tepat - dg cara yang tepat dan pada orang yang tepat

misal

anda punya adik kecil yang suka makan permen, gula, dll - pokoknya yg serba manis. anda menaruh gula diatas meja makan - untuk membuat minuman. anda sudah ingatkan adik anda yg masih kecil spy tidak mengambilnya. tetapi anda sendiri sduah tahu, pasti adik anda akan mengambilnya dg cara sembunyi2, dg berbagai cara. ketika ketahuan adik anda mengambilnya, sudah sepantasnya anda marah untuk mendidik adik anda bukan? sekiranya anda cuma senyam-senyum dan manggut2 sambil berkata : aku sudah tahu kog dik, pasti kmu akan mengambilnya. Dalam hal ini, adakah adik anda belajar disiplin dr anda? tentu saja tidak, bahkan berpikir : O. ternyata gapapa kog, meskipun dilarang kakak, tapi toh ketika aku melanggar larangan itu, aku tidak dihukum

:slight_smile:

salam

Weeww…gile bener nih si brader @MOE neh…!! pikirannya bisa senyelimet ini.?? AMPUN TUHAN…Kita semua di buat harus mikir sampe puyeng kaya nya neh…tapi any way…salud for brader @Moe
Sementara kita menyingkir dulu ach…untk berteduh…sambil baca Alkitab lagi.

Salam GBU

Jika Tuhan menciptakan manusia dengan Opsi pertama,
bukankah tidak perlu ada neraka,
tidak perlu ada penyiksaan,
semuanya selamat.

Apakah itu tidak lebih baik? :slight_smile:

Tp jika opsi pertama yg diambil Tuhan, manusia tidak akan tau mana yg baik dan mana yg lebih baik (juga mana yg kurang baik dan mana yg tidak baik).

Walau brada di sorga, kbutuhan terpenuhi, smuanya selamat, tp kita tidak benar-benar paham artinya dan tidak tau mnikmatinya krn kita hanya robot.

Bgmana dengan opsi ke-3

Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna, dan walaupun ada yang namanya dosa namun ia tidak dapat berbuat dosa,
manusia diberi pengetahuan sedemikian rupa, sehingga mengerti apa itu dosa.
namun ia memiliki kemampuan untuk taat secara penuh (100%) kepada Allah.

dan yang terpenting Semuanya selamat.

Saya pikir ini jauh lebih baik :smiley:

Sepertinya sudah terang dan selesai berteduh nih kita…

Hai …Brader @ Moe…Menanggapi postingan brader diatas…sepertinya ada pandangan lain dari sudut yang lain,( Setelah saya membaca Kitab KEJADIAN ), sehingga saya berpendapat seperti ini, yaitu bahwa :

1). Siapakah kita manusia ini, sehingga dapat membaca kerangka
berpikir-NYA ALLAH…dalam hal segala KARYA penciptaan-NYA…??

2). Segala apa yang diciptakan-NYA, adalah suatu "KEPASTIAN YNG
HAKIKI SIFATNYA " yang memilik tujuan yang baik, mulia serta kudus
( menurut pandangan ALLAH sendiri ).

3). Dalam setiap/segala karya penciptaan -Nya (seperti butir “2” diatas ),
Allah tidak pernah sama sekali memperkenalkan kepada kita ( manusia)
SEBAGAIMANA TERTULIS DALAM aLKITAB (PL&PB)…suatu faktor yang
sifatnya coba coba ( trial & error ) atau pun gambling…ATAUPUN
YANG SIFATNYA OPTIONAL ( MEMILIH ), seperti
yang di utarakan oleh brader @MOE. ( Ada option 1 & ada option 2
dalam penciptaan manusia mula mula/ ataupun yang sekarang seperti
kita ini ).

Jadi pada kesimpulannya :

1). Saya tidak sependapat dng brader@ MOE, BAHWA ADA OPTIONs dari
ALLAH saat menciptaan manusia. dAN TIDAK ADA PRINSIP HUKUM
OPTIONs dalam ALAKITAB (PL&PB).

