Dasar Iman Kristen : Penciptaan Alam Semesta

Studi Alkitab #1
Penciptaan Alam Semesta
3/27/20
Yayasan Sabda
Ev. Nickolas Alvine

  1. Tuhan Sudah Ada Sebelum Segala Sesuatu Ada

Kapan dan sudah berapa lamakah Tuhan ada? Tuhan sudah ada dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya sebelum segala sesuatu ada. Alkitab mengatakan, “Pada mulanya Tuhan …” (Kejadian 1:1; Yohanes 1:1) Keberadaan-Nya ialah dari kekal sampai kekal. Ia selalu ada, dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Dalam kitab Mazmur 90:2 menyatakan “… dari selama-selamanya sampai selama-lamanya, Engkaulah Tuhan.” Tuhan bukanlah sekadar kuasa atau pengaruh yang dahsyat. Dia adalah Pribadi yang kita sebut sebagai Allah Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus), dan Allah Roh Kudus. Dialah yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ada. Dia adalah Sang Pencipta (Bapa: 1 Korintus 8:6; Anak: Yohanes 1:30; Roh Kudus: Kejadian 1:2; Yesaya 40:12-13).

  1. Alkitab adalah Jawaban

Sejak mulanya, manusia ingin tahu bagaimana segala sesuatu di dunia ini terjadi. Banyak pendapat telah diberikan mengenai asal usul alam ini, khususnya mengenai asal usul bumi. Namun, tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti jawabannya. Bagaimanakah kita dapat mengetahuinya secara pasti? Dengan percaya atau mengimani firman Tuhan (Ibrani11:3). Di dalam firman Tuhan, kita menemukan jawabannya dengan pasti. Alkitab tidak pernah berspekulasi sebagaimana teori-teori yang diciptakan oleh manusia. Dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa, segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan dan Untuk Tuhan ( Kolose 1:16)

Walaupun Alkitab menjelaskan mengenai penciptaan dengan singkat, namun Tuhan telah memberitahukan kepada kita segala sesuatu yang perlu kita ketahui tentang permulaan alam semesta ini. Pernahkah Anda bertanya mengapa kitab pertama dalam Alkitab disebut Kitab “Kejadian”? Karena Kitab Kejadian menceritakan tentang permulaan atau asal usul segala sesuatu. Kata “Kejadian” berarti “permulaan”. Kitab ini menceritakan tentang permulaan langit, bumi dan segala isinya. Kitab ini dimulai dengan memberi informasi tentang asal muasal alam semesta.
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” ( Kejadian 1:1 )

  1. Tuhan adalah Pencipta Alam Semesta

Alkitab secara jelas memberikan jawabannya, yaitu Tuhan. Berikut ini adalah ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam semesta.
• “Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi.” (Kejadian1:1)
• “Dialah Tuhan … dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia menciptakannya untuk didiami.” (Yesaya 45:18)
• “Kulah yang membentangkan langit dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.” (Yesaya 45:12)
• “… Ia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya: yang tetap setia untuk selama-lamanya." ( Mazmur 146:6 )

  1. Bagaimana Alam Semesta Diciptakan ?

Berbeda dengan Tuhan, alam semesta ini memiliki titik permulaan. Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini. Ia menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada dan seluruh keberadaan alam semesta ini bergantung kepada Tuhan. Dalam Kej. 1:1, kata “menciptakan” di sini tidak berarti memindahkan atau menghadirkan sesuatu yang sudah ada ke tempat lain yang pada mulanya tidak ada, tetapi membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada tanpa bahan (‘ex nihilo’). Ia menciptakan langit dan bumi dengan firman-Nya. Alkitab mengatakan :

• “Oleh firman Tuhan langit dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala
tentara-Nya.” (Mazmur 33:6)
Firman Tuhan keluar dari mulut Allah yang berkuasa! Firman Tuhan
mencipta segala sesuatu menjadi ada sesuai dengan yang difirmankan Allah
itu. Seperti ada tertulis:
• “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi, Dia memberi perintah,
maka semuanya ada.” (Mazmur 33:9)
• “Berfirmanlah Allah: Jadilah …” (Kejadian 1:3,6,9,11,14,20,24,26)

