Dalam Ekaristi, mata iman terbuka ketika menyambut Hosti.

Yesus menampakkan diri kepada 2 orang didalam perjalanan pulang ke Emaus.
Selama perjalanan, hingga Yesus duduk bersama kedua orang tsb, mereka sama sekali tidak mengenali bahwa orang yang berjalan bersama mereka itu adalah Yesus, sekalipun pada waktu perjalanan, hari masih terang.

Ketika Yesus memberikan roti yang sudah diberkati itu, terbukalah mata mereka ; YESUS, dan segeralah Yesus lenyap.

Semua kejadian didalam peristiwa ini, Allah mempunyai maksud apa ??

Maksudnya ialah : Roti yang sudah diberkati itu adalah seperti yang nampak didepan mata mereka, yaitu: YESUS.
Jadi roti tsb. bukan sekedar roti, akan tetapi telah benar-benar berubah menjadi …YESUS.

Luk. 24: 30- 31.
Waktu Ia duduk makan dengan mereka. Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya
dan memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

“Terbukalah mata mereka” artinya terbukalah hati mereka, maka hanya pada waktu itu saja mereka menyadari bahwa Dia yang telah menemani mereka sepanjang perjalanan adalah Yesus.

Apa hubungnya dengan imam Katolik yang membiarkan matanya terbuka waktu dia memberikan osti?

Maksudnya ialah : Roti yang sudah diberkati itu adalah seperti yang nampak didepan mata mereka, yaitu: YESUS. Jadi roti tsb. bukan sekedar roti, akan tetapi telah benar-benar berubah menjadi ....YESUS.

Jesuslah yang memecah-mecahkannya roti dan memberikannya kepada mereka. Jadi siapa Yesus, roti atau yang memecah-mecahkan roti itu?

Tetapi itu benar, waktu memberikan osti, mata imam Katolik terbuka dengan besar, sehingga menakutkan…

Apa kehendaknya menakutkan orang? Apakah untuk menginsafkan orang akan dosa agar orang menguji dirinya sendiri dan merasa tidak layak makan roti?

Sungguh, akan merugikan diri anda sendiri, bila melihat segala sesuatu dengan PEMIKIRAN YANG NEGATIP dan HATI YANG PENUH DENDAM.

Yang NEGATIP adalah kelakuan imam itu, bukan orang yang menyadari kelakuan itu! Siapa yang “PENUH DENDAM” ?

Penafsiran diatas adalah menurut pendapat saya !

Pertanyaan :
Adakah penafsiran lain yang dapat anda ajukan, apa maksud Yesus dengan kejadian peristiwa diatas ??

Mengapa mata mereka baru terbuka, ketika mereka menerima roti yang sudah diberkati itu ??

Syalom.

Karena Yesus memecah-mecahhkan roti dan memberikannya kepada mereka secara yang khusus, yang tidak dibuat oleh orang lain, maka mereka waktu itu mengingat apa yang telah mereka lihat sebelumnya waktu Yesus melakukan tindakan yang sama sebelum Dia ditangkap.

Ada hal lain yang sama, yang telah terjadi sebelumnya:

Yoh 20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Yoh 20:15 Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”
Yoh 20:16 Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru."

Dalam ayat 15, Maria dipanggil “Ibu” oleh Yesus, tetapi Maria menyangka Yesus adalah penunggu taman, belum mengenal Yesus. Tetapi dalam ayat 16, waktu Yesus berkata: “Maria!”, maka pada waktu itu saja Maria mengenal Yesus.

Yesus memanggil Maria dengan suara dan secara yang Maria mengenal, maka Maria mengenal-Nya. Seperti murid-murid Yesus yang mengenal-Nya waktu Dia memecah-mecahhkan roti dan memberikannya kepada mereka.

Dalam 2 peristiwa tersebut, Yesus dikenali dari tindakan-tindakan-Nya, tidak dari kenampakan-Nya. Sebabnya Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain, seperti ada tertulis dalam ayat Markus 16:22:

“Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.” (Markus 16:22)

Tuhan memberkati

Kita bicara mengenai ayat Luk. 24 : 30-31.

Dalam peristiwa ini, maksud apa dari Allah, Yesus tidak diperlihatkan sebagai Yesus, padahal perjalanan cukup lama dan masih terang, demikian juga ketika mereka duduk bersama Yesus belum dikenal.

Yesus baru menampakkan diri Nya, ketika memberikan roti itu kepada kedua orang tsb.

Paham, yang saya maksud ??

Anda menyangka saya bicara mengenai apa???

Firman Tuhan dapat kita pahami dengan membandingkan bagian dari Firman Tuhan dengan bagian-bagian lainnya.
Tulisan saya yang di atas cukup jelas. Sayanglah ada orang yang lebih suka memencilkan dan menyalahgunakan ayat-ayat untuk memaksa orang untuk percaya akan prasangkanya atau tradisi-tradisi gerejanya…

Alkitab harus dipelajari dengan jujur, tanpa prasangka.

Paham, yang saya maksud ??

Anda melompat terlalu jauh mas bro yg terkasih. Saya tidak tahu persis yg anda maksudkan, tapi doktrin yang paling dekat dengan ini adalah doktrin transubstansiasi GRK. Namun doktrin itupun tidak menganggap bahwa roti itu berubah wujud menjadi Yesus dengan tinggi sekian meter atau berat badan sekian kilo. Bentuknya tetaplah roti, namun terdapat substansi tubuh Yesus, kurang lbh seperti itu.

Jadi pada peristiwa itu roti itu tidak berubah wujud menjadi Yesus. Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada satupun doktrin Katolik maupun Protestan yang percaya bahwa roti itu berubah wujud menjadi Yesus. Jika melangkah kepada the last supper, posisi saya menganggap roti dan anggur sebagai tubuh dan darah Yesus itu hanya metafora saja dan lebih ke pengertian rohani.

Blessings :slight_smile:

Penafsiran diatas adalah menurut pendapat saya !
Anda tidak setuju adalah hal yang wajar, karena dua orang tidak selalu sependapat.

Yang saya pertanyakan ialah:

Mengapa mata mereka baru terbuka, ketika mereka menerima roti yang sudah diberkati itu ??
Padahal mereka sudah berjalan cukup lama dan dalam keadaan terang, serta duduk bersama.

Adakah penafsiran lain yang dapat anda ajukan, apa maksud Yesus dengan kejadian peristiwa diatas ??

Syalom.