Ciptaan berharga,,,bait kudus Tuhan..

Seringkali orang menciptakan kondisi-kondisi/kotak-kotak yg dianggap sebagai standar pencapaian yg menjadi puncak kepuasan dari suatu aspek kehidupan. Standar ini timbul sebagai akibat dari ketidakpuasan akan apa yg sudah di raih dan dimiliki sejauh ini. Standar ini kemudian akan semaksimal mungkin dikejar dengan berbagai cara, sekalipun dengan cara yang tidak mencerminkan etika dan logika. :mad0261:

Salah satu contoh yg cukup memprihatinkan yaitu bagaimana perempuan menciptakan sendiri standar yg dianggap ‘harus’ di raih yaitu seorang yg cantik adl mereka yg memiliki kulit putih mulus, hidung mancung, rambut lurus, tinggi badan ideal, atau juga dgn memperhatikan seorang aktris yg dianggap cantik dan kemudian mencoba segala usaha untuk bisa menjadi seperti aktris tersebut. Cara yg ditempuh sangat beraneka sejalan dengan semakin banyaknya pusat-pusat pelayanan kecantikan yg menawarkan pelayanan terbaik dgn hasil terbaik dan dalam tempo yg sesingkat-singkatnya… banyak orang kemudian tergiur dan berani mencoba tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan terlebih dahulu akibat yg ditimbulkan. Mulai dari meng-konsumsi obat-obatan sampai menjalani pembedahan (tentu saja dgn biaya yg tidak sedikit)… semua demi mencapai standar yg sebenarnya mereka ciptakan sendiri. Seperti yg pernah saya lihat di tv bbrpa perempuan (di salah satu negara di Asia) menjalani pembedahan untuk mempertinggi badan mereka, dimana pembedahan di lakukan pada bagian kaki (disambung dgn smacam alat, besi/baja dgn panjang sesuai permintaan). ‘tak tanggung, bukan hanya dari sisi biaya yg mahal, mereka juga harus terbaring di Rumah Sakit selama ± 6 bulan utk menjalani pemulihan, setelah itu mereka harus sering kontrol ke RS tersebut utk pemeriksaan rutin.

Apa sebenarnya yg mereka cari? :huh:

ego yg tinggi adl salah satu alasan mengapa mrka melakukannya, mereka tidak mau merasa lebih rendah dibanding dgn yg lain (krn mrka sudah menetapkan suatu standar) dan tentu saja mereka ingin di puji. Mari kita berimajinasi sejenak. Dlm contoh diatas, misalkan seseorg sudah berhasil melewati pembedahan tsb dan sudah pulih dan kmbali beraktivitas sprt biasa (ya…dgn tubuh yg sudah lbh tinggi) bagaimana dia akan beranggapan terhadap org2 yg tidak mengikuti jejaknya (dlm arti skrng dia sudah lebih tinggi dari yg lain,…) well, dia akan beranggapan bahwa ‘standar’ yg dimiliki sudah lebih tinggi, atau dia sudah keluar dari kotak lama dan bergabung dgn kotak baru atau dia perfect smntara yg lain………??

Sebenarnya standar/kotak2 yg diciptakan tersebut merupakan bentuk ketidak-setujuan terhdp karya penciptaan Tuhan atas hidup kita, bhwa perempuan itu harus ‘begini-begitu’ smntara saya terlahir ‘hanya’ begini saja, bahwa Tuhan dalam menciptakan saya belum sempurna atau mungkin Tuhan kelupaan sesuatu saat membentuk saya dikandungan, maka dgn segala anggapan kemanusiawiannya dan ketidak-setujuannya atas karya penciptaan Tuhan atas dirinya, dipacu oleh standar yg harus dicapai, mendorong seseorang melakukan usaha2 sprt salah satu contoh diatas…

Saudaraku, kita adalah ciptaan Tuhan yg istimewa dengan maksud dan tujuan khusus dan betapa kita berharga di hadapanNya. Masih banyak contoh lain yg ditempuh manusia demi mencapai tingkat kepuasan dlm hidupnya yg membuat Tuhan tidak berkenan kpd kita. Inikah cara kita menanggapi karya penebusan Yesus di kayu salib?!

Mari kita renungkan hal ini, bagaimana dgn mrka yg terlahir kurang smpurna, mgkn cacat jasmani atau mrka yg sejak lahir sudah menderita suatu penyakit tertentu shg harus ditopang dgn obat-obatan…, kalau kita saja masih merasa belum puas dgn diri kita, bagaimana dgn mereka!!! Tetapi tahukah saudara bahwa rencana luar biasaNya Tuhan bukan hanya kpd kita saja, ttpi bagi mereka tanpa terkecuali dgn porsi yg Tuhan sudah tetapkan. Tuhan adalah Allah yg adil, tidak ada pembedaan antara satu dgn yg lain, masing2 punya tujuan khusus yg Tuhan tetapkan jauh sebelum dibentuk dalam rahim ibu kita.

Jadi, mari belajar menjaga segala yg sudah Tuhan percayakan kepada kita, merawat dan mengembangkannya. Termasuk tubuh, krn tubuh kita adalah bait kudusNya…Belajar dan berusaha menyenangkan hatiNya melalui titipanNya dlm hidup kita. Ada banyak teladan Yesus yg di tuliskan di dalam Alkitab selama pelayananNya di bumi, dimulai dari diri sendiri sampai membawa dampak terhadap lingkungan dan tujuan utama kita yaitu mengabarkan injil kepada bangsa-bangsa sampai bumi penuh kemuliaanNya.
Amen

wah… bagus tuh sarannya fren… :afro:
nih saya kasih bunga, utk gadis cantik yg pintar… :love0072:

horeeeeee :jumping0048: dapat bungaaa…makaciii :smiley:

okelah bro trims, smoga jadi berkattss. :slight_smile: :slight_smile: