Debat doktrin

Mempelajari doktrin tiap-tiap gereja ada manfaatnya gak sih dalam hidup Kekristenan kita? Jawabnya… tentu saja ada manfaatnya karena setiap Firman TUhan yang kita pelajari itu tidak pernah kembali dengan sia-sia, dan Tuhan pasti memberi damai sejahtera dan hikmat kepada kita untuk memilih doktrin yang akhirnya akan kita imani sebagai pandangan dasar dalam keKristenan kita.
Namun yang disayangkan akhirnya bukan menerima doktrin tiap-tiap gereja itu sebagai pengetahuan kita untuk memilih mana yang akan kita yakini sebagai dasar kita memilih satu persekutuan tempat untuk bertumbuh di dalam Kristus, malah perbedaan doktrin ini diperdebatkan di kalangan Kristen sendiri. Sehingga setiap aliran berjalan secara exclusive masing-masing dan tidak bergandengan tangan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus. Masing-masing saling mengkritik, saling mengejek, dan bukan saling menguatkan sebagai saudara seiman? Akhirnya kita hanya berkutat soal doktrin padahal diluar sana banyak jiwa yang belum mengenal Kristus dan tidak akan dapat kita jangkau kalau dalam tubuh Kristen sendiri tidak ada persatuannya karena hanya mementingkan ajaran doktrin masing-masing.Buang sikap saling menghakimi karena pandangan manusia tidak ada satupun yang sempurna, hanya meminta damai sejahtera Allah sehingga apa yang terselubung yang kita gak ngerti akhirnya dapat kita imani dan mengerti bukan karena pandangan seseorang atau tafsiran seseorang bahkan oleh orang yang dianggap suci sekalipun karena sekali lagi, DO more and talking less it’s better for us !!! GBU

yang jelas…ngga ada 1pun doktrin yang paling betul aka sempurna
karena kesempurnaan hanya punya Allah
jadi hati2lah wai orang2 yang menganggap pendapatnya itu paling benar :smiley:

karena perbedaan doktrin itu maka ada forum ini :smiley:

klo ga ada perbedaan doktrin, buat apa diperbincangkan… (bukan berdebat)

kalau diatas dikatakan perdebatan… itu bukan maksud forum ini saya kira.

:slight_smile:

btul2… :smiley:

stuju momod chrisma aja :smiley:

SES2Ning…

hehehhe…kayanya kalo di “fk” ini memang tidak terelakkan timbul perdebatan mengenai segala macam doktrin… Pada dasarnya doktrin itu sendiri indah bagi setiap keimanan kita…baik dari segala macam denominasi.yang ada diduniam ini…Itulah dunia namanya…terpulang pada
diri masing masing orangnya saja dalam menyikapi doktrin gerejanya maupun gereja lainnya…yang penting tidak keluar dari porosnya/PUSATNYA yaitu TYK.

Yang saya liat di “fk” ini sifat perdebatannya adalah SENTRIPETAL ( MENGARAH KE PUSAT YAITU KE TYK. Jadi tidak bersifat SENTRIFUGAL ( Kuluar menjauhi pusatnya…yaitu menjauhi TYK )

Jadi karena forom ini kontexnya adalah diskusi dan debat…?? maka tidak masalah jika terjadi peperangan doktrin…toh semuanya dalam koridor positip thingking…jika ada yang memandangnya menjadikannya suatu produksi negativ thingking…?? ya perlu dipertanyakanlah orang yang berjenis tipe tsb…kadar keimanannya…heheheh

Jadi, jangan dilihat di “fk” ini nuansanya saling mencari siapa benar…?? tapi di lihat semangatnya dalam menjaga integritas keimannannya di alairan gerejanya dalam mempertahankan doktrinnya masing masing.
itu namanya pengajaran yang berhasil dari bapa bapa Grejanaya dan Gembala gembalanya masing masing. Toh kalah menang disini tidak ada yang mendapat award…?? Hanya TYK yang bisa menilainya dengan baik dan proposional…Jadi jangan urungkan niata untuk berdebat masalah doktrin… ( menurut saya ).kARENA DI "FK " INI SAYA MERASAKAN SEMAKIN DIASAH…DIISIH…DIASUH.hingga jadi tempaan yang baik dan muri jika itu sebuah mas mulia…heheeh Mulia dimata TYK dan demi memulyakan nama TYK juga pada akhirnya.

Nah untuk segala macam masalah di luar "fk " ini saya yakin semuanya berlomba lomba mengahasilkan buah buah roh yang manis manis bagi kehidupnannya dilingkungan gerejanya, keluarganya, sosial-masyarakatnya
dll tempat lah…
Saya yakin dan pasti itu…karena siappaun yang sudah ada di dalam “fk” in adalah anak anak terang dunia semua.alias anak-anak pewaris kerajaan sorga…walaupun dari berbagai denominasi gereja.Amin

Salam GBU

gak penting^^
yang penting keluarlah dari “rumah kita” dan lakukan amanat agung .itu yang penting

Mat. 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Salam damai,

Setelah hampir setahun menjadi member di forum ini, kalau membaca thread debat antar denominasi, debat antar doktrin, menurut saya seharusnya debat ditujukan kearah “Memuliakan Tuhan Yesus” tapi yang terjadi adalah “Memuliakan diri sendiri, memuliakan denominasi sendiri”

Saya merasa “KASIH” sudahlah bukan yang terutama lagi.

Tuhan memberkati.

Banyaknya doktrin berguna bagi orang orang percaya untuk mempelajari dan menekun kekurangan kita, tidak ada satupun manusia yang dapat menyusun doktrin dengan sempurna.

Yang sempurna adalah ALKITAB, WAHYU ALLAH YANG TERTINGGI.

Kita di beri hikmat untuk mempelajari dan menyaring dan meminta pada Allah Roh Kudus untuk mengajar dan menunjukkan kesalahan kita, melalui Alkitab.

Di Forum ini, kita dapat banyak mempelajari bermacam2 doktrin, kita dapat merenungkan dan mempelajarinya, karena disinilah kita dapat banyak belajar bermacam2 doktrin.

Kaca mata kita yang harus kita tujukan pada penjelasan ajaran2 , Firman Tuhan mengatakan , perlu perbedaan, sehingga dapat di ketahui pada achirnya, siapa yang tahan uji.

Memang tidak dapat di hindari, kalau terjadi adu mulut, kata kasar, untuk itulah kita mempunyai momod2, yang mengingatkan kita untuk be have.

Paling enak kalau dapat sis Chrisma, :cheesy:

Neter2 disini mempunyai kesadaran, untuk memuliakan Tuhan, tidak semua ingin memuliakan diri, manusia tidak ada yang sempurna, walau telah di rubah oleh Allah, tetap saja manusia itu dapat jatuh kedalam dosa, jadi maklumlah.

Tulll
ayo kembali ke memuliakan Yesus
bukan denominasi

Yang penting beda doktrin tapi dak MAIN BOM BUNUH DIRI … wakakakakakakkakaka

Sudah debat dengan tulisan…tapi hati tetap dingin dan SALAM DAMAI.

Dan sampai saat ini tidak ada seorang pun yang ke SURGA dan kembali ke dunia…? Siapa yang benar ?

Cari sendiri Kerajaan Surga …

Gimana dengan Gereja dengan dokrin Teologi Kemakmuran dan Gereja Franchise…

kalau aku ikut doktrin ini, sebab mencari kerja sulit saat ini…hua hahhahahahahha

Sekilas tentang Doktrin…

Bagiku semua itu adalah “Keagamaan”
Dan aku berjalan dalam “Keimanan”

Tentang menilai Doktrin mana yang benar, itu semua hak anda.
Anda berhak berpendapat karena Doktrin pun adalah Pendapat.

Matius 22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Perhatikan ayat 40
Saya rasa anda sudah mengerti maksud saya.

yang seperti itu tidak pernah bisa dielakkan dari sebuah forum Kristen antar-denom. menurut saya sih sah2 saja, untuk bertukar pendapat dan memahami pemikiran lain.
para Rasul pun bukannya tidak lepas dari soal perbedaan pendapat, dan jika ada perbedaan yg perlu didiskusikan atau didebatkan, maka itulah yg mereka lakukan.

tapi tentu diperlukan sikap hati dalam menyikapi perbedaan2 yg ada. YESUS sendiri sudah memberikan teladan dalam hidupNya sebagai Anak Manusia.
Yahudi di masaNya tidak hanya satu mahzab/denom, YESUS adalah Yahudi yg taat, Dia bahkan diterima sebagai Guru.

dari analisa saya kemungkinan Dia banyak dibimbing oleh guru2 Yahudi dari mazhab Farisi, ditunjukkan dengan kefasihanNya bicara soal Taurat dan Taurat Lisan. tapi Dia tidak merasa perlu untuk mengeksklusifkan diri dengan salah satu mahzab/denom/doktrin baik Farisi, Saduki, Sikari, atau Eseni.

di satu kejadian mungkin Dia sejalan dengan Eseni yg menjunjung kesalehan, tapi Dia tidak merasa perlu untuk mengasingkan diri dari keramaian supaya kesalehannya terjaga, di kejadian lain mungkin sepertinya Dia sejalan dengan Sikari yg ditunjukkan dengan menghardik penguasa2 ekonomi Saduki di Bait Allah, tapi di sisi lain Dia menolak keradikalan duniawi ala Sikari, dan di berbagai tempat Dia menohok kemunafikan Farisi dengan segala peraturan agama yg memberatkan hubungan manusia dengan Tuhan.

