Dapatkah orang membaptis dirinya sendiri ??

Baptisan air, pertama kali dilakukan oleh Yohanes Pembaptis .

Baptisan Roh, pertama kali dilakukan oleh Yesus.

Pertanyaan :

Dapatkah orang membaptis dengan air, dirinya sendiri ??
dan
Dapatkah orang membaptis dengan Roh, dirinya sendiri ??

Apa jawaban anda ?

kok bisa2nya ada pertanyaan seperti ini… bolehkah saya tahu makna dari baptisan…???

Makna Baptisan adalah:

Baptisan air : Pertobatan dan pemgampunan.

Baptisan Roh : Roh Kudus datang dan tinggal didalam hati kita, tubuh menjadi Bait Allah.

Aneh tetapi nyata.

Pertanyaan saya ini, sepertinya yang bertanya tidak mengerti Alkitab.
Karena banyak terjadi pada orang-orang yang percaya kepada Yesus, maka perlu saya kemukakan pertanyaan ini.

Diantara kita ada yang berpendapat, kalau sudah percaya kepada Yesus, maka secara otomatis Roh Kudus itu akan datang dan tinggal didalam hati kita.
Dengan pandangan semacam ini berarti, dia itu membaptis dirinya sendiri dengan Roh, bukaan !!

Ada juga yang berpendapat, kalau kita sudah dibaptis air, maka secara otomatis Roh Kudus itu datang dan tinggal didalam hati kita, padahal menurut Alkitab dikatakan bahwa baptisan Roh Kudus itu akan dilakukan oleh Yesus.
Bukankah pada waktu Yohanes membaptis di sungai Jordan, dia tekankan, bahwa yang akan datang yaitu yang dimaksud ialah Yesus, yang akan membaptis dengan Roh.

Demikian asal mula, timbulnya pertanyaan saya itu.
Sorry, kalau pertanyaan saya ini membuat anda bingung.

Syalom.
.

hahahah… saya hanya ingin membuat teman2 kita itu mengerti apa itu baptisan sesungguhnya… justru karena itulah saya membuat pernyataan diatas… pada umumnya teman2 banyak yang tidak mengerti… mereka hanya melihat baptisan sebagai ritual yang terlihat saja… bukan makna sebenarnya…

ritual baptisan air (dalam nama BAPA, ANAK, ROH KUDUS) yang terlihat, hanya berfungsi untuk mengumumkan pada jemaat2 yang ada bahwa seseorang itu sudah bertobat dan mulai dari itu dia lahir baru dan mengubah seluruh kehidupannya pada TUHAN… namun yang tidak terlihat, ROH KUDUS itu datang dan berdiam di dalam diri orang yang dibaptis tersebut (berarti jika seseorang dibaptis air dalam nama BAPA,ANAK,ROH KUDUS sebenarnya ROH KUDUS sudah berdiam di dalam diri orang tersebut)… namun jika orang itu tidak mengindahkan hiburan, nasihat dari ROH KUDUS… dan masih saja tidak berubah… maka jika kemudian ia benar2 bertobat sudah tidak perlu baptisan lagi… namun ia akan menebusnya melalui jalan hidupnya… sampai seseorang itu mengerti dan bersatu dengan TUHAN… namun jika tidak berubah sampai akhir… itu sama dengan mendukakan ROH KUDUS dan konsekuensinya sangat berat…

dapatkah seseorang membaptis dirinya sendiri…??? bila secara ritual baptisan yang terlihat tidak perlu dilakukan… namun… jika seseorang itu percaya pada TUHAN dan hidupnya dekat dengan TUHAN… maka TUHAN sendiri yang akan datang dan membaptisnya dengan ROHNYA sendiri… itu akan terlihat dari segala perbuatannya… dan kata2nya… KASIH, KEBENARAN, FIRMAN TUHAN…

jika itu menurut anda adalah membaptis dirinya sendiri… saya katakan dapat dilakukan… sebab TUHAN akan berkenan akan sajian2 persembahan hidup yang berdasarkan KASIH… semakin besar dan semakin utama kehendak TUHAN di dalam diri seseorang dan semakin dihilangkannya keegoisan seseorang… maka orang tersebut akan semakin bersatu dengan TUHAN… akan semakin besar roh orang tersebut… dan semakin besar upahnya di surga…

Apa pendapat saudara yang lain, mengenai pandangan yang diterangkan oleh sdr. ibmagi tsb. diatas.
Bahwa baptisan Roh Kudus dapat kita lakukan sendiri.