  1. Keadaan Segala Sesuatu pada Waktu Diciptakan

Kondisi segala sesuatu pada saat Tuhan menciptakan mereka adalah
tidak seperti sekarang ini. Kondisi segala hal yang Ia ciptakan adalah baik.
Dalam Kejadian pasal 1, berkali-kali disebutkan bahwa setelah Tuhan
menciptakan sesuatu, “Ia melihat semua itu baik.” (Kejadian 1:10,12,18,25,31)

  1. Makhluk Hidup Diciptakan Sesuai dengan Jenisnya
    Allah menciptakan semua makhluk hidup seperti burung, ikan, dan
    binatang, dan memberi kemampuan kepada mereka untuk berkembang biak
    menurut ketetapan-Nya, yaitu “berkembang biak menurut jenisnya masingmasing” (Kejadian 8:19). Tidak ada binatang yang dapat berganti jenis menjadi
    jenis binatang yang lain. Ketetapan ini masih berlaku hingga hari ini. Setiap
    makhluk hidup melahirkan keturunan atau anak menurut jenisnya.

  2. Pemeliharaan Tuhan Atas Ciptaan-Nya

Beberapa orang beranggapan bahwa setelah Allah menciptakan dunia dan segala isinya, Ia menarik diri dan membiarkan ciptaan-Nya berjalan sendiri begitu saja. Paham ini disebut ‘Deisme’, bahwa Allah tidak peduli lagi
dengan ciptaan-Nya, Ia lepas tangan setelah menciptakan mereka. Paham ini tidak benar. Sampai saat ini Allah masih memelihara ciptaan-Nya.

Apabila langit, bumi dan segala isinya ini masih ada sampai sekarang, ini semua karena pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya. II Petrus 3:7 mengatakan: “Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang
terpelihara dari api …”. Semua ciptaan masih ada sampai sekarang karena Allah menopangnya. Ibrani 1:3 menjelaskan bahwa Kristus menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kuasa.

syalom, salam kenal Pak Pendeta Nickolas Alvine.

terima kasih banyak atas penjelasan bapak,
khususnya bagian terakhir…
“Apabila langit, bumi dan segala isinya ini masih ada sampai sekarang, ini semua karena pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya. II Petrus 3:7 mengatakan: “Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang
terpelihara dari api …”. Semua ciptaan masih ada sampai sekarang karena Allah menopangnya. Ibrani 1:3 menjelaskan bahwa Kristus menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kuasa.”

sangat setuju dengan penjelasan Bapak Pendeta yang menjelaskan sesuai dengan Alkitab bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu pada mulanya adalah “Sangat Amat Baik” Sempurna, dan tiada cacat.
kerusakan, ratap tangis, bencana, kematian adalah akibat dosa dan pelanggaran terhadap Hukum Allah.

Pertanyaan saya Pak Pendeta:
sesuai yang ku Bold Merah dari Kutipan tulisan Bapak Pendeta diatas, bahwa Tuhan masih memelihara bumi dari Api…

api apakah yang dimaksud pada ayat itu… ?
apakah Bapak Pendeta punya paham yang sama dengan saya bahwa Api Neraka itu akan ada di dunia kita ini nanti. tapi Tuhan masih pelihara makanya belum ada Neraka… ??

salam Kenal
[email protected]
TYM

Bagaimana pendapat Bapak mengenai teori “Big Bang” ? :slight_smile:

Shalom, salam kenal juga pak Simatupang. 2 Petrus 3:7 memang sedikit merujuk tentang Eskatologis ( Akhir Zaman ) nanti. Saya rasa paham anda dan saya sedikit berbeda. Dalam konteks Hari Tuhan, kata terpelihara dari api ( by the fire ) bisa diartikan juga sebagai untuk api ( for the fire ) atau ke dalam api ( unto the fire ). Paham Eskatologis Reformed SAMA SEKALI tidak mempercayai bahwa dunia akan dihancurkan baik dari api atau hukuman lainnya. Dunia akan mengalami pemulihan secara utuh sama seperti awal diciptakan.

Kata bahwa langit dan bumi terpelihara dari api mengindikasikan bahwa dunia yang jahat ini ( merujuk pada manusia di dalam yang tidak menerima Yesus) akan dilempar ke dalam api neraka oleh Firman ( Yesus sebagai Hakim). Jadi, 2 Petrus 3:7 bisa diartikan bahwa kejahatan dunia yang mereka lakukan tanpa penyesalan itu TERPELIHARA UNTUK API NERAKA. Sederhananya, 2 Petrus 3:7 ingin seolah-olah menunjukan “fungsi” dari neraka baik secara keadaan atau tempat.