itu menunjukkan bahwa tidak ada mazhab/doktrin/denom buatan manusia yg 100% benar atau mampu 100% merangkum firman Tuhan secara holistik/utuh tanpa ada penekanan di tempat tertentu dan pengurangan di tempat lain.

salam olahraga. :slight_smile:

Bah,…dalam setahun cumak posting 7 kali bro di fk ini? :smiley:

Bali maning nang topik…
Kalo demikian adanya perasaan sodara, baiklah mari kembali ke jalan yang benar, mungkin dengan mulai menjadi contoh bagi yg laen bro… :happy0025:

doktrin tidak menyelamatkan…, pengenalan akan Tuhan itu yang menyelamatkan…karena seseorang yang mengalami sendiri dengan Tuhan akan berbeda dengan orang yang ‘mengenal’ Tuhan lewat doktrin.

GBU

Doktrin adalah ajaran yang di ambil dari Alkitab, tujuannya mempermudah kita untuk mengenal Allah.

Theology adalah melalui theology kita mengenal Allah.

Tuhan memakai Bapak2 Gereja menyusun doktrin, walau tidak sempurna, dan adakalanya tidak sesuai dengan Alkitab, tetap saja sebagai orang percaya, doktrin mempermudah bagi kita untuk mengenal Allah.

Contohnya doktrin Allah Tritunggal, doktrin keselamatan, dll

Kita dapat memeriksanya kedalam Alkitab, apakah doktrin ini sesuai dengan Alkitab, juga berdoa meminta pencerahan Roh Kudus, supaya kita mengerti dan dapat mengenal Allah yang benar.

Dengan kesabaran dan ketekunan, kita akan terus di bimbing dan di ajar oleh Allah Roh Kudus, terus bertumbuh mengenal Tuhan, melalui orang orang percaya yang lebih dahulu belajar dari kita.

Karena tidak mungkin bagi kita mempelajari sendiri dengan cepat, tetapi doktrin2 Bapa Gereja, mempersingkat dan mempermudah bagi kita , mempelajari dan mengenal Tuhan. :cheesy:

Damai bagimu Catman.

Saya kurang sependapat dengan postinganmu yang saya tebalkan diatas. Tidak ada dikisahkan di Alkitab bahwa Yesus Kristus belajar, atau berguru, atau menimba pengetahuan dari manusia. Jangan lupakan, bahwa pada umur 12 tahun, Dia sudah bersoal jawab dengan para alim ulama Yahudi. Para alim ulama Yahudi itu takjub dengan jawaban-jawaban Yesus Kristus.

Kalau usia 12 tahun, kira-kira kelas 6 SD. Bayangin, anak kelas 6 SD bersoal jawab dengan para profesor yang udah jenggotan, botak, mungkin sudah punya cucu berusia 12 tahun. Para peserta soal jawab tersebut takjub. Dan saat itu, Dia bilang kepada Bunda Maria bahwa Dia harus tinggal rumah BapaNya.

Jadi, Yesus Kristus tidak terikat dengan doktrin apapun yang berasal dari dunia ini. Hanya saja, Dia telah memberi hak kepada Petrus, “Gembalakanlah domba-dombaku”, kataNya.

Damai bagi Pengikut Kristus.

Saya kurang sependapat dengan postinganmu yang saya tebalkan diatas. Tidak ada dikisahkan di Alkitab bahwa YESUS KRISTUS belajar, atau berguru, atau menimba pengetahuan dari manusia. Jangan lupakan, bahwa pada umur 12 tahun, Dia sudah bersoal jawab dengan para alim ulama Yahudi. Para alim ulama Yahudi itu takjub dengan jawaban-jawaban YESUS KRISTUS.

Kalau usia 12 tahun, kira-kira kelas 6 SD. Bayangin, anak kelas 6 SD bersoal jawab dengan para profesor yang udah jenggotan, botak, mungkin sudah punya cucu berusia 12 tahun. Para peserta soal jawab tersebut takjub. Dan saat itu, Dia bilang kepada Bunda Maria bahwa Dia harus tinggal rumah BapaNya.