2). ALLAH SEMESTA ALAM …dari sejak berkarya menciptakan Langit dan
Bumi beserta isi- isinya selalu konsisiten menerapkan prinsip hukum
"SEBAB-AKIBAT ". Yang mana prinsip hukum tsb secara universal di
gunakan dalam dunia kehidupan ini SEKARANG. Awal mulanya ya
diperkenalkan oleh Sang Maha Pencipta tsb, ALLAH BAPA DISORGA.

  1. Prinsip hukum “OPTIONS” tsb ada di sisi manusianya sendiri bukan di
    sisi ALLAH nya. Kenapa demikian…?? ya karena manusia sudah dari
    awal diciptakan tsb difasilitasi oleh akal dan budi ( otak pikiran & jiwa
    nurani perasaan ) oleh ALLAH. Sehingga dapat mengambil siatu
    keputusan yang sifatnya free will , jika ada masukan informasi dari /di l
    luar dari pada dirinya sendiri.
    Sebagai ALLAH ( YANG MENCIPTAKAN ) atau yang Maha Kuasa,
    BELIAu mempunyai kewenangan dan kedaulatan MEMBUAT
    PERINTAH serta Larangan & DAN GARIS BATAS ( POLICE LINE kalo
    sekarang .) Kalau barang siapa yang melanggar garis batas maka akan
    binasa/ mati. Garis batas itu sebagai tanda, mana tempat/ ciptaan
    yang sudah dikuduskan dan maana yang tidak dikuduskan.
    Karena pada hari yang ke Tujuh setelah karya penciptaan ALLAH, MAKA TUHAN ALLAH MENGKUDUSKAN SEGALA CIPTAANNYA, tidak terkecuali MANUSIA MULA MULA TSB. mAKANYA SEBELUM TERJATUH DALAM DOSA DI TAMAN EDEN TSB…MANUSIA ADAM DAN HAWA ADALAH MANUSIA YANG KUDUS…( DIMANA KETELANJANNGAN DIRINYA BELUM disadarinya/TERUNGKAP ).

Makanya pola pikir kita jangan dibalik…dong ???, ,dimana dengan pemberian fasilitas tsb ( akal & budi ), malah kita manusia yang mau menilik / melihat / menilai Allah…?? dan bertanya…?? hehhehe…Ya ALLAH ku…apakah saat Tuhan MENCIPTAKAN HAMBA ini…?? Tuhan ku memakai options…?? Apakah option dua kah Tuhan…?? Atau OP tion satu…kah.??

Note : SEKELUMIT CONTOH HUKUM SEBAB AKIBAT DI KITAB KEJADIAN :
** KARENA GELAP, MAKA DIJADIKANLAH TERANG **
** kARENA SAMUDRA KOSONG, MAKA DI CIPTAKAN MAKHLUK AIR**
** …DST…DST nya

Kiranya demikian …pandangan saya …brader@MOE…THX

SALAM …GBU

thread : Dua opsi penciptaan manusia

siapakah manusia dihadapan ALLAH

Yesaya 40:15 Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.

Yes. 55 : 8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

( 9 ) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Brader @ Moe…
Pandangan saya diatas…menurut saya kalau ditinjau dari pembacaan Alkiab
Namun kalao wacana options tsb kita buat sebagai bahan berdiskusi dalam ber andai andai dalam melihat ke Mahakuasaan Tuhan pada saat menciptakan manusia…hehhehe…pasti seru dan asyik juga…
dan tidak menjadi salah bagi kita semua kalau mau memperkaya imajinasi kita dan wawasan kita. juga ( termasuk saya pribadi). Pasti ada refferensi
lain yang bisa meramaikannya…

Salam GBU

yup, spt saya tulis dalam pembukaan thread : ini adalah pemikiranku …

jadi pasti belum tentu sbg pemikiran Tuhan

Thread atau tulisan ini hanyalah untuk membuka wawasan saja, bukan untuk menentukan wawasan pasti, jadi untuk mengakomodasi orang2 yang ‘haus dan lapar’ akan rasa ingin tahu (curious) – daripada buntu pada pemikiran : dilarang bertanya! dilarang ingin tahu!

