Doa Manasye, Doa Pertobatan

Kita terkadang menganggap jijik atau hina kepada orang yang kita anggap berdosa. kita pikir dosanya terlalu berat sehingga kita hanya dapat berkata “itu urusan dia dengan Tuhan” atau “dia sudah pasti mendapat hukuman” atau mungkin ini yang terlintas dalam pikiran kita? “apa yang dia tabur itu yang dia tuai”. Mungkin kita sudah menetapkan mindset bahwa orang itu tak mungkin diampuni, karena perbuatannya sangat salah. Atau mungkin kita menganggap perbuatan yang kita lakukan sudah tidak bisa diampuni lagi? berzinah, durhaka terhadap orang tua kita, meninggalkan Tuhan karena uang, meninggalkan Tuhan untuk mengejar uang, meninggalkan Tuhan karena sibuk dengan kegiatan kita, meninggalkan Tuhan kepada tuhan lain, mengecewakan orang tua, teman, sahabat, anak, bahkan membunuh? atau perbuatan yang lain? Apakah ada yang dapat kita perbuat kepada orang seperti ini? apa yang bisa kita perbuat terhadap dosa-dosa kita?

Apa yang akan Tuhan perbuat kepada orang-orang seperti ini/kita?

Perbuatan Tuhan memang kadang tidak dapat kita mengerti dan tidak dapat terselami, bagaimana tidak!? orang-orang berdosa yang dikucilkan dan dijauhi oleh orang-orang, Ia dekati dan memberkati mereka, Zakheus, Maria Magdalena, Pelacur di sumur, orang yang disalib di sebelahNya. bahkan Ia turun sendiri ke dunia ini untuk pendosa seperti saya dan anda (yang kita anggap hanya mempunyai dosa-dosa ringan yang sangat mudah untuk diampuni dan dicuci dalam darah Yesus).

Mari kita lihat satu kisah dalam alkitab, mengenai raja Manasye.

Apa yang ia perbuat?

I Tawarikh

33:3 Ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dirobohkan oleh Hizkia, ayahnya; ia membangun mezbah-mezbah untuk para Baal, membuat patung-patung Asyera dan sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepadanya.

33:4 Ia mendirikan mezbah-mezbah di rumah TUHAN, walaupun sehubungan dengan rumah itu TUHAN telah berfirman: “Di Yerusalem nama-Ku akan tinggal untuk selama-lamanya!”

33:5 Dan ia mendirikan juga mezbah-mezbah bagi segenap tentara langit di kedua pelataran rumah TUHAN.

33:6 Bahkan, ia mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api di Lebak Ben-Hinom; ia melakukan ramal, telaah dan sihir, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya.

33:9 Tetapi Manasye menyesatkan Yehuda dan penduduk Yerusalem, sehingga mereka melakukan yang jahat lebih dari pada bangsa-bangsa yang telah dipunahkan TUHAN dari depan orang Israel.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya?

33:11. Oleh sebab itu TUHAN mendatangkan kepada mereka panglima-panglima tentara raja Asyur yang menangkap Manasye dengan kaitan, membelenggunya dengan rantai tembaga dan membawanya ke Babel.

Segala perbuatannya menyebabkan Tuhan sakit hati (ayat 6). Bagaimana dengan kita? apakah kita menganggap segala perbuatan yang kita lakukan selalu menyenangkan hati Tuhan? Atau sebaliknya?

Apa yang raja Manasye lakukan selanjutnya?

Dan apa reaksi Tuhan?

33:12 Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya,

33:13 dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah.

dan yang selanjutnya terjadi adalah

33:15 Ia menjauhkan allah-allah asing dan berhala dari rumah TUHAN, juga segala mezbah yang didirikannya di atas gunung rumah TUHAN dan di Yerusalem, dan membuangnya ke luar kota.

33:16 Ia menegakkan kembali mezbah TUHAN, mempersembahkan korban keselamatan dan korban syukur di atasnya, menyerukan kepada Yehuda untuk beribadah kepada TUHAN, Allah Israel.

33:17 Walaupun demikian, rakyat masih mempersembahkan korban di bukit-bukit pengorbanan, tetapi hanya kepada TUHAN, Allah mereka.