Damai besertamu juga saudara Husada, masalah ini gampang2 susah. btw, maaf kalau OOT.

pertama, memang Alkitab tidak mencatat soal Yesus belajar atau berguru kepada manusia lain, tapi perlu kita pertanyakan hal lain seperti,

apakah Dia jg disuapi bundaNya ketika masih kecil?
apakah Dia jg diajari kosakata oleh kedua orang tuanya?
apakah Dia pernah mandi?

semua pertanyaan itu tidak akan bisa kita temukan jawabannya di dalam Alkitab, tapi tidak berarti Yesus tidak melalui semua hal itu, masakkan Dia tidak pernah mandi? bau dong. saya yg mandi tiap hari aja masih bau. :smiley:

kedua, soal kefasihan Dia berdebat di umur 12 tahun. yg saya tau adalah kebiasaan orang Yahudi untuk membawa anak2 mereka ke sinagoga sejak balita setiap hari Sabat.
jadi logisnya Yesus telah berinteraksi dengan ajaran Yahudi, guru2 agama dan lain sebagainya ribuan kali, sebelum peristiwa di Yerusalem. dan ingat di Yerusalem, Dia disebut anak yg cerdas (Lukas 2:47), bukan anak “ajaib”.

ketiga, kitab2 agama dalam bahasa Ibrani klasik Rabbinik, dan Yunani sedangkan bahasa sehari2/bahasa ibu Yesus adalah Aram. pelajaran bahasa Ibrani kitab itu hanya terdapat pada institusi pendidikan/sekolah, yg memang sudah ada di dalam kebudayaan Yahudi sejak lama.

dan keempat, Yesus adalah Tuhan yg turun sebagai manusia. Dia tidak turun dengan sensasional dengan Mercedes Benz ber-nomer polisi KS 1 (Kerajaan Surga - 1), tapi dilahirkan dengan cara manusia oleh Maria.
sebagai manusia Dia tentu hidup dan menjalani proses kehidupan seperti lazimnya manusia, salah satunya adalah belajar. kita tidak bisa menihilkan aspek kemanusiaan Yesus karena di dalam Ibrani pun tertulis,

4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

salam olahraga.

Damai bagimu Catman.

Adalah benar di Alkitab tidak dikisahkan apakah Yesus ketika kecil diajari kosakata, cara ‘mimi cucu’, ato dimandikan. Entah bagaimana, menurut pemahamanku, kebiasaan-kebiasaan itu agak berbeda dengan ajaran-ajaran yang diperbincangkanNya dengan para alim ulama Yahudi saat Dia berusia 12 tahun di sinagoga itu.

Tentang itu, menurut pemahamanku, adalah layak apabila hal-hal sederhana itu (‘cala mimi cucu, belajal kata patah-patah’) tidak dikisahkan dalam Alkitab. Akan berbeda dengan hal-hal yang menyangkut keimanan Yahudi yang perlu diperbaharui.

Meskipun materi perbincangan mereka tidak diutarakan secara detil, tapi menurut pemahamnku, pasti materi yang mereka perbincangkan adalah materi tentang segala sesuatu yang terkait dengan keimanan Yahudi. Dan para alim ulama Yahudi takjub pada jawaban-jawaban Yesus. Mengingat fanatiknya para alim ulama Yahudi tentang agamanya, tentu saja para alim ulama itu memperbincangkan issu-issu agama Yahudi dengan Yesus.

Perikop yang memuat kisah itu dimulai dengan Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Menurut pemahamanku, pada masa kanak-kanak Yesus, Dia tidak setiap hari sabat diikutsertakan ke sinagoga. Dia diikutsertakan pada saat hari raya Paskah. Artinya, ketika perbincangan itu terjadi pada waktu Yesus berusia 12 tahun, Yesus baru 12 kali hari raya Paskah dibawa ke sinagoga. Itu kalau sejak dilahirkan Dia dibawa ke sinagoga pada hari raya Paskah. Kupikir, interaksiNya dengan para alim ulama Yahudi belum sampai ribuan kali.

Baiklah kita anggap Dia telah ikut persekolahan. Kayaknya, adalah mustahil materi di persekolahan hanya ilmu agama. Artinya, mustahil kalau Dia hanya menimba ilmu agama saja. Kapan lagi Dia membantu Yusuf mengetam kayu atau menghantar pesanan meja kursi? Jadi, kalo hanya berbekal ilmu dari sekolah ditambah dengan interaksi dengan para guru Yahudi, agak sulit membayangkan pada usia 12 tahun Dia sudah bersoal-jawab dengan para alim ulama, dan alim ulama itu takjub pada jawaban-jawabanNya.

Sama seperti pemahamanku di poin dua diatas, pada poin tiga ini juga ingin kusampaikan, bahwa menurut pemahamanku, masa kecil Yesus tidak dihabiskan hanya belajar ilmu agama.

Saya sependapat dengan frase yang saya tebalkan itu. Dan karena itu pula maka saya kurang sependapat kalau dikatakan bahwa Yesus banyak belajar dari Farisi, Saduki atau kaum-kaum manusia lainnya.

Ringkasnya, karena Dia adalah Tuhan yang turun sebagai manusia, maka Dia tidak belajar dari manusia.

Damai bagi Indonesia.

kalau “Kebenaran” bisa/ terbukti dapat memunculkan “doktrin2”
pertanyaan simpel liberty?

  1. “doktrin” itu apakah “kebenaran”?
  2. apakah jika doktrin itu benar maka akan menyenangkan Tuhan?