Simak tafsiran para teolog Reformed berikut :
2Pet 3:7
(versi Inggris NIV – “terpelihara untuk api”). Karena dosa telah mencemarkan langit dan bumi [Manusia], Allah bertekad untuk membinasakan langit dan bumi [Manusia] sama sekali dengan api

Kalau anda percaya Alkitab maka anda harus menolak teori big bang. Tidak mungkin anda menerima keduanya karena keduanya bertolak belakang.
Jika teori big bang didukung banyak ahli, itu tidak berarti bahwa itu benar. Kebenaran tidak ditentukan oleh apakah saudara menerimanya atau tidak, atau pun didukung dan diterima banyak ahli atau tidak. Kebenaran adalah kebenaran, karena di dalam dirinya adalah benar.
Teori big bang sendiri tak dapat dibela secara rasional. Penganut teori ini berkata bahwa pada masa berjuta-juta tahun yg lalu, seluruh alam semesta ini berasal dari satu titik yg disebut sebagai lubang hitam (black hole) atau istilah lainnya, singularity. Mengapa disebut singularity? Karena titik itu adalah bersifat tunggal dan tidak memiliki kejamakan. Pada titik ini, seluruh hukum-hukum fisika tidak berlaku. Entah apa yg memicunya, black hole ini kemudian meledak (makanya disebut teori ledakan besar atau big bang). Dan pecahan ledakan ini terus mengembang dan jadilah alam semesta kita ini. Dan menurut mereka, alam semesta ini masih tetap terus mengembang
Nah, pertanyaannya, jika pada black hole/singularity tersebut hukum-hukum fisika tidak berlaku, maka bagaimana ledakan dapat timbul? Bukankah jika ledakan terjadi, itu berarti bahwa hukum-hukum fisika sedang berlaku? Tetapi jika hukum-hukum fisika berlaku, maka istilah black hole atau singularity dimana hukum-hukum fisika tak berlaku MESTINYA MENJADI MUSTAHIL.
Apakah anda melihat kontradiksinya? Jika tidak, coba baca berulang-ulang penjelasan saya. Kalau belum paham, maka saya anjurkan anda untuk belajar hukum logika (law of non-contradiction).

ga pa pa pak Pendeta,
yang berbeda hanya Paham kita saja, sumbernya tetap satu yaitu Alkitab dan hanya Alkitab saja.
paham dapat berubah ubah sesuai terang yang kita peroleh baik dari Pengalaman, Bible Study, inspirasi, ilham, dll…
dengan diskusi dan sharing Firman seperti ini, semogo oleh pertolongan Tuhan, melalui Bimbingan Roh Kudus, Paham kita yang berbeda beda ini diluruskan kepada Paham yang benar. :afro: :afro:

kata terpelihara dari api ( by the fire ) bisa diartikan juga sebagai untuk api ( for the fire ) atau ke dalam api ( unto the fire ).

okay, lanjut pak Pend… :afro: :afro:

Paham Eskatologis Reformed SAMA SEKALI tidak mempercayai bahwa dunia akan dihancurkan baik dari api atau hukuman lainnya.[b]

boleh dibagikan dasar Firman Tuhannya untuk mendukung paham ini pak Pendeta ?

Dunia akan mengalami pemulihan secara utuh sama seperti awal diciptakan. [/b]