Doa seperti apa yang dipanjatkan oleh raja Manasye, sehingga Tuhan berkenan kepadanya?

Dalam Alkitab sama sekali tidak menuliskan isi doa Manasye. Namun kitab Apokrifa mencantumkan dengan jelas isi dari doa raja Manasye.

Doa Manasye

Translate by: Iona FS, S.Psi

1Ya Tuhan Semesta Alam, Allah dari nenek moyang kami, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub dan Allah dari keturunan mereka yang benar.

2Engkaulah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala ketentuannya.

3Yang membelenggu lautan oleh perintah SabdaMu.

Yang membatasi kedalaman, dan memeteraikannya dengan NamaMu yang teramat mulia.

4Yang KepadaNya segala sesuatu merasa takut dan gentar kepada kuasaMu.

5sebab kemegahan kemuliaan tidak dapat dilahirkan, dan murkaMu mengancam para pendosa selamanya,

6kendati tak terukur dan terkejar janji kemurahanMu,

7sebab Engkau adalah Yang Maha Tinggi, yang sangat berbelaskasihan, kesengsaraan yang panjang, dan sangat berkemurahan, dan Engkau berbelas kasihan kepada sengsara manusia. Ya Tuhan, menurut kebaikanMu yang besar, Engkau telah menjanjikan pertobatan dan pengampunan kepada mereka yang telah berdosa kepadaMu, dan dalam kelimpahan kemurahanMu, Engkau telah menentukan pertobatan bagi para pendosa, sehingga mereka dapat diselamatkan.

8Oleh karenaMu, ya Tuhan, Allah dari kebenaran, tidak menentukan pertobatan bagi orang benar, bagi Abraham dan Ishak dan Yakub, yang tidak melakukan dosa terhadapMu, namun Engkau telah menentukan pertobatan bagiku, yang mana aku adalah seorang pendosa.

9Sebab dosa-dosaku yang telah kuperbuat lebih banyak dari pasir dipantai, pelanggaranku melimpah, ya Tuhan, itu semua telah melimpah! Aku tidak layak untuk melihat keatas dan memandang ketinggian Sorga karena kelimpahan kesalahanku.

10Aku terbebani dengan belenggu besi, sehingga aku tertolak karena dosa-dosaku, dan aku tidak mendapatkan pembebasan, sebab aku telah membangkitkan murkaMu dan telah melakukan yang jahat dipemandanganMu, membuat banyak hal yang dibenci dan menyerang.

11Dan sekarang aku menekuk lutut hatiku, memohon dengan sangat kepadaMu, kepada kebaikanMu.

12Aku telah berdosa, ya Tuhan, aku telah berdosa, dan aku mengakui pelanggaran-pelanggaranku.

13Aku bersungguh-sungguh memohon dengan sangat kepadaMu, ampunilah aku, ya Tuhan, ampunilah aku! Janganlah hancurkan aku dengan pelanggaran-pelanggaranku, janganlah menghukumku pada kedalaman dari bumi, sebab Engkau, ya Tuhan, adalah Allah bagi mereka yang bertobat,

14dan didalamku, Engkau akan memunculkan kebaikanMu, sebab aku tidak layak sebagaimana aku ada, Engkau akan menyelamatkanku menurut kemurahanMu yang besar,

15dan aku akan memujiMu terus menerus sepanjang hari-hari hidupku. Sebab segala yang ada di Sorga menyanyikan pujian bagiMu dan bagi KemuliaanMu selama-lamanya. Amin.

Apa yang bisa kita dapat dari Kisah raja Manasye?

  1. Seberapa besarpun kesalahan yang pernah kita lakukan, Ia tetap menanti kita untuk kembali padaNya

II Raja-raja

21:11 "Oleh karena Manasye, raja Yehuda, telah melakukan kekejian-kekejian ini, berbuat jahat lebih dari pada segala yang telah dilakukan oleh orang Amori yang mendahului dia, dan dengan berhala-berhalanya ia telah mengakibatkan orang Yehuda berdosa pula,

21:16 Lagipula Manasye mencurahkan darah orang yang tidak bersalah sedemikian banyak, hingga dipenuhinya Yerusalem dari ujung ke ujung, belum termasuk dosa-dosanya yang mengakibatkan orang Yehuda berdosa pula dengan berbuat apa yang jahat di mata TUHAN.