Mohon, ditanggapi.

Syalom.

Baptisan yang sebenarnya adalah baptisan Roh Kudus.
Baptisan air hanyalah tanda dan sarana untuk menyaksikan bahwa Yesus Kristus Tuhan.

GBU

Berbicara masalah BAPTISAN, pasti ada yang mem-baptis dan ada yang di-baptis.
Jadi ada 2 orang, ada yang memberi dan ada yang diberi.

Baptisan air, pertama kali dilakukan oleh Yohanes pembaptis.
Baptisan Roh, dilakukan oleh Yesus Tuhan, sebab Roh Kudus berasal dari Allah sendiri.

Yohanes sudah mengatakan bahwa aku membaptis dengan air, yang akan datang, yaitu Yesus akan membaptis dengan Roh dan api.

Orang yang beranggapan, bahwa kalau aku percaya kepada Yesus, maka secara otomatis Roh Kudus mau tinggal didalam tubuh kita,…sungguh, tidak dapat dibenarkan.
Baptisan harus ada yang mem-baptis dan ada yang di-baptis.

Orang yang beranggapan, bahwa kalau aku sudah dibaptis air, maka secara otomatis Roh Kudus tinggal di dalam tubuh kita,…sungguh, tidak dapat dibenarkan.
Sebab baptisan air dan baptisan Roh itu , dilakukan oleh dua pribadi yang berbeda,
dengan air dilakukan oleh manusia, dengan Roh dilakukan oleh Tuhan.

Bagaimana tanggapan anda sekalian ??

Syalom.

Yohanes 3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Baptisan juga berarti lahir kembali… ini cukup penting dan berkaitan dengan keselamatan.

Bagaimana cara baptisan… dan juga hal lain tentang baptisan cukup relevan untuk dibahas mengingat ini berhubungan dengan keselamatan.

Sebisa mungkin baptisan itu valid/diperhitungkan dihadapan Allah, bukan hanya sesuai peraturan gereja. Baptisan air maupun baptisan Roh Kudus.

Salam.

Betu- u- ul, hendaknya Baptisan air dan baptisan Roh ini benar-benar ditanggapi secara serius, sebab hal ini yang menentukan keselamatan kita.
Baca ayat diatas:
Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Syalom.

tentu saja baptisan air oleh manusia dan baptisan ROH oleh TUHAN… untuk itulah mengapa saya menulis yang terlihat dan yang tidak terlihat… anda harus ingat bahwa baptisan yohanes dengan air tidak dalam nama (BAPA, ANAK, ROH KUDUS) itulah mengapa harus dibaptis kembali… dan itulah mengapa pada waktu jaman rasul yang sudah dibaptis air oleh yohanes harus dibaptis lagi… itu saja dulu untuk baptisan air dan roh…

apakah Abraham, Musa, Daud, Yohanes Pembaptis dibaptis air ?
apakah Abraham, Musa, Daud, Yohanes Pembaptis dibaptis ROH ?

kapan dan dimana Abraham, Musa, Daud, Yohanes Pembaptis dibaptis air ?
kapan dan dimana Abraham, Musa, Daud, Yohanes Pembaptis dibaptis ROH ?

siapa yang memberi baptisan air kepada Abraham, Musa, Daud, Yohanes Pembaptis ?
siapa yang memberi baptisan ROH kepada Abraham, Musa, Daud, Yohanes Pembaptis ?

apakah masa perjanjian lama ada baptisan air dan baptisan ROH ?
kenapa masa perjanjian baru ada baptisan air dan baptisan ROH ?

apa tujuan baptisan air ?
apa tujuan baptisan ROH ?

