Didesak Pindah, Umat Katolik Bogor Tetap Bertahan

Meski sudah didesak oleh pemerintah daerah Bogor agar perayaan Pekan Suci dilakukan di tempat lain, warga Paroki St. Johanes Baptista Parung, Jawa Barat, tetap ingin merayakannya di tanah milik paroki. Pada 19 April, Pemda Bogor dan perwakilan MUI serta Forum Kerukunan Beragama daerah Bogor meminta umat Katolik agar merayakan Pekan Suci di daerah Telaga Kahuripan, 10 kilometer dari paroki.

Alasan utama mereka adalah soal keamanan umat saat upacara. Namun pastor paroki dan umatnya tetap tidak mau pindahkan upacara di tempat lain. “Kami akan tetap merayakan Pekan Suci [di tanah kami]. Kami tidak akan pindah ke tempat lain,” kata pastor paroki Romo Bartholomeus Gatot Wotoseputro.

Paroki dengan 3,000 umat ini membeli tanah tahun 1991 lalu, namun ijin mendirikan gereja tidak kunjung keluar meskipun sudah disampaikan tahun 2000. Untuk keperluan pastoral setiap hari sudah dibangun kapel, pastoran dan sekretariat paroki. Sedangkan untuk Misa hari Minggu dibangun tenda di tanah milik paroki.

Sejak tahun 2008 umat paroki merayakan Natal dan Paskah di lokasi yang akan dipakai untuk membangun gereja, dan mereka telah mendapat ancaman dari kelompok yang mengatasnamakan agama dari luar wilayah tersebut.

Hendrik Massan Nena, mengatakan warga paroki akan menyelenggarakan ibadat Pekan Suci di tanah paroki. “Kami heran kenapa kami tidak diijinkan untuk merayakan Paskah dan Natal di tanah kami sendiri,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa umat paroki St. Johanes Baptista telah meminta polisi setempat untuk mengamankan wilayah mereka selama Pekan Suci.

Tekanan terhadap kebebasan beragama terus meningkat tanpa adanya tindakan tegas dan kongkrit dari pemerintah pusat untuk menyelesaikan hal ini. Pembiaran terhadap intimidasi di masyarakat akan berbuntut aksi main hakim sendiri dan terus berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Untuk itu langkah solutif pemerintah dinantikan.

Source : ucanews/DPT