Kita lihat bagaimana kesalahan raja Manasye, tetapi ia tetap diampuni. Kita lihat kesalahan umat manusia, tetapi kita diampuni. Ia datang untuk orang-orang berdosa, seperti dokter ada untuk orang sakit, bukan untuk orang sehat. Yesus datang untuk penyakit kita.

  1. Ia akan mengampuni kita jika kita sungguh-sunggu merendahkan diri di hadapanNya.

II Tawarikh

33:12 Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya,

33:13 dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah.

II Samuel

12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

I Yohanes

1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

  1. Dalam proses pertobatan kita jangan dengarkan orang-orang yang mengkritik dan menghina. Sebab hanya Tuhan yang Mengetahui kesungguhan hati kita.

I Samuel

16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

  1. Seperti poin di atas, milikilah hati yang sungguh-sungguh ingin bertobat dan kembali padaNya, karena Tuhan melihat hati.

  2. Mungkin dalam proses pertobatan, kita akan kehilangan sesuatu hal yang kita anggap berharga, sesuatu yang begitu berat untuk dilepaskan. Lepaskanlah dan Tuhan akan membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi lagi, dan Ia menyediakan sesuatu yang lebih baik.

seperti halnya raja Daud, setelah membunuh uria, dan dalam perzinahannya dengan Batsyeba, ia kehilangan anaknya, ia sangat bersedih, namun itu tak menghalangi pertobatannya.

II samuel

12:16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.

12:20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.

jika kita lihat lagi isi doa dari raja Manasye

9Sebab dosa-dosaku yang telah kuperbuat lebih banyak dari pasir dipantai, pelanggaranku melimpah, ya Tuhan, itu semua telah melimpah! Aku tidak layak untuk melihat keatas dan memandang ketinggian Sorga karena kelimpahan kesalahanku.

10Aku terbebani dengan belenggu besi, sehingga aku tertolak karena dosa-dosaku, dan aku tidak mendapatkan pembebasan, sebab aku telah membangkitkan murkaMu dan telah melakukan yang jahat dipemandanganMu, membuat banyak hal yang dibenci dan menyerang.

11Dan sekarang aku menekuk lutut hatiku, memohon dengan sangat kepadaMu, kepada kebaikanMu.

12Aku telah berdosa, ya Tuhan, aku telah berdosa, dan aku mengakui pelanggaran-pelanggaranku.

13Aku bersungguh-sungguh memohon dengan sangat kepadaMu, ampunilah aku, ya Tuhan, ampunilah aku! Janganlah hancurkan aku dengan pelanggaran-pelanggaranku, janganlah menghukumku pada kedalaman dari bumi, sebab Engkau, ya Tuhan, adalah Allah bagi mereka yang bertobat,

ia mengetahui dan mengakui dosa-dosanya, ia tahu ia tidak layak. tetapi Tuhan melayakan dirinya.

untuk yang merasa dirinya bersalah mari kita belajar dari raja Manasye, dimana ia dengan sungguh-sungguh mengakui dan meninggalkan semua dosa-dosanya. dimana dalam doanya ia dengan sungguh-sungguh meminta ampun kepada Tuhan karena ia tahu bahwa ia bersalah.

Untuk yang sudah berjalan bersama Tuhan, mari kita belajar berdoa seperti raja Manasye, dengan penuh kesadaran, dan penuh kesungguhan hati untuk sungguh-sungguh berubah. mari kita ubah doa kita selama ini, doa yang hanya meminta berkat (doa Yabes). bukan berarti jangan meminta berkat. tetapi pertama-tama mari kita meminta diri kita dilayakan di hadapan Tuhan, karena kita semua berdosa, kita memohon sungguh-sungguh agar kita dilayakan untuk menerima pengampunan dari padaNya. Kita memohon agar kita diubahkan dari semua perbuatan yang kita sadari atau tidak kita sadari, segala perbuatan yang menyakiti hatiNya, segala perbuatan yang menjadikan kita tidak layak. IAM