@ sucito

yang pasti sih dibaptis ROH… dan termasuk kelompok membaptis diri sendiri menurut TS… ^^

@ Sucito

Bila berpikir demikian, apakah Anda hidup di masa perjanjian Lama?
Tuhan punya kriteria sendiri, siapa yang ikut rencananya maka berhak untuk mengklaim janji selamatan, itu pun berdasarkan kasih anugerah Tuhan.

Kita hanya menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan.
Bila ditemukan ayat Firman Tuhan seperti demikian, bukan hak kita untuk menganulir perintah Tuhan, bukan?

Saya berpendapat sebisa mungkin kita menjalankannya dan dianggap valid oleh Tuhan…
Penilaian tersebut oleh Tuhan bukan otorisasi gereja (manapun).

Bila Tuhan beranggapan baptisan sendiri boleh… (tanpa ada pembaptis)… yang tidak masalah.
Sebaliknya bila Tuhan beranggapan harus ada pembaptis, yach… baptisan tadi tidak sah.

Salam.

he he he

kagak bisa…

Pertanyaan :
Jadi menurut anda, menurut Alkitab, apa perlu ada yang membaptis atau tidak ??

Kalau perlu, siapa orang yang berhak membaptis dengan Roh Kudus ??

Syalom.

  1. perlu

  2. yang jelas bukan dirinya sendiri. . . . .

Ada dua macam baptisan:

  1. Baptisan Air – perlu orang lain membaptis.
  2. Baptisan Roh Kudus – Ini “Tuhan” sendiri yang membaptis, kadang tidak membutuhkan perantara orang lain.
    See… case Kornelius… walau demikian ada juga murid Tuhan yang diutus untuk menumpangkan tangan sehingga Roh Kudus turun atas orang tersebut, contohnya case Ananias dan Paulus.

Salam.

masih kurang 1

yaitu BAPTISAN API

Matius 3 :15, Tuhan Yesus jg mmberi Teladan, Ia jg di baptis untuk mnggenapi Kehendak Allah bukan jalan2 sendiri mnurut Pikiran sendiri
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

1. Baptisan Air.
Orang yang dibaptis bertobat, dan dia menerima pengampunan.
Pengampunan dari mana ? Dari Tuhan melalui orang yang membaptis dengan air.

2. Baptisan ROH KUDUS.
Orang yang dibaptis percaya, dan dia menerima Roh Kudus.
Roh Kudus dari mana ? Dari Tuhan melalui orang yang membaptis, yang sudah diberi kuasa oleh Tuhan Yesus.

Mengenai peristiwa Kornelius, mereka sudah percaya kepada Yesus, dan mereka tidak menerima Roh Kudus.
Mereka baru menerima Roh Kudus, ketika Petrus berada disitu dan mulai berkata-kata.
Kalau tidak ada Petrus, mereka tidak akan menerima Roh Kudus, jadi sebagai pembaptisnya, atau sebagai penyalur Roh Kudus ialah Petrus.

Mengenai peristiwa Paulus, datang kepada Ananias dan menerima Roh Kudus, sebab Ananias adalah murid Yesus, yang sudah diberi kuasa oleh Yesus.

Mengenai peristiwa Filipus di Samaria.
Atas pemberitaan yang disampaikan oleh Filipus, mereka semua percaya, akan tetapi mereka tidak menerima Roh Kudus, sebab Filipus tidak punya kuasa.
Begitu Petrus dan Yohanes tiba, dan menumpangkan tangan di atas mereka, baru mereka menerima Roh Kudus.

Kesimpulan:
Yang bisa dan berhak membaptis dengan Roh Kudus hanyalah Yesus sendiri, dan orang yang sudah diberi kuasa oleh Yesus.
Sembarang orang seperti mbahSam, tidak bisa membaptis dengan Baptisan Roh, karena tidak diberi hak sebagai saluran Roh Kudus.
Apalagi hanya cuma modal percaya, lalu menganggap bahwa Roh Kudus sudah ada didalam hati kita, jangan bermimpi di siang bolong.

Yoh.20: 21 - 23.
21. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu ! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
22. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: " terimalah Roh Kudus."
23. " Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada,"

Syalom.