sepaham Pak Pendeta…
menurut yang kupelajari di dalam Firman Tuhan,

  1. Pemulihan akan terjadi di akhir masa milenium, yaitu setelah Jerusalem baru, yaitu Tahta Allah sendiri akan turun ke dunia ini di akhir masa 1000 tahun di sorga, Wahyu 21:2,
  2. disaat yang sama diakhir 1000 tahun itu orang mati yang berdosa juga akan dibangkitkan Wahyu 20:5. (itulah kebangkitan ke 2).
  3. lalu penghukuman atau Api neraka, semua orang berdosa yang tidak mau menerima Jasa Pengampunan dan Pembelaan Jesus Kristus di luar kota Jerusalem baru itu akan terbakar dan dihukum sesuai perbuatan masing masing dan akan dihukum setimpal dengan perbuatan masing masing. ada yang terbakar cepat ada yang lama.
  4. orang berdosa yang diampuni oleh Jasa Pembenaran Jesus Kristus aman terlindung di dalam Kota Allah yaitu Jerusalem baru pada saat penghukuman itu.
  5. setelah semua orang berdosa dibakar dan menjadi Abu, barulah Tuhan Allah melakukan penciptaan baru, dunia ini akan diperbaharui, sangat indah jauh lebih indah dari saat mula pertama dunia ini diciptakan.
    Tahta Allah akan berada di dunia ini untuk selama lamanya. Tuhan Yesus sendiri akan berkerajaan di Dunia ini.
    Surga pindah tempat ke dunia ini. Dunia ini menjadi Pusat alam semesta karena Tahta Allah sudah berpindah kedunia ini.
    dan Jerusalem baru adalah ibu Kota dunia ini nantinya…
Kata bahwa langit dan bumi terpelihara dari api mengindikasikan bahwa dunia yang jahat ini ( merujuk pada manusia di dalam yang tidak menerima Yesus) akan dilempar ke dalam api neraka oleh Firman ( Yesus sebagai Hakim). Jadi, 2 Petrus 3:7 bisa diartikan bahwa kejahatan dunia yang mereka lakukan tanpa penyesalan itu TERPELIHARA UNTUK API NERAKA. Sederhananya, 2 Petrus 3:7 ingin seolah-olah menunjukan "fungsi" dari neraka baik secara keadaan atau tempat.

okay,
sesuai penjelasan pak Pendeta diatas ini…
kutangkap bahwa pak pendeta juga meyakini bahwa neraka itu adalah tempat yang benar benar ada dan real, sama seperti yang kuyakini…
dimanakah letak api neraka itu menurut pak pendeta, ??

Simak tafsiran para teolog Reformed berikut : [i] 2Pet 3:7 (versi Inggris NIV -- "terpelihara untuk api"). Karena dosa telah mencemarkan langit dan bumi [Manusia], Allah bertekad untuk membinasakan langit dan bumi [Manusia] sama sekali dengan api [/i]

betul sekali,
dan sesuai ayat diatas, kupahami bahwa di dunia inilah nanti api neraka itu…

salam
TYM

Yang kuimani, dasar iman Kristen ialah Kristus. Mudah ditangkap oleh nalar, bahwa asal-usul Kristen adalah Kristus. Jadi, dasar iman Kristen bukan penciptaan alam semesta.

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Ya! Bro!
Barang kali maksud TS adalah:
“Penciptaan Alam Semesta menurut iman Kristen”

Satu lagi yg mungkin perlu dikomenin ttg penyisipan kata [Manusia]
Pertama letaknya tak pas, ke dua “M”-nya kecil saja, menurutku
Sebab “M” sudah sering dipakaikan kpd Yesus, Anak Manusia

Jadinya bisa spt ini barang kali:
Karena dosa [manusia] telah mencemarkan langit dan bumi, Allah bertekad
untuk membinasakan langit dan bumi sama sekali [dan manusia] dengan api

Menurutku,
Utk lebih menangkap isi 2 Pet 3:7 mungkin perlu dimenerti mulai dr Ay.5, sbb:
Pengejek2 tdk perduli dgn firman, bw langit i[/i] telah ada sejak dahulu i[/i]
Bw bumi i[/i] yg berasal dr air dan oleh air dan pernah musnah oleh air bah

Bw ruang dan materi yg kini juga terpelihara dr/oleh api
Spt yg tersimpan dlm energi lahar bumi dan energi matahari
Yg nanti digunakan utk pemusnahan dan pembinasaan org2 fasik

Pd waktu itu perut bumi mules2, gempa di-mana2
Matahari menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya
Dan bintang-bintang pun akan berjatuhan dr langit

Artinya, pemusnahan yg pertama oleh air telah terbukti
Nanti pemusnahan org2 fasik yg ke-dua oleh api pasti jadi
Maka waspadalah dan ber-jaga2 sebab Dia pasti datang lagi

Air dan api
Mungkinkah bisa dikaitkan dgn air dan Roh
Sebab Roh Allah pun me-layang2 di atas permukaan air

Dan spt kata Yesus kpd Nikodemus: "Aku berkata kpd-mu,
sesungguhnya jika seorang tdk dilahirkan dr air dan Roh,
ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yoh 3:5

Salam Satu Iman Bro-bro!

NB: Link [Kej 1:1]
Allah menciptakan “waktu-ruang dan materi”