namun semuanya hendaklah mengacu pada alkitab, bukan sekedar free thinking

salam

ada juga firman yang menyatakan :

  1. Manusia itu serupa dan secitra dg Allah

  2. Carilah wajahNya selama Dia berkenan dicari dan ditemui

  3. Selidikilah kitab suci , maka hikmatmu akan bertambah

:slight_smile:

Salam

Jadi pada kesimpulannya :

1). Saya tidak sependapat dng brader@ MOE, BAHWA ADA OPTIONs dari
ALLAH saat menciptaan manusia. dAN TIDAK ADA PRINSIP HUKUM
OPTIONs dalam ALAKITAB (PL&PB).


monggo, namanya juga diskusi bro :slight_smile:

opsi yang saya maksud adalah pilihan

soal opsi dialkitab jelas banyak lah : opsi antara memilih berkat atau kutuk, opsi untuk mentaati FT atau tidak, dll.

opsi ini adalh bukti kuat adanya free will, sebab free will bukanlah free will bila hanya tersedia satu opsi saja

3) Prinsip hukum "OPTIONS" tsb ada di sisi manusianya sendiri bukan di sisi ALLAH nya. Kenapa demikian..?? ya karena manusia sudah dari awal diciptakan tsb difasilitasi oleh akal dan budi ( otak pikiran & jiwa nurani perasaan ) oleh ALLAH. Sehingga dapat mengambil siatu keputusan yang sifatnya free will , jika ada masukan informasi dari /di l luar dari pada dirinya sendiri. Sebagai ALLAH ( YANG MENCIPTAKAN ) atau yang Maha Kuasa, BELIAu mempunyai kewenangan dan kedaulatan MEMBUAT PERINTAH serta Larangan & DAN GARIS BATAS ( POLICE LINE kalo sekarang .) Kalau barang siapa yang melanggar garis batas maka akan binasa/ mati. Garis batas itu sebagai tanda, mana tempat/ ciptaan yang sudah dikuduskan dan maana yang tidak dikuduskan. Karena pada hari yang ke Tujuh setelah karya penciptaan ALLAH, MAKA TUHAN ALLAH MENGKUDUSKAN SEGALA CIPTAANNYA, tidak terkecuali MANUSIA MULA MULA TSB. mAKANYA SEBELUM TERJATUH DALAM DOSA DI TAMAN EDEN TSB..MANUSIA ADAM DAN HAWA ADALAH MANUSIA YANG KUDUS..( DIMANA KETELANJANNGAN DIRINYA BELUM disadarinya/TERUNGKAP ).
potensi yang ditaruh dalam diri manusia itulah yang saya sebut opsi.

Allah sendiri juga memiliki opsi, misal kisah ketika Daud melakukan sensus warga Israel, Tuhan menjadi murka dan akibatnya Tuhan menghukum Israel (Daud), disini Tuhan memiliki 3 Opsi yang ditawarkan.

Makanya pola pikir kita jangan dibalik..dong !!??, ,dimana dengan pemberian fasilitas tsb ( akal & budi ), malah kita manusia yang mau menilik / melihat / menilai Allah...?? dan bertanya..?? hehhehe..Ya ALLAH ku..apakah saat Tuhan MENCIPTAKAN HAMBA ini..?? Tuhan ku memakai options..?? Apakah option dua kah Tuhan..?? Atau OP tion satu..kah.??
Bukan menilai Allah, tetapi menyelidiki isi Kitab Suci

salam

anda tidak salah,

tetapi “kita” pun tahu posisi kita di hadapan Allah.
siapakah kita ini??

salam

Masalahnya, Allah itu menciptakan manusia, bukan menciptakan allah-allah yang lain :smiley:

Ketika manusia menjadi allah

benar, anda juga tidak salah kog :wink: saya cuma nambahi saja

salam

Yoh 10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?

:smiley:

yg ini saya tidak setuju bro , walaupun manusia bisa mengerti segala konsekuensi yg ada , manusia bisa saja masih akan memutuskan mengambil tindakan yg gelap tadi.

hal inilah yg dilakukan malaikat yg jatuh.